Hikmah keutamaan pahala puasa sunnah Asyura 10 Muharram adalah termasuk di dalam keutamaan kemuliaan bulan Muharram yang merupakan awal tahun baru Hijriah di dalam kalender penangggalan Islam.
Bulan Muharram adalah bulan pertama dalam kalender Hijriyah. Bulan ini disebut oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai Syahrullah (Bulan Allah). Tentunya, bulan ini memiliki keutamaan yang sangat besar.
Pada dasarnya setiap bulan adalah sama satu dengan yang lainnya dan tidak ada perbedaan dalam kesuciannya dibandingkan dengan bulan- bulan lain. Ketika Allah SWT memilih bulan khusus untuk menurunkan rahmat-Nya, maka Allah Swt lah yang memiliki kebesaran itu atas kehendakNya.
Muharram berasal dari kata yang dalam Bahasa Indonesia mempunyai arti 'diharamkan' atau 'dipantang' yaitu dilarang melakukan peperangan atau pertumpahan darah. Makna tersebut menandakan bahwa bulan Muharram akan menjadi bulan yang damai bagi seluruh umat.
Bulan muharram ini adalah bulan di mana Allah muliakan dan Rasulullah serta para sahabatnya mengagungkannya. Sepatutnya juga kita sebagai umat Islam turut serta dalam mengagungkan bulan ini dengan cara meningkatkan amalan ibadah dan amal shalih, baik secara kuantitas serta juga kualitas.
Puasa selain merupakan ibadah yang mulia di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala juga mengandung sekian banyak manfaat yang lain. Manfaat keutamaan hikmah puasa antara lain adalah bahwa dengan berpuasa seseorang dapat mengendalikan syahwat dan hawa nafsunya.
Dan puasa juga menjadi perisai dari api neraka. Puasa juga dapat menghapus dosa-dosa dan memberi syafaat di hari kiamat.
Puasa asyura adalah puasa sunnah yang dilaksanakan pada tanggal 10 muharram. Rasulullah bersabda : "Puasa hari ‘Asyura, sungguh aku berharap kepada Allah agar menghapuskan dosa setahun yang telah lalu." (HR. Muslim no. 1975)
Dan puasa juga dapat membangkitkan rasa solidaritas kemanusiaan, serta manfaat lainnya yang sudah dimaklumi terkandung pada ibadah yang mulia ini. Termasuk di dalamnya adalah Puasa Sunnah Arafah Bulan Dzulhijjah.
Berikut beberapa keutamaan berpuasa Asyura bulan Muharram antara lain :
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda : "Puasa yang paling utama sesudah puasa Ramadhan adalah puasa pada Syahrullah (bulan Allah) Muharram. Sedangkan shalat malam merupakan shalat yang paling utama sesudah shalat fardlu.” (HR. Muslim).
Dikisahkan bahwa Aisyah mengatakan, "Ketika Rasullullah tiba di Madinah, ia berpuasa pada hari 'Asyura dan memerintahkan umatnya untuk berpuasa. Tapi ketika Puasa Bulan Ramadhan menjadi puasa wajib, kewajiban berpuasa itu dibatasi pada bulan Ramadhan saja dan kewajiban puasa pada hari 'Asyura dihilangkan.
Umat Islam boleh berpuasa pada hari itu jika dia mau atau boleh juga tidak berpuasa, jika ia mau." Namun, Rasulullah Saw biasa berpuasa pada hari 'Asyura bahkan setelah melaksanakan puasa wajib di bulan Ramadhan.
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ditanya tentang Puasa Pada Hari ‘Asyura, beliau menjawab, ‘Menghapuskan dosa setahun yang lalu’, ini pahalanya lebih sedikit daripada puasa Arafah (yakni menghapuskan dosa setahun sebelum serta sesudahnya ).
Bersamaan dengan hal tersebut, selayaknya seorang berpuasa ‘Asyura (10 Muharram) disertai dengan (sebelumnya.) Puasa Tasu’a (9 Muharram). Hal ini karena Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Apabila (usia)ku sampai tahun depan, maka aku akan berpuasa pada yang kesembilan’, maksudnya berpuasa pula pada hari Tasu’a.
Walaupun ada kesamaan dalam ibadah, khususnya berpuasa, tetapi Rasulullah saw memerintahkan pada umatnya agar berbeda dengan apa yang dilakukan oleh Yahudi, apalagi oleh orang-orang musyrik. Oleh karena itu beberapa hadits menyarankan agar puasa hari ‘Asyura diikuti oleh puasa satu hari sebelum atau sesudah puasa hari ‘Asyura.
Ada beberapa cara di dalam menjalankan puasa di bulan muharram ini antara lain dan juga tingkatan berpuasa ‘Asyura yang disebutkan oleh para ahli fiqh.
Para ulama membuat beberapa tingkatan dalam berpuasa di hari ‘Asyura ini, sebagai berikut:
Semoga Allah berkenan menerima puasa kita dan kelak bisa memasuki surga dari pintu yang khusus disediakan bagi orang yang gemar berpuasa.
Bulan Muharram adalah bulan pertama dalam kalender Hijriyah. Bulan ini disebut oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai Syahrullah (Bulan Allah). Tentunya, bulan ini memiliki keutamaan yang sangat besar.
Pada dasarnya setiap bulan adalah sama satu dengan yang lainnya dan tidak ada perbedaan dalam kesuciannya dibandingkan dengan bulan- bulan lain. Ketika Allah SWT memilih bulan khusus untuk menurunkan rahmat-Nya, maka Allah Swt lah yang memiliki kebesaran itu atas kehendakNya.
Keutamaan Kemuliaan Bulan Muharram
Muharram berasal dari kata yang dalam Bahasa Indonesia mempunyai arti 'diharamkan' atau 'dipantang' yaitu dilarang melakukan peperangan atau pertumpahan darah. Makna tersebut menandakan bahwa bulan Muharram akan menjadi bulan yang damai bagi seluruh umat.
Bulan muharram ini adalah bulan di mana Allah muliakan dan Rasulullah serta para sahabatnya mengagungkannya. Sepatutnya juga kita sebagai umat Islam turut serta dalam mengagungkan bulan ini dengan cara meningkatkan amalan ibadah dan amal shalih, baik secara kuantitas serta juga kualitas.
Puasa selain merupakan ibadah yang mulia di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala juga mengandung sekian banyak manfaat yang lain. Manfaat keutamaan hikmah puasa antara lain adalah bahwa dengan berpuasa seseorang dapat mengendalikan syahwat dan hawa nafsunya.
Dan puasa juga menjadi perisai dari api neraka. Puasa juga dapat menghapus dosa-dosa dan memberi syafaat di hari kiamat.
Puasa asyura adalah puasa sunnah yang dilaksanakan pada tanggal 10 muharram. Rasulullah bersabda : "Puasa hari ‘Asyura, sungguh aku berharap kepada Allah agar menghapuskan dosa setahun yang telah lalu." (HR. Muslim no. 1975)
Dan puasa juga dapat membangkitkan rasa solidaritas kemanusiaan, serta manfaat lainnya yang sudah dimaklumi terkandung pada ibadah yang mulia ini. Termasuk di dalamnya adalah Puasa Sunnah Arafah Bulan Dzulhijjah.
Puasa Asyura 10 Muharram
Berikut beberapa keutamaan berpuasa Asyura bulan Muharram antara lain :
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda : "Puasa yang paling utama sesudah puasa Ramadhan adalah puasa pada Syahrullah (bulan Allah) Muharram. Sedangkan shalat malam merupakan shalat yang paling utama sesudah shalat fardlu.” (HR. Muslim).
Dikisahkan bahwa Aisyah mengatakan, "Ketika Rasullullah tiba di Madinah, ia berpuasa pada hari 'Asyura dan memerintahkan umatnya untuk berpuasa. Tapi ketika Puasa Bulan Ramadhan menjadi puasa wajib, kewajiban berpuasa itu dibatasi pada bulan Ramadhan saja dan kewajiban puasa pada hari 'Asyura dihilangkan.
Umat Islam boleh berpuasa pada hari itu jika dia mau atau boleh juga tidak berpuasa, jika ia mau." Namun, Rasulullah Saw biasa berpuasa pada hari 'Asyura bahkan setelah melaksanakan puasa wajib di bulan Ramadhan.
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ditanya tentang Puasa Pada Hari ‘Asyura, beliau menjawab, ‘Menghapuskan dosa setahun yang lalu’, ini pahalanya lebih sedikit daripada puasa Arafah (yakni menghapuskan dosa setahun sebelum serta sesudahnya ).
Bersamaan dengan hal tersebut, selayaknya seorang berpuasa ‘Asyura (10 Muharram) disertai dengan (sebelumnya.) Puasa Tasu’a (9 Muharram). Hal ini karena Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Apabila (usia)ku sampai tahun depan, maka aku akan berpuasa pada yang kesembilan’, maksudnya berpuasa pula pada hari Tasu’a.
Walaupun ada kesamaan dalam ibadah, khususnya berpuasa, tetapi Rasulullah saw memerintahkan pada umatnya agar berbeda dengan apa yang dilakukan oleh Yahudi, apalagi oleh orang-orang musyrik. Oleh karena itu beberapa hadits menyarankan agar puasa hari ‘Asyura diikuti oleh puasa satu hari sebelum atau sesudah puasa hari ‘Asyura.
Ada beberapa cara di dalam menjalankan puasa di bulan muharram ini antara lain dan juga tingkatan berpuasa ‘Asyura yang disebutkan oleh para ahli fiqh.
Para ulama membuat beberapa tingkatan dalam berpuasa di hari ‘Asyura ini, sebagai berikut:
- Tingkatan I : Berpuasa pada tanggal 9, 10 dan 11 Muharram.
- Tingkatan II : Berpuasa pada tanggal 9 dan 10 Muharram.
- Tingkatan III : Berpuasa pada tanggal 10 dan 11 Muharram.
- Tingkatan IV : Berpuasa hanya pada tanggal 10 Muharram.
Semoga Allah berkenan menerima puasa kita dan kelak bisa memasuki surga dari pintu yang khusus disediakan bagi orang yang gemar berpuasa.
“Sesungguhnya di surga ada sebuah pintu yang bernama Ar-Royyaan. Pada hari kiamat orang-orang yang berpuasa akan masuk surga melalui pintu tersebut dan tidak ada seorang pun yang masuk melalui pintu tersebut kecuali mereka. Dikatakan kepada mereka,’Di mana orang-orang yang berpuasa?’ Maka orang-orang yang berpuasa pun berdiri dan tidak ada seorang pun yang masuk melalui pintu tersebut kecuali mereka. Jika mereka sudah masuk, pintu tersebut ditutup dan tidak ada lagi seorang pun yang masuk melalui pintu tersebut.” (HR. Bukhari no. 1896 dan Muslim no. 1152)Unknown Sunday, October 12, 2014 New Google SEO Bandung, Indonesia
Keutamaan 10 hari pertama bulan dzulhijah dan juga keutamaan pahala berpuasa arafah 9 dzulhijah dan juga puasa tarwiyah 8 dzulhijjah perlu untuk diketahui dan dipahami dengan benar oleh kita selaku umat Islam. Karena Allah SWT telah menjadikan hari-hari pertama bulan Dzulhijjah sebagai "musim kebaikan" baik bagi para jamaah haji maupun bagi yang sedang tidak melaksanakan rukun Islam kelima tersebut.
