<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-908102935618754628</id><updated>2012-02-02T00:42:08.943+07:00</updated><category term='Tauhid'/><category term='Muhasabah'/><category term='Akhlaq'/><category term='Ibrah'/><category term='Blogroll Sahabat Muhasabah'/><category term='Muslimah'/><category term='Aqidah'/><category term='Award'/><category term='Fiqih'/><category term='Keluarga'/><category term='Sirah'/><category term='Buku Tamu'/><category term='Tazkiyatun Nafs'/><category term='Link Exchange'/><category term='Permata Hati'/><category term='Sirah Sahabat'/><category term='Alam Kubur'/><category term='Puasa'/><category term='Adab'/><category term='Kisah'/><category term='Nasehat'/><title type='text'>Muhasabah</title><subtitle type='html'>Kumpulan Artikel Islami Untuk Muhasabah</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://abufarras.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/908102935618754628/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abufarras.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/908102935618754628/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Abu Farras</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00721574642806691527</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/-U1mwVFK_flo/TiOiUY3w3vI/AAAAAAAAAMg/UA3UrwcXRMY/s220/30.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>159</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-908102935618754628.post-4966345180794312230</id><published>2012-01-29T21:45:00.002+07:00</published><updated>2012-01-29T21:46:55.971+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Keluarga'/><title type='text'>Menerima Kekurangan Istri</title><content type='html'>&lt;b&gt;Menerima Kekurangan Istri&lt;/b&gt;.Kehidupan &lt;a href="http://abufarras.blogspot.com/2011/07/nasehat-untuk-suami-isteri.html" target="_blank"&gt;suami istri&lt;/a&gt; adalah kehidupan yang penuh dengan romantika, karena keluarga merupakan pergaulan seumur hidup, sebagaimana kata orang-orang bahwa kedua pasangan  bisa melihat kekurangan-kekurangan pasangannya dengan jelas, dan terkadang seorang suami merasa tidak aneh dengan kekurangan tertentu yang dapat pada istrinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkadang &lt;a href="http://abufarras.blogspot.com/2012/01/menerima-kekurangan-istri.html" target="_blank"&gt;kekurangan&lt;/a&gt; itu terasa berat bagi sang suami, tetapi dalam waktu yang sama sang istri memiliki keistimewaan-keistimewaan yang banyak dan tindakan-tindakan yang terpuji.Semua itu mengajak suami untuk berfikir cermat dalam memecahkan masalah, bukannya menghukumi istrinya dari sisi kekurangannya saja.Akan tetapi hendaknya sang suami melihat kebaikan-kebaikan dan kejelekan-kejelekan sang istri.&lt;a href="http://abufarras.blogspot.com/2010/12/istriku-bukan-bidadari-tapi-aku-pun.html" target="_blank"&gt;Keistimewaan dan kekurangannya&lt;/a&gt; secara bersamaan, dan tidak menghukumi dengan sebelah mata serta tidak membenci istrinya lantaran perilaku tertentu yang sudah menjadi tabiatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-YAT6daAH0wo/TyVbAW5FjtI/AAAAAAAAAP4/wYRwu7BHoAg/s1600/Menerima+Kekurangan+Istri@Muhasabah.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="menerima kekurangan istri,kehidupan rumah tangga,rumah tangga idaman"border="0" height="161" src="http://2.bp.blogspot.com/-YAT6daAH0wo/TyVbAW5FjtI/AAAAAAAAAP4/wYRwu7BHoAg/s200/Menerima+Kekurangan+Istri@Muhasabah.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Allah Ta'ala berfirman : "...Dan pergaullah dengan mereka secara patut.Kemudian, bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan kepadanya kebaikan yang sama."&lt;br /&gt;( QS. An-Nisa' [4]:19 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janganlah seorang suami membenci istrinya karena perilaku tertentu, sesekali jangan, karena Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam telah bersabda :"Janganlah seorang lelaki mukmin (suami) membenci perempuan mukminah (istri), seandainya dia membenci satu akhlaknya, maka dia akan rela (senang) dengan akhlaknya yang lain." ( HR. Muslim )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suami hendaknya mengetahui bahwasannya dia tidak akan pernah menemukan seorang istri yang terbebas dari kekurangan.Terkadang sang istri dengan kekurangannya itu lebih baik daripada wanita-wanita lain, yang menurut sang suami tidak memiliki berbagai kekurangan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah, sesungguhnya ia tidak mungkin mendapatkan seorang istri dengan ukuran yang sesuai dengan keinginannya secara sempurna.Pasti akan ada perbedaan watak (tabiat), ia pasti juga akan melihat sesuatu yang menarik dan yang tidak menarik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian tadi saudaraku mengenai &lt;a href="http://abufarras.blogspot.com/2012/01/menerima-kekurangan-istri.html" target="_blank"&gt;menerima kekurangan istri&lt;/a&gt;.Semoga Berguna dan bermanfaat saudaraku..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/908102935618754628-4966345180794312230?l=abufarras.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abufarras.blogspot.com/feeds/4966345180794312230/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abufarras.blogspot.com/2012/01/menerima-kekurangan-istri.html#comment-form' title='32 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/908102935618754628/posts/default/4966345180794312230'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/908102935618754628/posts/default/4966345180794312230'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abufarras.blogspot.com/2012/01/menerima-kekurangan-istri.html' title='Menerima Kekurangan Istri'/><author><name>Abu Farras</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00721574642806691527</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/-U1mwVFK_flo/TiOiUY3w3vI/AAAAAAAAAMg/UA3UrwcXRMY/s220/30.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-YAT6daAH0wo/TyVbAW5FjtI/AAAAAAAAAP4/wYRwu7BHoAg/s72-c/Menerima+Kekurangan+Istri@Muhasabah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>32</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-908102935618754628.post-2853944764115387407</id><published>2012-01-23T09:57:00.002+07:00</published><updated>2012-01-23T10:03:07.593+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ibrah'/><title type='text'>Kelembutan Rasulullah</title><content type='html'>&lt;b&gt;Kelembutan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam&lt;/b&gt;.Alhamdulillah setelah terakhir kemarin &lt;b&gt;Muhasabah&lt;/b&gt; memposting mengenai &lt;a href="http://abufarras.blogspot.com/2012/01/kesabaran-rasulullah.html" target="_blank"&gt;Kesabaran Rasulullah&lt;/a&gt; maka hari ini akan memposting mengenai salah satu dari sifat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam lainnya yaitu &lt;a href="http://abufarras.blogspot.com/2012/01/kelembutan-rasulullah.html" target="_blank"&gt;Kelembutan Rasulullah&lt;/a&gt; dan semoga dapat bermanfaat salah satu contoh bentuk suri tauladan kita mengenai &lt;b&gt;Akhlaq Rasulullah&lt;/b&gt; shallallahu 'alaihi wa allam ini saudaraku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena beliau &lt;a href="http://abufarras.blogspot.com/2012/01/kelembutan-rasulullah.html" target="_blank"&gt;Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam&lt;/a&gt; adalah seorang utusan Allah Ta'ala, maka pastilah beliau adalah orang yang paling lembut diantara manusia, paling lapang hatinya, paling halus budinya, dan paling lembut pergaulannya.Beliau menahan amarahnya, memaafkan, berdamai, dan mengampuni orang yang berbuat yang berbuat salah.Beliau melepaskan hak-hak khususnya selama itu bukan hak Allah.Beliau memaafkan orang yang menganiayanya, mengusirnya dari negaranya, mencelanya, memakinya dan memeranginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-kadTxyyqIaU/Txfb9fHYVqI/AAAAAAAAAPw/sHu58Q02MbU/s1600/21.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="kelembutan Rasulullah,Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam,Akhlaq Rasulullah"border="0" height="163" src="http://2.bp.blogspot.com/-kadTxyyqIaU/Txfb9fHYVqI/AAAAAAAAAPw/sHu58Q02MbU/s200/21.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kelembutan Rasulullah&lt;/b&gt; shallallahu 'alaihi wa sallam memaafkan sepupunya, Sufyan bin Harits pada hari penaklukannya ketika beliau berdiri di hadapannya dan berkata kepadanya :"Demi Allah, Allah telah memuliakanmu atas kami walaupun kami adalah orang yang berbuat salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Rasulullah shallallahu 'alaihi a sallam bersabda :"Dia (Yusuf) berkata :"Pada hari ini tak ada cercaan terhadap kamu, mudah-mudahan Allah mengampuni (kamu), dan Dia adalah Maha Penyayang diantara para penyayang." ( QS. Yusuf[12] :92 )&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang Arab telah menghadapinya dengan kekerasan dan adab yang buruk, tetapi beliau tetap sabar dan memaafkan.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Beliau telah mengambil contoh dari urusan Tuhannya dalam firmanNya :"...mka maafkanlah (mereka) dengan cara yang baik." (QS. Al-Hijr[15] : 85 )&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://abufarras.blogspot.com/2012/01/kelembutan-rasulullah.html" target="_blank"&gt;Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam&lt;/a&gt; tidak membalas  keburukan dengan keburukan, bahkan beliau memaafkan dan berdamai.Beliau tidak meluapkan kemarahannya jika itu adalah untuk dirinya sendiri.Beliau tidak mendendam untuk dirinya, bahkan ketika beliau marah beliau bertambah lembut.Seringkali beliau tersenyum, padahal beliau sedang marah, dan seringkali beliau menasehati salah seorang dari sahabat-sahabatnya.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Beliau bersabda :"Jangan marah, jangan marah, jangan marah." (HR Bukhari [6116] )&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Ketika ada perkataan yang buruk sampai padanya.Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tidak mencari orang yang mengucapkan perkataan itu, tidak mencelanya, dan tidak menghukumnya.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Beliau bersabda :"Tidak sampai padaku perkataan salah seorang darimu yang ditujukan kepadaku.Maka aku akan akan suka keluar menuju kalian dalam keadaan hati yang selamat." ( HR. Ahmad[3785], Abu Dawud[3460], Tirmidzi[3892] )&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Mas'ud mengadukan sebuah perkataan yang membuat air muka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Rasulullah shallaallahu 'alaihi wa sallam bersabda :"Semoga Allah memberi rahmat kepada Musa, dia disakiti lebih dari ini, dia tetap sabar." (HR. Bukhari[3150] dan Muslim[1062] )&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam adalah yang &lt;a href="http://abufarras.blogspot.com/2012/01/kelembutan-rasulullah.html" target="_blank"&gt;paling lembut&lt;/a&gt; terhadap keluarganya,Beliau berkelakar dengan mereka, bersikap lembut kepadanya, memaafkan kesalahan yang mereka perbuat, bertemu dengan mereka dengan senyum dan tawa, memebuhi hati dan rumah mereka dengan suka cita dan kebahagiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelayannya, Anas bin Malik berkata :"Aku melayani Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam selama sepuluh tahun, beliau tidak pernah mengatakan kepadaku tentang sesuatu yang aku perbuat :"Mengapa kamu melakukan ini?" Dan tidak pula berkata terhadap sesuatu yang tidak aku lakukan :"Mengapa kamu tidak melakukannya?".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah kesempurnaan &lt;a href="http://abufarras.blogspot.com/2012/01/kelembutan-rasulullah.html" target="_blank"&gt;sifat lembut&lt;/a&gt; dan kesempurnaan akhlak yang baik, keindahan sifat, dan kelembutan budi pekerti.Bahkan setiap orang yang menemaninya, sahabatnya, atau orang yang berbaiat kepada beliau pasti akan menemukan kelembutan, kecintaan, dan kelembutannya yang tidak terhenti, sehingga kecintaannya menempati setiap hati, setiap ruh terikat padanya, dan setiap jiwa manusia kepadanya secara sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian tadi saudaraku mengenai &lt;a href="http://abufarras.blogspot.com/2012/01/kelembutan-rasulullah.html" target="_blank"&gt;Kelembutan Rasulullah&lt;/a&gt;.Semoga Berguna dan bermanfaat saudaraku..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/908102935618754628-2853944764115387407?l=abufarras.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abufarras.blogspot.com/feeds/2853944764115387407/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abufarras.blogspot.com/2012/01/kelembutan-rasulullah.html#comment-form' title='35 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/908102935618754628/posts/default/2853944764115387407'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/908102935618754628/posts/default/2853944764115387407'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abufarras.blogspot.com/2012/01/kelembutan-rasulullah.html' title='Kelembutan Rasulullah'/><author><name>Abu Farras</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00721574642806691527</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/-U1mwVFK_flo/TiOiUY3w3vI/AAAAAAAAAMg/UA3UrwcXRMY/s220/30.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-kadTxyyqIaU/Txfb9fHYVqI/AAAAAAAAAPw/sHu58Q02MbU/s72-c/21.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>35</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-908102935618754628.post-8455695821960724991</id><published>2012-01-18T08:41:00.002+07:00</published><updated>2012-01-19T06:13:01.672+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ibrah'/><title type='text'>Kesabaran Rasulullah</title><content type='html'>&lt;b&gt;Kesabaran Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam&lt;/b&gt;.Tidak ada seorang pun yang mengalami berbagai musibah, kesulitan, penderitaan, dan krisis seperti yang dialami oleh Rasulullah shallallahu a'alaihi wa sallam.Beliau adalah termasuk orang yang sabar dan penuh perhitungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Allah Subhanahu Wa ta'ala berfirman : "Bersabarlah (hai Muhammad) dan tiadalah kesabaran itu melainkan dengan pertolongan Allah....(QS. an-Nahl [16] : 127).&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://abufarras.blogspot.com/2012/01/kesabaran-rasulullah.html" target="_blank"&gt;Kesabaran Rasulullah&lt;/a&gt; tatkala menjadi yatim, dalam kefakiran, kemiskinan, kelaparan, kebutuhan, kelelahan, kedengkian, dan penindasan musuh yang datang sesekali.Beliau bersabar sewaktu diusir dari bangsanya, diusir dari rumahnya, dan jauh dari keluarga.&lt;b&gt;Kesabaran&lt;/b&gt; beliau atas pembunuhan kerabatnya, penangkapan para sahabat-sahabatnya, pengusiran para pengikutnya, pengusiran para pengikutnya,permusuhan dari musuhnya, persatuan musuh dan orang-orang yang memeranginya, kebencian orang-orang yang mempunyai kepentingan, kesombongan para penindas, kekasaran orang Badui, makar orang Yahudi, kesombongan orang Nasrani, keburukan orang munafik, dan kemadharatan dari orang-orang yang memusuhi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-5s6Ron1MDAQ/TxYgZ754jyI/AAAAAAAAAPo/N1uODRWiCXQ/s1600/Kesabaran+Rasulullah-Muhasabah.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="kesabaran rasulullah shallalllahu , kesabaran,teladan orang-orang yang bersyukur"border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-5s6Ron1MDAQ/TxYgZ754jyI/AAAAAAAAAPo/N1uODRWiCXQ/s1600/Kesabaran+Rasulullah-Muhasabah.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://abufarras.blogspot.com/2012/01/kesabaran-rasulullah.html" target="_blank"&gt;Kesabaran Rasulullah&lt;/a&gt; atas perangai buruk tetangga dekat dan sikap permusuhan tetangga yang jauh, paksaan orang yang batil, dan kezhaliman para pembohong.Beliau bersabar atas dunia dengan segala perhiasannya dan keindahannya serta emas dan peraknya, tidak tertarik sedikitpun dengan dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://abufarras.blogspot.com/2012/01/kesabaran-rasulullah.html" target="_blank"&gt;Kesabaran Rasulullah&lt;/a&gt; atas tantangan para penguasa, ancaman para penguasa, ancaman para pejabat, dan syahwat para pemimpin.Beliau berpaling dari semua itu untuk mencapai keridhaan Allah Ta'ala.&lt;br /&gt;Rasulullah shalalllahu 'alaihi wa sallam adalah orang yang sabar, penuh perhitungan dalam setiap tindakan dari berbagai tindakan dalam kehidupannya, maka sabar adalah baju, tameng, sahabat, dan sekutunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Setiap kali perkataan musuhnya menggelisahkannya, beliau berdzikir :"maka bersabarlah kamu atas apa yang mereka katakan..." ( QS. Thaahaa [20] : 130 ).&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Setiap kali keadaan dan masalah yang sangat menyusahkan menimpanya, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam selalu berdzikir : "Maka kesabaran yang baik itulah (kesabaran)." (QS. Yusuf [12]:18 ).&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Setiap kali ancaman musuh datang dan membuat tidurnya tidak nyenyak, beliau berdzikir :"Maka bersabarlah kamu seperti orang-orang yang mempunyai keteguhan hati dan rasul-rasul..." (QS. al-Ahqaf [46]:35 ).&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://abufarras.blogspot.com/2012/01/kesabaran-rasulullah.html" target="_blank"&gt;Kesabaran Rasulullah&lt;/a&gt; shallallahu 'alaihi wa sallam adalah kesabaran yang yakin akan pertolongan Allah Subhanahu Wa Ta'ala,yang tenang atas janji Allah, yang teguh pada Rabbnya, dan yang mengharapkan pahala dari Rabbnya yang Maha Agung.Kesabaran Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam adalah kesabaran yang yakin bahwasannya Allah Ta'ala betul-betul akan menolongnya, bahwasannya kebaikan adalah untuknya, bahwasannya Allah Ta'ala selalu bersamanya dan sungguh Allah-lah yang telah mencukupinya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam sabar atas perkataan yang jelek, sehingga perkataan itu tidak menggoyahkannya.Beliau bersabar atas kata-kata yang menyakitkan, sehingga kata-kata tersebut tidak menggelisahkannya.Beliau juga bersabar atas sikap yang disengaja untu menyakitinya maka beliau tidak merasa sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika pamannya beliau meninggal, Rasulullah bersabar, ketika istri beliau meninggal, beliau bersabar, ketika Hamzah terbunuh, beliaupun bersabar.Orang-orang menyebutnya sebagai orang gila, seorang penyair, dukun, tukang sihir, pendusta, dan orang yang lemah beliau tetap dalam kesabarannya.Orang-orang mengusirnya, menyakitinya, mencercanya, mencaci-makinya, memusuhinya, memenjarakannya beliau pun tetap dalam kesabarannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah kesabaran tersebut bisa dipelajari selain dari beliau ? Apakah ada orang lain yang patut diikuti selain dari beliau?Rasulullah shallallahu 'alahi wa sallam adalah contoh  serta suri tauladan kita dalam kelapangan dada, keagungan kesabaran, kebesaran keindahan akhlak dan juga keteguhan hati.Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam imam orang-orang yang sabar dan &lt;b&gt;teladan orang-orang yang bersyukur&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian tadi saudaraku mengenai &lt;a href="http://abufarras.blogspot.com/2012/01/kesabaran-rasulullah.html" target="_blank"&gt;kesabaran Rasulullah&lt;/a&gt;.Semoga Berguna dan bermanfaat saudaraku...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/908102935618754628-8455695821960724991?l=abufarras.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abufarras.blogspot.com/feeds/8455695821960724991/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abufarras.blogspot.com/2012/01/kesabaran-rasulullah.html#comment-form' title='49 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/908102935618754628/posts/default/8455695821960724991'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/908102935618754628/posts/default/8455695821960724991'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abufarras.blogspot.com/2012/01/kesabaran-rasulullah.html' title='Kesabaran Rasulullah'/><author><name>Abu Farras</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00721574642806691527</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/-U1mwVFK_flo/TiOiUY3w3vI/AAAAAAAAAMg/UA3UrwcXRMY/s220/30.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-5s6Ron1MDAQ/TxYgZ754jyI/AAAAAAAAAPo/N1uODRWiCXQ/s72-c/Kesabaran+Rasulullah-Muhasabah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>49</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-908102935618754628.post-3366881184522958008</id><published>2012-01-12T09:01:00.002+07:00</published><updated>2012-01-19T06:19:53.387+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Keluarga'/><title type='text'>Menjaga Rahasia Istri</title><content type='html'>&lt;b&gt;Menjaga Rahasia Istri&lt;/b&gt;.Bukan hanya wanita saja yang dituntut untuk menjaga rahasia-rahasia suaminya, tetapi seorang lelaki juga demikian.Seorang suami dituntut untuk menjaga &lt;a href="http://abufarras.blogspot.com/2012/01/menjaga-rahasia-istri.html" target="_blank"&gt;rahasia-rahasia istrinya&lt;/a&gt;, karena pembicaraan dan penyebaran &lt;b&gt;rahasia istri&lt;/b&gt; menjadi ancaman besar runtuhnya mahligai rumah tangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembocoran rahasia yang paling buruk adalah seorang lelaki yang membocorkan rahasia ranjang tentang apa yang ia lakukan bersama istrinya, lalu menceritakannya kepada teman-teman, seperti aktivitas berhubungan badan dan cumbu rayunya kepada istri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-zAqMg9WB6_4/Twp6q6mxgrI/AAAAAAAAAPg/UFzqbcN79w8/s1600/Menjaga+Rahasia+Istri-Muhasabah.