Manfaat keuntungan tujuan dan alasan menikah muda dan membina membangun keluarga sakinah mawaddah warahmah tidak sedikit jumlahnya. Karena memang tidak sedikit orang menunda menikah di usia muda demi karier atau alasan tertentu. Namun, tahukah manfaat menikah di usia muda?
Banyak yang mengatakan bahwa usia-usia muda merupakan usia terbaik untuk menikah. Baik dari sisi kesehatan dan psikologis, usia muda bisa dikatakan usia yang paling ideal. Lalu timbul pertanyaan, usia umur muda berapa yang dianjurkan untuk menikah dan membangun keluarga bahagia.
Sesuai hadist Rasulullah SAW, menikah di usia muda ternyata jauh lebih baik. Mengapa? salah satu alasannya, si pemuda atau pemudi bisa terbebas dari perbuatan maksiat atau perbuatan zina.
Perasaan cinta dan kasih sayang dalam diri manusia adalah pemberian berharga dari Allah Ta'ala Robb alam semesta kepada umat manusia. Dengan cinta dan kasih sayang tersebut, seseorang akan merasakan kebahagiaan, ketentraman, dan tolong menolong dalam mengarungi bahtera hidup.
Baca juga : Tips Cara Kiat Memilih Pasangan Hidup Dalam Islam.
Islam sebagai agama yang sesuai dengan fitrah manusia memberikan solusi terbaik bagi manusia dalam memadu cinta kasih. Tidak membiarkan mereka mengumbar gejolak syahwat layaknya seekor binatang. Tetapi, Islam membolehkan manusia untuk memadu cinta dan kasih sayang dengan ikatan pernikahan.
Melalui jalinan pernikahan tersebut, pasangan suami isteri diberi tuntunan akan hak dan tanggung jawabnya masing-masing demi kebahagiaan hidup yang lebih sempurna. Inilah bagian dari nikah muda dalam pandangan Islam.
Dan salah satu tujuan pernikahan adalah mencapai Keluarga Sakinah Mawaddah Warahmah.
Allah menyebutkannya dalam banyak ayat di Kitab-Nya dan menganjurkan kepada kita untuk melaksanakannya. Di antaranya, firman Allah Ta’ala dalam surat Ali ‘Imran tentang ucapan Zakariya Alaihissallam :
Seperti yang telah diketahui bahwa agama kita banyak memberikan anjuran untuk menikah. Berikut ini anjuran menikah dalam agama Islam seperti yang dalam kitab Fikih Sunnah Syekh Sayyid Sabiq rohimahulloh manfaat alasan di balik anjuran menikah diantaranya adalah sebagai berikut :
Berikut beberapa keuntungan alasan mengapa sebaiknya menikah muda antara lain :
Lebih Terjaga Dari Dosa
Sebagaimana sabda Rasulullah tersebut, menikah di usia muda itu lebih membantu menundukkan pandangan dan lebih mudah memelihara kemaluan. Seorang yang menikah di usia muda relatif lebih terjaga dari dosa zina yaitu baik zina mata, zina hati, maupun zina tangan.
"Wahai pemuda, barangsiapa di antara kalian telah mampu maka hendaknya menikah, karena ia lebih menundukkan pandangan dan lebih memelihara kemaluan. Dan barangsiapa yang belum mampu, maka hendaknya ia berpuasa, sebab ia dapat mengekangnya." (HR. Bukhari).
Dalam ajaran agama, menikah di usia muda adalah hal yang di anjurkan karena dapat mencegah terjadinya pergaulan bebas dan penyebaran penyakit kelamin yang berbahaya. Selain itu, menikah di usia muda juga memastikan konteks garis keturunan yang jelas.
Mudah Beradaptasi
Pengantin berusia muda memiliki toleransi yang tinggi terhadap perubahan, lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan baru, keluarga pasangan, dan kebiasaan buruk pasangan. Hal yang demikian tidak terjadi pada pasangan pengantin yang telah berusia matang.
Memperbaiki Kondisi Psikologis
Ketika pernikahan dimulai lebih cepat (usia 18-25 tahun) akan memberikan pengaruh yang lebih baik bagi perkembangan kesehatan psikologis pasangan. Kesimpulan itu diambil setelah mengadakan penelitian kepada 8.000 pasangan muda.
Lebih Bahagia
Hasil riset National Marriage Project’s 2013 di Amerika Serikat (AS) menunjukkan, persentase tertinggi orang yang merasa sangat puas dengan kehidupan pernikahan adalah mereka yang menikah di usia 20-28 tahun. Sebab mereka umumnya belum memiliki banyak ego-ambisi.
Pasangan suami istri muda lebih mudah menerima pasangan hidupnya. Bahkan, ketika sang suami belum mapan secara ekonomi dan akibatnya hidup “pas-pasan”, mereka tetap bisa enjoy dengan kondisi tersebut.
Baca juga : Tips Cara Mendapatkan Kebahagian Hidup Dunia Akherat.
Lebih Mudah Meraih Kesuksesan
Sebagian orang menunda menikah dengan alasan mencapai jenjang karir tertentu atau hidup mapan terlebih dahulu. Padahal, saat seseorang telah menikah, ia menjadi lebih tenang, merasakan sakinah.
Dengan ketenangan dan stabilnya emosi ini, ia bisa lebih fokus dalam meniti karir dan beraktifitas apa pun. Karenanya tidak mengherankan jika banyak orang-orang yang sukses di usia 40-an adalah mereka yang menikah di usia 20-an.
Lebih Baik Bagi Masa Depan Anak-Anak
Lebih baik bagi masa depan anak-anak di sini bukan berarti menikah di usia muda memungkinkan anak sudah dewasa saat Anda pensiun. Meskipun, hal itu juga bisa menjadi salah satu pertimbangan.
Namun yang lebih penting dari itu, menikah di usia muda dan memiliki buah hati di usia muda, saat Anda belum mapan secara ekonomi berarti Anda dapat mendidik anak-anak secara langsung merasakan pahit getirnya kehidupan.
Artinya mereka telah mencicipi perjuangan Anda. Dan jangan sampai anak-anak hanya tahu fasilitas dan hidup enak tanpa merasakan hidup adalah perjuangan.
Lebih Intim
Makin muda Anda, makin banyak energi yang dimiliki. Anda dan pasangan bebas bereksperimen di tempat tidur, tidak seperti pasangan-pasangan yang sudah terlampau lelah setelah bekerja 14 jam.
Totalitas
Usia awal 20-an adalah waktu di mana Anda bisa memberikan yang terbaik dalam hal karier dan percintaan.
Tumbuh Bersama Pasangan
Menikah di usia muda memberi Anda dan pasangan kesempatan untuk menghadapi kesulitan bersama, tumbuh bersama, dan mencari solusi bersama.
Dengan demikian, bersegera menikah merupakan anjuran dan ajaran Islam. Menunaikannya adalah wujud penjagaan kesucian diri dan kesempurnaan agama seseorang.
Terlebih, kehadiran seorang isteri yang sholihah adalah akan membantu seorang hamba lebih dekat dengan Alloh Ta'ala, lebih semangat menjalani hidup, dan meringkankan problematika kehidupan.
Adapun menangguhkan menunda pernikahan dan mengulur-ulur pernikahan bagi orang yang sudah mampu berdampak pada kondisi berbahaya bagi kesucian dan agama seseorang. Jika tidak diberi rahmat Alloh Ta'ala, maka pintu-pintu dosa dan maksiat terbuka lebar baginya. Unknown Saturday, April 02, 2016 New Google SEO Bandung, Indonesia
Banyak yang mengatakan bahwa usia-usia muda merupakan usia terbaik untuk menikah. Baik dari sisi kesehatan dan psikologis, usia muda bisa dikatakan usia yang paling ideal. Lalu timbul pertanyaan, usia umur muda berapa yang dianjurkan untuk menikah dan membangun keluarga bahagia.
Sesuai hadist Rasulullah SAW, menikah di usia muda ternyata jauh lebih baik. Mengapa? salah satu alasannya, si pemuda atau pemudi bisa terbebas dari perbuatan maksiat atau perbuatan zina.