Dzulhijjah merupakan salah satu bulan istimewa dalam Islam. Terutama, pada sepuluh hari pertama dari bulan Dzulhijjah tersebut. Bagi para jamaah haji, pemanfaatan momentum sepuluh hari bulan Dzulhijjah akan meningkatkan kualitas dan konsentrasi ibadah haji serta syiar Islam secara keseluruhan. Karena memang banyak hikmah keutamaan menunaikan ibadah haji itu sendiri.
Keutamaan pahala amalan kebaikan di bulan dzulhijjah ini memanglah tidak sedikit. Berikut ini beberapa keutamaan keberkahan keistimewaan 10 hari pertama bulan Dulhijjah dan amalan-amalan yang terdapat di bulan mulia yang satu ini.
1. Beramal shalih pada sepuluh hari ini memiliki keutamaan yang lebih dibanding dengan hari-hari lainnya
Imam Al Bukhari telah meriwayatkan hadits dari Ibnu Abbas radhiallahu anhuma dari Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam, bahwa beliau bersabda:
“Tidaklah ada amal yang lebih utama daripada amal-amal yang dikerjakan pada sepuluh hari Dzulhijjah ini.” Lalu para sahabat bertanya, “Tidak juga Jihad?” Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam menjawab,”Tidak juga Jihad, kecuali seseorang yang keluar (untuk berjihad) sambil mempertaruhkan diri (jiwa) dan hartanya,lalu kembali tanpa membawa sesuatupun.” (HR. Bukhari).
2. Sepuluh Hari Pertama Bulan Dzulhijjah merupakan waktu yang mulia dan barakah
Adalah bagian dari di bulan ini adalah merupakan waktu yang mulia dan barakah. Bukti kemuliaan ini adalah sumpah Allah Ta’ala dalam Al-Qur’an al-Karim yaitu dalam QS. Al-Fajr (89) ayat ke 1-2 yang artinya :"Demi fajar, dan malam yang sepuluh"
“Wa layaalin ‘asr (dan malam yang sepuluh)," kata Imam al-Thabari dalam tafsirnya,"adalah adalah malam-malam sepuluh Dzulhijjah berdasarkan kesepakatan hujjah dari ahli tafsir.”
Ada juga yang mengatakan maksudnya adalah sepuluh hari awal Muharram, ada juga ulama yang memaknai sepuluh hari awal Ramadhan. Namun yang benar adalah pendapat yang pertama, yakni sepuluh awal bulan Dzulhijjah.
3. Pahala Amal di Hari-hari itu dilipatgandakan
Yang termasuk dalam keberkahan kemuliaan bulan dzulhijah lainnya adalah bahwa amal-amal pada hari itu dilipatgandakan pahalanya, baik amal di siang hari maupun amal di malam hari.
Hal ini berdasarkan atas hadist yang berbunyi :"Tidak ada hari-hari yang lebih disukai Allah untuk digunakan beribadah sebagaimana halnya hari-hari sepuluh Dzulhijjah. Berpuasa pada siang harinya sama dengan berpuasa selama satu tahun dan shalat pada malam harinya sama nilainya dengan mengerjakan shalat pada malam lailatul qadar." (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Baihaqi).
Tentu saja, ada pengecualian untuk puasa pada tanggal 10 Dzulhijjah karena pada hari itu diharamkan berpuasa.
4. Di dalamnya ada Idul Adha
Di dalam bulan dzulhijah pada akhir waktu itu yaitu tanggal 10 Dzulhijjah adalah Hari raya Idul Adha yang merupakan hari yang sangat istimewa bagi umat Islam.
5. Di dalamnya disyariatkan ibadah udhiyah (berkurban)
salah satu bagian dari Keutamaan Sepuluh Hari Pertama Bulan Dzulhijjah adalah, disyariatkannya ibadah udhiyah. Yaitu menyembelih hewan qurban. Hewan kurban baik itu hewan unta, sapi atau kambing yang dimulai pada tanggal 10 Dzulhijjah itu.
Keutamaan hikmah pahala puasa sunnah Arafah bagi umat Islam yang tidak menunaikan ibadah haji di tanah suci mekah juga tidaklah sedikit. Karena berpuasa sunnah di hari arafah ini adalah termasuk bagian dari keutamaan di bulan Dzulhijah itu sendiri.
Puasa Arafah adalah puasa sunnah yang dilaksanakan pada hari Arafah yakni di hari tanggal 9 Dzulhijah. Puasa ini sangat dianjurkan bagi orang-orang yang tidak menjalankan ibadah haji. Adapun teknis pelaksanaannya tidak berbeda dengan puasa-puasa sunnah yang lainnya.
Puasa Arafah adalah puasa pada tanggal 9 Dzul hijjah. Disebut puasa arafah karena pada hari itu umat muslim yang sedang berhaji sedang wukuf di Arafah yang menjadi salah satu rukun haji. Pendapat lain mengatakan bahwa puasa Arafah menjadi pengganti ibadah haji bagi orang-orang yang belum mampu melaksanakannya, baik secara materi maupun waktu.
Namun begitu, puasa ini bersifat sunnah, artinya barang siapa berpuasa mendapatkan pahala dan jikalau ditinggalkan tidak berdosa.
Berikut keutamaan puasa Arafah antara lain adalah sebagai berikut :
Menghapuskan Dosa Selama Dua (2) Tahun
Puasa Arafah merupakan puasa sunnah yang sangat dianjurkan, sunnah muakad. Puasa Arafah memiliki keutamaan yang luar biasa. Sebagaimana disebutkan dalam hadits berikut yang artinya : Rasulullah SAW pernah ditanya tentang puasa hari Arafah, beliau menjawab, “Puasa itu menghapus dosa satu tahun yang lalu dan satu tahun berikutnya.” (HR. Muslim).
Demikianlah keutamaan puasa Arafah: ia dapat menghapuskan dosa selama dua tahun. Yakni dosa satu tahun sebelumnya dan satu tahun sesudahnya.
Pembebasan Dari Api Neraka
Diantara keutamaan hari Arafah adalah pembebasan dari api neraka. Sebagian ulama menjelaskan bahwa pembebasan dari neraka pada hari Arafah diberikan Allah bukan hanya kepada jamaah haji yang sedang wukuf, melainkan juga untuk kaum muslimin yang tidak sedang menjalankan haji.
Terlimpahkannya ampunan Allah terhadap dosa selama dua tahun melalui puasa Arafah sangat terkait dengan keutamaan kedua dari berpuasa suunah di bulan Dzulhijah ini.
Dalil hadist tentang pembebasan dari api neraka ketika melaksanakan puasa hari arafah adalah sebagai berikut : "Di antara hari yang Allah banyak membebaskan seseorang dari neraka adalah hari Arofah. Dia akan mendekati mereka lalu akan menampakkan keutamaan mereka pada para malaikat. Kemudian Allah berfirman: Apa yang diinginkan oleh mereka?" (HR. Muslim0).
Terkabulnya Doa
Keutamaan lain puasa Arafah adalah kemustajaban doa. Secara umum doa orang yang berpuasa akan dikabulkan oleh Allah. Ditambah lagi dengan keutamaan waktu hari Arafah yang merupakan sebaik-baik doa pada waktu itu, maka semakin kuatlah keutamaan terkabulnya doa orang yang berpuasa Arafah pada hari itu.
"Sebaik-baik do’a adalah do’a pada hari Arafah. Dan sebaik-baik yang kuucapkan, begitu pula diucapkan oleh para Nabi sebelumku adalah ucapan “Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qadiir (Tidak ada Ilah kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. MilikNyalah segala kerajaan dan segala pujian, Allah Maha Menguasai segala sesuatu)." (HR. Tirmidzi). Unknown Tuesday, September 30, 2014 New Google SEO Bandung, Indonesia
Dzulhijjah merupakan salah satu bulan istimewa dalam Islam. Terutama, pada sepuluh hari pertama dari bulan Dzulhijjah tersebut. Bagi para jamaah haji, pemanfaatan momentum sepuluh hari bulan Dzulhijjah akan meningkatkan kualitas dan konsentrasi ibadah haji serta syiar Islam secara keseluruhan. Karena memang banyak hikmah keutamaan menunaikan ibadah haji itu sendiri.
Amalan-Amalan Bulan Dzulhijah
Keutamaan pahala amalan kebaikan di bulan dzulhijjah ini memanglah tidak sedikit. Berikut ini beberapa keutamaan keberkahan keistimewaan 10 hari pertama bulan Dulhijjah dan amalan-amalan yang terdapat di bulan mulia yang satu ini.
1. Beramal shalih pada sepuluh hari ini memiliki keutamaan yang lebih dibanding dengan hari-hari lainnya
Imam Al Bukhari telah meriwayatkan hadits dari Ibnu Abbas radhiallahu anhuma dari Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam, bahwa beliau bersabda:
“Tidaklah ada amal yang lebih utama daripada amal-amal yang dikerjakan pada sepuluh hari Dzulhijjah ini.” Lalu para sahabat bertanya, “Tidak juga Jihad?” Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam menjawab,”Tidak juga Jihad, kecuali seseorang yang keluar (untuk berjihad) sambil mempertaruhkan diri (jiwa) dan hartanya,lalu kembali tanpa membawa sesuatupun.” (HR. Bukhari).
2. Sepuluh Hari Pertama Bulan Dzulhijjah merupakan waktu yang mulia dan barakah
Adalah bagian dari di bulan ini adalah merupakan waktu yang mulia dan barakah. Bukti kemuliaan ini adalah sumpah Allah Ta’ala dalam Al-Qur’an al-Karim yaitu dalam QS. Al-Fajr (89) ayat ke 1-2 yang artinya :"Demi fajar, dan malam yang sepuluh"
“Wa layaalin ‘asr (dan malam yang sepuluh)," kata Imam al-Thabari dalam tafsirnya,"adalah adalah malam-malam sepuluh Dzulhijjah berdasarkan kesepakatan hujjah dari ahli tafsir.”
Ada juga yang mengatakan maksudnya adalah sepuluh hari awal Muharram, ada juga ulama yang memaknai sepuluh hari awal Ramadhan. Namun yang benar adalah pendapat yang pertama, yakni sepuluh awal bulan Dzulhijjah.
3. Pahala Amal di Hari-hari itu dilipatgandakan
Yang termasuk dalam keberkahan kemuliaan bulan dzulhijah lainnya adalah bahwa amal-amal pada hari itu dilipatgandakan pahalanya, baik amal di siang hari maupun amal di malam hari.
Hal ini berdasarkan atas hadist yang berbunyi :"Tidak ada hari-hari yang lebih disukai Allah untuk digunakan beribadah sebagaimana halnya hari-hari sepuluh Dzulhijjah. Berpuasa pada siang harinya sama dengan berpuasa selama satu tahun dan shalat pada malam harinya sama nilainya dengan mengerjakan shalat pada malam lailatul qadar." (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Baihaqi).
Tentu saja, ada pengecualian untuk puasa pada tanggal 10 Dzulhijjah karena pada hari itu diharamkan berpuasa.