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt='menjaga rahasia istri,rahasia istri,menyebarkan rahasia'border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-zAqMg9WB6_4/Twp6q6mxgrI/AAAAAAAAAPg/UFzqbcN79w8/s1600/Menjaga+Rahasia+Istri-Muhasabah.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Menyebarkan rahasia&lt;/b&gt; jima' adalah perbuatan setan, dan tidak mungkin dilakukan oleh seseorang muslim yang beriman, karena muslim sejati sangat malu dari hal tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :"Sesungguhnya manusia yang paling buruk derajtnya disisi Allah pada hari Kiamat adalah seorang laki-laki dan wanita yang saling menyerahkan diri, namun ia membeberkan rahasia istrinya."&lt;br /&gt;( HR Muslim - 2597 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Asma 'binti Yazid pernah berada di sisi rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, disana juga ada kaum lelaki dan wanita, yang semuanya dalam keadaan duduk, maka Rasulullah shalallahu 'alaih wa sallam bersabda :"Memungkinkan ada seseorang yang membicarakan tentang apa yang yang dilakukannya dengan (istrinya) dan mungkinkan ada wanita yang mengabarkan apa yang dilakukannya bersama suaminya?"&lt;br /&gt;( HR.Ahmad )&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Demikian tadi saudaraku mengenai &lt;a href="http://abufarras.blogspot.com/2012/01/menjaga-rahasia-istri.html" target="_blank"&gt;menjaga rahasia istri&lt;/a&gt;.Semoga Berguna dan bermanfaat saudaraku...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/908102935618754628-3366881184522958008?l=abufarras.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abufarras.blogspot.com/feeds/3366881184522958008/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abufarras.blogspot.com/2012/01/menjaga-rahasia-istri.html#comment-form' title='59 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/908102935618754628/posts/default/3366881184522958008'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/908102935618754628/posts/default/3366881184522958008'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abufarras.blogspot.com/2012/01/menjaga-rahasia-istri.html' title='Menjaga Rahasia Istri'/><author><name>Abu Farras</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00721574642806691527</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/-U1mwVFK_flo/TiOiUY3w3vI/AAAAAAAAAMg/UA3UrwcXRMY/s220/30.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-zAqMg9WB6_4/Twp6q6mxgrI/AAAAAAAAAPg/UFzqbcN79w8/s72-c/Menjaga+Rahasia+Istri-Muhasabah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>59</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-908102935618754628.post-8617413823435140950</id><published>2012-01-06T19:17:00.002+07:00</published><updated>2012-01-06T19:21:02.231+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Akhlaq'/><title type='text'>Kiat Menjadi Pemimpin Sholeh</title><content type='html'>&lt;b&gt;Kiat Menjadi Pemimpin Sholeh&lt;/b&gt;.Sesungguhnya, Islam tidak memandang &lt;a href="http://abufarras.blogspot.com/2012/01/kiat-menjadi-pemimpin-sholeh.html" target="_blank"&gt;kepemimpinan&lt;/a&gt; sebagai kehormatan, melainkan sebagai amanah yang harus dipertanggungjawabkan. Seorang kepala desa akan dimintai pertanggungjawaban atas segala sesuatu yang terjadi di dalam desa-nya. Demikian pula dengan Camat, Bupati, Walikota, Gubernur, dan tentu saja, Presiden.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap kamu adalam &lt;b&gt;pemimpin&lt;/b&gt;, dan setiap kamu akan diminta pertanggungjawaban atas kepemimpinanmu itu &lt;br /&gt;(HR. Bukhari )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-7Iaw-agJehg/Twbm8Aed5EI/AAAAAAAAAPY/xd2ll_E7TOE/s1600/Pemimpin+Sholeh-Muhasabah.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt='kiat menjadi pemimpin sholeh,tips menjadi pemimpin sholeh,pemimpin' border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-7Iaw-agJehg/Twbm8Aed5EI/AAAAAAAAAPY/xd2ll_E7TOE/s1600/Pemimpin+Sholeh-Muhasabah.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Pemimpin pada hakekatnya adalah pelayan, karena ia harus melayani orang-orang yang ada dalam tanggung jawabnya.Berikut ini beberapa  &lt;a href="http://abufarras.blogspot.com/2012/01/kiat-menjadi-pemimpin-sholeh." target="_blank"&gt;kiat&lt;/a&gt; dan &lt;b&gt;tips menjadi pemimpin sholeh&lt;/b&gt; : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;1.&lt;/span&gt; Yakinilah bahwa ia adalah amanah yang ada pertanggungjawabannya, baik dalam dunia maupun nanti di akherat kelak, sehingga ia akan berhati-hati.&lt;br /&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;2.&lt;/span&gt; Berusaha berlaku adil dalam mengambil keputusan, tidak memihak kemanapun kecuali kepada kebenaran dan keadilan Insya Allah akan dicintai Allah dan manusia.&lt;br /&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;3.&lt;/span&gt; Konsekuen, baik menyangkut diri sendiri maupun orang lain.Jika tidak konsekuen, hanya akan melahirkan permusuhan dan ketidakpercayaan orang kepada pemimpin.&lt;br /&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;4.&lt;/span&gt; Tidak menampakkan dan memamerkan kekayaan secara berlebihan, karena akan mematikan sikap simpati kepadanya.Pemimpin yang penampilannya sederhana lebih disukai oleh yang dipimpinnya.&lt;br /&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;5. &lt;/span&gt;Tidak sombong dan angkuh kepada siapapun, sehingga membuat orang lain nyaman bersamanya.&lt;br /&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;6.&lt;/span&gt; Lebih dekat dengan Allah Subhanahu Wa Ta'ala, sebagai tempat menyandarkan segala perkara serta permasalahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian tadi saudaraku mengenai &lt;a href="http://abufarras.blogspot.com/2012/01/kiat-menjadi-pemimpin-sholeh." target="_blank"&gt;kiat menjadi pemimpin sholeh&lt;/a&gt;.Semoga Berguna dan bermanfaat saudaraku...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/908102935618754628-8617413823435140950?l=abufarras.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abufarras.blogspot.com/feeds/8617413823435140950/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abufarras.blogspot.com/2012/01/kiat-menjadi-pemimpin-sholeh.html#comment-form' title='55 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/908102935618754628/posts/default/8617413823435140950'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/908102935618754628/posts/default/8617413823435140950'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abufarras.blogspot.com/2012/01/kiat-menjadi-pemimpin-sholeh.html' title='Kiat Menjadi Pemimpin Sholeh'/><author><name>Abu Farras</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00721574642806691527</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/-U1mwVFK_flo/TiOiUY3w3vI/AAAAAAAAAMg/UA3UrwcXRMY/s220/30.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-7Iaw-agJehg/Twbm8Aed5EI/AAAAAAAAAPY/xd2ll_E7TOE/s72-c/Pemimpin+Sholeh-Muhasabah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>55</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-908102935618754628.post-8163243550582140548</id><published>2012-01-03T10:25:00.001+07:00</published><updated>2012-01-03T10:25:41.052+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puasa'/><title type='text'>Puasa Sunnah</title><content type='html'>&lt;b&gt;Puasa Sunnah&lt;/b&gt;.Alhamdulillah kita hari ini senantiasa diberikan nikmat iman, islam dan juga kesehatan saudaraku sehingga kita masih dapat dipertemukan dalam keadaan sehat wal afiat aamiin..aamiin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini abu akan berbagi mengenai &lt;a href="http://abufarras.blogspot.com/2012/01/puasa-sunnah.html" target="_blank"&gt;puasa-puasa sunnah&lt;/a&gt; yang dianjurkan Rasululah shallallahu 'alaihi wa sallam dan diantaranya yaitu : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. &lt;span style="color: red;"&gt;Puasa 6 hari pada bulan Syawal.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah telah bersabda : "Siapa yang berpuasa Ramadhan lalu diikuti dengan puasa 6 hari pada bulan Syawal, seolah-olah is berpuasa setahun penuh".&lt;br /&gt;( HR. Muslim, Tirmidzi, Abu Dawud ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-h2qGYIx-sKE/TwJz-sJVLcI/AAAAAAAAAPI/ThGJTnAcXjI/s1600/Puasa+Sunnah-Muhasabah.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="puasa sunnah, sunnah rasulullah dalam berpuasa,puasa-puasa sunnah" border="0" height="140" src="http://2.bp.blogspot.com/-h2qGYIx-sKE/TwJz-sJVLcI/AAAAAAAAAPI/ThGJTnAcXjI/s200/Puasa+Sunnah-Muhasabah.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;2. &lt;span style="color: red;"&gt;Puasa nabi Daud.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : "Puasa yang paling Allah sukai adalah puasa Daud.Berpuasa satu hari dan berbuka satu hari".&lt;br /&gt;( HR. Bukhari )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. &lt;span style="color: red;"&gt;Puasa hari Asyura dan tasu'a (10 dan 9 Muharram ).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Abu Hurairah meriwayatkan bahwa suatu ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam ditanya. shalat apa yang pali baik sesudah shalat wajib.Beliau menjawab, shalat ditengah malam.lalu beliau ditanya puasa apa yang paling baik sesudah Ramadhan.Beliau menjawab, Bulan Allah yang kalian sebut dengan Muharram".&lt;br /&gt;( HR. Ahmad, Muslim, Abu Dawud ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. &lt;span style="color: red;"&gt;Puasa hari Arafah (9 Dzulhijah) bagi yang tidak menunaikan haji.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :"Puasa hari Arafah bisa menghapus dosa selama 2 tahun, tahun lalu dan tahun yang akan datang.Sementara, puasa hari Asyura menghapus dosa satu tahun yang lewat".&lt;br /&gt;( HR. al jamaah, kecuali Bukhari dan Tirmidzi )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. &lt;span style="color: red;"&gt;Puasa 3 hari pada setiap bulan Qamariyah ( 13,14,15 )&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Abu Dzarr al-Ghiffari berkata, Rasulullah shallaallahu 'alaihi wa sallam memerintahkan kepada kami untuk berpuasa dalm sebulan tiga kali, yaitu 13,14,15.Menurut beliau, ia seperti puasa satu tahun".&lt;br /&gt;( HR. Nasai )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. &lt;span style="color: red;"&gt;Puasa Senin Kamis.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam biasa melakukan puasa pada hari Senin Kamis.Maka beliau ditanya tentang hal itu.Beliau menjawab :"Amal hamba dihamparkan pada hari Senin Kamis.Aku ingin amalku dihamparkan sementara aaku dalam kondisi puasa."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian tadi saudaraku mengenai &lt;a href="http://abufarras.blogspot.com/2012/01/puasa-sunnah.html" target="_blank"&gt;puasa sunnah&lt;/a&gt;.Semoga Berguna dan bermanfaat saudaraku...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/908102935618754628-8163243550582140548?l=abufarras.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abufarras.blogspot.com/feeds/8163243550582140548/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abufarras.blogspot.com/2012/01/puasa-sunnah.html#comment-form' title='55 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/908102935618754628/posts/default/8163243550582140548'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/908102935618754628/posts/default/8163243550582140548'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abufarras.blogspot.com/2012/01/puasa-sunnah.html' title='Puasa Sunnah'/><author><name>Abu Farras</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00721574642806691527</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/-U1mwVFK_flo/TiOiUY3w3vI/AAAAAAAAAMg/UA3UrwcXRMY/s220/30.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-h2qGYIx-sKE/TwJz-sJVLcI/AAAAAAAAAPI/ThGJTnAcXjI/s72-c/Puasa+Sunnah-Muhasabah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>55</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-908102935618754628.post-5354583331542068512</id><published>2011-12-30T21:18:00.001+07:00</published><updated>2011-12-30T21:19:19.398+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Permata Hati'/><title type='text'>Memberi Nama Yang Baik</title><content type='html'>&lt;b&gt;Memberi Nama Yang Baik&lt;/b&gt;.Sesungguhnya Allah itu Indah dan menyukai keindahan.Diantara keindahan ialah memberi &lt;a href="http://abufarras.blogspot.com/2011/12/memberi-nama-yang-baik.html" target="_blank"&gt;memberi nama yang baik&lt;/a&gt; bagi anak dan tidak memberinya nama yang mengandung makna buruk.Islam adalah agama kemudahan seperti yang disebutkan dalam firman-Nya :"Allah menghendaki kemudahan bagi kamu"&lt;br /&gt;( QS. Al-Baqarah : 185 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu Islam selalu menginginkan kemudahan, meskipun menyangkut pemberian nama, dan Islam tidak menyukai kesulitan dan kekerasan meskipun juga menyangkut &lt;a href="http://abufarras.blogspot.com/2011/12/memberi-nama-yang-baik.html" target="_blank"&gt;pemberian nama&lt;/a&gt;.Hal ini dapat dilihat dengan jelas melalui larangan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memakai nama Harb (perang).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-0l8R3NQcxPQ/Tv3FnK2GEsI/AAAAAAAAAO8/mnd3KpsX6sg/s1600/Memberi+Nama+Yang+Baik-Muhasabah.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt='memberi nama yang baik, nama baik untuk anak, sunnah memberikan nama baik pada anak'border="0" height="200" src="http://4.bp.blogspot.com/-0l8R3NQcxPQ/Tv3FnK2GEsI/AAAAAAAAAO8/mnd3KpsX6sg/s200/Memberi+Nama+Yang+Baik-Muhasabah.jpg" width="139" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :"Nama yang paling disukai adalah 'Abdullah dan 'Abdur Rahman, dan nama yang paling baik adalah Harits dan Hammam, sedang nama yang paling buruk adalah Harb (perang) dan Murrah (pahit)."&lt;br /&gt;( HR. Abu Dawud )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Ibnu 'Umar r.a yang telah mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah bersabda :"Sesungguhnya nama yang paling disukai Allah adalah 'Abdullah dan 'Abdur Rahman."&lt;br /&gt;( HR. Muslim )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian tadi saudaraku mengenai &lt;a href="http://abufarras.blogspot.com/2011/12/memberi-nama-yang-baik.html" target="_blank"&gt;memberi nama yang baik&lt;/a&gt;.Semoga Berguna dan bermanfaat saudaraku...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/908102935618754628-5354583331542068512?l=abufarras.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abufarras.blogspot.com/feeds/5354583331542068512/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abufarras.blogspot.com/2011/12/memberi-nama-yang-baik.html#comment-form' title='50 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/908102935618754628/posts/default/5354583331542068512'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/908102935618754628/posts/default/5354583331542068512'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abufarras.blogspot.com/2011/12/memberi-nama-yang-baik.html' title='Memberi Nama Yang Baik'/><author><name>Abu Farras</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00721574642806691527</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/-U1mwVFK_flo/TiOiUY3w3vI/AAAAAAAAAMg/UA3UrwcXRMY/s220/30.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-0l8R3NQcxPQ/Tv3FnK2GEsI/AAAAAAAAAO8/mnd3KpsX6sg/s72-c/Memberi+Nama+Yang+Baik-Muhasabah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>50</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-908102935618754628.post-4237613528388185501</id><published>2011-12-26T20:03:00.001+07:00</published><updated>2011-12-26T20:06:40.566+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Permata Hati'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Adab'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Keluarga'/><title type='text'>Anjuran Adzan dan Iqamah Pada Bayi</title><content type='html'>&lt;b&gt;Anjuran Adzan dan Iqamah Pada Bayi&lt;/b&gt;.Alhamdulillah adalah ucapan pertama kali bila kita dikarunia seorang anak hasil dari buah pernikahan kita tentunya.Dan dalam menyambut buah hati ini ada beberapa sunnah yang dianjurkan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan diantaranya yaitu &lt;a href="http://abufarras.blogspot.com/2011/12/anjuran-adzan-dan-iqamah-pada-bayi.html" target="_blank"&gt;anjuran Adzan dan Iqamah&lt;/a&gt;.&lt;b&gt;Anjuran untuk adzan dan iqamah&lt;/b&gt; ini banyak hadist yang membahasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibawah ini beberapa hadist yang &lt;a href="http://abufarras.blogspot.com/2011/12/anjuran-adzan-dan-iqamah-pada-bayi.html" target="_blank"&gt;menganjurkan adzan dan iqamah pada bayi&lt;/a&gt; dan diantaranya yaitu : &lt;br /&gt;1. "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengumandangkan adzan di telinga Hasan bin 'ali ketika Fathimah melahirkannya"&lt;br /&gt;( HR. Abu Daud, Tirmidzi ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :"Siapa saja yang dikaruniai seorang bayi lalu dia mengumandangkan adzan di telinga kanannya dan iqamat di telinga kirinya, maka bayi itu akan dijauhkan dari 'Ummush Shibyan'"&lt;br /&gt;( HR. Baihaqi )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun rahasia &lt;a href="http://abufarras.blogspot.com/2011/12/anjuran-adzan-dan-iqamah-pada-bayi.html" target="_blank"&gt;menganjurkan adzan dan iqamah pada bayi&lt;/a&gt;, Wallahu a'alam agar yang pertama-tama mengetuk pendengaran anak manusia adalah kalimat yang memuat keagungan dan kebesaran Illahi serta serta syahadat yang merupakan jalan yang pertama-tama harus ditempuh untuk menganut agama Islam.Jadi, dengan adzan seolah-olah mengajarkan kepada bayi tentang syiar Islam pada saat bayi tersebut memasuki kehidupan dunianya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-M9Y4Pv4uJTs/TvczEgR0M9I/AAAAAAAAAOw/6-pwFNJhO4U/s1600/Adzan%2Bdan%2Biqamah-Muhasabah.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt='anjuran adzan dan iqamah pada bayi, adzan iqamah bayi, sunnah adzan dan iqamah bayi'border="0" height="149" src="http://4.bp.blogspot.com/-M9Y4Pv4uJTs/TvczEgR0M9I/AAAAAAAAAOw/6-pwFNJhO4U/s200/Adzan%2Bdan%2Biqamah-Muhasabah.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Tidak perlu dipungkiri, &lt;b&gt;pengaruh adzan&lt;/b&gt; akan sampai ke dalam hati si bayi.Dia akan terpengaruh dengannya meskipun bayi itu belum tahu apa-apa.Faedah lain dari mengadzankan bayi yaitu larinya setan yang menghindar dari kalimat adzan karena sebelum itu setan memang selalu mengintai bayi sampai lahir, selanjutnya dia akan selalu berusaha menyertainya untuk menguji dan membernya bencana.Jka memang ditakdirkan dan dikehendaki Allah.Biarlah setan dari bayi itu mendengar sesuatu yang membuatnya lemah dan marah saat pertama kali hendak mendekati anak manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih ada lagi makna adzan ditelinga bayi, yaitu agar seruan yang terkandung di dalam adzan, yaitu seruan kepada Allah, kepada agama Islam, dan beribadah kepadaNya mendahului seruan setan.Begitu pula, agar fitrah Allah, dengannya anak manusia diciptakan, mendahului penyimpangan dan pengalihan yang diupayakan setan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Ummush Shibyan' : Ada yang mengatakan  itu adalah jin perempuan.Ada pula yang mengatakan apa saja yang menakutkan anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian tadi saudaraku mengenai &lt;a href="http://abufarras.blogspot.com/2011/12/anjuran-adzan-dan-iqamah-pada-bayi.html" target="_blank"&gt;anjuran adzan dan iqamah&lt;/a&gt;.Semoga Berguna dan bermanfaat saudaraku...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/908102935618754628-4237613528388185501?l=abufarras.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abufarras.blogspot.com/feeds/4237613528388185501/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abufarras.blogspot.com/2011/12/anjuran-adzan-dan-iqamah-pada-bayi.html#comment-form' title='48 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/908102935618754628/posts/default/4237613528388185501'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/908102935618754628/posts/default/4237613528388185501'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abufarras.blogspot.com/2011/12/anjuran-adzan-dan-iqamah-pada-bayi.html' title='Anjuran Adzan dan Iqamah Pada Bayi'/><author><name>Abu Farras</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00721574642806691527</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/-U1mwVFK_flo/TiOiUY3w3vI/AAAAAAAAAMg/UA3UrwcXRMY/s220/30.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-M9Y4Pv4uJTs/TvczEgR0M9I/AAAAAAAAAOw/6-pwFNJhO4U/s72-c/Adzan%2Bdan%2Biqamah-Muhasabah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>48</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-908102935618754628.post-6976996263933767932</id><published>2011-12-23T06:19:00.002+07:00</published><updated>2011-12-23T07:28:58.026+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Permata Hati'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Adab'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Keluarga'/><title type='text'>Mengajarkan Anak Shalat</title><content type='html'>&lt;b&gt;Mengajarkan Anak Shalat&lt;/b&gt;.Sebenarnya &lt;a href="http://abufarras.blogspot.com/2011/12/mengajarkan-anak-shalat.html" target="_blank"&gt;mengajarkan anak shalat&lt;/a&gt; serta akan pentingnya shalat memang seharusnya sudah dimulai sejak dari janin.