Anjuran Manfaat Menikah Muda Dalam Islam
Perasaan cinta dan kasih sayang dalam diri manusia adalah pemberian berharga dari Allah Ta'ala Robb alam semesta kepada umat manusia. Dengan cinta dan kasih sayang tersebut, seseorang akan merasakan kebahagiaan, ketentraman, dan tolong menolong dalam mengarungi bahtera hidup.
Baca juga : Tips Cara Kiat Memilih Pasangan Hidup Dalam Islam.
Islam sebagai agama yang sesuai dengan fitrah manusia memberikan solusi terbaik bagi manusia dalam memadu cinta kasih. Tidak membiarkan mereka mengumbar gejolak syahwat layaknya seekor binatang. Tetapi, Islam membolehkan manusia untuk memadu cinta dan kasih sayang dengan ikatan pernikahan.
Melalui jalinan pernikahan tersebut, pasangan suami isteri diberi tuntunan akan hak dan tanggung jawabnya masing-masing demi kebahagiaan hidup yang lebih sempurna. Inilah bagian dari nikah muda dalam pandangan Islam.
Dan salah satu tujuan pernikahan adalah mencapai Keluarga Sakinah Mawaddah Warahmah.
Allah menyebutkannya dalam banyak ayat di Kitab-Nya dan menganjurkan kepada kita untuk melaksanakannya. Di antaranya, firman Allah Ta’ala dalam surat Ali ‘Imran tentang ucapan Zakariya Alaihissallam :
"Ya Rabb-ku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar do’a." (QS. Ali ‘Imran 3: 38).
“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus beberapa Rasul sebelum-mu dan Kami memberikan kepada mereka isteri-isteri dan keturunan…” ( QS Ar-Ra’d 13: 38)
“Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan menjadikan mereka mampu dengan karunia-Nya…” (QS. An-Nuur 24: 32).
Seperti yang telah diketahui bahwa agama kita banyak memberikan anjuran untuk menikah. Berikut ini anjuran menikah dalam agama Islam seperti yang dalam kitab Fikih Sunnah Syekh Sayyid Sabiq rohimahulloh manfaat alasan di balik anjuran menikah diantaranya adalah sebagai berikut :
- Menikah merupakan sunah para nabi dan risalah para rasul. Sebagai umat, kita berkewajiban meneladani mereka.
- Anjuran menikah dalam bentuk pujian. (QS. al-Nahl [16]: 72)
- Menikah merupakan tanda kekuasaan Allah Ta'ala.
- Nikah merupakan sarana memperoleh kekayaan, mengurani beban kehidupan, dan memberinya kekuatan yang dapat menghindarkan manusia dari kemiskinan.
- Perempuan merupakan aset terbaik yang dimiliki oleh seorang laki-laki.
- Istri sholihah selalu mendatangkan kebahagiaan di dalam rumah tangga, menghiasi rumah tangga dengan keceriaan, rasa aman, dan kemuliaan.
- Menikah merupakan wujud ketaatan seorang muslim untuk menyempurnakan separuh agamanya. Dengan menikah, seseorang dapat menghadap Alloh dalam keadaan baik.
Keuntungan Menikah Muda
Berikut beberapa keuntungan alasan mengapa sebaiknya menikah muda antara lain :
Lebih Terjaga Dari Dosa
Sebagaimana sabda Rasulullah tersebut, menikah di usia muda itu lebih membantu menundukkan pandangan dan lebih mudah memelihara kemaluan. Seorang yang menikah di usia muda relatif lebih terjaga dari dosa zina yaitu baik zina mata, zina hati, maupun zina tangan.
"Wahai pemuda, barangsiapa di antara kalian telah mampu maka hendaknya menikah, karena ia lebih menundukkan pandangan dan lebih memelihara kemaluan. Dan barangsiapa yang belum mampu, maka hendaknya ia berpuasa, sebab ia dapat mengekangnya." (HR. Bukhari).
Dalam ajaran agama, menikah di usia muda adalah hal yang di anjurkan karena dapat mencegah terjadinya pergaulan bebas dan penyebaran penyakit kelamin yang berbahaya. Selain itu, menikah di usia muda juga memastikan konteks garis keturunan yang jelas.
Mudah Beradaptasi
Pengantin berusia muda memiliki toleransi yang tinggi terhadap perubahan, lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan baru, keluarga pasangan, dan kebiasaan buruk pasangan. Hal yang demikian tidak terjadi pada pasangan pengantin yang telah berusia matang.
Memperbaiki Kondisi Psikologis
Ketika pernikahan dimulai lebih cepat (usia 18-25 tahun) akan memberikan pengaruh yang lebih baik bagi perkembangan kesehatan psikologis pasangan. Kesimpulan itu diambil setelah mengadakan penelitian kepada 8.000 pasangan muda.
Lebih Bahagia
Hasil riset National Marriage Project’s 2013 di Amerika Serikat (AS) menunjukkan, persentase tertinggi orang yang merasa sangat puas dengan kehidupan pernikahan adalah mereka yang menikah di usia 20-28 tahun. Sebab mereka umumnya belum memiliki banyak ego-ambisi.
Pasangan suami istri muda lebih mudah menerima pasangan hidupnya. Bahkan, ketika sang suami belum mapan secara ekonomi dan akibatnya hidup “pas-pasan”, mereka tetap bisa enjoy dengan kondisi tersebut.
Baca juga : Tips Cara Mendapatkan Kebahagian Hidup Dunia Akherat.
Lebih Mudah Meraih Kesuksesan
Sebagian orang menunda menikah dengan alasan mencapai jenjang karir tertentu atau hidup mapan terlebih dahulu. Padahal, saat seseorang telah menikah, ia menjadi lebih tenang, merasakan sakinah.
Dengan ketenangan dan stabilnya emosi ini, ia bisa lebih fokus dalam meniti karir dan beraktifitas apa pun. Karenanya tidak mengherankan jika banyak orang-orang yang sukses di usia 40-an adalah mereka yang menikah di usia 20-an.
Lebih Baik Bagi Masa Depan Anak-Anak
Lebih baik bagi masa depan anak-anak di sini bukan berarti menikah di usia muda memungkinkan anak sudah dewasa saat Anda pensiun. Meskipun, hal itu juga bisa menjadi salah satu pertimbangan.
Namun yang lebih penting dari itu, menikah di usia muda dan memiliki buah hati di usia muda, saat Anda belum mapan secara ekonomi berarti Anda dapat mendidik anak-anak secara langsung merasakan pahit getirnya kehidupan.
Artinya mereka telah mencicipi perjuangan Anda. Dan jangan sampai anak-anak hanya tahu fasilitas dan hidup enak tanpa merasakan hidup adalah perjuangan.
Lebih Intim
Makin muda Anda, makin banyak energi yang dimiliki. Anda dan pasangan bebas bereksperimen di tempat tidur, tidak seperti pasangan-pasangan yang sudah terlampau lelah setelah bekerja 14 jam.
Totalitas
Usia awal 20-an adalah waktu di mana Anda bisa memberikan yang terbaik dalam hal karier dan percintaan.
Tumbuh Bersama Pasangan
Menikah di usia muda memberi Anda dan pasangan kesempatan untuk menghadapi kesulitan bersama, tumbuh bersama, dan mencari solusi bersama.
Dengan demikian, bersegera menikah merupakan anjuran dan ajaran Islam. Menunaikannya adalah wujud penjagaan kesucian diri dan kesempurnaan agama seseorang.
Terlebih, kehadiran seorang isteri yang sholihah adalah akan membantu seorang hamba lebih dekat dengan Alloh Ta'ala, lebih semangat menjalani hidup, dan meringkankan problematika kehidupan.
Adapun menangguhkan menunda pernikahan dan mengulur-ulur pernikahan bagi orang yang sudah mampu berdampak pada kondisi berbahaya bagi kesucian dan agama seseorang. Jika tidak diberi rahmat Alloh Ta'ala, maka pintu-pintu dosa dan maksiat terbuka lebar baginya. Unknown Saturday, April 02, 2016 New Google SEO Bandung, Indonesia
Hati-hati akan jenis macam perilaku dosa kesalahan istri kepada suami yang bisa menyebabkan kedurhakaan seorang istri pada suami dalam sebuah rumah tangga.
Sebagai seorang istri sering tanpa sadar kita melakukan tindakan berdosa terhadap suami, bahkan menganggap dosa tersebut adalah hal biasa saja. Padahal surga dan neraka istri tergantung pada ridho suaminya.