4. Di dalamnya ada Idul Adha
Di dalam bulan dzulhijah pada akhir waktu itu yaitu tanggal 10 Dzulhijjah adalah Hari raya Idul Adha yang merupakan hari yang sangat istimewa bagi umat Islam.
5. Di dalamnya disyariatkan ibadah udhiyah (berkurban)
salah satu bagian dari Keutamaan Sepuluh Hari Pertama Bulan Dzulhijjah adalah, disyariatkannya ibadah udhiyah. Yaitu menyembelih hewan qurban. Hewan kurban baik itu hewan unta, sapi atau kambing yang dimulai pada tanggal 10 Dzulhijjah itu.
![]() |
| Amalan-Amalan Bulan Dzulhijah |
Puasa Arafah Bulan Dzulhijjah
Keutamaan hikmah pahala puasa sunnah Arafah bagi umat Islam yang tidak menunaikan ibadah haji di tanah suci mekah juga tidaklah sedikit. Karena berpuasa sunnah di hari arafah ini adalah termasuk bagian dari keutamaan di bulan Dzulhijah itu sendiri.
Puasa Arafah adalah puasa sunnah yang dilaksanakan pada hari Arafah yakni di hari tanggal 9 Dzulhijah. Puasa ini sangat dianjurkan bagi orang-orang yang tidak menjalankan ibadah haji. Adapun teknis pelaksanaannya tidak berbeda dengan puasa-puasa sunnah yang lainnya.
Puasa Arafah adalah puasa pada tanggal 9 Dzul hijjah. Disebut puasa arafah karena pada hari itu umat muslim yang sedang berhaji sedang wukuf di Arafah yang menjadi salah satu rukun haji. Pendapat lain mengatakan bahwa puasa Arafah menjadi pengganti ibadah haji bagi orang-orang yang belum mampu melaksanakannya, baik secara materi maupun waktu.
Namun begitu, puasa ini bersifat sunnah, artinya barang siapa berpuasa mendapatkan pahala dan jikalau ditinggalkan tidak berdosa.
Berikut keutamaan puasa Arafah antara lain adalah sebagai berikut :
Menghapuskan Dosa Selama Dua (2) Tahun
Puasa Arafah merupakan puasa sunnah yang sangat dianjurkan, sunnah muakad. Puasa Arafah memiliki keutamaan yang luar biasa. Sebagaimana disebutkan dalam hadits berikut yang artinya : Rasulullah SAW pernah ditanya tentang puasa hari Arafah, beliau menjawab, “Puasa itu menghapus dosa satu tahun yang lalu dan satu tahun berikutnya.” (HR. Muslim).
Demikianlah keutamaan puasa Arafah: ia dapat menghapuskan dosa selama dua tahun. Yakni dosa satu tahun sebelumnya dan satu tahun sesudahnya.
Pembebasan Dari Api Neraka
Diantara keutamaan hari Arafah adalah pembebasan dari api neraka. Sebagian ulama menjelaskan bahwa pembebasan dari neraka pada hari Arafah diberikan Allah bukan hanya kepada jamaah haji yang sedang wukuf, melainkan juga untuk kaum muslimin yang tidak sedang menjalankan haji.
Terlimpahkannya ampunan Allah terhadap dosa selama dua tahun melalui puasa Arafah sangat terkait dengan keutamaan kedua dari berpuasa suunah di bulan Dzulhijah ini.
![]() |
| Pahala Keutamaan Puasa Arafah |
Dalil hadist tentang pembebasan dari api neraka ketika melaksanakan puasa hari arafah adalah sebagai berikut : "Di antara hari yang Allah banyak membebaskan seseorang dari neraka adalah hari Arofah. Dia akan mendekati mereka lalu akan menampakkan keutamaan mereka pada para malaikat. Kemudian Allah berfirman: Apa yang diinginkan oleh mereka?" (HR. Muslim0).
Terkabulnya Doa
Keutamaan lain puasa Arafah adalah kemustajaban doa. Secara umum doa orang yang berpuasa akan dikabulkan oleh Allah. Ditambah lagi dengan keutamaan waktu hari Arafah yang merupakan sebaik-baik doa pada waktu itu, maka semakin kuatlah keutamaan terkabulnya doa orang yang berpuasa Arafah pada hari itu.
"Sebaik-baik do’a adalah do’a pada hari Arafah. Dan sebaik-baik yang kuucapkan, begitu pula diucapkan oleh para Nabi sebelumku adalah ucapan “Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qadiir (Tidak ada Ilah kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. MilikNyalah segala kerajaan dan segala pujian, Allah Maha Menguasai segala sesuatu)." (HR. Tirmidzi). Unknown Tuesday, September 30, 2014 New Google SEO Bandung, Indonesia
Puasa Syawal 6 Hari adalah merupakan salah satu jalan yang bisa ditempuh oleh seorang hamba untuk mendapatkan kecintaan Sang Khalik Allah Ta'ala dengan melakukan suatu amalan ibadah sunnah puasa setelah berpuasa wajib ramadhan 1 bulan penuh. Karena memang puasa sunnah Syawal 6 hari adalah bagian dari berbagai macam puasa sunnah yang dicontohkan Rasulullah Muhammad SAW pula.
Anjuran berpuasa bulan syawal ini berdasarkan atas sebuah riwayat hadist yang berbunyi :"Barang siapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh." (HR. Muslim). Dan dalil hadits mengenai anjuran menjalankan puasa di bulan syawal karena memang di dalam bulan syawal terdapat juga banyak keutamaannya.
Setelah pemerintah melalui kementrian agama RI telah melakukan Penetapan 1 Syawal yang artinya kita semuanya Umat islam di seluruh dunia merayakan idul fitri yang mempunyai banyak hikmah dan makna Idul Fitri ( Hari Kemenangan) itu sendiri, maka kita juga disunnahkan untuk meneruskan amalan ibadah sunnah puasa dengan berpuasa selama 6 hari pada bulan Syawal ini.
Pahala puasa Syawal adalah seperti kita berpuasa selama 1 tahun penuh. hal ini berdasarkan hadist yang berbunyi :"Barang siapa berpuasa enam hari setelah hari raya Idul Fitri, maka dia seperti berpuasa setahun penuh. [Barang siapa berbuat satu kebaikan, maka baginya sepuluh kebaikan semisal]." (HR. Ibnu Majah ).
Seseorang yang melakukan satu kebaikan akan mendapatkan sepuluh kebaikan yang semisal. Puasa ramadhan adalah selama sebulan berarti akan semisal dengan puasa 10 bulan. Puasa syawal adalah enam hari berarti akan semisal dengan 60 hari yang sama dengan 2 bulan. Inilah yang dimaksud dengan Puasa Syawal.
Oleh karena itu, seseorang yang berpuasa ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan syawal akan mendapatkan puasa seperti setahun penuh. (Lihat Syarh An Nawawi ‘ala Muslim, 8/56 dan Syarh Riyadhus Sholihin, 3/465). Segala puji bagi Allah yang telah memberikan nikmat ini bagi umat Islam.
Hikmah keutamaan puasa sunnah Syawal adalah salah satunya bahwasannya puasa selama 6 hari di bulan syawal merupakan juga menyempurnakan rangkaian ibadah puasa Ramadhan. Untuk itulah maka barangsiapa yang berpuasa Ramadhan sebulan penuh, dan selanjutnya menunaikan berpuasa sunnah pada bulan Syawwal, maka dia akan mendapatkan pahala puasa selama setahun penuh. Unknown Friday, August 09, 2013 New Google SEO Bandung, Indonesia
Anjuran berpuasa bulan syawal ini berdasarkan atas sebuah riwayat hadist yang berbunyi :"Barang siapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh." (HR. Muslim). Dan dalil hadits mengenai anjuran menjalankan puasa di bulan syawal karena memang di dalam bulan syawal terdapat juga banyak keutamaannya.
Setelah pemerintah melalui kementrian agama RI telah melakukan Penetapan 1 Syawal yang artinya kita semuanya Umat islam di seluruh dunia merayakan idul fitri yang mempunyai banyak hikmah dan makna Idul Fitri ( Hari Kemenangan) itu sendiri, maka kita juga disunnahkan untuk meneruskan amalan ibadah sunnah puasa dengan berpuasa selama 6 hari pada bulan Syawal ini.
Pahala puasa Syawal adalah seperti kita berpuasa selama 1 tahun penuh. hal ini berdasarkan hadist yang berbunyi :"Barang siapa berpuasa enam hari setelah hari raya Idul Fitri, maka dia seperti berpuasa setahun penuh. [Barang siapa berbuat satu kebaikan, maka baginya sepuluh kebaikan semisal]." (HR. Ibnu Majah ).
Seseorang yang melakukan satu kebaikan akan mendapatkan sepuluh kebaikan yang semisal. Puasa ramadhan adalah selama sebulan berarti akan semisal dengan puasa 10 bulan. Puasa syawal adalah enam hari berarti akan semisal dengan 60 hari yang sama dengan 2 bulan. Inilah yang dimaksud dengan Puasa Syawal.
Oleh karena itu, seseorang yang berpuasa ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan syawal akan mendapatkan puasa seperti setahun penuh. (Lihat Syarh An Nawawi ‘ala Muslim, 8/56 dan Syarh Riyadhus Sholihin, 3/465). Segala puji bagi Allah yang telah memberikan nikmat ini bagi umat Islam.
Hikmah keutamaan puasa sunnah Syawal adalah salah satunya bahwasannya puasa selama 6 hari di bulan syawal merupakan juga menyempurnakan rangkaian ibadah puasa Ramadhan. Untuk itulah maka barangsiapa yang berpuasa Ramadhan sebulan penuh, dan selanjutnya menunaikan berpuasa sunnah pada bulan Syawwal, maka dia akan mendapatkan pahala puasa selama setahun penuh. Unknown Friday, August 09, 2013 New Google SEO Bandung, Indonesia
Mendidik anak sejak kecil untuk berlatih puasa adalah merupakan hal yang tepat sekali ketika kita para orang tua sedang menjalani puasa ramadhan tahun 1434 H tahun 2013 ini. Tantangan bagi para orang tua adalah ketika sedang mengajarkan anak puasa pertama kali kepada sang anak. Karena buah hati akan mengalami masa-masa adaptasi penyesuaian tubuh dirinya terhadap puasa itu sendiri, Untuk itulah pentingnya akan mengetahui bagaimana cara tips melatih mengajarkan anak puasa sejak dini kepada buah hati kita masing-masing.
Shaum di bulan Ramadhan bagi anak-anak belum baligh bukanlah suatu kewajiban. Ulama salaf, seperti Ibnu Sirin dan Az-Zuhri memandangnya sebagai suatu sunnah. Imam Syafi'i berpendapat, anak-anak - bila orang tua mereka telah memandang memiliki kondisi dan kemampuan yang memadai telah dimiliki oleh anak-anak kita. Perlu dan penting sejak dini anak diperintahkan melaksanakan shaum, tetapi bukan sebagai kewajiban syar'i bagi anak melainkan sebagai pelajaran bagi dirinya dalam menjalankan suatu syariat agama Islam ini.