&lt;a href="http://abufarras.blogspot.com/2011/05/keajaiban-doa-ibu.html" target="_blank"&gt;Ibu&lt;/a&gt; yang senantiasa menjaga wudhu serta shalatnya pada saat hamil berarti telah mengenalkan shalat kepada janin yang dikandungnya.Makna bacaan shalat akan terekam dan akan memberikan pengaruh positif bagi &lt;a href="http://abufarras.blogspot.com/2011/02/saat-si-kecil-tumbuh-dalam-rahim_07.html" target="_blank"&gt;sang janin&lt;/a&gt;.Mau seperti apa anak kita, maka penanaman hal-hal yang kita inginkan dimulai dari dalam kandungan.Dan &lt;b&gt;mengajarkan anak shalat&lt;/b&gt; adalah sangat penting dimulai sejak sedini mungkin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua bermula dari &lt;a href="http://abufarras.blogspot.com/2011/04/akhlaq-untuk-buah-hati.html" target="_blank"&gt;keteladanan orang tua&lt;/a&gt;.Menyaksikan kedua orang tuanya melakukan shalat lima waktu setiap hari sejak dini, membuat anak terpicu untuk meniru.Ketika anak memasuki usia sekolah, yaitu sekitar usia 7 tahun, maka mulailah anak untuk siap mamasuki masa untuk mempelajari tata shalat yang benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-N821A3shTTo/TvO0cVYaJqI/AAAAAAAAAOk/msmiAgRjRq8/s1600/Mengajarkan+anak+shalat-Muhasabah.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt='mengajarkan anak shalat, membimbing dan mendidik shalat,shalat sejak dini,tata cara shalat' border="0" height="200" src="http://4.bp.blogspot.com/-N821A3shTTo/TvO0cVYaJqI/AAAAAAAAAOk/msmiAgRjRq8/s200/Mengajarkan+anak+shalat-Muhasabah.jpg" width="151" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Beberapa cara yang dapat dilakukan pada fase ini, yaitu mengajarkan rukun-rukun shalat melaui pendekatan praktek langsung.Misalnya pada waktu-waktu shalat orangtua mengajak anak untuk langsung melakukan shalat dengan bimbingan.Mulai dari tatacara thaharah serta &lt;a href="http://abufarras.blogspot.com/2011/02/sifat-wudhu-nabi.html" target="_blank"&gt;berwudhu&lt;/a&gt; pada anak, bagaimana membentuk barisan, shaf-shaf pada shalat diikuti dengan praktek shalat yang benar serta menghapalkan doa-doa secara bertahap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika anak berusia sepuluh tahuan anak belum juga mau mengikuti perintah shalat.Maka kita diingatkan dengan sebuah hadist yang diriwayatkan Al-Imam Abu Dawud bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Suruhlah anak-anak kalian untuk shalat ketika berumur tujuh tahun dan jika telag berumur sepuluh tahun, namun tidak mau mengerjakan shalat maka pukullah.”&lt;br /&gt;Ungkapan ini perlu pula dimaknai dengan hati-hati dan juga secara arif.Karena makna “pukullah” di sini tentu bukan melakukan hukuman dengan kekerasan secara fisik yang menyakitkan dan melukai anak, akan tetapi bahwa &lt;a href="http://abufarras.blogspot.com/2010/12/wahai-anakku.html" target="_blank"&gt;orang tua&lt;/a&gt; harus menunjukkan ketidaksenangan dan konsekuensi yang sangat tegas saat anak menolak shalat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap pencapaian anak dalam belajar shalat merupakan sebuah prestasi baginya.Sudah selayaknyalah kita sebagai orang tuanya memberikan penghargaan.Penghargaan tidak hanya diberikan atas prestasi akademik formal, tetapi hendaknya penghargaan diberikan ketika anak mengerjakan shalat lima waktu atau mampu membaca ayat-ayat Al-Qur’an.&lt;br /&gt;Penghargaan sebagai bentuk ekspresi agar anak mengetahui bahwa hal tersebut memang benar-benar sebuah prestasi yang membanggakan sekaligus membahagiakan orangtuanya.Dengan adanya penghargaan inipun, akan menumbuhkan sikap menghargai.Jika orang tua mampu menghargai prestasi anak dalam hal ibadah, maka sang anak pun akan menghargai ibadah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penghargaan ini pun tidak selalu diberikan atau pun diekspresikan dalam bentuk barang, apalagi barang-barang yang mewah dan berlebihan.Tetapi bisa disampaikan dengan ucapan terima kasih,pelukan dan ciuman penuh kasih sayang serta  belaian yang diberikan sesudah anak mengerjakan shalat juga merupakan penghargaan yang tidak dapat diukur dengan materi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan bagi anak-anak, guru yang paling baik itu adalah &lt;a href="http://abufarras.blogspot.com/2011/02/anak-anak-mengikuti-perbuatan-yang.html" target="_blank"&gt;contoh yang benar&lt;/a&gt; dari kita sebagai orang tuanya.Semua orang sepakat bahwa mengajar dengan praktik dan memberi contoh secara langsung jauh lebih berpengaruh positif pada pemahaman anak daripada hanya teori semata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian tadi saudaraku sedikit mengenai &lt;a href="http://abufarras.blogspot.com/2011/12/mengajarkan-anak-shalat.html" target="_blank"&gt;mengajarkan anak shalat&lt;/a&gt;.Semoga Berguna dan bermanfaat saudaraku...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/908102935618754628-6976996263933767932?l=abufarras.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abufarras.blogspot.com/feeds/6976996263933767932/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abufarras.blogspot.com/2011/12/mengajarkan-anak-shalat.html#comment-form' title='68 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/908102935618754628/posts/default/6976996263933767932'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/908102935618754628/posts/default/6976996263933767932'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abufarras.blogspot.com/2011/12/mengajarkan-anak-shalat.html' title='Mengajarkan Anak Shalat'/><author><name>Abu Farras</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00721574642806691527</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/-U1mwVFK_flo/TiOiUY3w3vI/AAAAAAAAAMg/UA3UrwcXRMY/s220/30.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-N821A3shTTo/TvO0cVYaJqI/AAAAAAAAAOk/msmiAgRjRq8/s72-c/Mengajarkan+anak+shalat-Muhasabah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>68</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-908102935618754628.post-6484722906068460722</id><published>2011-12-19T09:09:00.001+07:00</published><updated>2011-12-19T09:10:04.582+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Adab'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Akhlaq'/><title type='text'>Memilih Teman atau Sahabat</title><content type='html'>&lt;b&gt;Memilih Teman atau Sahabat&lt;/b&gt;.Teman dapat mempengaruhi perilaku, akhlaq bahkan agama kita.Maka seseorang harus berhati-hati dalam  &lt;a href="http://abufarras.blogspot.com/2011/12/memilih-teman-atau-sahabat.html" target="_blank"&gt;memilih teman&lt;/a&gt;.Ia harus selektif dengan siapa akan bergaul.Karena teman dapat menghantarkan kita kepada kebahagiaan ( dunia dan akherat ), teman juga dapat menjerumuskan ke lembah kehinaan dan kesengsaraan baik dunia ataupun akhirat kita.Maka berhatilah-hatilah dalam &lt;b&gt;memilih sahabat &lt;/b&gt; atau teman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-B8WC3t9tmDg/Tu6Xly8QoXI/AAAAAAAAAOY/gcPvKoiM2QE/s1600/Memilih+Teman+-+Muhasabah.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="memilih teman, memilih sahabat, memilih teman sejati,tips memilih teman" border="0" height="149" src="http://4.bp.blogspot.com/-B8WC3t9tmDg/Tu6Xly8QoXI/AAAAAAAAAOY/gcPvKoiM2QE/s200/Memilih+Teman+-+Muhasabah.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Agar kita tidak menyesal di kemudian hari, ada beberapa hal yang harus kita perhatikan dalam &lt;a href="http://abufarras.blogspot.com/2011/12/memilih-teman-atau-sahabat.html" target="_blank"&gt;memilih teman&lt;/a&gt; diantaranya yang dapat kita lakukan adalah : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Dengan siapa kita bergaul, karena pengaruh temannya (yang masuk dalam dirinya ) juga akan mempengaruhi kita.&lt;br /&gt;2. Apa kebiasaan teman kita, sebab kebiasaan teman kita pada saatnya juga akan menjadi kebiasaan kita.Teman yang bisa membaa Al-Qur'an, akan membantu kita untuk juga terbiasa membacar Al-Qur'an.Demikian juga teman yang terbiasa merokok misalnya, maka lambat laun juga akan mempengaruhi kita untuk merokok.&lt;br /&gt;3. Bagaimana akhlaqnya, karena sesungguhnya sangat bisa jadi &lt;a href="http://abufarras.blogspot.com/search/label/Akhlaq" target="_blank"&gt;akhlaq kita&lt;/a&gt; juga akhlaq teman kita dan juga bisa sebaliknya.&lt;br /&gt;4. Bagaimana sikapnya terhadap &lt;a href="http://abufarras.blogspot.com/search/label/Aqidah" target="_blank"&gt;agama&lt;/a&gt;, apakah akan membantu kita dalam ketaatan atau malah menjerumuskan kita ke dalam kemungkaran.&lt;br /&gt;5. Bagaimana teman kita mempergunakan dan memanfaatkan teman, apakah untuk kemanfaatan atau untuk kesia-siaan, karena itu nanti juga akan menjadi sikap kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu berhati-hatilah dalam memilih teman apalagi memilih teman hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian tadi saudaraku sedikit mengenai &lt;a href="http://abufarras.blogspot.com/2011/12/memilih-teman-atau-sahabat.html" target="_blank"&gt;memilih teman&lt;/a&gt; .Semoga Berguna dan bermanfaat saudaraku...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/908102935618754628-6484722906068460722?l=abufarras.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abufarras.blogspot.com/feeds/6484722906068460722/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abufarras.blogspot.com/2011/12/memilih-teman-atau-sahabat.html#comment-form' title='64 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/908102935618754628/posts/default/6484722906068460722'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/908102935618754628/posts/default/6484722906068460722'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abufarras.blogspot.com/2011/12/memilih-teman-atau-sahabat.html' title='Memilih Teman atau Sahabat'/><author><name>Abu Farras</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00721574642806691527</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/-U1mwVFK_flo/TiOiUY3w3vI/AAAAAAAAAMg/UA3UrwcXRMY/s220/30.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-B8WC3t9tmDg/Tu6Xly8QoXI/AAAAAAAAAOY/gcPvKoiM2QE/s72-c/Memilih+Teman+-+Muhasabah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>64</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-908102935618754628.post-540401561991672187</id><published>2011-12-13T16:17:00.001+07:00</published><updated>2011-12-13T16:20:13.518+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Adab'/><title type='text'>Sunnah Rasulullah Menuju Masjid</title><content type='html'>&lt;b&gt;Sunnah Rasulullah Menuju Masjid&lt;/b&gt;.Setelah kemarin memposting tentang perjalanan hidup &lt;a href="http://abufarras.blogspot.com/2011/12/mengenal-imam-ahmad-bin-hanbal.html" target="_blank"&gt;Imam Ahmad bin Hanbal &lt;/a&gt; maka hari ini abu akan berbagi kembali mengenai salah satu sunnah dan adab rasulullah yaitu &lt;a href="http://abufarras.blogspot.com/2011/12/sunnah-rasulullah-menuju-masjid.html" target="_blank"&gt;sunnah Rasulullah menuju Masjid &lt;/a&gt;.Semoga &lt;b&gt;sunnah&lt;/b&gt; dan &lt;b&gt;adab menuju masjid&lt;/b&gt; ini bisa bermanfaat saudaraku aamiin...aamiin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://abufarras.blogspot.com/2011/12/sunnah-rasulullah-menuju-masjid.html" target="_blank"&gt;Berjalan menuju masjid &lt;/a&gt; dengan tujuan beribadah kepada Allah subhaanahu wa ta’aalaa dan mendekatkan diri kepada-Nya merupakan amalan yang mulia. Seseorang yang &lt;b&gt;berjalan menuju masjid&lt;/b&gt; di antara mereka ada yang bertujuan untuk menghadiri majelis ta’lim, membaca Al-Qur`an, atau untuk melaksanakan shalat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-Q_aKg9N60zg/TucVfD4dC9I/AAAAAAAAAOQ/xbWEb1zlS-0/s1600/Sunnah+Rasulullah+Menuju+Masjid-Muhasabah.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="Sunnah Rasulullah Menuju Masjid, Adab menuju masjid, berjalan menuju masjid" border="0" height="133" src="http://3.bp.blogspot.com/-Q_aKg9N60zg/TucVfD4dC9I/AAAAAAAAAOQ/xbWEb1zlS-0/s200/Sunnah+Rasulullah+Menuju+Masjid-Muhasabah.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://abufarras.blogspot.com/2011/12/sunnah-rasulullah-menuju-masjid.html" target="_blank"&gt;Berjalan menuju masjid &lt;/a&gt;dengan tujuan melaksanakan shalat berjamaah memiliki keutamaan yang banyak, di antaranya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah Kaki Mereka Menghapus Dosa dan Mengangkat Derajat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara keutamaan yang dijanjikan bagi orang yang berjalan menuju masjid untuk melaksanakan shalat berjamaah adalah tidaklah mereka melangkahkan kakinya kecuali sebagai penghapus dosa dan satu langkah yang lainya sebagai pengangkat derajat. Keutamaan ini hanya didapatkan oleh mereka yang keluar dari rumahnya dalam keadaan suci dan tidaklah dia keluar kecuali untuk shalat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana yang diriwayatkan oleh al-Imam Muslim dari sahabat Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu:“Barang siapa yang bersuci di rumahnya kemudian dia berjalan menuju salah satu rumah dari rumah-rumah Allah (masjid) untuk menunaikan shalat fardhu, maka kedua langkahnya adalah salah satunya menghapus dosa dan yang lainnya menaikkan derajat.” &lt;br /&gt;( HR. Muslim no. 666 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Adab-adab ketika Berjalan menuju Masjid&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: magenta;"&gt;1. Berangkat ke masjid dalam keadaan telah bersuci.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Seseorang yang akan berangkat menuju ke masjid untuk menunaikan shalat wajib disunnahkan baginya agar berangkat dalam keadaan telah bersuci (sudah berwudhu). Karena seseorang yang melangkahkan kakinya menuju masjid dalam keadaan telah bersuci dan tidaklah dia keluar dari rumahnya kecuali hanya untuk shalat maka sebagian langkahnya sebagai penghapus dosa dan sebagian yang lain menaikkan derajatnya. Keutamaan ini hanya didapat oleh orang-orang yang memperhatikan adab ini.&lt;br /&gt;Asy-Syaikh Ibnu Utsaimin berkata di dalam syarh (penjelasan) beliau terhadap kitab Riyadhus Shalihin ketika menjelaskan tentang hadits di atas, “…. dengan syarat dia berwudhu di rumahnya dan menyempurnakan wudhunya kemudian keluar menuju masjid, tidak ada yang mengeluarkan dia kecuali shalat …”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: magenta;"&gt;2. Membaca doa keluar rumah.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Ummu Salamah radhiyallaahu ‘anha salah seorang istri Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam pernah berkata, “Sesungguhnya Nabi dahulu jika keluar dari rumah membaca:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;بِسْمِ اللَّهِ رَبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنْ أَنْ أَزِلَّ أَوْ أَضِلَّ أَوْ أَظْلِمَ أَوْ أُظْلَمَ أَوْ أَجْهَلَ أَوْ يُجْهَلَ عَلَيَّ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dengan nama Allah, wahai Rabb-ku aku berlindung kepadamu dari terjatuh dalam dosa atau tersesat atau terjatuh dalam kezaliman atau terzalimi atau bodoh atau dibodohi.” ( Diriwayatkan oleh an-Nasa’i, at-Tirmidzi dan selain keduanya )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doa ini dibaca ketika hendak keluar rumah, menuju masjid, atau selainnya. Ath-Thibi rahimahullaah berkata, “Jika keluar rumah pasti seseorang akan bertemu dengan masyarakat lainnya. Dikhawatirkan menyimpang dari jalan yang lurus, baik dalam urusan agamanya atau urusan dunianya. Bila dalam urusan agama mungkin dia sesat atau disesatkan, bila dalam urusan dunia mungkin dia menzalimi saudaranya atau dizalimi. Bisa jadi dia bodoh atau dibodohi disebabkan oleh pergaulan ataupun bercampurnya dengan manusia. Oleh karena itu hendaknya dia berlindung kepada Allah subhaanahu wa ta’aalaa dari semua keadaan ini dengan ucapan yang padat dan ringkas.” &lt;br /&gt;(Lihat Mir`atul Mafatih Syarhu Misykatil Mashabih hal. 194)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: magenta;"&gt;3. Berjalan dengan tenang dan tidak tergesa-gesa.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Bagi seseorang yang hendak menuju shalat berjamaah hendaknya dia berjalan dengan tenang dan tidak tergesa-gesa. Dikarenakan seseorang yang hendak menuju shalat dituntut agar melaksanakannya dengan adab yang mulia dan dalam keadaan yang sempurna. Dahulu ketika Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam melaksanakan shalat pernah mendengar suara gaduh langkah orang yang tergesa-gesa karena terlambat. Kemudian setelah shalat beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam menasihatinya agar tetap berjalan dengan tenang dan tidak tergesa-gesa walaupun terlambat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini sebagaimana yang diriwayatkan oleh al-Imam al-Bukhari dan al-Imam Muslim dan selain keduanya dari sahabat Abu Qatadah radhiyallaahu ‘anhu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;بَيْنَمَا نَحْنُ نُصَلِّي مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذْ سَمِعَ جَلَبَةَ رِجَالٍ فَلَمَّا صَلَّى قَالَ مَا شَأْنُكُمْ قَالُوا اسْتَعْجَلْنَا إِلَى الصَّلَاةِ قَالَ فَلَا تَفْعَلُوا إِذَا أَتَيْتُمْ الصَّلَاةَ فَعَلَيْكُمْ بِالسَّكِينَةِ فَمَا أَدْرَكْتُمْ فَصَلُّوا وَمَا فَاتَكُمْ فَأَتِمُّوا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ketika kami sedang melaksanakan shalat bersama Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam tiba-tiba beliau mendengar suara langkah kaki beberapa shahabat. Ketika telah selesai shalat beliau bersabda, “Ada apa dengan kalian?” Mereka menjawab, “Kami tergesa-gesa menuju shalat,” beliau bersabda, “Jangan kalian lakukan hal itu, jika kalian mendatangi shalat hendaklah berjalan dengan tenang, apa saja yang kalian dapatkan dari shalat kerjakanlah (bersama imam) dan apa saja yang tertinggal maka sempurnakanlah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam hadits yang lain dari sahabat Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu yang diriwayatkan oleh al-Bukhari dengan tambahan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَعَلَيْكُمْ بِالسَّكِينَةِ وَالْوَقَارِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hendaklah kalian berjalan dengan sakinah dan waqar.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Imam an-Nawawi rahimahullaah berkata, “Secara lahir nampak bahwa di antara keduanya ada perbedaan. As-sakinah itu adalah tenang dalam gerakan dan meninggalkan perkara yang sia-sia. Al-waqar adalah berkaitan dengan keadaannya seperti menjaga pandangan, merendahkan suara, dan tidak banyak menoleh.” &lt;br /&gt;(Lihat Fathul Bari pada hadits no 632)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: magenta;"&gt;4. Membaca doa menuju masjid.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Abbas radhiyallaahu ‘anhuma mengabarkan bahwa dirinya pernah menginap di rumah bibinya, Maimunah radhiyallaahu ‘anha, salah satu istri Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam. Ibnu Abbas radhiyallaahu ‘anhuma melihat Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam ketika pergi menuju masjid membaca doa:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;اللَّهُمَّ اجْعَلْ فِي قَلْبِي نُورًا وَفِي لِسَانِي نُورًا وَاجْعَلْ فِي سَمْعِي نُورًا وَاجْعَلْ فِي بَصَرِي نُورًا وَاجْعَلْ مِنْ خَلْفِي نُورًا وَمِنْ أَمَامِي نُورًا وَاجْعَلْ مِنْ فَوْقِي نُورًا وَمِنْ تَحْتِي نُورًا اللَّهُمَّ أَعْطِنِي نُورًا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Allah ciptakanlah cahaya di hatiku, cahaya di lisanku, ciptakanlah cahaya di pendengaranku, ciptakanlah cahaya di penglihatanku, ciptakanlah cahaya dari belakangku, ciptakanlah cahaya dari depanku, ciptakanlah cahaya dari atasku, cahaya dari bawahku. Ya Allah, berilah aku cahaya &lt;br /&gt;( HR. Muslim no. 763 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: magenta;"&gt;5. Memakai pakaian yang yang layak.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Allah subhaanahu wa ta’aalaa berfirman (yang artinya):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wahai anak Adam pakailah pakaianmu yang indah di setiap memasuki masjid.”&lt;br /&gt;(QS Al-A’raf: 31)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asy-Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di rahimahullaah berkata, “Yaitu tutuplah aurat kalian pada setiap shalat, yang fardhu maupun yang sunnah. Karena menutupnya merupakan hiasan bagi tubuh sebagaimana membukanya adalah membiarkan tubuh tersebut jelek, dan bisa jadi yang dimaksud dengan perhiasan di sini adalah sesuatu yang lebih dari itu berupa pakaian yang bersih dan bagus. Di sini terdapat perintah menutup aurat di dalam shalat dan menggunakan pakaian yang bagus padanya, dan bersihnya pakaian dari kotoran dan najis.” &lt;br /&gt;(Lihat Taisir al-Karimirrahman hal. 287)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: magenta;"&gt;6. Masuk masjid dengan mendahulukan kaki kanan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Al-Imam al-Bukhari rahimahullaah memberi judul bab di dalam kitab Shahih beliau “Bab Mendahulukan yang Kanan ketika Masuk Masjid dan yang Lainnya.” Kemudian beliau berkata, “Dahulu Ibnu Umar mendahulukan kaki kanannya (ketika masuk) dan jika keluar ia mendahulukan kaki kirinya.” &lt;br /&gt;(Shahih al-Bukhari pada hadits no. 426.