Kesalahan dosa kecil istri pada suami akan bisa menyebabkan kedurhakaan pada suami itu sendiri. Ada beberapa penyebab faktor yang menyebabkan perilaku durhaka istri pada suami antara lain :
Nusyuz (Tidak Taat Dan Durhaka Kepada Suami)
Nusyus adalah sikap membangkang, tidak patuh dan tidak taat kepada suami. Wanita yang melakukan Nusyus adalah wanita yang melawan suami, melanggar perintahnya, tidak taat kepadanya, dan tidak ridha pada kedudukan yang Allah Subhanahu wa Ta’ala telah tetapkan untuknya.
Jenis macam bentuk perilaku kedurhakaan istri pada suami antara lain seperti informasi yang dilansir dari EraMuslim antara lain :
Terkadang seorang istri menginginkan agar seluruh perhatian dan kasih sayang sang suami hanya tercurah pada dirinya. Tak boleh sedikit pun waktu dan perhatian diberikan kepada selainnya. Termasuk juga kepada orang tua suami. Padahal, di satu sisi, suami harus berbakti dan memuliakan orang tuanya, terlebih ibunya.
Salah satu bentuknya adalah cemburu terhadap ibu mertuanya. Ia menganggap ibu mertua sebagai pesaing utama dalam mendapatkan cinta, perhatian, dan kasih sayang suami. Terkadang, sebagian istri berani menghina dan melecehkan orang tua suami, bahkan ia tak jarang berusaha merayu suami untuk berbuat durhaka kepada orang tuanya.
Terkadang istri sengaja mencari-cari kesalahan dan kelemahan orang tua dan keluarga suami, atau membesar-besarkan suatu masalah, bahkan tak segan untuk memfitnah keluarga suami.
Ada juga seorang istri yang menuntut suaminya agar lebih menyukai keluarga istri, ia berusaha menjauhkan suami dari keluarganya dengan berbagai cara.
Ikatan pernikahan bukan hanya menyatukan dua insan dalam sebuah lembaga pernikahan, namun juga ‘pernikahan antar keluarga’. Kedua orang tua suami adalah orang tua istri, keluarga suami adalah keluarga istri, demikian sebaliknya.
Menjalin hubungan baik dengan keluarga suami merupakan salah satu bentuk keharmonisan keluarga. Suami akan merasa tenang dan bahagia jika istrinya mampu memposisikan dirinya dalam keluarga suami. Hal ini akan menambah cinta dan kasih sayang suami.
Sehingga nantinya Keluarga Sakinah Mawaddah Warahmah bisa terbentuk dalam sebuah lingkungan keluarga kecil kita.
Kurang Berterima Kasih Pada Suami
Tidak jarang, seorang suami tidak mampu memenuhi keinginan sang istri. Apa yang diberikan suami jauh dari apa yang ia harapkan. Ia tidak puas dengan apa yang diberikan suami, meskipun suaminya sudah berusaha secara maksimal untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan keinginan-keinginan istrinya.
Istri kurang bahkan tidak memiliki rasa terima kasih kepada suaminya. Ia tidak bersyukur atas karunia Allah yang diberikan kepadanya lewat suaminya. Ia senantiasa merasa sempit dan kekurangan. Sifat qona’ah dan ridho terhadap apa yang diberikan Allah kepadanya sangat jauh dari dirinya.
Seorang istri yang shalihah tentunya mampu memahami keterbatasan kemampuan suami. Ia tidak akan membebani suami dengan sesuatu yang tidak mampu dilakukan suami. Ia akan berterima kasih dan mensyukuri apa yang telah diberikan suami.
Ia bersyukur atas nikmat yang dikaruniakan Allah kepadanya, dengan bersyukur, insya Allah, nikmat Allah akan bertambah.
“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya adzab-Ku sangat pedih.”
Mengingkari Kebaikan Suami
"Wanita merupakan mayoritas penduduk neraka."
Demikian disampaikan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam setelah shalat gerhana ketika terjadi gerhana matahari.
Ajaib !! wanita sangat dimuliakan di mata Islam, bahkan seorang ibu memperoleh hak untuk dihormati tiga kali lebih besar ketimbang ayah. Sosok yang dimuliakan, namun malah menjadi penghuni mayoritas neraka. Bagaimana ini terjadi?
“Karena kekufuran mereka,” jawab Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam ketika para sabahat bertanya mengapa hal itu bisa terjadi. Apakah mereka mengingkari Allah?
Bukan, mereka tidak mengingkari Allah, tapi mereka mengingkari suami dan kebaikan-kebaikan yang telah diperbuat suaminya. Andaikata seorang suami berbuat kebaikan sepanjang masa, kemudian seorang istri melihat sesuatu yang tidak disenanginya dari seorang suami, maka si istri akan mengatakan bahwa ia tidak melihat kebaikan sedikitpun dari suaminya. Demikian penjelasan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dalam hadits yang diriwayatkan Bukhari.
Mengingkari suami dan kebaikan-kebaikan yang telah dilakukan suami
Inilah penyebab banyaknya kaum wanita berada di dalam neraka. Mari kita lihat diri setiap kita, kita saling introspeksi , apa dan bagaimana yang telah kita lakukan kepada suami-suami kita? Dan ini juga termasuk dalam bagian dosa yang banyak dilakukan istri pada suami.
Tidak Menjaga Penampilan
Terkadang, seorang istri berhias, berdandan, dan mengenakan pakaian yang indah hanya ketika ia keluar rumah, ketika hendak bepergian, menghadiri undangan, ke kantor, mengunjungi saudara maupun teman-temannya, pergi ke tempat perbelanjaan, atau ketika ada acara lainnya di luar rumah.
Keadaan ini sungguh berbalik ketika ia di depan suaminya. Ia tidak peduli dengan tubuhnya yang kotor, cukup hanya mengenakan pakaian seadanya: terkadang kotor, lusuh, dan berbau, rambutnya kusut masai, ia juga hanya mencukupkan dengan aroma dapur yang menyengat.
Jika keadaan ini terus menerus dipelihara oleh istri, jangan heran jika suami tidak betah di rumah, ia lebih suka menghabiskan waktunya di luar ketimbang di rumah. Semestinya, berhiasnya dia lebih ditujukan kepada suami.
Janganlah keindahan yang telah dianugerahkan oleh Allah diberikan kepada orang lain, padahal suami nya di rumah lebih berhak untuk itu.
Semoga dengan mengetahui akan jenis bentuk macam dosa kesalahan durhaka istri pada suami ini akan membuat para istri untuk senantiasa menjaga dirinya dan menghindari hal-hal tersebut diatas, sehingga tidak masuk dalam kategori ciri-ciri tanda wanita perempuan yang durhaka pada suami aamiin Unknown Sunday, January 31, 2016 New Google SEO Bandung, Indonesia
Sebagai seorang istri sering tanpa sadar kita melakukan tindakan berdosa terhadap suami, bahkan menganggap dosa tersebut adalah hal biasa saja. Padahal surga dan neraka istri tergantung pada ridho suaminya.
Kesalahan dosa kecil istri pada suami akan bisa menyebabkan kedurhakaan pada suami itu sendiri. Ada beberapa penyebab faktor yang menyebabkan perilaku durhaka istri pada suami antara lain :
- Istri tidak mengerti tuntunan agama yang menempatkan istri dan suami pada ketentuan yang sebenarnya. Tidak mengetahui akan hak kewajiban seorang istri dan suami dalam keluarga.
- Kedudukan sosial istri lebih lebih tinggi daripada kedudukan suami.
- Watak istri lebih keras dari suami.
- Istri lebih kaya dan pandai dari suami.
Nusyuz (Tidak Taat Dan Durhaka Kepada Suami)
Nusyus adalah sikap membangkang, tidak patuh dan tidak taat kepada suami. Wanita yang melakukan Nusyus adalah wanita yang melawan suami, melanggar perintahnya, tidak taat kepadanya, dan tidak ridha pada kedudukan yang Allah Subhanahu wa Ta’ala telah tetapkan untuknya.
Jenis macam bentuk perilaku kedurhakaan istri pada suami antara lain seperti informasi yang dilansir dari EraMuslim antara lain :
- Menolak ajakan suami ketika mengajaknya ke tempat tidur, dengan terang-terangan maupun secara samar.
