Ad

Hakikat Kematian

Ad

Hakikat Kematian
Bismillah.Kematian adalah sesuatu hal yang seringkali ditakuti oleh hampir setiap manusia. Setiap orang, binatang dan semua yang mempunyai nyawa pasti akan mengalaminya. Sesuatu yang wajar sekali kalau manusia takut mati, sebab kematian berarti berpisah dengan segala yang ia miliki atau senangi, berpisah dengan segala yang disayangi atau dicintai. Berpisah dengan anak dan isteri serta kekasih. Berpisah dengan bapak atau ibu, berpisah dengan harta dan pangkat, berpisah dengan dunia dan segala isinya.Kematian memisahkan dari semuanya itu.

Semua orang takut mati, tetapi ada yang berlebihan sekali, ada pula yang takutnya itu sedikit saja, bahkan ada yang tak takut sama sekali, malah berani dan ingin mati. Ketakutan akan kematian bisa disebabkan dua hal yaitu :
  • Karena kurang atau tidak adanya pengetahuan kita tentang mati, keadaan mati dan keadaan setelah mati adalah kegelapan. Semua orang takut menempuh tempat yang gelap dan tidak diketahui.
  • Karena dosa dan kesalahan yang sudah bertumpuk dan tidak bertaubat, sehingga mendengar kata mati sudah terbayang azab dan siksa yang didapatkannya akibat dosa dan kesalahannya.

hakikat kematian, kematian, muhasabah dalam kematian, Muhasabah

Hakikat kematian adalah merupakan rahasia Allah Ta'ala.Dan kematian tidaklah memandang akan usia.Karena banyak kematian yang tidak melewati fase tua.Barepa banyak generasi muda yang telah pergi ke negeri abadi.Bahkan dalam proses kelahiran, sesudah kelahiran hal ini banyak terjadi.Bayi yang baru lahir langsung menghembuskan kematian juga tidak terhitung, bahkan yang tak bernyawa sebelum sempat menghirup udara bebas pun tidak cukup kita hitung dengan jari-jari.

Pertanyaannya adalah siapkah kita menghadapi kematian yang begitu akrab dengan dengan kehidupan kita? Sudahkah kita menata hati untuk bekal menghadap Illahi? Akankah dihadapan Allah nanti kebusukan hati, kegemaran berburuk sangka dapat kita tutupi dengan lidah.Sudahkah kita berbekal dengan takwa, ataukah kita sudah cukup merasa siap dengan berbekal banyak harta? Atau karena merasa sudah cukup karena telah banyak berbuat kebaikan untuk ummat?

Apakah kita pernah berpikir walau sejenak akan peristiwa kematian dan kemudian mengucurkan air mata karena takut karena siksaNya, sehingga esok akan menjadi embun dan rahmat di alam kubur?

Saudaraku, cukuplah kematian itu menjadi pelajaran dan marilah kita bersiap diri menghadapinya.
Demikian tadi saudaraku mengenai hakikat kematian.Semoga Berguna dan bermanfaat

Artikel Menarik Lainnya :

Di Publish Di Muhasabah

"Hakikat Kematian"

Post a Comment