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anas bin Malik radhiyallaahu ‘anhu berkata, “Termasuk sunnah jika engkau masuk masjid hendaklah mendahulukan kaki kanan dan jika hendak keluar hendaklah mendahulukan kaki kiri.” &lt;br /&gt;Diriwayatkan oleh al-Hakim dan sanad-nya hasan sebagaimana di-hasan-kan oleh asy-Syaikh al-Albani dan asy-Syaikh Muqbil rahimahumallaah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aisyah radhiyallaahu ‘anha, seorang istri Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Dahulu Nabi menyukai mendahulukan yang kanan ketika thaharah, bersisir, dan bersandal.” &lt;br /&gt;(Muttafaqun ‘alaih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika dalam hal memakai sandal saja Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam berupaya untuk mendahulukan yang kanan tentunya masuk masjid lebih utama untuk mendahulukan yang kanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: magenta;"&gt;7. Membaca shalawat dan salam kepada Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam serta doa ketika hendak masuk masjid.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Di antaranya yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَسَلِّمْ اَللَّهُمَّ افْتَحْ لِيْ أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Allah, limpahkanlah shalawat dan salam atas Nabi Muhammad, ya Allah bukakanlah pintu-pintu rahmat-Mu untukku.” &lt;br /&gt;Lihat kitab Manasik al-Hajji wal ‘Umrah karya asy-Syaikh al-Albani rahimahullaah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau membaca:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أَعُوْذُ بِاللهِ الْعَظِيْمِ وَبِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِ وَسُلْطَانِهِ الْقَدِيْمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku berlindung kepada Allah Yang Maha Agung, Wajah-Nya Yang Maha Mulia, dan kekuasaan-Nya yang abadi dari syaithan yang terkutuk.”&lt;br /&gt;Lihat kitab Shahih at-Targhib wa at-Tarhib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: magenta;"&gt;8. Membaca shalawat dan salam kepada Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam serta doa ketika hendak keluar masjid.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Di antaranya yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَسَلِّمْ اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Allah limpahkanlah shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad, ya Allah sesungguhnya aku memohon kepada-Mu dari karunia-Mu.” &lt;br /&gt;Lihat kitab Manasik al-Hajji wal ‘Umrah karya asy-Syaikh al-Albani rahimahullaah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau membaca:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;اَللَّهُمَّ اعْصِمْنِيْ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Allah, peliharalah aku dari godaan setan yang terkutuk.” Lihat kitab ats-Tsamaru al- Mustathab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a’lam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis: Al-Ustadz Abu Yahya Hayat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mutiara Hadits Shahih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لاَ يَزَالُ العَبْدُ فِي صَلاَةٍ مَا كَانَ فِي المَسْجِدِ يَنْتَظِرُ الصَّلاَةَ مَا لَمْ يُحْدِثْ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Seorang hamba senantiasa berada dalam shalat selama dia masih tetap berada di masjid menanti  shalat selama tidak berhadats.” &lt;br /&gt;HR. al-Bukhari no. 176&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber Muhasabah : &lt;a href="http://www.buletin-alilmu.com/adab-menuju-masjid" target="_blank"&gt;Buletin Al-Ilmu &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian tadi sahabat sedikit mengenai &lt;a href="http://abufarras.blogspot.com/2011/12/sunnah-rasulullah-menuju-masjid.html" target="_blank"&gt;Sunnah Rasulullah Menuju Masjid &lt;/a&gt;.Semoga Berguna dan bermanfaat saudaraku...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/908102935618754628-540401561991672187?l=abufarras.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abufarras.blogspot.com/feeds/540401561991672187/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abufarras.blogspot.com/2011/12/sunnah-rasulullah-menuju-masjid.html#comment-form' title='40 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/908102935618754628/posts/default/540401561991672187'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/908102935618754628/posts/default/540401561991672187'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abufarras.blogspot.com/2011/12/sunnah-rasulullah-menuju-masjid.html' title='Sunnah Rasulullah Menuju Masjid'/><author><name>Abu Farras</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00721574642806691527</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/-U1mwVFK_flo/TiOiUY3w3vI/AAAAAAAAAMg/UA3UrwcXRMY/s220/30.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-Q_aKg9N60zg/TucVfD4dC9I/AAAAAAAAAOQ/xbWEb1zlS-0/s72-c/Sunnah+Rasulullah+Menuju+Masjid-Muhasabah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>40</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-908102935618754628.post-6984377734060436200</id><published>2011-12-08T06:42:00.001+07:00</published><updated>2011-12-08T06:45:29.351+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Akhlaq'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sirah'/><title type='text'>Mengenal Imam Ahmad bin Hanbal</title><content type='html'>&lt;b&gt;Mengenal Imam Ahmad bin Hanbal&lt;/b&gt;Alhamdulillah setelah beberapa lama vakum tidak memposting maka hari ini &lt;a href="http://abufarras.blogspot.com/" target="_blank"&gt;muhasabah&lt;/a&gt; akan kembali memposting mengenai seorang imam yaitu &lt;a href="http://abufarras.blogspot.com/2011/12/mengenal-imam-ahmad-bin-hanbal.html" target="_blank"&gt;Imam Ahmad bin Hanbal&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Imam Asy-Syafi’i rahimahullah berkata: “&lt;b&gt;Ahmad bin Hanbal&lt;/b&gt; adalah seorang tauladan dalam 8 hal: tauladan dalam bidang hadits, fiqih, bahasa arab, Al-Qur’an, kefakiran, zuhud, wara’ dan dalam berpegang teguh dengan sunnah Nabi shalallahu’alaihi wa sallam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: red;"&gt;Kunyah dan Nama Lengkap beliau rahimahullah&lt;/div&gt;Beliau adalah Abu Abdillah Ahmad bin Muhammad bin Hanbal bin Hilal bin Asad bin Idris bin Abdillah bin Hayyan bin Abdillah bin Anas bin ‘Auf bin Qosith bin Mazin bin Syaiban Adz Dzuhli Asy-Syaibani Al-Marwazi Al-Baghdadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lahir pada bulan Rabi’ul Awal tahun 164 Hijriyah di kota Marwa. Beliau lebih dikenal dengan &lt;a href="http://abufarras.blogspot.com/2011/12/mengenal-imam-ahmad-bin-hanbal.html" target="_blank"&gt;Ahmad bin Hanbal&lt;/a&gt;, disandarkan kepada kakeknya. Karena sosok kakeknya lebih dikenal daripada ayahnya. Ayahnya meninggal ketika beliau masih berusia 3 tahun. Kemudian sang ibu yang bernama Shafiyah binti Maimunah membawanya ke kota Baghdad. Ibunya benar-benar mengasuhnya dengan pendidikan yang sangat baik hingga beliau tumbuh menjadi seorang yang berakhlak mulia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-Fs8sZpQWq00/Tt_3MWTjxNI/AAAAAAAAAOI/9HZWysy_Nu8/s1600/Imam+Ahmad+Bin+Hanbal-+Muhasabah.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="mengenl Imam Ahmad bin Hanbal, Imam Ahmad bin Hanbal, biografi ulama" border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-Fs8sZpQWq00/Tt_3MWTjxNI/AAAAAAAAAOI/9HZWysy_Nu8/s1600/Imam+Ahmad+Bin+Hanbal-+Muhasabah.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: red;"&gt;Perjalanan beliau dalam menuntut ilmu&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sungguh mengagumkan semangat Al-Imam Ahmad bin Hanbal di dalam menuntut ilmu. Beliau hafal Al-Qur’an pada masa kanak-kanak. Beliau juga belajar membaca dan menulis. Semasa kecil beliau aktif mendatangi kuttab (semacam TPA di zaman sekarang).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian pada tahun 179 Hijriyah, saat usianya 15 tahun, beliau memulai menuntut ilmu kepada para ulama terkenal di masanya. Beliau awali dengan menimba ilmu kepada para ulama Baghdad, di kota yang ia tinggali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kota Baghdad ini, beliau belajar sejumlah ulama, diantaranya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Al-Imam Abu Yusuf, murid senior Al-Imam Abu Hanifah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Al-Imam Husyaim bin Abi Basyir. Beliau mendengarkan dan sekaligus menghafal banyak hadits darinya selama 4 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. ‘Umair bin Abdillah bin Khalid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Abdurrahman bin Mahdi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Abu Bakr bin ‘Ayyasy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 183 Hijriyah pada usia 20 tahun, beliau pergi untuk menuntut ilmu kepada para ulama di kota Kufah. Pada tahun 186 H beliau belajar ke Bashrah. Kemudian pada tahun 187 H beliau belajar kepada Sufyan bin ‘Uyainah di Qullah, sekaligus menunaikan ibadah haji yang pertama kali. Kemudian pada tahun 197 H beliau belajar kepada Al-Imam ‘Abdurrazaq Ash Shan’ani di Yaman bersama Yahya bin Ma’in.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yahya bin Ma’in menceritakan: “Aku keluar ke Shan’a bersama Ahmad bin Hanbal untuk mendengarkan hadits dari ‘Abdurrazaq Ash Shan’ani. Dalam perjalanan dari Baghdad ke Yaman, kami melewati Makkah. Kami pun menunaikan ibadah haji. Ketika sedang thawaf, tiba-tiba aku berjumpa dengan ‘Abdurrazaq, beliau sedang thawaf di Baitullah. Beliau sedang menunaikan ibadah haji pada tahun itu. Aku pun mengucapkan salam kepada beliau dan aku kabarkan bahwa aku bersama Ahmad bin Hanbal. Maka beliau mendoakan Ahmad dan memujinya. Yahya bin Ma’in melanjutkan, “Lalu aku kembali kepada Ahmad dan berkata kepadanya, “Sungguh Allah telah mendekatkan langkah kita, mencukupkan nafkah atas kita, dan mengistirahatkan kita dari perjalanan selama satu bulan. Abdurrazaq ada di sini. Mari kita mendengarkan hadits dari beliau!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka Ahmad berkata, “Sungguh tatkala di Baghdad aku telah berniat untuk mendengarkan hadits dari ‘Abdurrazaq di Shan’a. Tidak demi Allah, aku tidak akan mengubah niatku selamanya.’ Setelah menyelesaikan ibadah haji, kami berangkat ke Shan’a. Kemudian habislah bekal Ahmad ketika kami berada di Shan’a. Maka ‘Abdurrazaq menawarkan uang kepadanya, tetapi dia menolaknya dan tidak mau menerima bantuan dari siapa pun. Beliau pun akhirnya bekerja membuat tali celana dan makan dari hasil penjualannya.” Sebuah perjalanan yang sangat berat mulai dari Baghdad (‘Iraq) sampai ke Shan’a (Yaman). Namun beliau mengatakan: “Apalah arti beratnya perjalanan yang aku alami dibandingkan dengan ilmu yang aku dapatkan dari Abdurrazaq.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Imam Abdurrazaq sering menangis jika disebutkan nama Ahmad bin Hanbal dihadapannya, karena teringat akan semangat dan penderitaannya dalam menuntut ilmu serta kebaikan akhlaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau melakukan perjalanan dalam rangka menuntut ilmu ke berbagai negeri seperti Syam, Maroko, Aljazair, Makkah, Madinah, Hijaz, Yaman, Irak, Persia, Khurasan dan berbagai daerah yang lain. Kemudian barulah kembali ke Baghdad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada umur 40 tahun, beliau mulai mengajar dan memberikan fatwa. Dan pada umur tersebut pula beliau menikah dan melahirkan keturunan yang menjadi para ulama seperti Abdullah dan Shalih. Beliau tidak pernah berhenti untuk terus menuntut ilmu. Bahkan, walaupun usianya telah senja dan telah mencapai tingkatan seorang Imam, beliau tetap menuntut ilmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: red;"&gt;Guru-guru beliau&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Beliau menuntut ilmu dari para ulama besar seperti Husyaim bin Abi Basyir, Sufyan bin Uyainah, Al-Qadhi Abu Yusuf, Yazid bin Harun, Abdullah bin Al-Mubarak, Waki’, Isma’il bin ‘Ulayyah, Abdurrahman bin Mahdi, Al-Imam Asy-Syafi’i, Abdurrazaq, Muhammad bin Ja’far (Ghundar), Jarir bin Abdul Hamid, Hafsh bin Ghiyats, Al-Walid bin Muslim, Yahya bin Sa’id Al-Qaththan, Abu Nu’aim Al-Fadhl bin Dukain dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Imam Adz Dzahabi menyebutkan dalam kitab As-Siyar, jumlah guru-guru Al-Imam Ahmad yang beliau riwayatkan dalam Musnadnya lebih dari 280 orang.&lt;br /&gt;&lt;div style="color: red;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: red;"&gt;Murid-murid beliau&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Para ulama yang pernah belajar kepada beliau adalah para ulama besar pula seperti Muhammad bin Yahya Adz-Dzuhli, &lt;a href="http://abufarras.blogspot.com/2011/06/imam-al-bukhary-rahimahullah.html" target="_blank"&gt;Al-Imam Al-Bukhari&lt;/a&gt;, Al-Imam Muslim, Abu Dawud, An-Nasai, At-Tirmidzi, Ibnu Majah, Abu Zur’ah, Abu Hatim Ar-Razi, Abu Qilabah, Baqi bin Makhlad, Ali bin Al-Madini, Abu Bakr Al-Atsram, Shalih dan Abdullah (putra beliau), dan sejumlah ulama besar lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan yang dulunya pernah menjadi guru-guru beliau, kemudian mereka meriwayatkan hadits dari beliau seperti Al-Imam Abdurrazaq, Al-Hasan bin Musa Al-Asyyab, Al-Imam Asy-Syafi’i.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Imam Asy-Syafi’i ketika meriwayatkan dari Al-Imam Ahmad tidak menyebutkan namanya bahkan dengan gelarnya, “Telah menghaditskan kepadaku Ats-Tsiqat (seorang yang terpercaya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula teman-temannya seperjuangan dalam menuntut ilmu, mereka juga meriwayatkan dari beliau, seperti Yahya bin Ma’in.&lt;br /&gt;&lt;div style="color: red;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: red;"&gt;Ahlak dan Ibadah Beliau rahimahullah&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Pertumbuhan beliau berpengaruh terhadap kematangan dan kedewasaannya. Sampai-sampai sebagian ulama menyatakan kekaguman akan adab dan kebaikan akhlaknya, “Aku mengeluarkan biaya untuk anakku dengan mendatangkan kepada mereka para pendidik agar mereka mempunyai adab, namun aku lihat mereka tidak berhasil. Sedangkan ini (Ahmad bin Hanbal) adalah seorang anak yatim, lihatlah oleh kalian bagaimana dia!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau adalah seorang yang menyukai kebersihan, suka memakai pakaian berwarna putih, paling perhatian terhadap dirinya, merawat dengan baik kumisnya, rambut kepalanya dan bulu tubuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang yang hadir di majelis beliau tidak sekedar menimba ilmunya saja bahkan kebanyakan mereka hanya sekedar ingin mengetahui akhlaq beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Majelis yang diadakan oleh beliau dihadiri oleh sekitar 5000 orang. Yang mencatat pelajaran yang beliau sampaikan jumlahnya adalah kurang dari 500 orang. Sementara sisanya sekitar 4500 orang tidak mencatat pelajaran yang beliau sampaikan namun sekedar memperhatikan akhlak dan samt (baiknya penampilan dalam perkara agama) beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yahya bin Ma’in berkata: “Aku tidak pernah melihat orang yang seperti Ahmad. Kami bersahabat dengannya selama 50 tahun. Dan belum pernah kulihat ia membanggakan dirinya atas kami dengan sesuatu yang memang hal itu ada pada dirinya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau juga sangat benci apabila namanya disebut-sebut (dipuji) di tengah-tengah manusia, sehingga beliau pernah berkata kepada seseorang: “Jadilah engkau orang yang tidak dikenal, karena sungguh aku benar-benar telah diuji dengan kemasyhuran.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau menolak untuk dicatat fatwa dan pendapatnya. Berkata seseorang kepada beliau: “Aku ingin menulis permasalahan-permasalahan ini, karena aku takut lupa.” Berkata beliau: “Sesungguhnya aku tidak suka, engkau mencatat pendapatku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau adalah seorang yang sangat kuat ibadahnya. Putra beliau yang bernama Abdullah menceritakan tentang kebiasaan ayahnya: ” Dahulu ayahku shalat sehari semalam sebanyak 300 rakaat. Dan tatkala kondisi fisik beliau mulai melemah akibat pengaruh dari penyiksaan yang pernah dialaminya maka beliau hanya mampu shalat sehari semalam sebanyak 150 rakaat.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdullah mengatakan: “Terkadang aku mendengar ayah pada waktu sahur mendoakan kebaikan untuk beberapa orang dengan menyebut namanya. Ayah adalah orang yang banyak berdoa dan meringankan doanya. Jika ayah shalat Isya, maka ayah membaguskan shalatnya kemudian berwitir lalu tidur sebentar kemudian bangun dan shalat lagi. Bila ayah puasa, beliau suka untuk menjaganya kemudian berbuka sampai waktu yang ditentukan oleh Allah. Ayah tidak pernah meninggalkan puasa Senin-Kamis dan puasa ayyamul bidh (puasa tiga hari, tanggal 13, 14, 15 dalam bulan Hijriyah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam riwayat lain beliau berkata: “Ayah membaca Al-Qur’an setiap harinya 1/7 Al-Qur’an. Beliau tidur setelah Isya dengan tidur yang ringan kemudian bangun dan menghidupkan malamnya dengan berdoa dan shalat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari ada salah seorang murid beliau menginap di rumahnya. Maka beliau menyiapkan air untuknya (agar ia bisa berwudhu). Maka tatkala pagi harinya, beliau mendapati air tersebut masih utuh, maka beliau berkata: “Subhanallah, seorang penuntut ilmu tidak melakukan dzikir pada malam harinya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau telah melakukan haji sebanyak lima kali, tiga kali diantaranya beliau lakukan dengan berjalan kali dari Baghdad dan pada salah satu hajinya beliau pernah menginfakkan hartanya sebanyak 30 dirham.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: red;"&gt;Ujian yang menimpa beliau&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Beliau menerima ujian yang sangat berat dan panjang selama 3 masa kekhalifahan yaitu Al-Ma’mun, Al-Mu’tashim, dan Al-Watsiq. Beliau dimasukkan ke dalam penjara kemudian dicambuk atau disiksa dengan berbagai bentuk penyiksaan. Itu semua beliau lalui dengan kesabaran dalam rangka menjaga kemurnian aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah, yaitu Al-Qur’an adalah kalamullah dan bukan makhluk. Di masa itu, aqidah sesat yang menyatakan bahwa Al-Qur’an adalah makhluk (bukan kalamullah) diterima dan dijadikan ketetapan resmi oleh pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan umat manusia menunggu untuk mencatat pernyataan (fatwa) beliau. Seandainya beliau tidak sabar menjaga kemurnian aqidah yang benar, dan menyatakan bahwa Al-Qur’an adalah makhluk, niscaya manusia akan mengiktui beliau. Namun beliau tetap tegar dan tabah menerima semua ujian tersebut. Walaupun beliau harus mengalami penderitaan yang sangat. Pernah beliau mengalami 80 kali cambukan yang kalau seandainya cambukan tersebut diarahkan kepada seekor gajah niscaya ia akan mati. Namun beliau menerima semua itu dengan penuh kesabaran demi mempertahankan aqidah Ahlus Sunnah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai akhirnya, pada masa khalifah Al-Mutawakkil, beliau dibebaskan dari segala bentuk penyiksaan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: red;"&gt;Wafat beliau rahimahullah&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Pada Rabu malam tanggal 3 Rabi’ul Awal tahun 241 Hijriyah, beliau mengalami sakit yang cukup serius. Sakit beliau semakin hari semakin bertambah parah. Manusia pun berduyun-duyun siang dan malam datang untuk menjenguk dan menyalami beliau. Kemudian pada hari Jum’at tanggal 12 Rabi’ul Awal, di hari yang ke sembilan dari sakitnya, mereka berkumpul di rumah beliau sampai memenuhi jalan-jalan dan gang. Tak lama kemudian pada siang harinya beliau menghembuskan nafas yang terakhir. Maka meledaklah tangisan dan air mata mengalir membasahi bumi Baghdad. Beliau wafat dalam usia 77 tahun. Sekitar 1,7 juta manusia ikut mengantarkan jenazah beliau. Kaum muslimin dan bahkan orang-orang Yahudi, Nasrani serta Majusi turut berkabung pada hari tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat jalan, semoga Allah merahmatimu dengan rahmat-Nya yang luas dan menempatkanmu di tempat yang mulia di Jannah-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maraji’:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Musthalah Hadits karya Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-’Utsaimin, hal. 63-66.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Pewaris Para Nabi hal. 49,55,91,94,173,1843. Mahkota yang hilang hal.39&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Kitab Fadhail Ash-Shahabah jilid I hal 25-32.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Siyar A’lamin Nubala&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Al-Bidayah wan Nihayah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Mawa’izh Al-Imam Ahmad&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buletin Islam Al Ilmu Edisi No : 29/VII/VIII/1431&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.buletin-alilmu.com/al-imam-ahmad-bin-hanbal-tauladan-dalam-semangat-dan-kesabaran" target="_blank"&gt;buletin-alilmu.