- Mengkhianati suami, misalnya dengan menjalin hubungan gelap dengan pria lain.
- Memasukkan seseorang yang tidak disenangi suami ke dalam rumah.
- Lalai dalam melayani suami.
- Mubazir dan menghambur-hamburkan uang pada yang bukan tempatnya.
- Menyakiti suami dengan tutur kata yang buruk, mencela, dan mengejeknya.
- Keluar Rumah tanpa izin suami.
- Menyebarkan dan mencela rahasia-rahasia suami.
Terkadang seorang istri menginginkan agar seluruh perhatian dan kasih sayang sang suami hanya tercurah pada dirinya. Tak boleh sedikit pun waktu dan perhatian diberikan kepada selainnya. Termasuk juga kepada orang tua suami. Padahal, di satu sisi, suami harus berbakti dan memuliakan orang tuanya, terlebih ibunya.
Salah satu bentuknya adalah cemburu terhadap ibu mertuanya. Ia menganggap ibu mertua sebagai pesaing utama dalam mendapatkan cinta, perhatian, dan kasih sayang suami. Terkadang, sebagian istri berani menghina dan melecehkan orang tua suami, bahkan ia tak jarang berusaha merayu suami untuk berbuat durhaka kepada orang tuanya.
Terkadang istri sengaja mencari-cari kesalahan dan kelemahan orang tua dan keluarga suami, atau membesar-besarkan suatu masalah, bahkan tak segan untuk memfitnah keluarga suami.
Ada juga seorang istri yang menuntut suaminya agar lebih menyukai keluarga istri, ia berusaha menjauhkan suami dari keluarganya dengan berbagai cara.
Ikatan pernikahan bukan hanya menyatukan dua insan dalam sebuah lembaga pernikahan, namun juga ‘pernikahan antar keluarga’. Kedua orang tua suami adalah orang tua istri, keluarga suami adalah keluarga istri, demikian sebaliknya.
Menjalin hubungan baik dengan keluarga suami merupakan salah satu bentuk keharmonisan keluarga. Suami akan merasa tenang dan bahagia jika istrinya mampu memposisikan dirinya dalam keluarga suami. Hal ini akan menambah cinta dan kasih sayang suami.
Sehingga nantinya Keluarga Sakinah Mawaddah Warahmah bisa terbentuk dalam sebuah lingkungan keluarga kecil kita.
Kurang Berterima Kasih Pada Suami
Tidak jarang, seorang suami tidak mampu memenuhi keinginan sang istri. Apa yang diberikan suami jauh dari apa yang ia harapkan. Ia tidak puas dengan apa yang diberikan suami, meskipun suaminya sudah berusaha secara maksimal untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan keinginan-keinginan istrinya.
Istri kurang bahkan tidak memiliki rasa terima kasih kepada suaminya. Ia tidak bersyukur atas karunia Allah yang diberikan kepadanya lewat suaminya. Ia senantiasa merasa sempit dan kekurangan. Sifat qona’ah dan ridho terhadap apa yang diberikan Allah kepadanya sangat jauh dari dirinya.
Seorang istri yang shalihah tentunya mampu memahami keterbatasan kemampuan suami. Ia tidak akan membebani suami dengan sesuatu yang tidak mampu dilakukan suami. Ia akan berterima kasih dan mensyukuri apa yang telah diberikan suami.
Ia bersyukur atas nikmat yang dikaruniakan Allah kepadanya, dengan bersyukur, insya Allah, nikmat Allah akan bertambah.
“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya adzab-Ku sangat pedih.”
Mengingkari Kebaikan Suami
"Wanita merupakan mayoritas penduduk neraka."
Demikian disampaikan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam setelah shalat gerhana ketika terjadi gerhana matahari.
Ajaib !! wanita sangat dimuliakan di mata Islam, bahkan seorang ibu memperoleh hak untuk dihormati tiga kali lebih besar ketimbang ayah. Sosok yang dimuliakan, namun malah menjadi penghuni mayoritas neraka. Bagaimana ini terjadi?
“Karena kekufuran mereka,” jawab Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam ketika para sabahat bertanya mengapa hal itu bisa terjadi. Apakah mereka mengingkari Allah?
Bukan, mereka tidak mengingkari Allah, tapi mereka mengingkari suami dan kebaikan-kebaikan yang telah diperbuat suaminya. Andaikata seorang suami berbuat kebaikan sepanjang masa, kemudian seorang istri melihat sesuatu yang tidak disenanginya dari seorang suami, maka si istri akan mengatakan bahwa ia tidak melihat kebaikan sedikitpun dari suaminya. Demikian penjelasan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dalam hadits yang diriwayatkan Bukhari.
Mengingkari suami dan kebaikan-kebaikan yang telah dilakukan suami
Inilah penyebab banyaknya kaum wanita berada di dalam neraka. Mari kita lihat diri setiap kita, kita saling introspeksi , apa dan bagaimana yang telah kita lakukan kepada suami-suami kita? Dan ini juga termasuk dalam bagian dosa yang banyak dilakukan istri pada suami.
Tidak Menjaga Penampilan
Terkadang, seorang istri berhias, berdandan, dan mengenakan pakaian yang indah hanya ketika ia keluar rumah, ketika hendak bepergian, menghadiri undangan, ke kantor, mengunjungi saudara maupun teman-temannya, pergi ke tempat perbelanjaan, atau ketika ada acara lainnya di luar rumah.
Keadaan ini sungguh berbalik ketika ia di depan suaminya. Ia tidak peduli dengan tubuhnya yang kotor, cukup hanya mengenakan pakaian seadanya: terkadang kotor, lusuh, dan berbau, rambutnya kusut masai, ia juga hanya mencukupkan dengan aroma dapur yang menyengat.
Jika keadaan ini terus menerus dipelihara oleh istri, jangan heran jika suami tidak betah di rumah, ia lebih suka menghabiskan waktunya di luar ketimbang di rumah. Semestinya, berhiasnya dia lebih ditujukan kepada suami.
Janganlah keindahan yang telah dianugerahkan oleh Allah diberikan kepada orang lain, padahal suami nya di rumah lebih berhak untuk itu.
Semoga dengan mengetahui akan jenis bentuk macam dosa kesalahan durhaka istri pada suami ini akan membuat para istri untuk senantiasa menjaga dirinya dan menghindari hal-hal tersebut diatas, sehingga tidak masuk dalam kategori ciri-ciri tanda wanita perempuan yang durhaka pada suami aamiin Unknown Sunday, January 31, 2016 New Google SEO Bandung, Indonesia
Pernikahan Putra Presiden Jokowi Gibran Rakabuming dengan Selvi Ananda akan dilaksanakan di solo pada awal bulan Juni tahun 2015. Hal ini disampaikan oleh Ibu Negara Iriani Jokowi belum lama ini.
Kepastian waktu tanggal pernikahan Gibran Selvi di Solo ini memang masih dirahasiakan hanya saja waktunya adalah pada tanggal-tanggal awal di bulan Juni tahun ini.
Keluarga masih berdiskusi untuk menentukan kepastian tanggalnya. "Pada dasarnya semua hari itu baik," kata Ibu Negara. Namun keluarga masih harus mempertimbangkan banyak hal.
Iriana menjelaskan, "Saya akan menikahkan anak pertama saya, Gibran dengan Selvi, nanti tempat atau lokasinya di Solo. Konsep pernikahan gibran selvi tentu saja dengan adat dan tradisi Jawa karena kami selama ini di Solo"
"Yang punya kerja atau menggelar pernikahan adalah pihak perempuan atau keluarga dari calon menantu saya..untuk Bulan, awal Juni, tapi tanggalnya belum dipastikan karena masih dipilih..tunggu undangannya ya, nanti saya kabari lagi."
Tidak hanya wartawan lokal di Solo saja tapi juga ada sejumlah dari luar daerah. Mereka sengaja datang untuk mendapatkan keterangan langsung dari pihak keluarga Presiden Jokowi mengenai Rencana Pernikahan Putera Sulung Gibran Rakabuming.
Berikut informasi pemberitaan update mengenai busana prewedding calon mempelai Gibran Rakabuming Raka dengan Selvi Ananda dari Tuty Adib selaku desainer baju pernikahan Gibran-Selvi. Seperti dilansir dari liputan6.com.