Melatih anak-anak berpuasa ramadhan memang bukan perkara yang mudah, akan tetapi bila anak sudah terbiasa sejak dini mengenal akan pentingnya dan manfat puasa itu bagi kesehatan, terlebih bagi kebaikan dunia akheratnya maka hal ini Insya Allah akan memberikan semangat para orang tua untuk bisa memberikan pelajaran serta melatih anak untuk menjalankan puasa itu sendiri semenjak dini.
Ada beberapa kiat tips melatih mengajarkan anak puasa yaitu :
Melatih Dan Mengajarkan Niat Puasa.
Niat adalah bagian penting dari sebuah amalan ibadah kita termasuk di dalamnya adalah amalan ibadah puasa Ramadhan ini. Maka ketika anak sudah berniat untuk belajar menjalankan ibadah puasa ramadhan selama 30 hari maka anak perlu untuk mengetahui akan niat berpuasa itu sendiri.
Menjelaskan Akan Hikmah Keutamaan Bulan Ramadhan.
Begitu banyak hikmah dan keutamaan bulan suci ramadan ini termasuk berpuasa di bulan Ramadan. Maka penting bagi sang anak untuk mengetahui akan hikmah berpuasa Ramadhan bagi anak-anak. Tentunya yang harus diingat juga metode dalam memberikan pengetahuan akan hal ini. Sesuaikan dengan tingkat pengetahuan dan pemahaman anak terhadap manfaat puasa dan mengapa puasa disyariatkan kepada kita sebagai Umat Islam dan umat Rasulullah Muhammad SAW juga. Dan juga mengenai akan rukun syarat puasa pula.
Berpuasa Dengan Bertahap.
Ketika anak sedang berlatih berpuasa, maka menjalankan puasa secara bertahap adalah salah satu tips keberhasilan dalam melatih anak puasa Ramadhan ini. Bertahap ini maksudnya adalah waktu berpuasanya sedikit demi sedikit ditingkatkan disesuaikan dengan kemampuan masing-masing anak. Bisa untuk pertama kali anak berpuasa sejak sahur sampai pukul 10 pagi dan pada hari-hari berikutnya secara pelan-pelan dan pasti meningkat sampai pada akhirnya anak bisa berpuasa ramadhan seharian penuh.
Penuhi Kebutuhan Gizi Anak Ketika Berpuasa.
Jangan melupakan pula akan asupan gizi nutrisi ketika anak sedang dalam masa-masa berlatih berpuasa. Karena dengan asupan yang baik dilihat dari segi nutrisi akan sangat mendukung keberhasilan sang anak dalam berlatih menjalankan puasa ramadhan ini sejak kecil.
Memberikan Semangat Dan Motivasi.
Hal ini juga tidak boleh dianggap sepele oleh para orang tua. Karena anak juga dalam dunia psikologi masih sangat membutuhkan dukungan positif dari keluarga dan lingkungan yang baik. Bila anak diberikan semangat serta motivasi yang bagus dari orang tua dan juga keluarganya akan menjadi kunci keberhasilan seorang anak dalam berpuasa.
Demikian beberapa hal yang berhubungan dengan cara melatih anak berpuasa sejak kecil, sehingga nantinya bila anak telah mencapai usia baligh dan diwajibkan menjalankan puasa Ramadhan tidak akan mengalami kesulitan karena telah diajarkan dan dilatih semenjak kecilnya. Unknown Saturday, July 13, 2013 New Google SEO Bandung, Indonesia
Shaum di bulan Ramadhan bagi anak-anak belum baligh bukanlah suatu kewajiban. Ulama salaf, seperti Ibnu Sirin dan Az-Zuhri memandangnya sebagai suatu sunnah. Imam Syafi'i berpendapat, anak-anak - bila orang tua mereka telah memandang memiliki kondisi dan kemampuan yang memadai telah dimiliki oleh anak-anak kita. Perlu dan penting sejak dini anak diperintahkan melaksanakan shaum, tetapi bukan sebagai kewajiban syar'i bagi anak melainkan sebagai pelajaran bagi dirinya dalam menjalankan suatu syariat agama Islam ini.
Melatih anak-anak berpuasa ramadhan memang bukan perkara yang mudah, akan tetapi bila anak sudah terbiasa sejak dini mengenal akan pentingnya dan manfat puasa itu bagi kesehatan, terlebih bagi kebaikan dunia akheratnya maka hal ini Insya Allah akan memberikan semangat para orang tua untuk bisa memberikan pelajaran serta melatih anak untuk menjalankan puasa itu sendiri semenjak dini.
Ada beberapa kiat tips melatih mengajarkan anak puasa yaitu :
Melatih Dan Mengajarkan Niat Puasa.
Niat adalah bagian penting dari sebuah amalan ibadah kita termasuk di dalamnya adalah amalan ibadah puasa Ramadhan ini. Maka ketika anak sudah berniat untuk belajar menjalankan ibadah puasa ramadhan selama 30 hari maka anak perlu untuk mengetahui akan niat berpuasa itu sendiri.
Menjelaskan Akan Hikmah Keutamaan Bulan Ramadhan.
Begitu banyak hikmah dan keutamaan bulan suci ramadan ini termasuk berpuasa di bulan Ramadan. Maka penting bagi sang anak untuk mengetahui akan hikmah berpuasa Ramadhan bagi anak-anak. Tentunya yang harus diingat juga metode dalam memberikan pengetahuan akan hal ini. Sesuaikan dengan tingkat pengetahuan dan pemahaman anak terhadap manfaat puasa dan mengapa puasa disyariatkan kepada kita sebagai Umat Islam dan umat Rasulullah Muhammad SAW juga. Dan juga mengenai akan rukun syarat puasa pula.
Berpuasa Dengan Bertahap.
Ketika anak sedang berlatih berpuasa, maka menjalankan puasa secara bertahap adalah salah satu tips keberhasilan dalam melatih anak puasa Ramadhan ini. Bertahap ini maksudnya adalah waktu berpuasanya sedikit demi sedikit ditingkatkan disesuaikan dengan kemampuan masing-masing anak. Bisa untuk pertama kali anak berpuasa sejak sahur sampai pukul 10 pagi dan pada hari-hari berikutnya secara pelan-pelan dan pasti meningkat sampai pada akhirnya anak bisa berpuasa ramadhan seharian penuh.
Penuhi Kebutuhan Gizi Anak Ketika Berpuasa.
Jangan melupakan pula akan asupan gizi nutrisi ketika anak sedang dalam masa-masa berlatih berpuasa. Karena dengan asupan yang baik dilihat dari segi nutrisi akan sangat mendukung keberhasilan sang anak dalam berlatih menjalankan puasa ramadhan ini sejak kecil.
Memberikan Semangat Dan Motivasi.
Hal ini juga tidak boleh dianggap sepele oleh para orang tua. Karena anak juga dalam dunia psikologi masih sangat membutuhkan dukungan positif dari keluarga dan lingkungan yang baik. Bila anak diberikan semangat serta motivasi yang bagus dari orang tua dan juga keluarganya akan menjadi kunci keberhasilan seorang anak dalam berpuasa.
Demikian beberapa hal yang berhubungan dengan cara melatih anak berpuasa sejak kecil, sehingga nantinya bila anak telah mencapai usia baligh dan diwajibkan menjalankan puasa Ramadhan tidak akan mengalami kesulitan karena telah diajarkan dan dilatih semenjak kecilnya. Unknown Saturday, July 13, 2013 New Google SEO Bandung, Indonesia
Syarat wajib puasa harus kita ketahui. Karena memang dengan menjalankan serta mengetahui memahami akan rukun-rukun puasa baik itu puasa wajib maupun puasa sunnah akan memberikan kebaikan dan diterimanya amal ibadah puasa yang kita lakukan. Untuk itulah Muhasabah kali ini akan berbagi hal mengenai syarat rukun pembatal puasa yang harus diketahui.
Puasa Ramadhan 1343 H Tahun 2013 telah di depan mata. Kewajiban menjalankan puasa ramadhan telah ditetapkan bagi keseluruhan umat Islam. Puasa adalah menurut syariat ialah menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan puasa (seperti halnya makan, minum, hubungan kelamin, dan sebagainya) semenjak mulai terbitnya fajar sampai dengan terbenamnya matahari, disertai niat ibadah kepada Allah, karena mengharapkan ridho-Nya dan menyiapkan diri guna meningkatkan Taqwa kepada-Nya. Inilah yang dimaksud dengan pengertian puasa.
Makna definisi dari puasa adalah makna puasa dalam Islam (yang diperintahkan dan dianjurkan di dalam al-Qur'an) yaitu : mencegah, mengekang, dan menghalangi. Dengan kata lain, puasa adalah tidak menuruti syahwatnya perut dan kemaluan yang (aslinya) halal, dengan niatan ingin mendekatkan diri pada Allah SWT. (Fikih Shiyam,: 93). Untuk itulah kita harus menyambut Ramadhan 1343 H ini dengan semangat dan kegembiraan.
Berikut adalah beberapa hal yang berkaitan dengan syarat wajib puasa yaitu :
Puasa Ramadhan 1343 H Tahun 2013 telah di depan mata. Kewajiban menjalankan puasa ramadhan telah ditetapkan bagi keseluruhan umat Islam. Puasa adalah menurut syariat ialah menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan puasa (seperti halnya makan, minum, hubungan kelamin, dan sebagainya) semenjak mulai terbitnya fajar sampai dengan terbenamnya matahari, disertai niat ibadah kepada Allah, karena mengharapkan ridho-Nya dan menyiapkan diri guna meningkatkan Taqwa kepada-Nya. Inilah yang dimaksud dengan pengertian puasa.
Makna definisi dari puasa adalah makna puasa dalam Islam (yang diperintahkan dan dianjurkan di dalam al-Qur'an) yaitu : mencegah, mengekang, dan menghalangi. Dengan kata lain, puasa adalah tidak menuruti syahwatnya perut dan kemaluan yang (aslinya) halal, dengan niatan ingin mendekatkan diri pada Allah SWT. (Fikih Shiyam,: 93). Untuk itulah kita harus menyambut Ramadhan 1343 H ini dengan semangat dan kegembiraan.
Berikut adalah beberapa hal yang berkaitan dengan syarat wajib puasa yaitu :
- Islam.
- Berakal.
- Sudah baligh (sudah dewasa).
- Mengetahui akan kewajiban menjalankan puasa (Puasa Ramadhan).
- Bukan Musafir (Tidak dalam sebuah perjalanan).
- Niat, dilakukan tiap malam (HR. Ahmad ).Niat berpuasa maksudnya adalah berketetapan hati (azam) untuk mengerjakan puasa sebagai ibadah kepada Allah SWT dan sebagai jalan untuk taqorrub (mendekatkan diri) kepada-Nya. Hal ini berdasarkan atas hadist yang berbunyi :"Barangsiapa siapa yang tidak berniat sebelum fajar, maka puasanya tidak sah." (HR. Abu Daud no. 2454, Tirmidzi no. 730, dan Nasa’i no. 2333).
- Menjaga diri dari hal-hal yang membatalkan (QS. Al-Baqarah:187). "Dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam".
- Beragama Islam.
- Berakal.
- Tidak dalam haid, nifas dan wiladah (melahirkan anak) bagi kaum wanita.
- Hari yang sah berpuasa.
- Memasukkan sesuatu ke dalam rongga badan.
- Muntah dengan sengaja.