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian tadi sahabat sedikit mengenai &lt;a href="http://abufarras.blogspot.com/2011/12/mengenal-imam-ahmad-bin-hanbal.html" target="_blank"&gt;Mengenal Imam Ahmad bin Hanbal &lt;/a&gt;.Semoga berguna dan bermanfaat saudaraku...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/908102935618754628-6984377734060436200?l=abufarras.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abufarras.blogspot.com/feeds/6984377734060436200/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abufarras.blogspot.com/2011/12/mengenal-imam-ahmad-bin-hanbal.html#comment-form' title='34 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/908102935618754628/posts/default/6984377734060436200'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/908102935618754628/posts/default/6984377734060436200'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abufarras.blogspot.com/2011/12/mengenal-imam-ahmad-bin-hanbal.html' title='Mengenal Imam Ahmad bin Hanbal'/><author><name>Abu Farras</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00721574642806691527</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/-U1mwVFK_flo/TiOiUY3w3vI/AAAAAAAAAMg/UA3UrwcXRMY/s220/30.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-Fs8sZpQWq00/Tt_3MWTjxNI/AAAAAAAAAOI/9HZWysy_Nu8/s72-c/Imam+Ahmad+Bin+Hanbal-+Muhasabah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>34</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-908102935618754628.post-7212323042607568355</id><published>2011-11-26T14:10:00.007+07:00</published><updated>2012-01-19T06:31:36.413+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aqidah'/><title type='text'>Beriman Kepada Malaikat</title><content type='html'>&lt;b&gt;Beriman Kepada Malaikat&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Malaikat adalah makhluk yang hidup di alam ghaib dan senantiasa beribadah kepada Allah Subhanahu wa ta’ala. &lt;a href="http://abufarras.blogspot.com/2011/11/beriman-kepada-malaikat.html" target="_blank"&gt;Malaikat&lt;/a&gt; sama sekali tidak memiliki keistimewaan rububiyah dan uluhiyah sedikit pun. Diciptakan dari cahaya dan diberikan kekuatan untuk mentaati dan melaksanakan perintah dengan sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Iman kepada Malaikat&lt;/b&gt; merupakan salah satu landasan agama Islam.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Allah Ta`ala berfirman yang artinya: “Rasul telah beriman kepada al-Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian juga orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya….”&lt;br /&gt;(QS. Al-Baqarah: 285) &lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Rasulullah ketika ditanya oleh Jibril `alaihis salam tentang iman, beliau menjawab: “(Iman yaitu) Engkau beriman dengan Allah, para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para rasul-Nya, hari akhir, dan beriman dengan takdir yang baik dan buruk.” &lt;br /&gt;(Muttafaq `alaih)&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;Barangsiapa yang ingkar dengan keberadaan malaikat, maka dia telah kafir, keluar dari Islam. Allah Ta`ala berfirman yang artinya: “Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya.” &lt;br /&gt;(QS. An-Nisa`: 136)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;Batasan Minimal Iman kepada Malaikat&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Shalih bin `Abdul `Aziz Alu Syaikh hafidzahullah mengatakan: “Batas minimal (iman kepada malaikat) adalah keimanan bahwasanya Allah menciptakan makhluk yang bernama malaikat. Mereka adalah hamba-hamba Allah yang senantiasa taat kepada-Nya. Mereka merupakan makhluk yang diatur sehingga tidak berhak diibadahi sama sekali. Diantara mereka ada malaikat yang ditugasi untuk menyampaikan wahyu kepada para Nabi.”&lt;br /&gt;(Syarh Arbain Syaikh Shalih Alu Syaikh)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;Bertambah Iman Seiring dengan Bertambahnya Ilmu&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu, setiap kali bertambah ilmu seseorang tentang rincian hal tersebut (malaikat), wajib baginya mengimaninya. Dengan begitu, maka imannya akan bertambah. &lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Allah Ta`ala berfirman yang artinya: “Dan apabila diturunkan suatu surat, maka di antara mereka (orang-orang munafik) ada yang berkata: ‘Siapakah di antara kamu yang bertambah imannya dengan (turannya) surat ini?’ Adapun orang-orang yang beriman, maka surat ini menambah imannya, dan mereka merasa gembira.” &lt;br /&gt;(QS. At-Taubah: 124)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-cwrkFk8r2l8/TtCOYtHN-EI/AAAAAAAAAOA/el3RqHKbTks/s1600/Beriman+Kepada+Malaikat-Muhasabah.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="beriman kepada malaikat, muhasabah" border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/-cwrkFk8r2l8/TtCOYtHN-EI/AAAAAAAAAOA/el3RqHKbTks/s1600/Beriman+Kepada+Malaikat-Muhasabah.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;Hakikat malaikat&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Syaikh DR. Muhammad bin `Abdul Wahhab al-`Aqiil mengatakan, “Dalil-dalil dari al-Qur`an, as-Sunnah, dan ijma` (kesepakatan) kaum muslimin (tentang malaikat) menunjukkan hal-hal sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Malaikat merupakan salah satu makhluk di antara makhluk-makhluk ciptaan Allah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Allah menciptakan mereka untuk beribadah kepada-Nya, sebagaimana Allah menciptakan jin dan manusia juga untuk beribadah kepada-Nya semata.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mereka adalah makhluk yang hidup, berakal, dan dapat berbicara.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Malaikat hidup di alam yang berbeda dengan alam jin dan manusia. Mereka hidup di alam yang mulia lagi suci, yang Allah memilih tempat tersebut di dunia karena kedekatannya, dan untuk melaksanakan perintah-Nya, baik perintah yang yang bersifat kauniyyah, maupun syar`iyyah.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Allah Ta`ala berfirman yang artinya: “Dan mereka berkata: ‘Tuhan Yang Maha Pemurah telah mengambil (mempunyai) anak’, Maha Suci Allah. Sebenarnya (malaikat-malaikat itu), adalah hamba-hamba yang dimuliakan. Mereka itu tidak mendahului-Nya dengan perkataan dan mereka mengerjakan perintah-perintah-Nya. Allah mengetahui segala sesuatu yang di hadapan mereka (malaikat) dan yang di belakang mereka, dan mereka tiada memberi syafaat melainkan kepada orang yang diridhai Allah, dan mereka itu selalu berhati-hati karena takut kepada-Nya. Dan barangsiapa di antara mereka, mengatakan: ‘Sesungguhnya Aku adalah tuhan selain daripada Allah’, maka orang itu Kami beri balasan dengan Jahannam, demikian Kami memberikan pembalasan kepada orang-orang zalim.”&lt;br /&gt;(QS. Al-Anbiyaa`: 26 – 29)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;(Lihat Mu`taqad Firaqil Muslimiin wal Yahud wan Nashara wal Falasifah wal Watsaniyyiin fil Malaikatil Muqarrabiin hal. 15)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;Asal Penciptaan Malaikat&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Allah Ta`ala menciptakan malaikat dari cahaya. Hal tersebut sebagaimana terdapat dalam hadits dari Ummul Mu`minin `Aisyah radhiyallah `anha, dia mengatakan bahwasanya Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam bersabda: “Malaikat diciptakan dari cahaya.”&lt;br /&gt;(HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;Jumlah Malaikat&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Jumlah mereka sangat banyak. Hanya Allah saja yang tahu berapa banyak jumlah mereka. &lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Allah Ta`ala berfirman yang artinya: “Dan tidak ada yang mengetahui tentara Tuhanmu melainkan Dia sendiri.” (QS. Al-Muddatstsir: 31) Ketika Rasulullah  shallallahu `alaihi wa sallammelakukan Isra` Mi`raj, berkata Jibril `alaihis salam kepada beliau: “Ini adalah Baitul Ma`mur. Setiap hari shalat di dalamnya 70 ribu malaikat. Jika mereka telah keluar, maka mereka tidak kembali lagi…. ”&lt;br /&gt;(Muttafaqun `alaihi)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;Sifat Fisik Malaikat&lt;/div&gt;Berikut ini kami sampaikan sebagian sifat fisik malaikat:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: red;"&gt;Kuatnya fisik mereka&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;Allah Ta`ala berfirman tentang keadaan neraka (yang artinya), “Penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.”&lt;br /&gt;(QS. Tahrim: 6)&lt;/blockquote&gt;Panas api neraka, yang membuat besi dan batu meleleh, tidak membahayakan mereka.Demikian juga dengan Malakul jibal (Malaikat gunung), dimana dia menawarkan kepada Rasulullah  shallallahu `alaihi wa sallam untuk menabrakkan dua gunung kepada sebuah kaum yang mendurhakai beliau. Kemudian beliau menolak tawaran tersebut. (Hadits yang menceritakan kisah ini terdapat dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: red;"&gt;Mempunyai sayap&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;Allah Ta`ala berfirman yang artinya: “Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, Yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap, masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.”&lt;br /&gt;(QS. Fathiir: 1)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: red;"&gt;Tidak membutuhkan makan dan minum&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;Allah Ta`ala berfirman yang artinya: “Dan sesungguhnya utusan-utusan Kami (malaikat-malaikat) telah datang kepada lbrahim dengan membawa kabar gembira, mereka mengucapkan: “Selamat.” Ibrahim menjawab: “Selamatlah,” maka tidak lama kemudian Ibrahim menyuguhkan daging anak sapi yang dipanggang. Maka tatkala dilihatnya tangan mereka tidak menjamahnya, Ibrahim memandang aneh perbuatan mereka, dan merasa takut kepada mereka. Malaikat itu berkata: ‘Jangan kamu takut, sesungguhnya kami adalah (malaikat-ma]aikat) yang diutus kepada kaum Luth.’”&lt;br /&gt;(QS. Huud: 69 – 70)&lt;/blockquote&gt;As Suyuthi rahimahullah berkata: “Ar-Razi dalam tafsirnya mengatakan bahwa para ulama sepakat bahwasannya malaikat tidak makan, tidak minum, dan juga tidak menikah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;Ke-ma`shum-an Malaikat&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Allah Ta`ala telah manjadikan malaikat sebagai makhluk yang ma`shum, dimana  mereka tidak akan pernah bermaksiat kepada-Nya. Allah Ta`ala berfirman: “Dan mereka berkata: ‘Tuhan Yang Maha Pemurah telah mengambil (mempunyai) anak’, Maha Suci Allah….”&lt;br /&gt;(lihat QS. Al-Anbiyaa`: 26 – 29 di atas)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;Buah Iman kepada Malaikat&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Diantara buah dari beriman kepada malaikat adalah:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Mengetahui keagungan Allah Ta`ala yang telah menciptakan makhluk-makhluk yang mulia, yaitu malaikat.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kecintaan kepada malaikat karena ibadah-ibadah yang mereka lakukan.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;(lihat Syarh Tsalatsatul Ushul Syaikh `Utsaimin)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah sedikit bahasan tentang malaikat. Untuk mendapatkan pembahasan yang lebih rinci tentang Malaikat, silahkan merujuk ke kitabMu`taqad Firaqil Muslimiin wal Yahud wan Nashara wal Falasifah wal Watsaniyyiin fil Malaikatil Muqarrabiin karya DR. Muhammad bin `Abdul Wahhab al-`Aqiil. Wallahu Ta`ala a`lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis : Abu Ka’ab Prasetyo&lt;br /&gt;Sumber : &lt;a href="http://muslim.or.id/aqidah/iman-kepada-malaikat.html" target="_blank"&gt;Muslim.Or.Id&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/908102935618754628-7212323042607568355?l=abufarras.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abufarras.blogspot.com/feeds/7212323042607568355/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abufarras.blogspot.com/2011/11/beriman-kepada-malaikat.html#comment-form' title='40 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/908102935618754628/posts/default/7212323042607568355'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/908102935618754628/posts/default/7212323042607568355'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abufarras.blogspot.com/2011/11/beriman-kepada-malaikat.html' title='Beriman Kepada Malaikat'/><author><name>Abu Farras</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00721574642806691527</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/-U1mwVFK_flo/TiOiUY3w3vI/AAAAAAAAAMg/UA3UrwcXRMY/s220/30.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-cwrkFk8r2l8/TtCOYtHN-EI/AAAAAAAAAOA/el3RqHKbTks/s72-c/Beriman+Kepada+Malaikat-Muhasabah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>40</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-908102935618754628.post-4001832429653956955</id><published>2011-11-21T15:08:00.002+07:00</published><updated>2011-11-21T15:11:18.018+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aqidah'/><title type='text'>Jenis Rejeki</title><content type='html'>&lt;b&gt;Jenis Rejeki&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat Indonesia masih mengartikan bahwa kata &lt;a href="http://abufarras.blogspot.com/2011/11/jenis-rejeki.html" target="_blank"&gt;rejeki&lt;/a&gt; selalu harus berupa uang yang mereka terima langsung di tangan mereka. Padahal &lt;b&gt;pengertian rejeki&lt;/b&gt; sangat luas dan lebih dari itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://abufarras.blogspot.com/2011/11/jenis-rejeki.html" target="_blank"&gt;Rejeki&lt;/a&gt; dapat berupa apapun baik uang, anak, jodoh, makanan, minuman, binatang ternak, dan lain sebagainya. Pengertian yang harus selalu di tanam adalah segala sesuatu yang kita terima itulah yang dinamakan rejeki baik langsung maupun tidak langsung. Saat rejeki itu membawa kita menjadi orang yang lebih baik itulah yang disebut rejeki baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Alhamdulillah, baru saja dapat rezeki”. Ketika mendengar kalimat ini, kebanyakan orang berpikir bahwa obyek yang sedang dibicarakan dalam kalimat tersebut adalah rezeki duniawi, lebih khusus lagi adalah rezeki berupa harta. Kalau kita mau mencermati, sebenarnya rezeki berupa harta adalah sebagian saja dari rezeki yang Allah berikan kepada makhluk-Nya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, sifat kebanyakan manusia yang jauh dari rasa syukur dan lebih berorientasi dengan gemerlap dunia yang fana, terkadang hanya membatasi rezeki dengan harta duniawi semata. Padahal sesungguhnya Allah Ta’ala telah banyak memberi rezeki kepada manusia dengan bentuk yang beragam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-1-Rz96E9nhc/TsoEu5xKbRI/AAAAAAAAAN4/Qnoo24-M-BA/s1600/Jenis+Rejeki+-+Muhasabah.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/-1-Rz96E9nhc/TsoEu5xKbRI/AAAAAAAAAN4/Qnoo24-M-BA/s1600/Jenis+Rejeki+-+Muhasabah.jpg" alt="jenis rejeki, muhasabah"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Rezeki Umum dan Rezeki Khusus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rezeki yang Allah berikan kepada makhluk ada dua bentuk :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Rezeki yang sifatnya umum (الرزق العم )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yakni segala sesuatu yang memberikan manfaat bagi badan,  berupa harta, rumah, kendaraan,  kesehatan, dan selainnya, baik berasal dari yang halal maupun haram. Rezeki jenis ini Allah berikan kepada seluruh makhluk-Nya, baik orang muslim maupun orang kafir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyaknya pemberian jenis rezeki yang pertama ini tidak menunjukkan kemuliaan seseorang di sisi Allah. Begitu pula sedikitnya rezeki dunia yang Allah berikan kepada seseorang tidak menunjukkan kehinaan orang tersebut. Allah Ta’ala berfirman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فَأَمَّا الْإِنسَانُ إِذَا مَا ابْتَلَاهُ رَبُّهُ فَأَكْرَمَهُ وَنَعَّمَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَكْرَمَنِ وَأَمَّا إِذَا مَا ابْتَلَاهُ فَقَدَرَ عَلَيْهِ رِزْقَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَهَانَنِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu dia dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, maka dia akan berkata: “Tuhanku telah memuliakanku”. Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rizkinya maka dia berkata: “Tuhanku menghinakanku” . &lt;br /&gt;(QS. Al Fajr :15-16)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan, “Allah Ta’ala berfirman mengingkari keyakinan (sebagian) manusia. (Maksud ayat ini) bahwasanya jika Allah meluaskan rezeki mereka tujuannya adalah untuk menguji mereka dengan rezeki tersebut. Sebagian orang meyakini bahwa rezeki dari Allah merupakan bentuk pemuliaan terhadap mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun yang benar bukanlah demikian, bahkan rezeki tersebut merupakan ujian dan cobaan untuk mereka sebagaimana firman Allah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;. نُسَارِعُ لَهُمْ فِي الْخَيْرَاتِ بَل لَّا يَشْعُرُونَ. أَيَحْسَبُونَ أَنَّمَا نُمِدُّهُم بِهِ مِن مَّالٍ وَبَنِينَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apakah mereka mengira bahwa harta dan anak-anak yang Kami berikan kepada mereka itu (berarti bahwa),Kami bersegera memberikan kebaikan-kebaikan kepada mereka? Tidak, sebenarnya mereka tidak sadar” &lt;br /&gt;(QS. Al Mu’minun:55-56).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula sebaliknya. Jika Allah memeberinya cobaan dan mengujinya dengan menyempitkan rezekinya, sebagian orang menyangka Allah sedang menghinakannya. Maka Allah katakan : { كَلا } (sekali-kali tidak). Yang dimaksud bukanlah seperti persangkaan mereka. Allah memberikan harta kepada orang yang Allah cintai dan kepada orang yang tidak Allah cintai. Allah juga menyempitkan harta terhadap orang yang Allah cintai maupunn orang yang tidak dicintai-Nya.  Sesungguhnya semuanya bersumber pada ketaatan kepada Allah pada dua kondisi tersebut (baik ketika mendapat rezeki yang luas maupun rezeki yang sempit). Jika seseorang  kaya (mendapat banyak rezeki harta) dia bersyukur kepada Allah dengan pemberian tersebut, dan jika miskin (sempit rezeki) dia bersabar.” &lt;br /&gt;(Tafsiru al Quran al ‘Adzim, Imam Ibnu Katsir rahimahullah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak sedikitnya rezeki duniawi adalah ujian semata, bukan standar kecintaan Allah terhadap hamba. Rezeki harta sebagai ujian Allah atas hamba-Nya, untuk mengetahui siapakah di antara hambanya yang bersyukur dan bersabar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Rezeki yang sifatnya khusus (الرزق الخاص )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yakni segala sesuatu yang membuat tegak agama seseorang. Rezeki jenis ini berupa ilmu yang bermanfaat dan amal shalih serta semua rezeki halal yang membantu seseorang untuk taat kepada Allah. Inilah rezeki yang Allah berikan khusus kepada orang-orang yang dicintai-Nya. Inilah rezeki yang hakiki, yang menghantarkan seseorang akan mendpat kebahagiaan dunia akherat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rezeki jenis ini Allah khususkan bagi orang-orang mukmin. Allah menyemprunakan keutamaan bagi mereka, dan Allah anugerahkan bagai mereka surga di hari akhir kelak.  Allah Ta’ala berfirman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَمَن يُؤْمِن بِاللَّهِ وَيَعْمَلْ صَالِحاً يُدْخِلْهُ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَداً قَدْ أَحْسَنَ اللَّهُ لَهُ رِزْقاً&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan barangsiapa beriman kepada Allah dan mengerjakan amal yang saleh niscaya Allah akan memasukkannya ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Sesungguhnya Allah memberikan rezki yang baik kepadanya “ &lt;br /&gt;(QS. Ath Thalaq:11).