"Jadi ada 2 busana prewed. Busana pertamanya, Selvi akan mengenakan rok batik tulis bermotif floral dengan atasan putih berbahan sifon. Kemudian dipadukan sejenis outer batik tulis bermotif floral," tutur Tuty di rumah modenya, Solo, Jawa Tengah, Selasa.
Lantas untuk busana satunya adalah blus berwarna pink. Blus itu dipadukan dengan celana batik motif parang. Busana ini masih ditambahkan outer batik tulis motif floral.
"Masing-masing paduan busana itu nanti akan diberi aksesori kalung dari kain perca. Intinya busana ini chic tapi simpel," ujar dia.
Sedangkan untuk Gibran, kostum prewed-nya juga bernuansa sama dengan calon mempelai perempuan, hitam putih. "Sesuai karakternya, dia cuma ingin simpel. Kita cuma nyiapin satu busana saja, atasan kemeja lengan panjang berwarna putih dan celana hitam, " kata Tuty Adib.
Selvi Ananda juga menyatakan hal sama. "Kami harus memilih hari yang paling baik," katanya untuk pernikahannya. Dia mengaku juga menerapkan adat Jawa dalam mencari hari pernikahan.
Keluarga juga belum menentukan jumlah tamu yang akan diundang dalam pesta pernikahan itu. "Masih mengumpulkan data," kata Putri Solo 2009 tersebut. Unknown Wednesday, April 15, 2015 New Google SEO Bandung, Indonesia
Kepastian waktu tanggal pernikahan Gibran Selvi di Solo ini memang masih dirahasiakan hanya saja waktunya adalah pada tanggal-tanggal awal di bulan Juni tahun ini.
Keluarga masih berdiskusi untuk menentukan kepastian tanggalnya. "Pada dasarnya semua hari itu baik," kata Ibu Negara. Namun keluarga masih harus mempertimbangkan banyak hal.
Iriana menjelaskan, "Saya akan menikahkan anak pertama saya, Gibran dengan Selvi, nanti tempat atau lokasinya di Solo. Konsep pernikahan gibran selvi tentu saja dengan adat dan tradisi Jawa karena kami selama ini di Solo"
"Yang punya kerja atau menggelar pernikahan adalah pihak perempuan atau keluarga dari calon menantu saya..untuk Bulan, awal Juni, tapi tanggalnya belum dipastikan karena masih dipilih..tunggu undangannya ya, nanti saya kabari lagi."
Tidak hanya wartawan lokal di Solo saja tapi juga ada sejumlah dari luar daerah. Mereka sengaja datang untuk mendapatkan keterangan langsung dari pihak keluarga Presiden Jokowi mengenai Rencana Pernikahan Putera Sulung Gibran Rakabuming.
Busana Prewedding Putra Jokowi Gibran Dengan Selvi
Berikut informasi pemberitaan update mengenai busana prewedding calon mempelai Gibran Rakabuming Raka dengan Selvi Ananda dari Tuty Adib selaku desainer baju pernikahan Gibran-Selvi. Seperti dilansir dari liputan6.com.
"Jadi ada 2 busana prewed. Busana pertamanya, Selvi akan mengenakan rok batik tulis bermotif floral dengan atasan putih berbahan sifon. Kemudian dipadukan sejenis outer batik tulis bermotif floral," tutur Tuty di rumah modenya, Solo, Jawa Tengah, Selasa.
Lantas untuk busana satunya adalah blus berwarna pink. Blus itu dipadukan dengan celana batik motif parang. Busana ini masih ditambahkan outer batik tulis motif floral.
"Masing-masing paduan busana itu nanti akan diberi aksesori kalung dari kain perca. Intinya busana ini chic tapi simpel," ujar dia.
Sedangkan untuk Gibran, kostum prewed-nya juga bernuansa sama dengan calon mempelai perempuan, hitam putih. "Sesuai karakternya, dia cuma ingin simpel. Kita cuma nyiapin satu busana saja, atasan kemeja lengan panjang berwarna putih dan celana hitam, " kata Tuty Adib.
Selvi Ananda juga menyatakan hal sama. "Kami harus memilih hari yang paling baik," katanya untuk pernikahannya. Dia mengaku juga menerapkan adat Jawa dalam mencari hari pernikahan.
Keluarga juga belum menentukan jumlah tamu yang akan diundang dalam pesta pernikahan itu. "Masih mengumpulkan data," kata Putri Solo 2009 tersebut. Unknown Wednesday, April 15, 2015 New Google SEO Bandung, Indonesia
Mendidik anak perempuan dalam Islam telah ada ajaran dan juga tuntunan sunnah Rasulullah SAW. Ada beberapa hadits yang juga menunjukkan keutamaan seseorang yang berbuat baik kepada anak-anak perempuannya, memberikan nafkah, dan bersabar terhadap mereka dan dalam segala urusannya. Islam memuliakan anak perempuan. Allah SWT yang menganugerahkan anak perempuan telah menjanjikan surga bagi hamba-Nya yang berbuat kebaikan kepada anak perempuannya.
Kehadiran buah hati merupakan bagian kebahagiaan dalam sebuah keluarga. Bahkan banyak pula keluarga yang mendambakan kehadiran anak dengan melakukan berbagai tips cepat hamil juga belum pula diberikan dan di karuniai oleh Allah Ta'ala. Untuk itulah bersukur bila dikarunia seorang anak perempuan dan sungguh-sungguh dalam memberikan pendidikan baik pendidikan agama dan juga pendidikan dunianya.
Pada jaman jahilillah dahulu bila keluarga diberikan kabar akan kelahiran anak perempuan maka mereka merasa malu. Karena dalam adat budaya jahiilillah adalah merupakan kebanggaan bila mempunyai seorang anak laki-laki. Gambaran akan terhinanya kaum jahilliah dahulu tergambarkan dalam Al-Qur'an .
"Dan apabila seseorang dari mereka diberi kabar gembira dengan kelahiran anak perempuan, merah padamlah wajahnya dan dia sangat marah. Dia menyembunyikan diri dari orang banyak karena buruknya berita yang disampaikan kepadanya. Apakah dia akan memelihara anak itu dengan menanggung kehinaan ataukah akan menguburkannya hidup-hidup di dalam tanah? Ketahuilah, betapa buruknya apa yang mereka tetapkan itu." (QS. An-Nahl: 58-59)
Hal ini tentunya akan bertentangan dengan ajaran Islam yang juga memberikan gambaran mengenai ganjaran pahala memelihara mendidik anak perempuan. Dari hadist Rasulullah SAW kita memahami betapa Islam sangat memuliakan anak perempuan. Seorang anak perempuan yang diasuh, dididik, dibina, diberikan penghidupan layak, tak dibedakan dengan anak laki-laki, tumbuh menjadi sosok sholihah mampu membawa kedua orang tuanya ke surga.
Rasulullah secara khusus bersabda pada umatnya tentang keberuntungan anak perempuan dan memiliki saudara atau kerabat perempuan. "Barang siapa yang mengeluarkan belanja untuk dua anak perempuan, atau dua saudara perempuan, atau kaum kerabat perempuan yang patut disediakan belanja untuk keduanya, sehingga keduanya diberi Allah kecukupan atau kemampuan, jadilah keduanya itu dinding (pelindung) dari neraka." (HR. Ibnu Hibban dan At Thabrani).
Ada beberapa dalil hadist mengenai hal keutamaan mendidik, merawat anak perempuan dan salah satu dalilnya adalah sebagai berikut seperti yang telah ada dalam dalam riwayat dari Anas bin Malik, Rasulullah juga menyebutkan kedekatannya dengan orang tua yang memelihara anak-anak perempuan mereka dengan baik kelak pada hari kiamat:
"Barangsiapa yang mencukupi kebutuhan dan mendidik dua anak perempuan hingga mereka dewasa, maka dia akan datang pada hari kiamat nanti dalam keadaan aku dan dia (seperti ini),” dan beliau mengumpulkan jari jemarinya." (HR. Muslim no. 2631). Unknown Saturday, June 01, 2013 New Google SEO Bandung, Indonesia
Kehadiran buah hati merupakan bagian kebahagiaan dalam sebuah keluarga. Bahkan banyak pula keluarga yang mendambakan kehadiran anak dengan melakukan berbagai tips cepat hamil juga belum pula diberikan dan di karuniai oleh Allah Ta'ala. Untuk itulah bersukur bila dikarunia seorang anak perempuan dan sungguh-sungguh dalam memberikan pendidikan baik pendidikan agama dan juga pendidikan dunianya.