- Bersetubuh atau mengeluarkan mani dengan sengaja.
- Sedang dalam Keadaan haid atau nifas.
- Melahirkan anak atau keguguran.
- Gila walaupun sekejap.
- Mabuk ataupun pingsan sepanjang hari.
- Murtad atau keluar daripada agama Islam.
Penetapan Hari Raya Idul Fitri 1433 H - Penetapan Hari Raya Idul Fitri 1433 H Hari Raya Idul fitri telah menjelang beberapa hari kedepan. Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah secara resmi telah menetapkan 1 Ramadhan 1433 H jatuh pada Jumat Kliwon, 20 Juli 2012. Selain itu, melalui hisab hakiki wujudul hilal, Muhammadiyah menetapkan Hari Raya Idul Fitri 1433 H jatuh pada Ahad Kliwon, 19 Agustus 2012. Penetapan 1 Ramadhan dan 1 Syawal 1433 H itu secara resmi telah disahkan melalui Maklumat PP Muhammadiyah Nomor: 01/MLM/I.0/E/2012.'Ijtimak jelang Ramadhan 1433 H terjadi pada hari Kamis Wage, 19 Juli 2012 M pukul 11:25:24 WIB,'' ujar Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Din Syamsuddin.
Muhammadiyah menetapkan lebaran atau 1 Syawal 1433 Hijriyah jatuh pada Minggu, 19 Agustus 2012. PP Muhammadiyah di Yogyakarta hari ini mengumumkan penetapan ini berdasarkan hisab bahwa ijtima jelang Syawal 1433 terjadi pada Jumat 17 Agustus 2012 pukul 22.55 menit dan 50 detik Waktu Indonesia Barat. Sehingga 1 Syawal jatuh pada Minggu 19 Agustus 2012. Berikut keterangan Agung, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah kepada wartawan di Yogyakarta.
Tinggi bulan pada saat terbenam matahari di Yogyakarta adalah minus 4 derajat, 37 menit, 51 detik. Hilal belum wujud, dan diseluruh wilayah Indonesia pada saat terbenam matahari tersebut bulan berada dibawah wukuf. Karena itu, Pimpinan Pusat Muhammadiyah menginstruksikan khususnya kepada segenap warga Muhammadiyah serta mengajak kepada umumnya umat Islam untuk menunaikan sholat Idul Fitri 1433 Hijriyah pada hari dan tanggal tersebut.
PP Muhammadiyah juga menyeru agar warga persyarikatan dapat memahami, menghargai, dan menghormati adanya perbedaan tersebut serta menjunjung tinggi keutuhan, kemaslahatan, ukhuwah dan toleransi sesuai dengan keyakinan masing-masing, disertai kearifan dan kedewasaan serta menjauhkan diri dari sikap yang mengarah pada hal-hal yang dapat merusak nilai ibadah itu sendiri.
Muhammadiyah menetapkan Hari Raya Idul Fitri 1433 H pada hari Minggu 19 Agustus 2012 ini Pemeritah Indonesia melalui kementrian agama belum mengumumkan kapan hari Raya Idul Fitri 1433 H ini karena akan menunggu hasil sidang Isbat Pemerintah pada tanggal 18 Agustus 2012 nanti. Unknown Tuesday, August 14, 2012 New Google SEO Bandung, Indonesia
Muhammadiyah menetapkan lebaran atau 1 Syawal 1433 Hijriyah jatuh pada Minggu, 19 Agustus 2012. PP Muhammadiyah di Yogyakarta hari ini mengumumkan penetapan ini berdasarkan hisab bahwa ijtima jelang Syawal 1433 terjadi pada Jumat 17 Agustus 2012 pukul 22.55 menit dan 50 detik Waktu Indonesia Barat. Sehingga 1 Syawal jatuh pada Minggu 19 Agustus 2012. Berikut keterangan Agung, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah kepada wartawan di Yogyakarta.
Tinggi bulan pada saat terbenam matahari di Yogyakarta adalah minus 4 derajat, 37 menit, 51 detik. Hilal belum wujud, dan diseluruh wilayah Indonesia pada saat terbenam matahari tersebut bulan berada dibawah wukuf. Karena itu, Pimpinan Pusat Muhammadiyah menginstruksikan khususnya kepada segenap warga Muhammadiyah serta mengajak kepada umumnya umat Islam untuk menunaikan sholat Idul Fitri 1433 Hijriyah pada hari dan tanggal tersebut.
PP Muhammadiyah juga menyeru agar warga persyarikatan dapat memahami, menghargai, dan menghormati adanya perbedaan tersebut serta menjunjung tinggi keutuhan, kemaslahatan, ukhuwah dan toleransi sesuai dengan keyakinan masing-masing, disertai kearifan dan kedewasaan serta menjauhkan diri dari sikap yang mengarah pada hal-hal yang dapat merusak nilai ibadah itu sendiri.
Muhammadiyah menetapkan Hari Raya Idul Fitri 1433 H pada hari Minggu 19 Agustus 2012 ini Pemeritah Indonesia melalui kementrian agama belum mengumumkan kapan hari Raya Idul Fitri 1433 H ini karena akan menunggu hasil sidang Isbat Pemerintah pada tanggal 18 Agustus 2012 nanti. Unknown Tuesday, August 14, 2012 New Google SEO Bandung, Indonesia
Keutamaan Malam Nuzulul Qur'an | Keutamaan Malam Nuzulul Qur'an Alhamdulillah kita telah melewati separuh Ramadhan 1433 H ini dan masih separuh jalan lagi untuk bisa menggapai kemenangan di Idul Fitri nanti.
Di Sepertiga akhir Ramadhan ini akan banyak hikmah serta keutamaan malam di Bulan Ramadhan ini. Diantaranya yaitu Malam lailatul Qadar dan juga Malam Nuzulul Qur'an. Dan semoga nantinya kita diberikan oleh Allah kebaikan dari malam-malam tersebut. Baik itu Kebaikan Keberkahan Kemuliaan Malam Lailatul Qadar maupun Malam Nuzulul Qur'an aamiin.
Al-Qur’an adalah mukjizat nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam yang paling agung bila dibandingkan dengan mukjizat yang lain yang dimiliki oleh beliau dan atau bila dibanding dengan mukjizat-mukjizat lain yang dimiliki oleh para Nabi sebelum Nabi Muhammad SAW.
Adalah wajar jika sampai saat ini bahkan sampai hari kiamat nanti keaslian al-Qur’an masih tetap terjaga. Karena mustahil tidak ada satu orang pun di dunia ini yang dapat memalsukan/merubah ayat-ayat al-Qur’an apalagi mampu menyaingi keindahan kalam-kalam al-Qur’an
Al Qur’an adalah mukjizat terbesar yang diberikan Allah Ta'ala kepada Rasulullah Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam 14 abad yang silam. Al-Qur’an memiliki ciri khas tersendiri yang tidak dimiliki oleh mukjizat yang lain yang hanya bisa dinikmati dan disaksikan pada zamannya saja.
Sejak pertama kali diturunkan al-Qur’an telah mampu merubah arah dan paradigma peradaban ummat manusia dari kesesatan menuju kebenaran dan kebahagian dunia maupun akhirat. Hal ini merupakan salah satu pengaruh ajaran dan ilmu pengetahuan yang terkandung dalam al-Qur’an. Karena banyak hikmah keutamaan Malam Nuzulul Qur'an ini di dalamnya.
Al-Qur’an pertama kali diturunkan pada malam Lailatul Qadar tanggal 17 Ramadhan tepatnya saat beliau Nabi Muhammad Saw berusia 40 tahun. Al-Qur’an diturunkan ke bumi tidak sama dengan kitab-kitab sebelumnya yang diturunkan hanya satu kali langsung selesai.
Tetapi al-Qur’an diturunkan dengan cara berangsur-angsur atau sedikit demi sedikit (bertahap) sesuai dengan kebutuhan atau sesuai dengan permasalah yang terjadi saat itu untuk memberikan jawaban atas permasalah yang dihadapi para Sahabat nabi kala itu.
Nuzulul Qur'an yang kemudian diperingati oleh sebagian kaum muslimin mengacu kepada tanggal pertama kali Al-Qur'an diturunkan kepada Rasulullah SAW di gua Hira. Jika sebagian besar umat Islam di Indonesia meyakini 17 Ramadhan sebagai tanggal Nuzulul Qur'an. Walaupun ada yang mengatakan bahwa malam Nuzulul Qur'an adalah malam ke 21 Ramadhan.
Dalam sejarah islam, pada abad ke 14 silam, tepatnya di malam Lailatul Qadar tanggal 17 Ramadhan Al-Qur’an diturunkan oleh Allah Swt kepada Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang saat itu tengah berusia 40 tahun di suatu tempat bernama Gua Hira. Dengan diturunkannya kitab suci Al-Qur’an, diharapkan mampu merubah paradigma peradaban ummat manusia dari kesesatan menuju kebenaran dan kebahagiaan dunia maupun akhirat.
Berbeda dengan kitab suci lainnya yang diturunkan secara langsung, Al-Qur’an diturunkan dengan cara berangsur-angsur atau bertahap sesuai kebutuhan atau permasalahan yang terjadi saat itu. Dan memberikan jawaban atas masalah yang dihadapi para Sahabat nabi kala itu.
Peringatan malam Nuzulul Qur’an oleh sebagian besar masyarakat masih mengundang beberapa persepsi yang berbeda-beda. Ada yang meyakini bahwa tanggal 17 Ramadhan merupakan tanggal Nuzulul Qur’an, dan ada pula yang mengatakan tanggal 21 Ramadhan.
Al-Qur’an diturunkan secara utuh dari lauhul Mahfuzh di langit ke tujuh, ke Baitul Izzah di langit dunia. Di dalam Al-Qur’an Surat Al-Baqarah: 185, Allah Swt bersabda bahwa: “Bulan Ramadhan, bulan yang di padanya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil).” (QS. Al Baqarah: 185).
Malam Nuzulul Qur'an mempunyai keutamaan, adapun keutamaan malam nuzulul Qur'an yang bisa kita rasakan saat di bulan Ramadhan adalah ketika Al-Qur’an tutun secara berangsur-angsur selama 22 tahun yang kemudian menjadi rangkaian sempurna yang sangat cermat dan penuh makna, indah, dan fasih bahasanya.
Terjalin antara satu ayat dengan ayat lainnya untaian mutiara, serta ketiadaan pertentangan di dalamnya, hal ini semakin menguatkan bahwa Al-Qur’an benar-benar kalam ilahi. Sungguh sangat disayangkan bila kita melewatkan malam baik ini yang terjadi hanya sekali setiap tahunnya.