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan juga firman-Nya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;هَذَا ذِكْرٌ وَإِنَّ لِلْمُتَّقِينَ لَحُسْنَ مَآَبٍ (49) جَنَّاتِ عَدْنٍ مُفَتَّحَةً لَهُمُ الْأَبْوَابُ (50) مُتَّكِئِينَ فِيهَا يَدْعُونَ فِيهَا بِفَاكِهَةٍ كَثِيرَةٍ وَشَرَابٍ (51) وَعِنْدَهُمْ قَاصِرَاتُ الطَّرْفِ أَتْرَابٌ (52) هَذَا مَا تُوعَدُونَ لِيَوْمِ الْحِسَابِ (53) إِنَّ هَذَا لَرِزْقُنَا مَا لَهُ مِنْ نَفَادٍ (54&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ini adalah kehormatan (bagi mereka). Dan sesungguhnya bagi orang-orang yang bertakwa benar-benar (disediakan) tempat kembali yang baik, (yaitu) syurga ‘Adn yang pintu-pintunya terbuka bagi mereka, di dalamnya mereka bertelekan (diatas dipan-dipan) sambil meminta buah-buahan yang banyak dan minuman di surga itu. Dan pada sisi mereka (ada bidadari-bidadari) yang tidak liar pandangannya dan sebaya umurnya Inilah apa yang dijanjikan kepadamu pada hari berhisab. Sesungguhnya ini adalah benar-benar rezki dari Kami yang tiada habis-habisnya. “ &lt;br /&gt;(QS. Shaad: 49-54)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Hanya Allah Pemberi Rezeki&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara nama-nama Allah adalah “Ar Rozzaq” dan “ Ar Rooziq”. Nama “Ar Rozzaq” terdapat dalam firman Allah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِنَّ اللَّهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِينُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Allah Dialah Maha Pemberi rezki Yang mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh” (QS. Adz Dzariyat:58)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan nama “ Ar Rooziq”terdapat dalam firman-Nya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَإِذَا رَأَوْا تِجَارَةً أَوْ لَهْواً انفَضُّوا إِلَيْهَا وَتَرَكُوكَ قَائِماً قُلْ مَا عِندَ اللَّهِ خَيْرٌ مِّنَ اللَّهْوِ وَمِنَ التِّجَارَةِ وَاللَّهُ خَيْرُ الرَّازِقِينَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan apabila mereka melihat perniagaan atau permainan, mereka bubar untuk menuju kepadanya dan mereka tinggalkan kamu sedang berdiri (berkhotbah). Katakanlah: “Apa yang di sisi Allah lebih baik daripada permainan dan perniagaan”, dan Allah Sebaik-baik Pemberi rezki” (QS. Al Jumu’ah:11)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan juga firman-Nya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَالَّذِينَ هَاجَرُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ ثُمَّ قُتِلُوا أَوْ مَاتُوا لَيَرْزُقَنَّهُمُ اللَّهُ رِزْقاً حَسَناً وَإِنَّ اللَّهَ لَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan orang-orang yang berhijrah di jalan Allah, kemudian mereka di bunuh atau mati, benar-benar Allah akan memberikan kepada mereka rezki yang baik (surga). Dan sesungguhnya Allah adalah sebaik-baik pemberi rezki” (QS. Al Hajj: 58)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari nama Allah Ar Rozzaq dan Ar Rooziq terkandung didalamnya sifat rezeki {الرزقُ} (ar ruzqu). Dalam siifat ar ruzqu bagi Allah, terkandung di dalamnya dua makna, yaitu banyaknya rezeki yang Allah berikan pada setiap makhluk, dan banyak/luasnya jumlah makhluk yang mendapat rezeki dari-Nya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Rezeki yang banyak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksudnya rezeki yang Allah berikan kepada setiap makhluknya sangat banyak. Masing-masing makhluk Allah mendapat jatah rezeki yang banyak.  Kita sebagai manusia mendapat rezeki berupa nikmat yang sangat banyak. Nikmat sehat, anggota tubuh yang sempurna,  tempat tinggal, keluarga, harta, dan masih banyak nikmat-nikmat yang lainnya. Itu semua merupakan rezeki dari Allah  yang sangat banyak dan tak terhingga. Allah Ta’ala berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَآتَاكُم مِّن كُلِّ مَا سَأَلْتُمُوهُ وَإِن تَعُدُّواْ نِعْمَتَ اللّهِ لاَ تُحْصُوهَا إِنَّ الإِنسَانَ لَظَلُومٌ كَفَّارٌ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dan segala apa yang kamu mohonkan kepadanya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah).” (QS. Ibrahim:34)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Rezeki yang luas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rezeki yang Allah berikan meliputi seluruh makhluk-Nya sesuai dengan kondisinya masing-masing. Masing-masing setiap makhluk mendapat rezeki yang banyak dari Allah. Manusia, jin, seluruh binatang dan tumbuhan, serta semua yang ada di langit dan di bumi mendapat rezeki dari Allah. Seluruh makhluk tersebut dipenuhi rezekinya oleh Allah semata. Ini menunjukkan luasnya rezeki yang Allah berikan pada makhluk-Nya. Allah berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَمَا مِن دَآبَّةٍ فِي الأَرْضِ إِلاَّ عَلَى اللّهِ رِزْقُهَا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberinya rezeki“ (QS. Huud:6)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semangatlah Mencari Rezeki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudarakau, ingatlah bahwa rezeki tidaklah sebatas harta dunia. Ilmu yang bermanfaat adalah rezeki, kemudahan untuk beramal shalih adalah rezeki, istri yang shalihah adalah rezeki, anak-anak juga termasuk rezeki. Kewajiban kita untuk senantiasa bersyukur atas rezeki yang Allah berikan. Bahkan rezeki yang hakiki adalah rezeki yang dapat menegakkan agama kita sehingga mengantarkan kita selamat di akherat. Inilah rezeki yang sesungguhnya. Rezeki yang hanya Allah berikan kepada hamba-hamba pilihan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka saudaraku, setelah kita mengetahui bahwa ilmu dan amal shalih termasuk rezeki yang bermanfaat, kita hendaknya bersemangat untuk menggapainya. Sebagaimana kita bersemangat dan bahkan menghabiskan waktu kita untuk mengais rezeki dunia, mestinya kita juga semangat untuk mencari rezeki yang lebih bermanfaat, yaitu ilmu dan amal shalih. Rezeki yang akan menyelamatkan kita di dunia dan akherat kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rezeki telah Ditentukan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu diperhatikan, bahwa seluruh rezeki bagi makhluk  telah Allah tentukan. Kaya dan miskin, sakit dan sehat, senang dan susah, termasuk juga ilmu dan amal shalih seseorang pun telah ditentukan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إن أحدكم يجمع خلقه في بطن أمه أربعين يوما نطفة ثم علقه مثل ذلك ثم يكون مضغة مثل ذلك , ثم يرسل إليه الملك فينفخ فيه الروح , ويؤمر بأربع كلمات : بكتب رزقه , وأجله , وعمله , وشقي أم سعيد . فوالله الذي لا إله غيره إن أحدكم ليعمل بعمل أهل الجنة حتى ما يكون بينه وبينها إلا ذراع فيسبق عليه الكتاب فيعمل بعمل أهل النار , وإن أحدكم ليعمل بعمل أهل النار حتى ما يكون بينه وبينها إلا ذراع فيسبق عليه الكتاب فيعمل بعمل أهل الجنة&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya tiap-tiap kalian dikumpulkan penciptaannya dalam rahim ibunya selama 40 hari berupa nutfah, kemudian menjadi ‘Alaqoh (segumpal darah) selama itu juga lalu menjadi Mudhghoh (segumpal daging) selama itu juga, kemudian diutuslah Malaikat untuk meniupkan ruh kepadanya lalu diperintahkan untuk menuliskan 4 kata : Rizki, Ajal, Amal dan Celaka/bahagianya. maka demi Alloh yang tiada Tuhan selainnya, ada seseorang diantara kalian yang mengerjakan amalan ahli surga sehingga tidak ada jarak antara dirinya dan surga kecuali sehasta saja. kemudian ia didahului oleh ketetapan Alloh lalu ia melakukan perbuatan ahli neraka dan ia masuk neraka. Ada diantara kalian yang mengerjakan amalan ahli neraka sehingga tidak ada lagi jarak antara dirinya dan neraka kecuali sehasta saja. kemudian ia didahului oleh ketetapan Alloh lalu ia melakukan perbuatan ahli surga dan ia masuk surga.”&lt;br /&gt;(HR. Bukhari 3208 dan HR.Muslim 2643)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan mengetahui hal ini, bukan berrati kita pasarah dan tidak berusaha mencari rezeki. Sebagian orang memiliki anggapan yang salah dalam memahami hal ini. Mereka hanya pasrah terhadap takdir tanpa melakukan usaha sama sekali. Sunngguh, ini adalah kesalah yang nyata.  Bukankah Allah juga memerintahkan kita untuk mengambil sebab dan melarang kita dari bersikap malas? Apabila kita sudah mengambil sebab dan mendapatkan hasil yang tidak kita inginkan, maka kita tidak boleh sedih dan berputus asa, termasuk dalam mencari rezeki, karena semuanya sudah merupakan ketetapan Allah.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;احرص على ما ينفعك واستعن بالله ولا تعجز وإن أصابك شيء فلا تقل لو أني فعلت كان كذا وكذا ولكن قل قدر الله وما شاء فعل&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bersemangatlah dalam hal yang bermanfaat bagimu. Minta tolonglah pada Allah dan jangalah kamu malas! Apabila kamu tertimpa sesuatu, janganlah kamu mengatakan :’Seaindainya aku berbuat demikian, tentu tidak akan begini atau begitu’, tetapi katakanlah : ‘Qoddarullahu wa maa sya’a fa’ala” &lt;br /&gt;(HR. Muslim 2664)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga tulisan rigkas ini bermanfaat. Wa shallallahu ‘alaa Nabiyyina Muhammad&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Referensi Utama :&lt;br /&gt;Syarhu al ‘Aqidah al Waashitiyah, Syaikh Muhammad bin Shalih al ‘Utsaimin rahimahullah&lt;br /&gt;Fiqhu al Asmai al Husna, Syaikh ‘Abdurrozaq bin ‘Abdil Muhsni al Badr hafidzahullah&lt;br /&gt;&lt;a href="http://muslim.or.id/aqidah/memahami-dua-jenis-rezeki.html" target="_blank"&gt;www.muslim.or.id&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian tadi sahabat sedikit mengenai &lt;a href="http://abufarras.blogspot.com/2011/11/jenis-rejeki.html" target="_blank"&gt;jenis rejeki&lt;/a&gt;.Semoga berguna dan bermanfaat saudaraku...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/908102935618754628-4001832429653956955?l=abufarras.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abufarras.blogspot.com/feeds/4001832429653956955/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abufarras.blogspot.com/2011/11/jenis-rejeki.html#comment-form' title='27 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/908102935618754628/posts/default/4001832429653956955'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/908102935618754628/posts/default/4001832429653956955'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abufarras.blogspot.com/2011/11/jenis-rejeki.html' title='Jenis Rejeki'/><author><name>Abu Farras</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00721574642806691527</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/-U1mwVFK_flo/TiOiUY3w3vI/AAAAAAAAAMg/UA3UrwcXRMY/s220/30.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-1-Rz96E9nhc/TsoEu5xKbRI/AAAAAAAAAN4/Qnoo24-M-BA/s72-c/Jenis+Rejeki+-+Muhasabah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>27</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-908102935618754628.post-8542778956479840242</id><published>2011-11-16T13:37:00.001+07:00</published><updated>2011-11-16T13:39:44.037+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Muhasabah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Alam Kubur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tazkiyatun Nafs'/><title type='text'>Kubur Awal Perjalanan Akhirat</title><content type='html'>&lt;b&gt;Kubur Awal Perjalanan Akhirat&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://abufarras.blogspot.com/2010/12/ingatlah-akan-mati.html" target="_blank"&gt;Mati&lt;/a&gt; adalah sesuatu perkataan yang paling ditakuti oleh hampir setiap manusia. Setiap orang, juga binatang takut mati, kecuali beberapa manusia yang sudah putus asa dalam kehidupan ini, yang ingin segera mati.Wajar sekali kalau manusia takut mati, sebab mati berarti berpisah dengan segala yang ia miliki atau senangi, berpisah dengan segala yang disayangi atau dicintai. Berpisah dengan anak dan isteri serta kekasih. Berpisah dengan bapa atau ibu, berpisah dengan harta dan pangkat, berpisah dengan dunia dan segala isinya.Dan &lt;a href="http://abufarras.blogspot.com/2011/11/kubur-awal-perjalanan-akhirat.html" target="_blank"&gt;kubur adalah awal perjalanan akhirat&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khalifah kaum muslimin yang keempat &lt;a href="http://abufarras.blogspot.com/2011/09/utsman-bin-affan-wafat-35-h.html" target="_blank"&gt;Utsman bin Affan radhiyallahu’anhu&lt;/a&gt; jika melihat perkuburan beliau menangis mengucurkan air mata hingga membasahi jenggotnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari ada seorang yang bertanya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;تذكر الجنة والنار ولا تبكي وتبكي من هذا؟&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tatkala mengingat surga dan neraka engkau tidak menangis, mengapa engkau menangis ketika melihat perkuburan?” Utsman pun menjawab, “Sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إن القبر أول منازل الآخرة فإن نجا منه فما بعده أيسر منه وإن لم ينج منه فما بعده أشد منه&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya liang kubur adalah awal perjalanan akhirat. Jika seseorang selamat dari (siksaan)nya maka perjalanan selanjutnya akan lebih mudah. Namun jika ia tidak selamat dari (siksaan)nya maka (siksaan) selanjutnya akan lebih kejam.” &lt;br /&gt;(HR. Tirmidzi, beliau berkata, “hasan gharib”. Syaikh al-Albani menghasankannya dalam Misykah al-Mashabih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-LzQn_JH03JA/TsNWj2L9Z6I/AAAAAAAAANw/a7sgIxWEKW8/s1600/Kubur+Awal+Perjalanan-Muhasabah.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="kubur awal perjalanan akhirat,alam kubur" border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/-LzQn_JH03JA/TsNWj2L9Z6I/AAAAAAAAANw/a7sgIxWEKW8/s1600/Kubur+Awal+Perjalanan-Muhasabah.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanakah perjalanan seseorang jika ia telah masuk di &lt;a href="http://abufarras.blogspot.com/2010/12/menyelisik-kehidupan-di-alam-kubur.html" target="_blank"&gt;alam kubur&lt;/a&gt;? Hadits panjang al-Bara’ bin ‘Azib yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan dishahihkan oleh Imam al-Hakim dan Syaikh al-Albani menceritakan perjalanan para manusia di alam kuburnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari kami mengantarkan jenazah salah seorang sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dari golongan Anshar. Sesampainya di perkuburan, liang lahad masih digali. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun duduk (menanti) dan kami juga duduk terdiam di sekitarnya seakan-akan di atas kepala kami ada burung gagak yang hinggap. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memainkan sepotong dahan di tangannya ke tanah, lalu beliau mengangkat kepalanya seraya bersabda, “Mohonlah perlindungan kepada Allah dari adzab kubur!” Beliau ulangi perintah ini dua atau tiga kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Seandainya seorang yang beriman sudah tidak lagi menginginkan dunia dan telah mengharapkan akhirat (sakaratul maut), turunlah dari langit para malaikat yang bermuka cerah secerah sinar matahari. Mereka membawa kain kafan dan wewangian dari surga lalu duduk di sekeliling mukmin tersebut sejauh mata memandang. Setelah itu turunlah malaikat pencabut nyawa dan mengambil posisi di arah kepala mukmin tersebut. Malaikat pencabut nyawa itu berkata, ‘Wahai nyawa yang mulia keluarlah engkau untuk menjemput ampunan Allah dan keridhaan-Nya’. Maka nyawa itu (dengan mudahnya) keluar dari tubuh mukmin tersebut seperti lancarnya air yang mengalir dari mulut sebuah kendil. Lalu nyawa tersebut diambil oleh malaikat pencabut nyawa dan dalam sekejap mata diserahkan kepada para malaikat yang berwajah cerah tadi lalu dibungkus dengan kafan surga dan diberi wewangian darinya pula. Hingga terciumlah bau harum seharum wewangian yang paling harum di muka bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian nyawa yang telah dikafani itu diangkat ke langit. Setiap melewati sekelompok malaikat di langit mereka bertanya, ‘Nyawa siapakah yang amat mulia itu?’ ‘Ini adalah nyawa fulan bin fulan’, jawab para malaikat yang mengawalnya dengan menyebutkan namanya yang terbaik ketika di dunia. Sesampainya di langit dunia mereka meminta izin untuk memasukinya, lalu diizinkan. Maka seluruh malaikat yang ada di langit itu ikut mengantarkannya menuju langit berikutnya. Hingga mereka sampai di langit ketujuh. Di sanalah Allah berfirman, ‘Tulislah nama hambaku ini di dalam kitab ‘Iliyyin. Lalu kembalikanlah ia ke (jasadnya di) bumi, karena darinyalah Aku ciptakan mereka (para manusia), dan kepadanyalah Aku akan kembalikan, serta darinyalah mereka akan Ku bangkitkan.’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu nyawa tersebut dikembalikan ke jasadnya di dunia. Lantas datanglah dua orang malaikat yang memerintahkannya untuk duduk. Mereka berdua bertanya, ‘Siapakah rabbmu?’, ‘Rabbku adalah Allah’ jawabnya. Mereka berdua kembali bertanya, ‘Apakah agamamu?’, ‘Agamaku Islam’ sahutnya. Mereka berdua bertanya lagi, ‘Siapakah orang yang telah diutus untuk kalian?’ “Beliau adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam” jawabnya. ‘Dari mana engkau tahu?’ tanya mereka berdua. ‘Aku membaca Al-Qur’an lalu aku mengimaninya dan mempercayainya’. Tiba-tiba terdengarlah suara dari langit yang menyeru, ‘(Jawaban) hamba-Ku benar! Maka hamparkanlah surga baginya, berilah dia pakaian darinya lalu bukakanlah pintu ke arahnya’. Maka menghembuslah angin segar dan harumnya surga (memasuki kuburannya) lalu kuburannya diluaskan sepanjang mata memandang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu datanglah seorang (pemuda asing) yang amat tampan memakai pakaian yang sangat indah dan berbau harum sekali, seraya berkata, ‘Bergembiralah, inilah hari yang telah dijanjikan dulu bagimu’. Mukmin tadi bertanya, ‘Siapakah engkau? Wajahmu menandakan kebaikan’. ‘Aku adalah amal salehmu’ jawabnya. Si mukmin tadi pun berkata, ‘Wahai Rabbku (segerakanlah datangnya) hari kiamat, karena aku ingin bertemu dengan keluarga dan hartaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun orang kafir, di saat dia dalam keadaan tidak mengharapkan akhirat dan masih menginginkan (keindahan) duniawi, turunlah dari langit malaikat yang bermuka hitam sambil membawa kain mori kasar. Lalu mereka duduk di sekelilingnya. Saat itu turunlah malaikat pencabut nyawa dan duduk di arah kepalanya seraya berkata, ‘Wahai nyawa yang hina keluarlah dan jemputlah kemurkaan dan kemarahan Allah!’. Maka nyawa orang kafir tadi ‘berlarian’ di sekujur tubuhnya. Maka malaikat pencabut nyawa tadi mencabut nyawa tersebut (dengan paksa), sebagaimana seseorang yang menarik besi beruji yang menempel di kapas basah. Begitu nyawa tersebut sudah berada di tangan malaikat pencabut nyawa, sekejap mata diambil oleh para malaikat bermuka hitam yang ada di sekelilingnya, lalu nyawa tadi segera dibungkus dengan kain mori kasar. Tiba-tiba terciumlah bau busuk sebusuk bangkai yang paling busuk di muka bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu nyawa tadi dibawa ke langit. Setiap mereka melewati segerombolan malaikat mereka selalu ditanya, ‘Nyawa siapakah yang amat hina ini?’, ‘Ini adalah nyawa fulan bin fulan’ jawab mereka dengan namanya yang terburuk ketika di dunia. Sesampainya di langit dunia, mereka minta izin untuk memasukinya, namun tidak diizinkan. Rasulullah membaca firman Allah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لا تفتح لهم أبواب السماء ولا يدخلون الجنة حتى يلج الجمل في سم الخياط&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak akan dibukakan bagi mereka (orang-orang kafir) pintu-pintu langit dan mereka tidak akan masuk surga, sampai seandainya unta bisa memasuki lobang jarum sekalipun.” &lt;br /&gt;(QS. Al-A’raf: 40)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu Allah berfirman, ‘Tulislah namanya di dalam Sijjin di bawah bumi’, Kemudian nyawa itu dicampakkan (dengan hina dina). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca firman Allah ta’ala:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَمَن يُشْرِكْ بِاللهِ فَكَأنَّمَا خَرَّ مِنَ السَّمَاءِ فَتَخْطَفُهُ الطَّيْرُ أَوْ تَهْوِي بِهِ الرِّيْحُ فِي مَكَانٍ سَحِيْقٍ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barang siapa mempersekutukan sesuatu dengan Allah, maka adalah ia seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar oleh burung, atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh.” &lt;br /&gt;(QS. Al-Hajj: 31)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian nyawa tadi dikembalikan ke jasadnya, hingga datanglah dua orang malaikat yang mendudukannya seraya bertanya, ‘Siapakah rabbmu?’, ‘Hah hah… aku tidak tahu’ jawabnya. Mereka berdua kembali bertanya, ‘Apakah agamamu?’ “Hah hah… aku tidak tahu’ sahutnya. Mereka berdua bertanya lagi, ‘Siapakah orang yang telah diutus untuk kalian?’ “Hah hah… aku tidak tahu’ jawabnya. Saat itu terdengar seruan dari langit, ‘Hamba-Ku telah berdusta! Hamparkan neraka baginya dan bukakan pintu ke arahnya’. Maka hawa panas dan bau busuk neraka pun bertiup ke dalam kuburannya. Lalu kuburannya di ‘press’ (oleh Allah) hingga tulang belulangnya (pecah dan) menancap satu sama lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba datanglah seorang yang bermuka amat buruk memakai pakaian kotor dan berbau sangat busuk, seraya berkata, ‘Aku datang membawa kabar buruk untukmu, hari ini adalah hari yang telah dijanjikan bagimu’. Orang kafir itu seraya bertanya, ‘Siapakah engkau? Wajahmu menandakan kesialan!’, ‘Aku adalah dosa-dosamu’ jawabnya. ‘Wahai Rabbku, janganlah engkau datangkan hari kiamat’ seru orang kafir tadi. &lt;br /&gt;(HR. Ahmad dalam Al-Musnad (XXX/499-503) dan dishahihkan oleh al-Hakim dalam Al-Mustadrak (I/39) dan al-Albani dalam Ahkamul Janaiz hal. 156)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah dua model kehidupan orang yang telah masuk liang kubur. Jika kita menginginkan untuk menjadi orang yang dibukakan baginya pintu ke surga dan diluaskan liang kuburnya seluas mata memandang maka mari kita berusaha untuk memperbanyak untuk beramal saleh di dunia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu amalan tidak akan dianggap saleh hingga memenuhi dua syarat:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Ikhlas&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sesuai dengan tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;Banyak sekali dalil-dalil dari Al-Qur’an maupun hadits-hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang merupakan landasan dua syarat di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara dalil syarat pertama adalah firman Allah ta’ala:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَمَا أُمِرُوا إِلا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ وَذَلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat, dan yang demikian itulah agama yang lurus.”