Pada jaman jahilillah dahulu bila keluarga diberikan kabar akan kelahiran anak perempuan maka mereka merasa malu. Karena dalam adat budaya jahiilillah adalah merupakan kebanggaan bila mempunyai seorang anak laki-laki. Gambaran akan terhinanya kaum jahilliah dahulu tergambarkan dalam Al-Qur'an .
"Dan apabila seseorang dari mereka diberi kabar gembira dengan kelahiran anak perempuan, merah padamlah wajahnya dan dia sangat marah. Dia menyembunyikan diri dari orang banyak karena buruknya berita yang disampaikan kepadanya. Apakah dia akan memelihara anak itu dengan menanggung kehinaan ataukah akan menguburkannya hidup-hidup di dalam tanah? Ketahuilah, betapa buruknya apa yang mereka tetapkan itu." (QS. An-Nahl: 58-59)
Hal ini tentunya akan bertentangan dengan ajaran Islam yang juga memberikan gambaran mengenai ganjaran pahala memelihara mendidik anak perempuan. Dari hadist Rasulullah SAW kita memahami betapa Islam sangat memuliakan anak perempuan. Seorang anak perempuan yang diasuh, dididik, dibina, diberikan penghidupan layak, tak dibedakan dengan anak laki-laki, tumbuh menjadi sosok sholihah mampu membawa kedua orang tuanya ke surga.
Rasulullah secara khusus bersabda pada umatnya tentang keberuntungan anak perempuan dan memiliki saudara atau kerabat perempuan. "Barang siapa yang mengeluarkan belanja untuk dua anak perempuan, atau dua saudara perempuan, atau kaum kerabat perempuan yang patut disediakan belanja untuk keduanya, sehingga keduanya diberi Allah kecukupan atau kemampuan, jadilah keduanya itu dinding (pelindung) dari neraka." (HR. Ibnu Hibban dan At Thabrani).
Ada beberapa dalil hadist mengenai hal keutamaan mendidik, merawat anak perempuan dan salah satu dalilnya adalah sebagai berikut seperti yang telah ada dalam dalam riwayat dari Anas bin Malik, Rasulullah juga menyebutkan kedekatannya dengan orang tua yang memelihara anak-anak perempuan mereka dengan baik kelak pada hari kiamat:
"Barangsiapa yang mencukupi kebutuhan dan mendidik dua anak perempuan hingga mereka dewasa, maka dia akan datang pada hari kiamat nanti dalam keadaan aku dan dia (seperti ini),” dan beliau mengumpulkan jari jemarinya." (HR. Muslim no. 2631). Unknown Saturday, June 01, 2013 New Google SEO Bandung, Indonesia
Tips cara kiat memilih pasangan hidup calon suami dan calon istri dalam Islam perlu diketahui sebagai salah satu cara dan jalan dalam rangka cara kiat tips menciptakan dan membentuk keluarga sakinah mawaddah warahmah dalam sebuah keluarga nantinya.
Tips memilih pasangan hidup memang harus dilaksanakan. Karena hal ini juga ada dalam ajaran agama Islam yang kita cintai ini. Karena calon suami atau pun calon istri harus benar-benar yang tepat sesuai dengan pilihan dan juga ajaran agama bila kita tida ingin menyesal di kemudian hari nantinya.
Rasulullah SAW telah memberikan teladan dan petunjuk tentang cara memilih calon pasangan hidup yang tepat dan islami. Karena Pernikahan juga merupakan syariat agama dan disunnahkan oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam pula.
Tujuan pernikahan dalam Islam telah ada dalam ayat suci Al-Qur'an yang artinya :
Ada beberapa kiat dan kriteria dalam memilih calon istri atau pun sebaliknya memilih calon suami ketika kita berniat untuk menikah, dan juga diniatkan untuk beribadah kepada Allah dalam sebuah kehidupan rumah tangga yang diharapkan akan tercipta Keluarga Yang Sakinah, Mawaddah Dan Warahmahdi atas naungan cinta kasih sayang yang tulus dari pasangan hidupnya nanti.
Karena ketika kita mempunyai cara memilih calon pasangan hidup nantinya, maka niat kita adalah pernikahan akan berlangsung sampai akhir hayat. Sepertinya tidak akan ada orang yang niat untuk menikah hanya bertujuan untuk bercerai suatu saat nanti. Sungguh indah ikatan suci antara dua orang insan yang pasrah untuk saling berjanji saling setia menemani mengayuh biduk mengarungi lautan kehidupan rumah tangga.
Setiap orang yang berkeluarga pasti menginginkan kehidupan yang bahagia. Maka sebagai umat islam, kita harus memakai cara pandang dan petunjuk Allah dan Rasulullah SAW dalam membangun mahligai rumah tangga tersebut.
Bagi laki-laki agar rumah tangganya bahagia, yang harus dilakukan degan cermat adalah saat mencari pasangan hidupnya (istri). Bila ia berhasil mendapatkan wanita shalihah sejati, Insya Allah keluarganya akan bahagia.
Dalam sebuah hadist disebutkan bahwasannya Rasulullah SAW bersabda yang artinya :
Berikut ini beberapa hal yang harus diperhatikan laki-laki bila hendak memilih istri, antara lain adalah sebagai berikut :
Utamakan Yang Baik Kualitas Agamanya
Faktor pertama ini adalah factor yang paling dominan dan menentukan. Karena Islam merupakan agama fitrah dan moral yang mulia, maka suatu pernikahan harus berasaskan tuntunan sifat-sifat mulia,nilai-nilai luhur dan etika yang baik pula tentunya.
Rasulullah SAW menilai bahwa wanita shalihah merupakan karunia terbesar bagi laki-laki,sebagaimana hadist yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas ra. yang artinya :
Kemudian Rasulullah SAW menjelaskan secara rinci dari sifat tanda ciri wanita shalihah, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Abu Umamah ra yang artinya :
Haram Menikahi Wanita Musyrik/Kafir
Menikahi orang kafit dan musyrik diharamkan dalam islam, sebagaimana disinyalir dalam firman-Nya yang artinya :
Kerena itu,kita tidak boleh menyambung tali perkawinan antara dua hati dan dua akidah yang bertentangan. Sebab nilai akhir dari pernikahan bukanlah sekedar pelampiasan seksual, melainkan adanya kesamaan arah dalam mengarungi bahtera hidup.
Itulah rahasia Islam, kenapa mengharamkan kawin dan menikah dengan orang yang berbeda agama,karena tidak akan terjalin kebahagiaan rohani.
Utamakan Memilih Yang Bukan Kerabat
Islam mengajarkan agar dalam memilih calon pendamping dicari orang yang bukan kerabat sendiri, dengan menitikberatkan kufu’ (keseimbangan derajat) agama,moral dan nasab yang mulia.
Semua itu untuk menjaga kokohnya keturunan. Sebab, pernikahan antara kerabat, dapat melumpuhkan jasamani dan otak bagi anak-anak keturunannya. Sebagaimana dalam hadist Rasulullah SAW yang artinya :
Utamakan Wanita Yang Subur (Berketurunan)
Islam menganjurkan agar seseorang laki-laki (calon suami) memilih perempuan (calon istri) yang subur dan mencintai, tidak punya penyakit yang menghalangi kehamilan dan sanggup menjaga tugas sebagai seorang ibu rumah tangga yang baik.
Untuk itu tidak perlu heran,ketika seorang menghadap kepada Nabi SAW seraya berkata : "Wahai Rasulullah,aku mencintai perempuan yang punya kedudukan dan kekayaan, hanya saja, dia tidak dapat melahirkan keturunan. Apakah dia harus aku nikahi?” Maka Rasulullah SAW melarangnya. Lalu datang orang kedua,menanyakan hal yang serupa, Rasulullah SAW pun melarangnya. Akhirnya,datang orang yang ketiga, dan menanyakan hal yang serupa. Maka beliaupun bersabda : "Menikahlah dengan perempuan yang subur (dari nasab yang banyak melahirkan anak) dan mencintai suami, karena aku bangga dengan banyaknya pengikut dari keturunanmu dihadapan berbagai umat kelak." (HR. Abu Dawud, Nasa’i dan Hakim)
Mengutamakan Yang Masih Gadis Perawan
Islam menganjurkan dalam menentukan pilihan seorang istri, hendaklah mengutamakan perempuan-perempuan yang masih perawan daripada janda. Lebih-lebih bagi jejaka atau mereka yang belum punya keturunan.