Kejadian sejarah Nuzulul Qur’an diturunkannya Al Qur’an secara utuh dari Lauhul Mahfuzh di langit ketujuh, ke Baitul Izzah di langit dunia."Bulan Ramadhan, bulan yang di padanya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil).” (QS. Al Baqarah: 185)
Adapun salah satu hikmah Nuzulul Qur'an di Bulan Ramadhan ini adalah Ketika Al-Qur'an turun berangsur-angsur dalam kurun lebih dari 22 tahun, kemudian menjadi rangkaian yang sangat cermat dan penuh makna, indah dan fasih gaya bahasanya, terjalin antara satu ayat dengan ayat lainnya bagaikan untaian mutiara, serta ketiadaan pertentangan di dalamnya, semakin menguatkan bahwa Al-Qur'an benar-benar kalam ilahi, Dzat yang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji. Unknown Friday, August 03, 2012 New Google SEO Bandung, Indonesia
Di Sepertiga akhir Ramadhan ini akan banyak hikmah serta keutamaan malam di Bulan Ramadhan ini. Diantaranya yaitu Malam lailatul Qadar dan juga Malam Nuzulul Qur'an. Dan semoga nantinya kita diberikan oleh Allah kebaikan dari malam-malam tersebut. Baik itu Kebaikan Keberkahan Kemuliaan Malam Lailatul Qadar maupun Malam Nuzulul Qur'an aamiin.
Al-Qur’an adalah mukjizat nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam yang paling agung bila dibandingkan dengan mukjizat yang lain yang dimiliki oleh beliau dan atau bila dibanding dengan mukjizat-mukjizat lain yang dimiliki oleh para Nabi sebelum Nabi Muhammad SAW.
Adalah wajar jika sampai saat ini bahkan sampai hari kiamat nanti keaslian al-Qur’an masih tetap terjaga. Karena mustahil tidak ada satu orang pun di dunia ini yang dapat memalsukan/merubah ayat-ayat al-Qur’an apalagi mampu menyaingi keindahan kalam-kalam al-Qur’an
Al Qur’an adalah mukjizat terbesar yang diberikan Allah Ta'ala kepada Rasulullah Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam 14 abad yang silam. Al-Qur’an memiliki ciri khas tersendiri yang tidak dimiliki oleh mukjizat yang lain yang hanya bisa dinikmati dan disaksikan pada zamannya saja.
Sejak pertama kali diturunkan al-Qur’an telah mampu merubah arah dan paradigma peradaban ummat manusia dari kesesatan menuju kebenaran dan kebahagian dunia maupun akhirat. Hal ini merupakan salah satu pengaruh ajaran dan ilmu pengetahuan yang terkandung dalam al-Qur’an. Karena banyak hikmah keutamaan Malam Nuzulul Qur'an ini di dalamnya.
Al-Qur’an pertama kali diturunkan pada malam Lailatul Qadar tanggal 17 Ramadhan tepatnya saat beliau Nabi Muhammad Saw berusia 40 tahun. Al-Qur’an diturunkan ke bumi tidak sama dengan kitab-kitab sebelumnya yang diturunkan hanya satu kali langsung selesai.
Tetapi al-Qur’an diturunkan dengan cara berangsur-angsur atau sedikit demi sedikit (bertahap) sesuai dengan kebutuhan atau sesuai dengan permasalah yang terjadi saat itu untuk memberikan jawaban atas permasalah yang dihadapi para Sahabat nabi kala itu.
Nuzulul Qur'an yang kemudian diperingati oleh sebagian kaum muslimin mengacu kepada tanggal pertama kali Al-Qur'an diturunkan kepada Rasulullah SAW di gua Hira. Jika sebagian besar umat Islam di Indonesia meyakini 17 Ramadhan sebagai tanggal Nuzulul Qur'an. Walaupun ada yang mengatakan bahwa malam Nuzulul Qur'an adalah malam ke 21 Ramadhan.
Dalam sejarah islam, pada abad ke 14 silam, tepatnya di malam Lailatul Qadar tanggal 17 Ramadhan Al-Qur’an diturunkan oleh Allah Swt kepada Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang saat itu tengah berusia 40 tahun di suatu tempat bernama Gua Hira. Dengan diturunkannya kitab suci Al-Qur’an, diharapkan mampu merubah paradigma peradaban ummat manusia dari kesesatan menuju kebenaran dan kebahagiaan dunia maupun akhirat.
Berbeda dengan kitab suci lainnya yang diturunkan secara langsung, Al-Qur’an diturunkan dengan cara berangsur-angsur atau bertahap sesuai kebutuhan atau permasalahan yang terjadi saat itu. Dan memberikan jawaban atas masalah yang dihadapi para Sahabat nabi kala itu.
Peringatan malam Nuzulul Qur’an oleh sebagian besar masyarakat masih mengundang beberapa persepsi yang berbeda-beda. Ada yang meyakini bahwa tanggal 17 Ramadhan merupakan tanggal Nuzulul Qur’an, dan ada pula yang mengatakan tanggal 21 Ramadhan.
Al-Qur’an diturunkan secara utuh dari lauhul Mahfuzh di langit ke tujuh, ke Baitul Izzah di langit dunia. Di dalam Al-Qur’an Surat Al-Baqarah: 185, Allah Swt bersabda bahwa: “Bulan Ramadhan, bulan yang di padanya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil).” (QS. Al Baqarah: 185).
Malam Nuzulul Qur'an mempunyai keutamaan, adapun keutamaan malam nuzulul Qur'an yang bisa kita rasakan saat di bulan Ramadhan adalah ketika Al-Qur’an tutun secara berangsur-angsur selama 22 tahun yang kemudian menjadi rangkaian sempurna yang sangat cermat dan penuh makna, indah, dan fasih bahasanya.
Terjalin antara satu ayat dengan ayat lainnya untaian mutiara, serta ketiadaan pertentangan di dalamnya, hal ini semakin menguatkan bahwa Al-Qur’an benar-benar kalam ilahi. Sungguh sangat disayangkan bila kita melewatkan malam baik ini yang terjadi hanya sekali setiap tahunnya.
Kejadian sejarah Nuzulul Qur’an diturunkannya Al Qur’an secara utuh dari Lauhul Mahfuzh di langit ketujuh, ke Baitul Izzah di langit dunia."Bulan Ramadhan, bulan yang di padanya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil).” (QS. Al Baqarah: 185)
Adapun salah satu hikmah Nuzulul Qur'an di Bulan Ramadhan ini adalah Ketika Al-Qur'an turun berangsur-angsur dalam kurun lebih dari 22 tahun, kemudian menjadi rangkaian yang sangat cermat dan penuh makna, indah dan fasih gaya bahasanya, terjalin antara satu ayat dengan ayat lainnya bagaikan untaian mutiara, serta ketiadaan pertentangan di dalamnya, semakin menguatkan bahwa Al-Qur'an benar-benar kalam ilahi, Dzat yang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji. Unknown Friday, August 03, 2012 New Google SEO Bandung, Indonesia
Keutamaan Makan Sahur - Keutamaan Sahur Hikmah sahur diantaranya yaitu bahwasannya sahur ini membedakan puasa kita dengan puasanya ahli Kitab. Karena selain agama Islam, agama yang lain juga mempunyai ibadah seperti halnya puasa kita ini. Hanya saja perbedaannya adalah dalam hal makan sahur ini. Kita disunahkan untuk makan sahur sedangkan ahli kitab tidak mengenal akan sahur ini. Demikian salah satu dari hikmah sahur.
Hal ini digambarkan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengenai hadist tentang hikmah sahur Dari ‘Amr bin ‘Ash radhiyallahu ‘anhu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya) : "Pembeda antara puasa kita dengan puasanya Ahlul Kitab adalah makan sahur." (HR Muslim 1096).
Berikut Keutamaan dan Manfaat Sahur yang diambil dari saudaraku Blog Keperawatan :
Hal ini digambarkan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengenai hadist tentang hikmah sahur Dari ‘Amr bin ‘Ash radhiyallahu ‘anhu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya) : "Pembeda antara puasa kita dengan puasanya Ahlul Kitab adalah makan sahur." (HR Muslim 1096).
Berikut Keutamaan dan Manfaat Sahur yang diambil dari saudaraku Blog Keperawatan :
- Dalam sahur terdapat keberkahan. Sahur barokah ini maksudnya dengan makan sahur kita berarti mengikuti sunnah Rasulullah dalam sahur , menumbuhkan semangat serta meringankan beban yang berat bagi yang berpuasa, dalam makan sahur juga menyelisihi Ahlul Kitab karena mereka tidak melakukan makan sahur. Hal ini diperkuat dengan hadist Dari Abdullah bin Al Harits dari seorang shahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: Aku masuk menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika dia makan sahur, beliau berkata, "Sesungguhnya makan sahur adalah barokah yang Allah berikan pada kalian maka janganlah kalian tinggalkan."(HR An Nasaa`i dan Ahmad).
- Allah dan Malaikat-Nya bershalawat kepada orang-orang yang sahur. Untuk itulah kita sebagai umat Islam tidak menyia-nyiakan kebaikan lewat sahur ini dan juga pahala yang besar Dari Allah Ta'ala. Dari Abu Sa’id Al Khudri radhiyallahu ‘anhu, Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya), "Sahur itu makanan yang barokah, janganlah kalian meninggalkannya walaupun hanya meneguk seteguk air, karena Allah dan malaikat-Nya bershalawat kepada orang-orang yang sahur."
- Mengakhirkan Sahur. Disunnahkan mengakhirkan sahur sesaat sebelum fajar, karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan Zaid bin Tsabit radhiyallahu ‘anhu melakukan sahur, ketika selesai makan sahur Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bangkit untuk sholat subuh, dan jarak (selang waktu) antara sahur dan masuknya shalat kira-kira lamanya seseorang membaca lima puluh ayat di Kitabullah. Anas radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan dari Zaid bin Tsabit radhiyallahu ‘anhu, "Kami makan sahur bersama Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, kemudian beliau shalat, aku tanyakan (kata Anas): Berapa lama jarak antara adzan dan sahur? Beliau menjawab, "Kira-kira 50 ayat membaca Al Qur’an." (HR Bukhari Muslim).
Sunnah Berbuka Dengan Kurma - Keutamaan Berbuka Dengan Kurma Alhamdulillah kita tengah menjalankan salah satu kewajiban kita sebagai seorang muslim yaitu puasa Ramadhan setelah Pemerintah melalui Menteri Agama RI mengumumkan penetapan awal Ramadhan dan hal ini pun diantara saudara-saudara kita berbeda dalam menjalankan puasa awal ramadhan ada yang haru Jum'at ada juga yang hari Sabtu 21 Juli 2012 ini. Semoga adanya perbedaan ini tidak akan membuat hikmah puasa Ramadhan kali ini berkurang daripada Ramadhan sebelumnya, bahkan seharusnya Ramdhan kita kali ini akan lebih baik daripada ramadhan sebelumnya.
Dalam menjalankan kewajiban Puasa Ramadhan ada sunnah Rasulullah dalam hal berbuka puasa yaitu sunnah berbuka dengan kurma. Banyak manfaat keutamaan berbuka dengan kurma ini. Mengenai sunnah berbuka dengan kurma ini telah diriwayatkan Salman bin ‘Amir radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda :”Apabila salah seorang di antara kalian berbuka, hendaklah berbuka dengan kurma, karena dia adalah berkah, apabila tidak mendapatkan kurma maka berbukalah dengan air karena dia adalah bersih.” (HR. Tirmidzi dan Abu Dawud )
Hadist keutamaan berbuka dengan kurma ini juga diriwayatkan dari Anas radhiyallahu 'anhu, sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berbuka sebelum shalat (maghrib) dengan memakan beberapa ruthab (kurma segar/basah), apabila tidak mendapatkan mendapatkannya maka beliau berbuka dengan tamr (kurma kering). Dan apablia tidak mendapatkannya maka beliau berbuka dengan beberapa teguk air.”