&lt;br /&gt;(QS. Al-Bayyinah: 5)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara dalil syarat kedua adalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;من عمل عملاً ليس عليه أمرنا فهو رد&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barang siapa yang melakukan suatu amalan yang tidak sesuai dengan petunjukku, maka amalan itu akan ditolak.”&lt;br /&gt;(HR. Muslim dalam Shahih-nya (III/1344 no 1718))&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah menghimpun dua syarat ini dalam firman-Nya di akhir surat Al-Kahfi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;قُلْ إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ مِثْلُكُمْ يُوحَى إِلَيَّ أَنَّمَا إِلَهُكُمْ إِلَهٌ وَاحِدٌ فَمَنْ كَانَ يَرْجُو لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلا صَالِحًا وَلا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barang siapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorang pun dalam beribadat kepada Tuhannya.”&lt;br /&gt;(QS. Al-Kahfi: 110)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka mari kita manfaatkan kehidupan dunia yang hanya sementara ini untuk benar-benar beramal saleh. Semoga kelak kita mendapatkan &lt;b&gt;kenikmatan di alam kubur serta dihindarkan dari siksaan di dalamnya&lt;/b&gt;, amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu ta’ala a’lam, wa shallallahu ‘ala nabiyyyina muhammadin wa ‘ala alihi wa shahbihi ajma’in.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan ini terinspirasi dari kitab Majalis Al-Mu’minin Fi Mashalih Ad-Dun-Ya Wa Ad-Din Bi Ightinam Mawasim Rabb Al-’Alamin, karya Fu’ad bin Abdul Aziz asy-Syahlub (II/83-86)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ustadz Abu Abdirrahman Abdullah Zaen. MA&lt;br /&gt;&lt;a href="http://muslim.or.id/akhlaq-dan-nasehat/liang-kubur-awal-perjalanan-kita-di-akhirat.html" target="_blank"&gt;www.muslim.or.id&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian tadi sahabat sedikit mengenai &lt;a href="http://abufarras.blogspot.com/2011/11/kubur-awal-perjalanan-akhirat.html" target="_blank"&gt;Kubur Awal Perjalanan Akhirat&lt;/a&gt;.Semoga berguna dan bermanfaat saudaraku...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/908102935618754628-8542778956479840242?l=abufarras.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abufarras.blogspot.com/feeds/8542778956479840242/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abufarras.blogspot.com/2011/11/kubur-awal-perjalanan-akhirat.html#comment-form' title='25 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/908102935618754628/posts/default/8542778956479840242'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/908102935618754628/posts/default/8542778956479840242'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abufarras.blogspot.com/2011/11/kubur-awal-perjalanan-akhirat.html' title='Kubur Awal Perjalanan Akhirat'/><author><name>Abu Farras</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00721574642806691527</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/-U1mwVFK_flo/TiOiUY3w3vI/AAAAAAAAAMg/UA3UrwcXRMY/s220/30.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-LzQn_JH03JA/TsNWj2L9Z6I/AAAAAAAAANw/a7sgIxWEKW8/s72-c/Kubur+Awal+Perjalanan-Muhasabah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>25</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-908102935618754628.post-2788855855122714293</id><published>2011-11-13T08:22:00.001+07:00</published><updated>2011-11-13T08:25:46.660+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Permata Hati'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Keluarga'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Akhlaq'/><title type='text'>Mendidik Sifat Baik Pada Anak</title><content type='html'>&lt;b&gt;Mendidik Sifat Baik Pada Anak&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang tua bertanggung jawab dihadapan Allah Ta’ala tentang pendidikan dan pembinaan anak-anak mereka. Bila &lt;a href="http://abufarras.blogspot.com/2010/12/anak-tanggung-jawab-ayah.html" target="_blank" title="Anak Tanggung Jawab Ayah"&gt;orang tua&lt;/a&gt; telah mengemban tanggung jawab itu dengan baik, semua akan berbahagia di dunia dan akhirat. Sebaliknya, bila orang tua mengesampingkannya, anak akan menghadapi kondisi buruk dan orang tuanya akan menanggung beban dosa atas kelalaiannya itu. Salah satu aspek penting dalam perkembangan anak, adalah pembinaan moral mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt; Pembinaan akhlak anak-anak&lt;/b&gt; mesti dilakukan sejak dini supaya kecenderungannya dalam menyukai kebaikan tetap terjaga. Dengan itu, anak-anak akan menjadi insan-insan terpuji nantinya, dan sumber kebahagiaan dan ketenangan orang tua mereka serta mendatangkan kebaikan bagi mereka, di dunia sebelum di akhirat. Jadi, &lt;a href="http://abufarras.blogspot.com/2011/11/mendidik-sifat-baik-pada-anak.html" target="_blank"&gt;mendidik anak&lt;/a&gt; termasuk amalan shaleh yang dapat digunakan oleh orang tua untuk mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala dan pahalanya akan mengalir terus-­menerus sebagaimana sedekah jariyah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : "Jika seorang anak Adam meninggal, ia akan putus dari seluruh amalannya kecuali tiga perkara : sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak shaleh yang mendoakannya."&lt;br /&gt;(HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang perlu digarisbawahi disini, bahwa Islam telah mengajarkan seluruh &lt;a href="http://abufarras.blogspot.com/2011/04/akhlaq-untuk-buah-hati.html" target="_blank" title="akhlaq untuk buah hati"&gt;akhlak yang baik&lt;/a&gt;. Bahkan seluruh ajarannya memang berbasis perbaikan akhlak manusia secara menyeluruh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :"Aku diutus untuk menyempurnakan akhak "&lt;br /&gt;(HR. Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Qayyim rahimahullah mengatakan, ”Sesungguhnya Islam adalah agama akhlak. Siapa saja yang menambahi akhlak kepadamu, maka ia sudah menambahi agama bagimu”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itulah, kaum Muslimin benar-benar tidak membutuhkan teori-teori pendidikan produk bangsa Barat, yang notabene mereka adalah kaum yang tidak beriman kepada Allah Ta’ala dan tatanan kehidupan moral mereka pun sudah berantakan. Apa yang diharapkan dari bangunan yang sudah rusak ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-CCuKIR4VP2A/Trj3JOkVTQI/AAAAAAAAANo/3mJZsomFjkM/s1600/Mendidik+Sifat+Baik+Pada+Anak-Muhasabah.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://3.bp.blogspot.com/-CCuKIR4VP2A/Trj3JOkVTQI/AAAAAAAAANo/3mJZsomFjkM/s200/%27mendidik%20sifat%20baik%27-%27mendidik%20anak%27alt=mendidk%20sifat%20baik%27title=%27mendidik%20sifat%20baik%20pada%20anak%27Mendidik+Sifat+Baik+Pada+Anak-Muhasabah.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;TIGA SIFAT PENTING BAGI ANAK&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budi pekerti luhur yang diajarkan Islam. sangatlah banyak, sehingga tidak mungkin dibatasi karena rinciannya begitu luas. Untuk itu, sangat perlu mengedepankan penanaman sifat-­sifat mulia yang terpenting yang seyogyanya melekat pada seorang anak dalam kehidupannya secara individu maupun sosial sehingga mereka lebih terarah menuju kondisi-kondisi yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara sifat terpenting itu adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) SIFAT JUJUR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejujuran, salah satu sifat terpenting dalam kepribadian seorang anak dan sekaligus nantinya akan menjadi pertanda keimanannya. Pasalnya, kejujuran (ash-shidqu, Arab) lawan dari berdusta (al-kadzib) yang merupakan salah satu karakter menonjol orang-orang munafik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Ta’ala memerintahkan berkata jujur dan melarang kedustaan. Allah Ta’ala berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar (QS. At-Taubah / 9:119)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merekea orang-orang yang benar dalam perkataan, perbuatan dan kondisi.[2]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :"Tanda orang munafik ada tiga ; jika berbicara ia berdusta, jika ia berjanji ia mengingkari, dan jika diberi amanah ia berkhianat" &lt;br /&gt;(HR. al-Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluarga Muslim bertanggung-jawab penuh dihadapan Allah Ta’ala untuk mengambil peran utama dalam menanamkan sifat jujur dan seluruh akhlak yang terpuji pada kepribadian semua anggota keluarganya, baik yang dewasa maupun yang masih kanak-kanak. Pasalnya, sifat terpuji ini (kejujuran) salah satu faktor utama yang mendatangkan ketentraman hidup dalam rumah dan keindahan akhlak serta keteguhan perilaku yang baik lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hubungan antar komponen dalam satu keluarga mengharuskan mereka membiasakan hidup jujur dalam setiap ucapan dan perbuatan, siapapun dia, besar ataupun kecil. Menjadi kewajiban orang-orang yang sudah dewasa untuk menjadi cermin yang baik bagi anak-anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://abufarras.blogspot.com/2011/02/anak-anak-mengikuti-perbuatan-yang.html" target="_blank" title="Anak mengikuti perbuatan orang tua"&gt; Anak akan terpengaruh&lt;/a&gt; dengan orang dewasa yang ada disekitar mereka, terutama dalam rumah yang mereka huni. ”Perkara baik dalam pandangan anak-anak adalah yang engkau (orang tua / guru) lakukan. Dan perkara buruk (menurut mereka) adalah yang tidak engkau lakukan”[3]. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh sebab itu, Islam memperingatkan agar orang tua (pendidik) tidak mencoba berdusta di hadapan anak-anak yang masih dalam fitrahnya itu. Tujuannya, agar mereka tumbuh dan berkembang dalam naungan pembinaan yang baik. Di saat sebagian orang tua meremehkan masalah ini dengan tidak sejalannya perkataan yang didengar anak-anak dengan perbuatan yang dilakukan orang tua, dan membuai mereka dengan ‘obralan’ janji `kosong’ agar mau taat, mendengar dan tidak membangkang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah pembinaan seperti ini tepat? Kedustaan itu apakah bukan dosa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara mendidik dengan kedustaan ditentang oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan beliau tetap menganggapnya sebagai perbuatan dosa. Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangsiapa berkata kepada seorang anak kecil, ”Kesini, ambillah (ini)”, kemudian tidak memberinya apapun, itu adalah kedustaan &lt;br /&gt;(HR. Ahmad dishahihkan oleh al-Albani rahimahullah dalam ash-Shahihah no. 748).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadits lain yang memperkuat makna hadits di atas, dari hadits Abdullah bin Amir ra. Rasulullah mendatangi rumah kami, saat aku masih kecil. Aku keluar untuk main-main. lbuku berkata, “Abdullah, sini, lbu mau memberimu (sesuatu)”. Rasulullah bertanya (kepada Ibuku), “Apa yang akan engkau berikan kepadanya?”. Ibu menjawab, “Kurma”. Kemudian Rasulullah berkata, “Jika engkau tidak memberinya apapun, niscaya itu satu kedustaan bagimu”. &lt;br /&gt;(HR. Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui dua hadits di atas, sudah jelas, bahwa apa yang dipraktekkan sebagian orang tua terhadap anak-anak mereka dengan menjanjikan sesuatu padahal tidak berniat untuk memberikannya kepada sang anak, hanya agar anak mau taat dan mendengar perintah dan larangan orang tua, atau sekedar mau masuk rumah, termasuk kedustaan yang harus dijauhi setiap Muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Muhammad Jamil Zainu rahimahullah mengatakan, “(Kewajiban orang tua) Membiasakan anak-anak untuk jujur dalam ucapan dan perilaku mereka dilakukan dengan cara kita (orang tua) tidak berdusta kepada anak-anak meski saat bercanda dengan mereka, jika kita (orang tua) menjanjikan mereka (sesuatu), maka kita (orang tua) harus memenuhinya”.[4]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan melekatnya sifat jujur pada anak, akan terbentuk insan-insan yang selalu berbuat ikhlas, tidak suka cari muka, jauh dari niat buruk dan selalu berkata benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) SIFAT AMANAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sifat ini sangat tinggi dan penting kedudukannya dalam Islam dimana al-Qur’an menyebutkan bahwa amanah mencakup seluruh aspek perintah dan larangan dalam Islam. Allah Ta’ala berfirman :"Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanah kepada yang berhak menerimanya." (QS. An-Nisa / 4:58)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amanat adalah segala hal yang dipercayakan kepada seseorang dan ia dituntut untuk menjalankannya. Allah memerintahkan untuk menjalankannya dengan sempurna. Termasuk dalam makna amanat ialah amanat memegang kekuasaan, kekayaan atau rahasia dan lainnya. Orang yang diserahi amanat untuk mengemban sesuatu, maka harus wajib memeliharanya dengan baik, karena amanat tidak bisa dijalankan kecuali dengan cara memeliharanya.[5]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ayat lain, Allah Ta’ala berfirman :"Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dn (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu sedang kamu mengetahui" &lt;br /&gt;(QS. Al-Anfal / 8:27)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejujuran termasuk bagian dari amanah dan pelengkapnya. Hal ini dapat diketahui bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menggandengkan antara amanah dan kejujuran dalam hadits sebagai sifat seorang Mukmin, dan dua sifat yang bertolak-belakang dengannya (dusta dan khianat) termasuk tanda nifak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :"Tanda orang munafik ada tiga ; jika berbicara ia berdusta, jika berjanji ia mengingkari, dan jika diberi amanah ia berkhianat." &lt;br /&gt;(HR. al-Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas dasar itu, menjadi kewajiban orang tua untuk membiasakan diri mereka dan anak-­anak untuk menjaga amanah dan memperingatkan mereka dari khianat dan dampak buruknya. Termasuk memerintahkan mereka untuk menjaga hak-hak orang dan barang milik mereka yang mereka temukan di tengah jalan, meskipun harganya tidak seberapa dalam pandangan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang tua harus mendidik anak-anak agar tidak punya keinginan untuk memiliki barang milik orang lain sekalipun berada di tengah jalan tanpa diketahui pemiliknya. Justru sebaliknya mengajak mereka untuk mencari pemiliknya sedapat mungkin. Ini akan menggoreskan pelajaran mendalam pada jiwa anak dikemudian hari untuk tidak pernah berharap memiliki barang milik orang lain apalagi sampai mengambilnya dengan cara-cara yang haram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) MEMBIASAKAN LISAN MEREKA UNTUK BERKATA-KATA YANG BAIK SAJA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendidik anak untuk hanya berkata-kata yang baik dan menjauhi ungkapan-ungkapan buruk bagian dari akhlak mulia yang diajarkan oleh Islam melalui al-Qur’an dan Hadits.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menghubungkan antara keimanan dan ucapan baik yang keluar dari mulut seseorang dalam sabdanya  : "Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari Akhir, hendaknya ia berkata yang baik atau diam (saja)."&lt;br /&gt;(HR. al-Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Orang tua yang hendak mendidik anak untuk menjaga lisan dari celaan, umpatan, dan kata-kata kotor lainnya&lt;/b&gt;, maka harus menempuh empat cara :&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Orang tua terlebih dulu harus menjauhi ucapan-ucapan yang buruk secara  mutlak. Sebab, mereka itulah cermin dan teladan bagi anak-anak.  “Sesungguhnya indahnya kepribadian pendidik dan kedua orang tua di depan  anak-anak adalah bentuk tarbiyah (pendidikan) yang terbaik”.[6] &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengajarkan anak-anak dan mengingatkan mereka dengan ayat-ayat al­Qur’an dan Hadits-hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang mengajak untuk menjaga lisan dari ucapan-­ucapan yang tidak baik, setiap kali mereka membutuhkan peringatan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Melakukan pengingkaran saat anak-anak mengeluarkan kata-kata yang buruk dan tidak senonoh.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memilihkan teman pergaulan yang baik dan menjauhkannya dari teman pergaulan yang buruk, agar anak-anak terjaga dan terlindungi. Maka, menjadi kewajiban orang tua untuk mengawasi teman-teman pergaulan anak-anak mereka dan memperingatkan anak­-anak jangan sampai berkawan dengan orang-­orang yang berperilaku buruk. Ibrahim al-Harbi rahimahullah mengatakan, ”Kerusakan pertama pada anak terjadi karena kawannya”. (Dzammul Hawa, Ibnul Jauzi rahimahullah).&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;ANAK-ANAK HARUS DIJAUHKAN DARI BENIH-BENIH PENYIMPANGAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi tugas dan tanggung-jawab orang tua untuk menjauhkan anak-anak dari benih-benih penyimpangan. Man syabba ‘ala sya’in syaba ’alaih demikian bunyi pepatah Arab yang bermakna siapa yang tumbuh dengan pola hidup tertentu, maka ia akan terbiasa dengan itu di masa tuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, mata rantai penyimpangan hendaknya diputus sejak dini pula. Kelahiran anak yang merupakan salah satu pengaruh adanya sebuah perkawinan yang sah menjadi amanah bagi kedua orang tuanya. Secara rill, pelaksanaan amanah ini di antaranya dengan mendidik mereka dengan ajaran-ajaran Islam dan mengajarkan mereka hal-­hal yang mereka butuhkan dalam urusan agama dan dunia mereka. Selain itu, juga mengembangkan kepribadian mereka dengan akhlak yang mulia dan adab yang baik serta menjaga mereka dari teman-teman yang buruk dan pergaulan yang membinasakan.[7]Orang tua yang kurang perhatian atau melalaikan kewajiban mentarbiyah anak-anak mereka telah berbuat dosa dan bermaksiat kepada Allah Ta’ala.[8]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila anak sudah terlanjur menyimpang dan menyenanginya, tinggallah orang tua pusing memikirkan bagaimana cara mengembalikan anak-anak buah hati mereka itu ke jalan yang lurus. Di saat itulah, penyesalan saja yang akan terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai penutup, mari kita simak nasehat Syaikh ‘Abdul Muhsin al-Qasim, imam dan khatib Masjid Nabawi kepada para orang tua, “Jadikan perhatianmu yang baik terhadap tarbiyah anak-anak dan keikhlasanmu untuk itu sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala. Bergembiralah dan selalu berharap baik, serta manfaatkan apa yang engkau miliki berupa doa yang mustajab bagi anak-­anakmu. Mendoakan anak termasuk kebiasaan para nabi. Nabi Ibrahim berdoa: “Dan jauhkanlah diriku dan anak-anakku dari menyembah berhala­berhala”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Ingatlah) Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : "Ada tiga doa yang mustajab (dikabulkan), tidak diragukan doa itu : doa orang tua bagi anaknya, doa musafir, dan doa orang yang terzholimi”[9]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah Ta’ala memberikan kemudahan kaum Muslimin dalam mendidik keturunan mereka sesuai dengan petunjuk Islam. Wallahu a’lam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diangkat dari al-Mar’atu Ra’iyatun fii Baitiha Da’iyatun, DR. Ahmad bin Muhammad Aba Buthain him. 17-21dengan beberapa tambahan referensi seperti tercantum pada catatan kaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ustadz Abu Minhal&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;catatan kaki : &lt;br /&gt;[1] Hirasatul Fadhilah hlm. 107&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[2] Lihat Tafsir as-Sa’di hlm. 371&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[3] At-Taujihat al-Silamiyyah li Ishalahil Fardi wal Mujtama’ hlm. 33&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[4] Ibid. hlm. 35&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[5] Lihat Tafsir as-Sa’di hlm. 171&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[6] At-Taujihat al-Islamiyyah li Ishlahil Fardi wal Mujtama’ hlm. 33&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[7] Silahkan lihat pernyataan Syaikh Bakr Abu Zaid  rahimahullah dalam Hirasatul Fadhilah hlm. 105&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[8] Hirasatul Fadhilah hlm. 107&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[9] Al-Khuthabul Minbariyyah, Syaikh ‘Abdul Muhsin bin Muhammad al-Qasim, 1/176-177 dengan tema khutbah Tarbiyatul Aulad&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Majalah As Sunnah (Rubrik Baituna) edisi 11/thn. XIV/Rabiul Tsani 1432H/Februari 2011&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabbaskendari.wordpress.com/2011/04/14/penanaman-3-sifat-terpuji-pada-anak/" target="_blank"&gt;Madrasah Ibnu Abbas As-Salafy Kendari&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian tadi sahabat sedikit mengenai &lt;a href="http://abufarras.blogspot.com/2011/11/mendidik-sifat-baik-pada-anak.html" target="_blank"&gt;Mendidik Sifat Baik Pada Anak&lt;/a&gt;.Semoga berguna dan bermanfaat saudaraku...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/908102935618754628-2788855855122714293?l=abufarras.