Itulah beberapa hal yang harus diperhatikan setiap lelaki muslim ketika hendak memilih istri. Semoga istri-istri kita, adalah istri-istri yang shalehah, sehingga rumah tangga kita menjadi rumah tangga yang sakinah,mawaddah dan wa rahmah. Aamiin
Setiap muslimah dan setiap wanita perempuan tentunya ingin beruntung dunia akhirat hendaknya mengidam-idamkan sosok calon suami kriteria sebagai berikut :
Taat kepada Allah dan Rasul-Nya
Ini adalah kriteria yang paling utama dari kriteria yang lain. Maka dalam memilih calon pasangan hidup, minimal harus terdapat satu syarat ini. Karena Allah Ta’ala berfirman yang artinya :
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda yang artinya :
Maka pilihlah calon pasangan hidup yang memiliki pemahaman yang baik tentang agama. Karena salah satu tanda orang yang diberi kebaikan oleh Allah adalah memiliki pemahaman agama yang baik.
Berilmu dan Baik Akhlaknya
Masa depan kehidupan suami-istri erat kaitannya dengan memilih suami, maka Islam memberi anjuran agar memilih akhlak yang baik, shalih, dan taat beragama.
Islam memiliki pertimbangan dan ukuran tersendiri dengan meletakkannya pada dasar takwa dan akhlak serta tidak menjadikan kemiskinan sebagai celaan dan tidak menjadikan kekayaan sebagai pujian.
Sebagaimana firman Allah Ta’ala yang artinya :
Dengan demikian ia akan dapat menjalankan kewajibannya secara sempurna di dalam membina keluarga dan menjalankan kewajiban-kewajibannya sebagai suami, mendidik anak-anak, menegakkan kemuliaan, dan menjamin kebutuhan-kebutuhan rumah tangga dengan tenaga dan nafkah.
Menyenangkan Jika Dipandang
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits yang telah disebutkan, membolehkan kita untuk menjadikan faktor fisik sebagai salah satu kriteria memilih calon pasangan. Karena paras yang cantik atau tampan, juga keadaan fisik yang menarik lainnya dari calon pasangan hidup kita adalah salah satu faktor penunjang keharmonisan rumah tangga.
Maka mempertimbangkan hal tersebut sejalan dengan tujuan dari pernikahan, yaitu untuk menciptakan ketentraman dalam hati.
Menghindari Ketertarikan Kekayaan Dunia
Sungguh bukan termasuk amalan yang terpuji bila seseorang menikahkan puterinya hanya karena mahar yang tinggi dan mahal. Mereka tidak mau menikahkan puterinya, kecuali kepada orang yang terbaik kedudukan atau kekayaannya, tanpa menghiraukan bagamaimana akhlak dan agamanya. Islam tidak memandang kaum perempuan sebagai obyek bisnis. Maka dari itu, bagi para wali dari gadis hendaknya menitikberatkan pada kemuliaaan sifatnya.
Oleh sebab itu, Allah SWT berfirman :
“Dan Nikahkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu,dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. An Nur : 32)
Demikianlah yang dipraktikkan oleh Rasulullah SAW, yang selalu berjalan pada rel Ilahi. Bagi puterinya sendiri, beliau memilihkan laki-laki yang kuat agamanya,berani dan beriman,dialah Ali bin Abi Thalib ra. untuk menjadi menantunya.
Demikian beberapa cara tips kiat memilih kriteria calon suami dan calon istri dalam Islam semoga bisa memberikan manfaat kepada kita semuanya aamiin. Unknown Sunday, May 12, 2013 New Google SEO Bandung, Indonesia
Tips memilih pasangan hidup memang harus dilaksanakan. Karena hal ini juga ada dalam ajaran agama Islam yang kita cintai ini. Karena calon suami atau pun calon istri harus benar-benar yang tepat sesuai dengan pilihan dan juga ajaran agama bila kita tida ingin menyesal di kemudian hari nantinya.
Rasulullah SAW telah memberikan teladan dan petunjuk tentang cara memilih calon pasangan hidup yang tepat dan islami. Karena Pernikahan juga merupakan syariat agama dan disunnahkan oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam pula.
Tujuan pernikahan dalam Islam telah ada dalam ayat suci Al-Qur'an yang artinya :
"Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir." (QS. Ar-Ruum [30]:21).
Ada beberapa kiat dan kriteria dalam memilih calon istri atau pun sebaliknya memilih calon suami ketika kita berniat untuk menikah, dan juga diniatkan untuk beribadah kepada Allah dalam sebuah kehidupan rumah tangga yang diharapkan akan tercipta Keluarga Yang Sakinah, Mawaddah Dan Warahmahdi atas naungan cinta kasih sayang yang tulus dari pasangan hidupnya nanti.
Karena ketika kita mempunyai cara memilih calon pasangan hidup nantinya, maka niat kita adalah pernikahan akan berlangsung sampai akhir hayat. Sepertinya tidak akan ada orang yang niat untuk menikah hanya bertujuan untuk bercerai suatu saat nanti. Sungguh indah ikatan suci antara dua orang insan yang pasrah untuk saling berjanji saling setia menemani mengayuh biduk mengarungi lautan kehidupan rumah tangga.
Mencari Jodoh Menurut Islam,Tips Memilih Calon Istri
Setiap orang yang berkeluarga pasti menginginkan kehidupan yang bahagia. Maka sebagai umat islam, kita harus memakai cara pandang dan petunjuk Allah dan Rasulullah SAW dalam membangun mahligai rumah tangga tersebut.
Bagi laki-laki agar rumah tangganya bahagia, yang harus dilakukan degan cermat adalah saat mencari pasangan hidupnya (istri). Bila ia berhasil mendapatkan wanita shalihah sejati, Insya Allah keluarganya akan bahagia.
Dalam sebuah hadist disebutkan bahwasannya Rasulullah SAW bersabda yang artinya :
"Seorang wanita biasanya dinikahi karena empat hal,yaitu karena hartanya, karena nasabnya (keturunannya),karena kecantikannya dank arena agamanya. Maka utamakan memilih istri (wanita) karena agamanya. Kamu akan merugi (bila tidak memilih karena agamanya)." (HR. Bukhari,Muslim dan Abu Dawud)
Berikut ini beberapa hal yang harus diperhatikan laki-laki bila hendak memilih istri, antara lain adalah sebagai berikut :
Utamakan Yang Baik Kualitas Agamanya
Faktor pertama ini adalah factor yang paling dominan dan menentukan. Karena Islam merupakan agama fitrah dan moral yang mulia, maka suatu pernikahan harus berasaskan tuntunan sifat-sifat mulia,nilai-nilai luhur dan etika yang baik pula tentunya.
Rasulullah SAW menilai bahwa wanita shalihah merupakan karunia terbesar bagi laki-laki,sebagaimana hadist yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas ra. yang artinya :
"Empat perkara,yang apabila dianugerahkan kepada seseorang,maka berarti dia mendapatkan kebaikan didunia dan diakhirat yaitu hati yang pandai bersyukur,lisan yang sering berdzikir,tubuh yang bersabar atas musibah,dan istri yang tidak menganiaya suaminya (bisa menjaga diri dan harta sumaminya)." (HR. Thabrani)
Kemudian Rasulullah SAW menjelaskan secara rinci dari sifat tanda ciri wanita shalihah, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Abu Umamah ra yang artinya :
"Setelah takwa kepada Allah Azza wa jalla,seorang mukmin tidak mendapatkan faedah sesuatu yang lebih baik daripada mempunyai istri yang shalehah yang bila diperintah mentaatinya, bila dipandang menyenangkan, bila disumpah (yakni perjanjian awal pernikahan) dia menepatinya, dan bila ditinggal (pergi) menjaga diri dan harta suaminya." (HR. Ibnu Majah)
Haram Menikahi Wanita Musyrik/Kafir
Menikahi orang kafit dan musyrik diharamkan dalam islam, sebagaimana disinyalir dalam firman-Nya yang artinya :
"Dan janganlah kamu nikahi perempuan-perempuan musyrik sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik daripada perempuan musyrik,walaupun dia menarik hatimu." (QS. Al Baqarah : 22)
Kerena itu,kita tidak boleh menyambung tali perkawinan antara dua hati dan dua akidah yang bertentangan. Sebab nilai akhir dari pernikahan bukanlah sekedar pelampiasan seksual, melainkan adanya kesamaan arah dalam mengarungi bahtera hidup.