Kurma adalah buah yang berkah yang telah diwasiatkan kepada kita dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Dan tidak diragukan lagi bahwa di balik sunah Nabi ini ada petunjuk medis, faidah kesehatan, dan hikmah yang besar. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah memilih makanan-makanan di atas di antara sekian makanan yang ada, dikarenakan faidah yang banyak yang berkaitan dengan kesehatan, dan bukanlah dikarenakan banyaknya ha-hal tersebut di lingkungan beliau shallallahu 'alaihi wasallam.
Maka ketika seorang yang berpuasa memulai berbuka, aktiflah jaringan-jaringan dalam tubuh, dan mulailah jaringan pencernaan bekerja, khususnya lambung yang harus diperlakukan dengan pelan dan dibangunkan dengan lembut. Dan orang yang berpuasa pada kondisi itu membutuhkan sumber zat gula dengan cepat, yang bisa menghilangkan lapar, seperti ketika membutuhkan air. Seperti juga akan berbagai tips sehat selama puasa Ramadhan yang salah satunya adalah berbuka dengan memakan kurma yang telah dientri saudaraku blog keperawatan.
Dan unsur makanan yang paling cepat untuk dicerna dan paling cepat masuk ke dalam darah adalah zat gula, khususnya yang terkandung di dalamnya monosakarida (sukrosa ) dan duosakarida (glukosa) karena badan kita dapat dengan mudah dan cepat menyerapnya dalam waktu beberapa detik saja. Lebih-lebih apabila lambung dan usus-usus dalam keadaan kososng sebagaimana hal itu adalah kondisinya yang berpuasa. Maka sunnah berbuka dengan kurma ini juga diajarkan Rasulullah.
Seandainya engkau mencari makanan yang lebih baik yang bisa mewujudkan tujuan ini bersamaan (menghilangkan lapar dan haus), maka engkau tidak akan mendapatkan yang lebih baik dari sunnah Nabi yang menganjurkan orang yang berpuasa untuk memulai berbuka dengan makanan yang mengandung glukosa yang manis yang kaya dengan air seperti ruthab (kurma segar/basah) atau tamr (kurma kering) yang dicelupkan kedalam air.
Telah muncul sebuah penelitian kimiawi dan biologi bahwa sepotong dari kurma yang dimakan setara dengan 85-87% dari beratnya. Dan itu mengandung 20-24% air, 70-75%zat gula, 2-3% protein, 8,5% serat dan kadar lemak yang rendah. Sebagaimana juga penelitian menetapkan bahwa ruthab mengandung 65-70% air, dari berat bersihnya, 24-58 % zat gula, 2-2,1 % protein, 5,2 % serat dan kadar lemak yang sedikit.
Dan hasil yang terpenting dari penelitian kimiawi ini, sebagaimana disebutkan oleh Dr. ‘Abdurrouf Hisyam dan Dr. ‘Ali Ahmad asy-Syahat yang Muhasabah ambilkan dari http://artikelassunnah.blogspot.com/2010/08/rahasia-berbuka-puasa-dengan-kurma.html adalah sebagai berikut:
Unknown Saturday, July 21, 2012 New Google SEO Bandung, Indonesia
Dalam menjalankan kewajiban Puasa Ramadhan ada sunnah Rasulullah dalam hal berbuka puasa yaitu sunnah berbuka dengan kurma. Banyak manfaat keutamaan berbuka dengan kurma ini. Mengenai sunnah berbuka dengan kurma ini telah diriwayatkan Salman bin ‘Amir radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda :”Apabila salah seorang di antara kalian berbuka, hendaklah berbuka dengan kurma, karena dia adalah berkah, apabila tidak mendapatkan kurma maka berbukalah dengan air karena dia adalah bersih.” (HR. Tirmidzi dan Abu Dawud )
Hadist keutamaan berbuka dengan kurma ini juga diriwayatkan dari Anas radhiyallahu 'anhu, sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berbuka sebelum shalat (maghrib) dengan memakan beberapa ruthab (kurma segar/basah), apabila tidak mendapatkan mendapatkannya maka beliau berbuka dengan tamr (kurma kering). Dan apablia tidak mendapatkannya maka beliau berbuka dengan beberapa teguk air.”
Kurma adalah buah yang berkah yang telah diwasiatkan kepada kita dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Dan tidak diragukan lagi bahwa di balik sunah Nabi ini ada petunjuk medis, faidah kesehatan, dan hikmah yang besar. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah memilih makanan-makanan di atas di antara sekian makanan yang ada, dikarenakan faidah yang banyak yang berkaitan dengan kesehatan, dan bukanlah dikarenakan banyaknya ha-hal tersebut di lingkungan beliau shallallahu 'alaihi wasallam.
Maka ketika seorang yang berpuasa memulai berbuka, aktiflah jaringan-jaringan dalam tubuh, dan mulailah jaringan pencernaan bekerja, khususnya lambung yang harus diperlakukan dengan pelan dan dibangunkan dengan lembut. Dan orang yang berpuasa pada kondisi itu membutuhkan sumber zat gula dengan cepat, yang bisa menghilangkan lapar, seperti ketika membutuhkan air. Seperti juga akan berbagai tips sehat selama puasa Ramadhan yang salah satunya adalah berbuka dengan memakan kurma yang telah dientri saudaraku blog keperawatan.
Dan unsur makanan yang paling cepat untuk dicerna dan paling cepat masuk ke dalam darah adalah zat gula, khususnya yang terkandung di dalamnya monosakarida (sukrosa ) dan duosakarida (glukosa) karena badan kita dapat dengan mudah dan cepat menyerapnya dalam waktu beberapa detik saja. Lebih-lebih apabila lambung dan usus-usus dalam keadaan kososng sebagaimana hal itu adalah kondisinya yang berpuasa. Maka sunnah berbuka dengan kurma ini juga diajarkan Rasulullah.
Seandainya engkau mencari makanan yang lebih baik yang bisa mewujudkan tujuan ini bersamaan (menghilangkan lapar dan haus), maka engkau tidak akan mendapatkan yang lebih baik dari sunnah Nabi yang menganjurkan orang yang berpuasa untuk memulai berbuka dengan makanan yang mengandung glukosa yang manis yang kaya dengan air seperti ruthab (kurma segar/basah) atau tamr (kurma kering) yang dicelupkan kedalam air.
Telah muncul sebuah penelitian kimiawi dan biologi bahwa sepotong dari kurma yang dimakan setara dengan 85-87% dari beratnya. Dan itu mengandung 20-24% air, 70-75%zat gula, 2-3% protein, 8,5% serat dan kadar lemak yang rendah. Sebagaimana juga penelitian menetapkan bahwa ruthab mengandung 65-70% air, dari berat bersihnya, 24-58 % zat gula, 2-2,1 % protein, 5,2 % serat dan kadar lemak yang sedikit.
Dan hasil yang terpenting dari penelitian kimiawi ini, sebagaimana disebutkan oleh Dr. ‘Abdurrouf Hisyam dan Dr. ‘Ali Ahmad asy-Syahat yang Muhasabah ambilkan dari http://artikelassunnah.blogspot.com/2010/08/rahasia-berbuka-puasa-dengan-kurma.html adalah sebagai berikut:
- Mengkonsumsi ruthab atau tamr ketika memulai berbuka puasa, memberikan suplai kadar zat gula yang besar bagi tubuh dan menghilangkan gejala kekurangan zat gula (hipoglikemia) dan memberikan semanagat bagi tubuh.
- Kosongnya lambung dan usus dari makanan membuat keduannya (usus dan lambung) mampu untuk menyerap zat gula sederhana ini dengan sangat cepat.
- Kandungan unsur gula dalam bentuk kimiawi yang sederhana yang terkadung di dalam ruthab dan tamr membuatnya mudah untuk dicerna, karena 2/3 dari unsur gula (glukosa) terdapat dalam kurma dalam bentuk susunan kimiawi yang sederhana. Dan demikianlah naiklah kadar gula dalam darah dalam waktu singkat.
- Adanya kurma yang direndam dengan air, dan ruthab yang mengandung prosentasi air yang tinggi 65-70 % (65-70%) yang menyediakan air bagi tubuh dengan prosentase yang baik, maka tidak perlu minum air dalam jumlah besar pada saat berbuka.
Unknown Saturday, July 21, 2012 New Google SEO Bandung, Indonesia
Penetapan Awal Ramadhan. Pemerintah Republik Indonesia melalui kementerian agama yaitu perwakilannya yaitu Menteri Agama Suryadharma Ali telah menetapkan awal ramadhan 1433 H dimulai hari Sabtu 21 Juli 2012 setelah melalui sidang isbat di Kementerian Agama dan diikuti oleh ormas-ormas Islam yang ada di Indonesia.
Keputusan pemerintah mengenai penetapan awal Ramadhan yaitu hari Sabtu 21 Juli 2012 berbeda dengan apa yang telah ditetapkan oleh Muhammadiyah yaitu pada hari Jum'at 20 Juli 2012 berdasarkan hasil hisab Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah 1433 Hijriah sesuai hisab hakiki wujudul hilal oleh Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
Tentunya perbedaan ini karena masing-masing mempunyai cara berbeda dalam menentukan awal ramadhan. Penentuan awal ramadhan ini ada dua cara yaitu cara Rukyatul Hilal dan cara kedua yaitu dengan Ikmal (menggenapkan) bulan Sya’ban menjadi 30 hari. Ini dilakukan apabila tidak berhasil melakukan ru’yatul hilal, baik karena mendung ataupun karena faktor-faktor lainnya.
Dan pemerintah pun dalam hal ini serta juga ormas-ormas Islam juga menggunakan dua cara tersebut untuk menentukan awal ramadhan ini. Dinamakan dengan Al-Hilâl karena itu merupakan bentuk bulan yang paling awal tampak dan terlihat, orang yang melihatnya berseru untuk memberitakan bahwa Al-Hilâl sudah terlihat. Demikian singkatnya cara penentuan awal ramadhan dengan metoda tesebut.
Mengenai perbedaan selama ada dalil serta hadist yang kuat dalam menopang pendapatnya maka hal tersebut diperbolehkan. Hanya saja perbedaan awal Ramadhan ini tidak membawa efek yang kurang baik kepada masyarakat kita. Semoga nantinya Pemerintah bisa memberikan solusi yang terbaik dalam hal penentuan awal ramadhan ini tentunya dengan tetap berpegang pada dalil yang kuat. Unknown Friday, July 20, 2012 New Google SEO Bandung, Indonesia
Keputusan pemerintah mengenai penetapan awal Ramadhan yaitu hari Sabtu 21 Juli 2012 berbeda dengan apa yang telah ditetapkan oleh Muhammadiyah yaitu pada hari Jum'at 20 Juli 2012 berdasarkan hasil hisab Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah 1433 Hijriah sesuai hisab hakiki wujudul hilal oleh Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
Tentunya perbedaan ini karena masing-masing mempunyai cara berbeda dalam menentukan awal ramadhan. Penentuan awal ramadhan ini ada dua cara yaitu cara Rukyatul Hilal dan cara kedua yaitu dengan Ikmal (menggenapkan) bulan Sya’ban menjadi 30 hari. Ini dilakukan apabila tidak berhasil melakukan ru’yatul hilal, baik karena mendung ataupun karena faktor-faktor lainnya.
