Sharing Pengetahuan Informasi

Tips Cara Mendidik Anak Dalam Islam

Bagaimana menjadi orang tua yang baik dalam mendidik anak sesuai tuntunan Islam dan Rasulullah SAW perlu untuk diketahui oleh kita selaku orang tua. Karena memang mendidik anak menjadi baik cerdas sholeh sholehah adalah merupakan bagian dari tanggung jawab dan tugas orang tua.

Orang tua bertanggung jawab dihadapan Allah Ta’ala tentang pendidikan dan pembinaan anak-anak mereka. Bila orang tua telah mengemban tanggung jawab itu dengan baik, semua akan berbahagia di dunia dan akhirat.

Sebaliknya, bila orang tua mengesampingkannya, anak akan menghadapi kondisi buruk dan orang tuanya akan menanggung beban dosa atas kelalaiannya itu.

Cara mendidik anak harus dipahami secara menyeluruh bukan hanya sepenggal-sepenggal saja. Agar anak tumbuh dengan utuh baik secara intelektual, spiritual, dan emosional.

Tips Cara Mendidik Anak Dalam Islam

Maka dalam memberikan pendidikan kepada anak seharusnya orang tua berupa upaya mengajak dan memotivasi anak kearah positif untuk berani menemukan hal-hal baru secara intelektual, spiritual, dan emosionalnya. Ketiganya jangan dipisahkan apalagi dihilangkan.

Salah satu aspek penting dalam perkembangan anak, adalah pembinaan moral mereka. Serta yang paling penting adalah menanamkan dasar akidah yang benar pada anak. Pendidikan akhlak, moral perilaku yang baik serta juga contoh baik orang tua merupakan satu-kesatuan yang tidak bisa dipisahkan dan merupakan tips cara sukses mendidik anak pula.

Berikut beberapa hal yang perlu menjadi perhatian orang tua agar anak menjadi sholeh sholehah antara lain adalah sebagai berikut :

Memohon berdoa kepada Allah agar dikaruniai keturunan anak yang shalih

Memohon dan selalu berdoa agar dikarunia anak shalih merupakan rutinitas para Nabi dan Rasul serta hamba-hamba Allah yang shalih. Sudah sepantasnya kita seorang muslim untuk terus berdoa agar dikaruniai anak shalih. Sebaiknya ini dilakukan juga jauh hari sebelum kita berumah tangga.

Memohon pertolongan Allah agar bisa mendidik anak dengan baik

Apabila Allah menolong seorang hamba dalam mendidik anak-anaknya, dengan meluruskan dan melimpahkan taufik kepadanya, niscaya ia akan beruntung dan begitupun juga bila sebaliknya. Oleh sebab itu, sekuat apapun usaha kita tidak akan berhasil dalam mendidik anak bila tanpa pertolongan Allah. Jadi, jangan pernah sehari pun terlewati tanpa memohon pertolongan Allah dalam mendidik anak.

Ini adalah dua bagian yang perlu dan wajib dilakukan oleh orang tua dalam hal memohon meminta dan berdoa kepada Allah agar senantiasa dikarunia diberikan anak-anak yang baik shalih dalam bentuk permohonan. Selanjutnya adalah dalam bentuk ikhtiar setelah mempunyai anak dan dilakukan dalam aktifitas sehari-hari kita.

Memperkenalkan dan juga mendidik anak mengenai ilmu Tauhid

Rasullullah SAW pernah bersabda “Bukalah lidah anak-anak kalian pertama kali dengan kalimat “Lailaha-illaallah”. Dan saat mereka hendak meninggal dunia maka bacakanlah, “Lailaha-illallah”.

(sya’bul Iman, juz 6, hal. 398 dari Ibn abbas) “Sesungguhnya barangsiapa awal dan akhir pembicaraannya “Lailah-illallah”, kemudian ia hidup selama seribu tahun, maka dosa apa pun, tidak akan ditanyakan kepadanya”.

Mengajarkan Anak Sholat

Ketika usia anak sudah masuk 5 tahun dan sudah memahami arah, maka anda bisa mencoba untuk menanyakan mana bagian kiri dan kanannya. Lalu mulai mengajarkan kepada sang anak tentang arah kiblat dan mulai untuk mengajaknya mengerjakan sholat.

Dan saat memasuki usia 7 tahun, mulailah mengajarkan kepada sang anak tentang tata cara dan doa wudhu dan mulailah untuk melakukan sholat. Dan ketika sang anak sudah memasuki usia 9 tahun, maka anda sudah diwajibkan untuk mengajarkan anak anda untuk mengerjakan wudhu dan juga sholat yang benar.

Dan apabila sang anak tidak mau mengerjakannya, maka anda bisa memberikan hukuman yang sewajarnya. Karena ketika sang anak sudah memasuki usia tersebut, maka sang anak sudah dapat memahami tentang tata urutan, tata tertib, dan juga aturan.

Menjauhkan anak dari akhlak tercela

Orang tua hendaknya menanamkan agar anak-anak membenci sifat-sifat yang tercela seperti dusta, khianat, iri, dengki, sombong dan lain sebagainya. Sehingga anak tumbuh dengan kebencian terhadap sifat-sifat tersebut dan menjauhinya.

Serius memberikan pendidikan dengan keteladanan dan contoh yang baik

Orang tua yang baik hendaklah menjadi teladan bagi anak-anaknya, baik dalam hal sifat, sikap, maupun kebiasaan lainnya yang positif. Sebagai contoh orang tua untuk mengajarkan dan memberikan contoh keteladanan dalam menjalankan shalat di hadapan anak sehingga anak mempelajari shalat secara praktik dari orang tua.

Sebagai orang tua maka sikap dan prilaku kita adalah contoh utama yang akan di ikuti oleh buah hati kita. Jika ingin anak-anak kita bersikap sopan, bertutur kata yang baik, maka kita harus senantiasa bersikap seperti itu sebagai contoh.

Jika ingin anak kita religius, maka kita harus memberi contoh seperti apa orang yang religius itu. Maka dari itu sikap orang tua adalah contoh dan teladan utama bagi anak-anaknya.

Mendidik Anak dengan Berbagai Adab dan Akhlaq yang Mulia

Mengajari kepada anak-anak tentang berbagai macam adab Islami seperti makan dengan tangan kanan, mengucapkan basmalah sebelum makan, menjaga kebersihan, mengucapkan salam, dan lain-lain.

Begitu pula dengan akhlak. Tanamkan kepada mereka akhlaq-akhlaq mulia seperti berkata dan bersikap jujur, berbakti kepada orang tua, dermawan, menghormati yang lebih tua dan sayang kepada yang lebih muda, serta beragam akhlaq lainnya.

Dan juga kenalkan akan adab terhadap makhluk hidup lainnya. Adab dan akhlak terhadap hewan dan tumbuhan yang sesuai dengan tuntunan syari’at, seperti tidak menyakitinya, tidak menyiksanya, memberinya makan dan minum, merawatnya, dan tidak membunuhnya dengan cara-cara yang dilarang oleh agama.

Orangtua mana yang tak ingin melihat anak-anaknya tumbuh cerdas, pintar dan saleh. Setiap orang tua menginginkan yang terbaik untuk anak-anaknya. Berbagai cara dilakukan untuk mewujudkan anak menjadi saleh dan pintar. .
0 Komentar untuk "Tips Cara Mendidik Anak Dalam Islam"

Back To Top