Itulah rahasia Islam, kenapa mengharamkan kawin dan menikah dengan orang yang berbeda agama,karena tidak akan terjalin kebahagiaan rohani.
Utamakan Memilih Yang Bukan Kerabat
Islam mengajarkan agar dalam memilih calon pendamping dicari orang yang bukan kerabat sendiri, dengan menitikberatkan kufu’ (keseimbangan derajat) agama,moral dan nasab yang mulia.
Semua itu untuk menjaga kokohnya keturunan. Sebab, pernikahan antara kerabat, dapat melumpuhkan jasamani dan otak bagi anak-anak keturunannya. Sebagaimana dalam hadist Rasulullah SAW yang artinya :
"Janganlah kalian menikahi kerabat dekat,sebba dapat (berakibat) melahirkan anak yang lemah (akal dan fisiknya)." (Hadist Syarif)
Utamakan Wanita Yang Subur (Berketurunan)
Islam menganjurkan agar seseorang laki-laki (calon suami) memilih perempuan (calon istri) yang subur dan mencintai, tidak punya penyakit yang menghalangi kehamilan dan sanggup menjaga tugas sebagai seorang ibu rumah tangga yang baik.
Untuk itu tidak perlu heran,ketika seorang menghadap kepada Nabi SAW seraya berkata : "Wahai Rasulullah,aku mencintai perempuan yang punya kedudukan dan kekayaan, hanya saja, dia tidak dapat melahirkan keturunan. Apakah dia harus aku nikahi?” Maka Rasulullah SAW melarangnya. Lalu datang orang kedua,menanyakan hal yang serupa, Rasulullah SAW pun melarangnya. Akhirnya,datang orang yang ketiga, dan menanyakan hal yang serupa. Maka beliaupun bersabda : "Menikahlah dengan perempuan yang subur (dari nasab yang banyak melahirkan anak) dan mencintai suami, karena aku bangga dengan banyaknya pengikut dari keturunanmu dihadapan berbagai umat kelak." (HR. Abu Dawud, Nasa’i dan Hakim)
Mengutamakan Yang Masih Gadis Perawan
Islam menganjurkan dalam menentukan pilihan seorang istri, hendaklah mengutamakan perempuan-perempuan yang masih perawan daripada janda. Lebih-lebih bagi jejaka atau mereka yang belum punya keturunan.
"Pilihlah perempuan yang masih perawan,karena paling sedap bibirnya (lidahnya baik bicara), banyak keturunannya, jarang sifat makarnya, lebih rela dengan kepuasan tabiatnya." (HR. Ibnu Majah dan Baihaqi)
Itulah beberapa hal yang harus diperhatikan setiap lelaki muslim ketika hendak memilih istri. Semoga istri-istri kita, adalah istri-istri yang shalehah, sehingga rumah tangga kita menjadi rumah tangga yang sakinah,mawaddah dan wa rahmah. Aamiin
Kriteria Memilih Calon Suami
Setiap muslimah dan setiap wanita perempuan tentunya ingin beruntung dunia akhirat hendaknya mengidam-idamkan sosok calon suami kriteria sebagai berikut :
Taat kepada Allah dan Rasul-Nya
Ini adalah kriteria yang paling utama dari kriteria yang lain. Maka dalam memilih calon pasangan hidup, minimal harus terdapat satu syarat ini. Karena Allah Ta’ala berfirman yang artinya :
"Sesungguhnya yang paling mulia di antara kalian adalah yang paling bertaqwa.” (QS. Al Hujurat: 13)Takwa adalah menjaga diri dari adzab Allah Ta’ala dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Maka hendaknya seorang muslim berjuang untuk mendapatkan calon pasangan yang paling mulia di sisi Allah, yaitu seorang yang taat kepada aturan agama.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda yang artinya :
"Jika datang kepada kalian seorang lelaki yang kalian ridhai agama dan akhlaknya, maka nikahkanlah ia. Jika tidak, maka akan terjadi fitnah di muka bumi dan kerusakan yang besar." (HR. Tirmidzi ).Jika demikian, maka ilmu agama adalah poin penting yang menjadi perhatian dalam memilih pasangan. Karena bagaimana mungkin seseorang dapat menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya, padahal dia tidak tahu apa saja yang diperintahkan oleh Allah dan apa saja yang dilarang oleh-Nya? Dan disinilah diperlukan ilmu agama untuk mengetahuinya.
Maka pilihlah calon pasangan hidup yang memiliki pemahaman yang baik tentang agama. Karena salah satu tanda orang yang diberi kebaikan oleh Allah adalah memiliki pemahaman agama yang baik.
Berilmu dan Baik Akhlaknya
Masa depan kehidupan suami-istri erat kaitannya dengan memilih suami, maka Islam memberi anjuran agar memilih akhlak yang baik, shalih, dan taat beragama.
Islam memiliki pertimbangan dan ukuran tersendiri dengan meletakkannya pada dasar takwa dan akhlak serta tidak menjadikan kemiskinan sebagai celaan dan tidak menjadikan kekayaan sebagai pujian.
Sebagaimana firman Allah Ta’ala yang artinya :
"Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu dan orang-orang yang layak (nikah) dan hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui." (QS. An Nur : 32).Laki-laki yang memiliki keistimewaan keutamaan adalah laki-laki yang mempunyai ketakwaan dan keshalihan akhlak. Dia mengetahui hukum-hukum Allah tentang bagaimana memperlakukan istri, berbuat baik kepadanya, dan menjaga kehormatan dirinya serta agamanya.
Dengan demikian ia akan dapat menjalankan kewajibannya secara sempurna di dalam membina keluarga dan menjalankan kewajiban-kewajibannya sebagai suami, mendidik anak-anak, menegakkan kemuliaan, dan menjamin kebutuhan-kebutuhan rumah tangga dengan tenaga dan nafkah.
Menyenangkan Jika Dipandang
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits yang telah disebutkan, membolehkan kita untuk menjadikan faktor fisik sebagai salah satu kriteria memilih calon pasangan. Karena paras yang cantik atau tampan, juga keadaan fisik yang menarik lainnya dari calon pasangan hidup kita adalah salah satu faktor penunjang keharmonisan rumah tangga.
Maka mempertimbangkan hal tersebut sejalan dengan tujuan dari pernikahan, yaitu untuk menciptakan ketentraman dalam hati.
Menghindari Ketertarikan Kekayaan Dunia
Sungguh bukan termasuk amalan yang terpuji bila seseorang menikahkan puterinya hanya karena mahar yang tinggi dan mahal. Mereka tidak mau menikahkan puterinya, kecuali kepada orang yang terbaik kedudukan atau kekayaannya, tanpa menghiraukan bagamaimana akhlak dan agamanya. Islam tidak memandang kaum perempuan sebagai obyek bisnis. Maka dari itu, bagi para wali dari gadis hendaknya menitikberatkan pada kemuliaaan sifatnya.
Oleh sebab itu, Allah SWT berfirman :
“Dan Nikahkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu,dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. An Nur : 32)
Demikianlah yang dipraktikkan oleh Rasulullah SAW, yang selalu berjalan pada rel Ilahi. Bagi puterinya sendiri, beliau memilihkan laki-laki yang kuat agamanya,berani dan beriman,dialah Ali bin Abi Thalib ra. untuk menjadi menantunya.
Demikian beberapa cara tips kiat memilih kriteria calon suami dan calon istri dalam Islam semoga bisa memberikan manfaat kepada kita semuanya aamiin. Unknown Sunday, May 12, 2013 New Google SEO Bandung, Indonesia