Dan pemerintah pun dalam hal ini serta juga ormas-ormas Islam juga menggunakan dua cara tersebut untuk menentukan awal ramadhan ini. Dinamakan dengan Al-Hilâl karena itu merupakan bentuk bulan yang paling awal tampak dan terlihat, orang yang melihatnya berseru untuk memberitakan bahwa Al-Hilâl sudah terlihat. Demikian singkatnya cara penentuan awal ramadhan dengan metoda tesebut.
Mengenai perbedaan selama ada dalil serta hadist yang kuat dalam menopang pendapatnya maka hal tersebut diperbolehkan. Hanya saja perbedaan awal Ramadhan ini tidak membawa efek yang kurang baik kepada masyarakat kita. Semoga nantinya Pemerintah bisa memberikan solusi yang terbaik dalam hal penentuan awal ramadhan ini tentunya dengan tetap berpegang pada dalil yang kuat. Unknown Friday, July 20, 2012 New Google SEO Bandung, Indonesia
Manfaat Puasa Ramadhan = Ramadhan 1433 H agar segera menghampiri kita. Marhaban Ya Ramadhan. Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh barakah. Pada bulan ini pintu surga dibuka selebar-lebarnya dan pintu neraka ditutup serapat-rapatnya. Pada bulan ini setan-setan dibelenggu. Dalam bulan ini ada satu malam yang keutamaan beramal di dalamnya lebih baik daripada beramal seribu bulan di bulan lain yaitu malam Lailatul Qadr. Pada bulan ini setiap hari ada malaikat yang menyeru menasehati siapa yang berbuat baik agar bergembira dan yang berbuat ma’siyat agar menahan diri.
Muhasabah memposting mengenai manfaat puasa ini berasal dari ide saudaraku Blogger Portal Kesehatan dalam salah satu postingannya mengenai kesehatan dan meninjau manfaat puasa bagi kesehatan dalam salah satu postingannya yaitu manfaat puasa ramadhan.
Puasa adalah menurut syariat ialah menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan puasa (seperti halnya makan, minum, hubungan kelamin, dan sebagainya) semenjak mulai terbitnya fajar sampai dengan terbenamnya matahari, disertai niat ibadah kepada Allah, karena mengharapkan ridho-Nya dan menyiapkan diri guna meningkatkan Taqwa kepada-Nya.
Ramadhan bulan yang banyak mengandung Hikmah didalamnya. Alangkah gembiranya hati mereka yang beriman dengan kedatangan bulan Ramadhan. Bukan saja telah diarahkan menunaikan ibadah selama sebulan penuh dengan balasan pahala yang berlipat ganda, malah dibulan Ramadhan Allah telah menurunkan kitab suci al-Quranul-karim, menjadi petunjuk bagi seluruh manusia dan untuk membedakan yang benar dengan yang salah.
Kewajiban dalam melaksanakan puasa di Bulan Ramadhan ini telah Allah Firman kan dalam salah satu ayatNya yaitu :
Berikut beberapa manfaat puasa Ramadhan bagi kesehatan :
Muhasabah memposting mengenai manfaat puasa ini berasal dari ide saudaraku Blogger Portal Kesehatan dalam salah satu postingannya mengenai kesehatan dan meninjau manfaat puasa bagi kesehatan dalam salah satu postingannya yaitu manfaat puasa ramadhan.
Puasa adalah menurut syariat ialah menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan puasa (seperti halnya makan, minum, hubungan kelamin, dan sebagainya) semenjak mulai terbitnya fajar sampai dengan terbenamnya matahari, disertai niat ibadah kepada Allah, karena mengharapkan ridho-Nya dan menyiapkan diri guna meningkatkan Taqwa kepada-Nya.
Ramadhan bulan yang banyak mengandung Hikmah didalamnya. Alangkah gembiranya hati mereka yang beriman dengan kedatangan bulan Ramadhan. Bukan saja telah diarahkan menunaikan ibadah selama sebulan penuh dengan balasan pahala yang berlipat ganda, malah dibulan Ramadhan Allah telah menurunkan kitab suci al-Quranul-karim, menjadi petunjuk bagi seluruh manusia dan untuk membedakan yang benar dengan yang salah.
Kewajiban dalam melaksanakan puasa di Bulan Ramadhan ini telah Allah Firman kan dalam salah satu ayatNya yaitu :
"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa".(QS. Al Baqarah{2} : 183)
Berikut beberapa manfaat puasa Ramadhan bagi kesehatan :
- Puasa mengistirahatkan pencernaan dan perut dari kelelahan kerja yang terus menerus, mengeluarkan sisa makanan dari dalam tubuh, memperkuat badan.
- Memberikan kesempatan istirahat kepada alat pencernaan. Pada hari-hari ketika tidak sedang berpuasa, alat pencernaan di dalam tubuh bekerja keras, oleh karena itu sudah sepantasnya alat pencernaan diberi istirahat.
- Membersihkan tubuh dari racun & kotoran (detoksifikasi). Puasa merupakan terapi detoksifikasi yang paling tua. Dengan puasa, berarti membatasi kalori yang masuk dalam tubuh kita sehingga menghasilkan enzim antioksidan yang dapat membersihkan zat-zat yang bersifat racun dari dalam tubuh.
- Mendorong terjadinya pergantian sel-sel tubuh yang rusak dengan yang baru(peremajaan).
- Memperbaiki fungsi hormon dan juga meningkatkan fungsi organ tubuh.
- "Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan dengan penuh iman dan mencari ridha Allah, maka ia akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu."(Hadits Mutafaqun ‘Alaih).
- "Barangsiapa berpuasa di bulan Ramadhan kemudian diikuti dengan 6 hari di bulan Syawal, maka puasanya seperti puasa setahun" (Hadits Riwayat Muslim).
- "Barangsiapa yang bangun pada bulan Ramadhan (bangun untuk sholat Tarawih) dengan penuh keimanan dan mencari ridha Allah ,maka ia akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu."(Mutafaqun ‘Alaih)
Puasa Sunnah.Alhamdulillah kita hari ini senantiasa diberikan nikmat iman, islam dan juga kesehatan saudaraku sehingga kita masih dapat dipertemukan dalam keadaan sehat wal afiat aamiin..aamiin.
Hari ini abu akan berbagi mengenai puasa-puasa sunnah yang dianjurkan Rasululah shallallahu 'alaihi wa sallam dan diantaranya yaitu :
1. Puasa 6 hari pada bulan Syawal.
Rasulullah telah bersabda : "Siapa yang berpuasa Ramadhan lalu diikuti dengan puasa 6 hari pada bulan Syawal, seolah-olah is berpuasa setahun penuh".
( HR. Muslim, Tirmidzi, Abu Dawud ).
2. Puasa nabi Daud.
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : "Puasa yang paling Allah sukai adalah puasa Daud.Berpuasa satu hari dan berbuka satu hari".
( HR. Bukhari )
3. Puasa hari Asyura dan tasu'a (10 dan 9 Muharram ).
Abu Hurairah meriwayatkan bahwa suatu ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam ditanya. shalat apa yang pali baik sesudah shalat wajib.Beliau menjawab, shalat ditengah malam.lalu beliau ditanya puasa apa yang paling baik sesudah Ramadhan.Beliau menjawab, Bulan Allah yang kalian sebut dengan Muharram".
( HR. Ahmad, Muslim, Abu Dawud ).
4. Puasa hari Arafah (9 Dzulhijah) bagi yang tidak menunaikan haji.
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :"Puasa hari Arafah bisa menghapus dosa selama 2 tahun, tahun lalu dan tahun yang akan datang.Sementara, puasa hari Asyura menghapus dosa satu tahun yang lewat".
( HR. al jamaah, kecuali Bukhari dan Tirmidzi )
5. Puasa 3 hari pada setiap bulan Qamariyah ( 13,14,15 )
Abu Dzarr al-Ghiffari berkata, Rasulullah shallaallahu 'alaihi wa sallam memerintahkan kepada kami untuk berpuasa dalm sebulan tiga kali, yaitu 13,14,15.Menurut beliau, ia seperti puasa satu tahun".
( HR. Nasai )
6. Puasa Senin Kamis.
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam biasa melakukan puasa pada hari Senin Kamis.Maka beliau ditanya tentang hal itu.Beliau menjawab :"Amal hamba dihamparkan pada hari Senin Kamis.Aku ingin amalku dihamparkan sementara aaku dalam kondisi puasa."
Demikian tadi saudaraku mengenai puasa sunnah.Semoga Berguna dan bermanfaat saudaraku... Unknown Tuesday, January 03, 2012 New Google SEO Bandung, Indonesia
Hari ini abu akan berbagi mengenai puasa-puasa sunnah yang dianjurkan Rasululah shallallahu 'alaihi wa sallam dan diantaranya yaitu :
1. Puasa 6 hari pada bulan Syawal.
Rasulullah telah bersabda : "Siapa yang berpuasa Ramadhan lalu diikuti dengan puasa 6 hari pada bulan Syawal, seolah-olah is berpuasa setahun penuh".
( HR. Muslim, Tirmidzi, Abu Dawud ).
2. Puasa nabi Daud.
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : "Puasa yang paling Allah sukai adalah puasa Daud.Berpuasa satu hari dan berbuka satu hari".
( HR. Bukhari )
3. Puasa hari Asyura dan tasu'a (10 dan 9 Muharram ).
Abu Hurairah meriwayatkan bahwa suatu ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam ditanya. shalat apa yang pali baik sesudah shalat wajib.Beliau menjawab, shalat ditengah malam.lalu beliau ditanya puasa apa yang paling baik sesudah Ramadhan.Beliau menjawab, Bulan Allah yang kalian sebut dengan Muharram".
( HR. Ahmad, Muslim, Abu Dawud ).
4. Puasa hari Arafah (9 Dzulhijah) bagi yang tidak menunaikan haji.
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :"Puasa hari Arafah bisa menghapus dosa selama 2 tahun, tahun lalu dan tahun yang akan datang.Sementara, puasa hari Asyura menghapus dosa satu tahun yang lewat".
( HR. al jamaah, kecuali Bukhari dan Tirmidzi )
5. Puasa 3 hari pada setiap bulan Qamariyah ( 13,14,15 )
Abu Dzarr al-Ghiffari berkata, Rasulullah shallaallahu 'alaihi wa sallam memerintahkan kepada kami untuk berpuasa dalm sebulan tiga kali, yaitu 13,14,15.Menurut beliau, ia seperti puasa satu tahun".
( HR. Nasai )
6. Puasa Senin Kamis.
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam biasa melakukan puasa pada hari Senin Kamis.Maka beliau ditanya tentang hal itu.Beliau menjawab :"Amal hamba dihamparkan pada hari Senin Kamis.Aku ingin amalku dihamparkan sementara aaku dalam kondisi puasa."
Demikian tadi saudaraku mengenai puasa sunnah.Semoga Berguna dan bermanfaat saudaraku... Unknown Tuesday, January 03, 2012 New Google SEO Bandung, Indonesia


