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abufarras.blogspot.com/feeds/2788855855122714293/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abufarras.blogspot.com/2011/11/mendidik-sifat-baik-pada-anak.html#comment-form' title='42 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/908102935618754628/posts/default/2788855855122714293'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/908102935618754628/posts/default/2788855855122714293'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abufarras.blogspot.com/2011/11/mendidik-sifat-baik-pada-anak.html' title='Mendidik Sifat Baik Pada Anak'/><author><name>Abu Farras</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00721574642806691527</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/-U1mwVFK_flo/TiOiUY3w3vI/AAAAAAAAAMg/UA3UrwcXRMY/s220/30.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-CCuKIR4VP2A/Trj3JOkVTQI/AAAAAAAAANo/3mJZsomFjkM/s72-c/%27mendidik%20sifat%20baik%27-%27mendidik%20anak%27alt=mendidk%20sifat%20baik%27title=%27mendidik%20sifat%20baik%20pada%20anak%27Mendidik+Sifat+Baik+Pada+Anak-Muhasabah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>42</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-908102935618754628.post-4816448937815308091</id><published>2011-11-08T16:41:00.001+07:00</published><updated>2011-11-08T16:43:45.254+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nasehat'/><title type='text'>Mengingatkan Kiamat Keadaan Di Hari Arafah</title><content type='html'>&lt;b&gt;Mengingatkan Kiamat Keadaan Di Hari Arafah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Diantara pelajaran penting dan penuh makna dari pelaksaan ibadah haji adalah berkumpulnya banyak orang di tempat penuh berkah yang di saksikan oleh semua jamaah haji di hari Arafah. Mereka &lt;a href="http://abufarras.blogspot.com/2011/11/mengingatkan-kiamat-keadaan-di-hari.html" target="_blank"&gt;wukuf di&lt;/a&gt; &lt;b&gt;Arafah&lt;/b&gt; sambil mengucapkan talbiyah dan memohon kepada Allah Ta’ala, mengharap rahmat-Nya dan takut akan adzab-Nya memohon karunia-Nya yang berlimpah di hari berkumpulnya umat Islam terbesar yang pernah di saksikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://abufarras.blogspot.com/2011/11/mengingatkan-kiamat-keadaan-di-hari.html" target="_blank"&gt;Wukuf di Arafah&lt;/a&gt; mengingatkan kaum Muslimin akan adanya pengumpulan yang maha besar nanti &lt;b&gt;di hari Kiamat&lt;/b&gt;. Kala itu, seluruh manusia dari yang pertama sampai yang terakhir akan berkumpul untuk menunggu keputusan Allah Ta’ala kemudian mereka akan berjalan menuju tempatnya masing-masing. Ada yang mendapatkan nikmat yang kekal dan ada pula yang tertimpa azab yang sangat pedih. Semoga Allah Ta’ala menjadikan kita termasuk golongan yang pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-VBjjL_vyLkE/TrjrMcIHOCI/AAAAAAAAANg/AVeUFg745wE/s1600/Keadaan+Di+Arafah-Muhasabah.jpeg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/-VBjjL_vyLkE/TrjrMcIHOCI/AAAAAAAAANg/AVeUFg745wE/s1600/alt= 'keadaan di padang arafah' title='Keadaan+Di+Arafah-Muhasabah'.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Qayyim rahimahullah dalam sya’ir mimiyyahnya mengatakan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh agungnya hari pengumpulan itu. Seperti pengumpulan di &lt;b&gt;hari Kiamat&lt;/b&gt;, namun hari Kiamat itu lebih dahsyat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kedahsyatan hari Kiamat&lt;/b&gt; itu sudah tidak diragukan lagi. &lt;br /&gt;Allah Ta’ala berfirman :"Dan mereka akan dibawa ke hadapan Rabbmu dengan berbaris." &lt;br /&gt;(QS. al-Kahfi /18:48).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Ta’ala juga berfirman :Pada hari itu kamu dihadapkan (kepada Rabbmu), tiada sesuatu pun dari keadaanmu yang tersembunyi (bagi Allah). &lt;br /&gt;(QS. al-Haqqah / 69:18).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari Kiamat itu, Allah Ta’ala mengumpulkan semua hamba-Nya, sebagaimana firman-Nya : "Sesungguhnya Dia akan mengumpulkan kamu di hari Kiamat, yang tidak ada keraguan terjadinya". &lt;br /&gt;(QS. an-Nisa / 4:87).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Allah Ta’ala berfirman :"(Ingatlah) hari (yang di waktu itu), Allah mengumpulkan kamu pada hari pengumpulan (untuk dihisab), itulah hari (waktu itu) ditampakkan kesalahan-kesalahan." &lt;br /&gt;(QS. at-Taghabun / 64:9).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Allah Ta’ala berfirman :"Hari Kiamat itu adalah suatu hari yang semua manusia dikumpulkan untuk (menghadapi)nya, dan hari itu adalah suatu hari yang disaksikan (oleh semua makhluk)." &lt;br /&gt;(QS. Hud / 11:103).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari pengumpulan itu tidak ada perbedaan antara umat terdahulu dan yang terakhir. Semua berkumpul di waktu yang sangat agung itu :"Katakanlah, “Sesungguhnya orang-orang yang terdahulu dan orang-orang yang terkemudian, benar-benar akan dikumpulkan di waktu tertentu pada hari yang dikenal." &lt;br /&gt;(QS. al-Waqi’ah / 56:49-50).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada seorang pun yang tidak menghadiri perkumpulan itu, walaupun badannya hancur di ruang angkasa, dan hilang di telan bumi dan di makan burung atau binatang buas. Semuanya akan dikumpulkan dan tidak ada cara untuk menghindar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Ta’ala berfirman :"Dan Kami kumpulkan seluruh manusia, dan tidak Kami tinggalkan seorang pun dari mereka." &lt;br /&gt;(QS. al-Kahfi / 18:47).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Ta’ala juga berfirman : "Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari Kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu." &lt;br /&gt;(QS. al-Baqarah / 2:148).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi, kecuali akan datang kepada Rabb Yang Maha Pemurah selaku seorang hamba. Sesungguhnya Allah telah menentukan jumlah mereka dan menghitung mereka dengan hitungan yang teliti, dan tiap-tiap mereka akan datang kepada Allah pada hari Kiamat dengan sendiri-sendiri." &lt;br /&gt;(QS. Maryam / 19:93-95).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka akan dikumpulkan di bumi yang berbeda dengan bumi mereka di dunia. Allah Ta’ala berfirman : "(Yaitu) pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain dan (demikian pula) langit, dan mereka semuanya (di padang mahsyar) berkumpul menghadap ke hadirat Allah Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa." &lt;br /&gt;(QS. Ibrahim / 14:48)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bumi yang menjadi tempat berkumpulnya manusia nanti di akhirat telah dijelaskan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. dalam kitab Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim dari Sahal bin Sa’ad radhiyallahu ‘anhu, ia mengatakan, “Aku telah mendengarkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : Pada hari Kiamat kelak, manusia akan dikumpulkan di bumi yang sangat putih berbentuk bulat pipih dan datar seperti roti bulat yang putih tidak ada tanda (bangunan) milik siapapun di atasnya. &lt;br /&gt;(HR. al-Bukhari, no. 6521 dan Muslin no. 2790).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksudnya (mereka di kumpulkan) di atas bumi yang datar, tidak ada dataran yang tinggi ataupun rendah, tidak ada pegunungan dan bebatuan dan tidak ada tanda tempat tinggal ataupun bangunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka dikumpulkan dalam keadaan tidak mengenakan sandal, telanjang tidak mengenakan pakaian, dalam keadaan tidak berkhitan. Dalam Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhum, ia menceritakan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : Sesunggunya kalian akan dikumpulkan dalam keadaan tidak beralas kaki, telanjang dan belum dikhitan, lalu beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca firman Allah Ta’ala (yang artinya) : Sebagaimana Kami telah memulai penciptaan pertama begitulah Kami akan mengulanginya. Itulah suatu janji yang pasti Kami tepati; sesungguhnya Kami lah yang akan melaksanakannya. &lt;br /&gt;(QS. al-Anbiya / 21:104). &lt;br /&gt;(HR. al-Bukhari, no. 3349 dan Muslim no. 2860).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disebutkan dalam Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim dari A’isyah radhiyallahu ‘anha, ketika Ia mendengarkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :Manusia akan dikumpulkan dalam keadaan tidak beralas kaki, telanjang dan belum dikhitan. Aku bertanya, ‘Wahai Rasulullah, wanita dan laki-laki semua akan saling melihat satu sama lain ? Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, ‘Wahai ‘Aisyah kondisinya mengalahkan keinginan mereka untuk saling melihat satu sama lain &lt;br /&gt;(HR. Bukhari no. 6527 dan Muslim no. 2859).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari itu, letak matahari semakin dekat ke manusia sehingga jaraknya hanya satu mil saja, sementara itu tidak ada tempat bernaung kecuali naungan Arsy (singgasana Allah). Diantara manusia, ada yang mendapat naungan Arsy dan ada pula yang terpanggang oleh panasnya matahari. Panas matahari itu menyengat dan menambah penderitaan serta semakin menimbulkan kegelisahannya. Kala itu, manusia saling berdesakan dan saling berhimpitan satu sama lain, sehingga terjadi saling dorong, kaki-kaki saling menginjak dan tenggorakan kering karena kehausan. Sungguh pada waktu itu, manusia mengalami tiga hal yang sangat berat dalam waktu yang bersamaan, yaitu panasnya sengatan matahari, kerongkongan yang kering serta badan berdesakan. Sehingga tak ayal lagi, keringat bercucuran dan tumpah ke tanah, sehingga membasahi kaki-kaki mereka sesuai dengan kedudukan dan kedekatan mereka dengan Rabb mereka. Diantara manusia ada yang keringatnya sampai ke bahu dan pinggangnya; dan di antara mereka ad yang keringatnya sampai di telinga; Dan ada yang benar-benar tenggelam dalam keringatnya sendiri.[1] Semoga Allah Ta’ala memelihara dan menyelamatkan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : Pada hari Kiamat, manusia berkeringat, sehingga keringat mengalir ke bumi tujuh puluh hasta dan menenggelamkan mereka hingga telinga &lt;br /&gt;(HR. al-Bukhari, no. 6532).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Miqdad bin al-Aswad radhiyallahu ‘anhu, ia mengatakan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : Pada hari Kiamat, matahari didekatkan ke manusia hingga kira-kira sebatas satu mil. Lalu manusia berkeringat sesuai amal perbuatan mereka. Di antara mereka ada yang berkeringat hingga (merendam) tumitnya; Diantara mereka, ada yang berkeringat sampai (menenggelamkan) lutut; Diantara mereka, ada yang berkeringat sampai (merendam) pinggangnya; Dan ada yang dikendalikan oleh keringatnya sendiri. (al-Miqdad        , Sahabat yang meriwayatkan hadits ini) mengatakan, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan isyarat dengan tangan ke arah mulut beliau.” &lt;br /&gt;(HR. Muslim no. 2864).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehari mereka berdiri (di padang mahsyar) sama dengan lima puluh tahun dunia ii.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Ta’ala berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Rabb dalam sehari yang kadarnya lima puluh ribu tahun. &lt;br /&gt;(QS. al-Ma’arij / 70:4).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disebutkan dalam Shahih Muslim, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : Tidak ada seorang pun pemilik emas dan perak yang tidak mengeluarkan zakatnya melainkan di hari Kiamat akan dibuatkan setrika dari api yang dinyalakan dalam neraka. Lalu disetrikakan pad perut, dahi dan punggungnya, setiap kali setrika itu dingin maka akan dipanaskan kembali untuknya di hari yang setara dengan lima puluh ribu tahun (di dunia) hingga perkaranya di putuskan, barulah ia melihat jalan keluarnya apakah akan ke surga atau ke neraka. &lt;br /&gt;(HR. Muslim no. 987).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, kondisi ini akan diringankan oleh Allah Ta’ala bagi orang-orang yang beriman. Kita memohon karunia kepada Allah Ta’ala yang Maha Pemurah. Dalam kitab Mustadrak al-Hakim dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : Lama hari Kiamat bagi orang-orang beriman seperti waktu antara Zhuhur dan Ashar. (al-Mustadrak, 1/84) dan dishahihkan al-Albani rahimahullah dalam Shahihul Jami’, no. 8193).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Ta’ala juga akan menaungi orang-orang beriman dengan naungan-Nya di hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya.&lt;br /&gt;Allah berfirman dalam hadits qudsi :"Dimana orang-orang yang saling mencintai karena keagungan-Ku? Pada hari ini Aku akan menaungi mereka saat tidak ada naungan pada hari ini selain naungan-Ku."&lt;br /&gt;(HR. Muslim no. 2566).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari itu, seluruh manusia meminta tolong kepada para Nabi. Mereka meminta agar diberikan syafaat di sisi Allah Ta’ala untuk segera menentukan dan memutuskan perkara diantara para hamba. Namun semua nabi menyampaikan alasan tidak bisa memberikan syafa’at kecuali nabi kita Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Itu untuk saya.” Kemudian beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam pergi dan sujud di bawah Arsy Rabbil alamin, Allah Ta’ala mudahkan beliau untuk mengucapkan ucapan syukur dan pujian-pujian yang baik yang sebelumnya tidak pernah diajarkan untuk seorangpun, kemudian Allah Ta’ala berfirman kepada Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam “Angkatlah kepalamu! Mintalah niscaya engkau akan diberikan! Dan berilah syafa’at niscaya syafaatmu (akan didengar)! Dan di saat itulah Allah Ta’ala datang untuk memberikan keputusan untuk para hamba-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Ta’ala berfirman :"Dan Rabbmu datang, sementara para malaikat berbaris-baris, dan pada hari itu neraka Jahanam diperlihatkan; dan pada hari itu ingatlah manusia akan tetapi tidak berguna lagi mengingat itu baginya. Dia (manusia) mengatakan, “Alangkah baiknya kiranya aku dahulu mengerjakan (amal saleh) untuk hidupku ini.”&lt;br /&gt;(QS. al-Fajr / 89:22-24).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah bait syair disebutkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatlah ketika engkau datang menghadap Allah seorang diri. Sementara timbangan untuk amalan telah ditegakkan. Segala yang menutupi maksiat telah dimusnahkan. Sementara dosa datang tanpa ada penutup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka marilah kita merenungi hari yang sudah dijelaskan untuk kita, Kita merenungi kondisi yang sudah diberitakan kepad kita, Hendaklah kita mempersiapkan segala yang diperlukan dan hendaklah kita senantiasa bertakwa kepad Allah, karena sesungguhnya takwa adalah bekal terbaik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Ta’ala berfirman di akhir ayat-ayat tentang ibadah haji :"Dan bertakwalah kepad Allah, dan ketahuilah, bahwa kamu akan dikumpulkan kepada-Nya." &lt;br /&gt;(QS. al-Baqarah / 2:203).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah Ta’ala menjadikan kita semua temasuk para hamba-Nya yang senantiasa bertakwa, dan semoga Allah Ta’ala melindungi kita semua dari kehinaan di hari kiamat dan kita memohon dengan karunia dan kemurahan Allah Ta’ala supaya kita termasuk orang-orang yang selamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Abdurrazaq bin Abdul Muhsin al-Abbad&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Majalah As-Sunnah edisi: 06/thn XV/Dzulqadah 1432H/Oktober 2011M&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibnuabbaskendari.wordpress.com/2011/11/04/suasana-hari-arafah-mengingatkan-hari-kiamat/" target="_blank"&gt;Madrasah Ibnu Abbas As-Salafy Kendari&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian tadi sahabat sedikit mengenai &lt;a href="http://abufarras.blogspot.com/2011/11/mengingatkan-kiamat-keadaan-di-hari.html" target="_blank"&gt;Mengingatkan Kiamat Keadaan Di Hari Arafah&lt;/a&gt;.Semoga berguna dan bermanfaat saudaraku...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/908102935618754628-4816448937815308091?l=abufarras.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abufarras.blogspot.com/feeds/4816448937815308091/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abufarras.blogspot.com/2011/11/mengingatkan-kiamat-keadaan-di-hari.html#comment-form' title='54 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/908102935618754628/posts/default/4816448937815308091'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/908102935618754628/posts/default/4816448937815308091'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abufarras.blogspot.com/2011/11/mengingatkan-kiamat-keadaan-di-hari.html' title='Mengingatkan Kiamat Keadaan Di Hari Arafah'/><author><name>Abu Farras</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00721574642806691527</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/-U1mwVFK_flo/TiOiUY3w3vI/AAAAAAAAAMg/UA3UrwcXRMY/s220/30.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-VBjjL_vyLkE/TrjrMcIHOCI/AAAAAAAAANg/AVeUFg745wE/s72-c/alt= &apos;keadaan di padang arafah&apos; title=&apos;Keadaan+Di+Arafah-Muhasabah&apos;.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>54</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-908102935618754628.post-2816917649247815525</id><published>2011-11-05T14:00:00.003+07:00</published><updated>2011-11-05T15:16:46.502+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Akhlaq'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tazkiyatun Nafs'/><title type='text'>Hasil Kebaikan</title><content type='html'>&lt;span style="color: back; font-family: Architects Daughter; font-size: 15px;"&gt;&lt;b&gt;Hasil Kebaikan &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku inilah di antara &lt;a target="_blank" href="http://abufarras.blogspot.com/2011/11/hasil-kebaikan.html" &gt;buah dan tanda kebaikan kita diterima&lt;/a&gt;, yaitu kebaikan tersebut berbuah pada kebaikan selanjutnya. Jika kita mengerjakan shalat, maka itu pun membuahkan kita rutin mengerjakannya dan menjauhi kemungkaran. Jika kita shalat malam, maka tanda diterimanya kebaikan tersebut adalah jika kita berusaha terus untuk rutin shalat malam. Jika kita telah berhaji, maka itu membuahkan kita gemar menjaga shalat wajib, shalat sunnah, rajin berderma dan melakukan segala kebaikan lainnya.Inilah yang dinamakan dengan &lt;b&gt;buah dan hasil kebaikan&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;Sebaliknya, jika kebaikan yang kita lakukan malah berbuah kejelekan, maka itu tanda kebaikan sebelumnya itu bermasalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Allah subhanahu wa ta’ala menerima amalan seorang hamba, maka Dia akan menunjuki pada amalan sholih selanjutnya. Hal ini diambil dari perkataan sebagian salaf,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;مِنْ ثَوَابِ الحَسَنَةِ الحَسَنَةُ بَعْدَهَا، وَمِنْ جَزَاءِ السَّيِّئَةِ السَّيِّئَةُ بَعْدَهَا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Di antara balasan kebaikan adalah kebaikan selanjutnya dan di antara balasan kejelekan adalah kejelekan selanjutnya.” &lt;br /&gt;(Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Rajab menjelaskan hal di atas dengan perkataan salaf lainnya, ”Balasan dari &lt;b&gt;amalan kebaikan adalah amalan kebaikan selanjutnya&lt;/b&gt;. Barangsiapa melaksanakan kebaikan lalu dia melanjutkan dengan kebaikan lainnya, maka itu adalah tanda diterimanya amalan yang pertama. Begitu pula barangsiapa yang melaksanakan kebaikan lalu malah dilanjutkan dengan amalan kejelekan, maka ini adalah tanda tertolaknya atau tidak diterimanya amalan kebaikan yang telah dilakukan.” &lt;br /&gt;(Latho-if Al Ma’arif)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-n3zzJetrj5Y/ThunBVbjPAI/AAAAAAAAALo/8YrxtY6b2oA/s1600/15.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://1.bp.blogspot.com/-n3zzJetrj5Y/ThunBVbjPAI/AAAAAAAAALo/8YrxtY6b2oA/s200/15.jpg" width="133" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Semoga dengan hal ini semakin memudahkan kita untuk terus istiqomah dalam beramal baik. Kunci utama agar terus bisa beramal baik adalah tawakkal dan banyak memohon doa pada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Ta’ala berfirman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.”&lt;br /&gt;(QS. Ath Tholaq: 2-3). &lt;br /&gt;Yaitu seandainya manusia betul-betul bertakwa dan bertawakkal, maka sungguh Allah akan mencukupi urusan dunia dan agama mereka. &lt;br /&gt;(Lihat Jaami’ul ‘Ulum wal Hikam)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatlah pula sabda Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لَيْسَ شَيْءٌ أَكْرَمَ عَلَى اللَّهِ تَعَالَى مِنَ الدُّعَاءِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak ada sesuatu yang lebih besar pengaruhnya di sisi Allah Ta’ala selain do’a.” &lt;br /&gt;(HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad. Hasan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan tawakkal dan doa, moga Allah mudahkan kita kontinu dalam beramal baik sepanjang hayat. Wallahu waliyyut taufiq.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artikel : &lt;a target="_blank" href="http://rumaysho.com/belajar-islam/amalan/3482-buah-dari-mengikuti-kebaikan-dengan-kebaikan-lainnya.html" &gt;Rumaysho.Com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian tadi sahabat sedikit mengenai &lt;a target="_blank" href="http://abufarras.blogspot.com/2011/11/hasil-kebaikan.html" &gt;hasil kebaikan&lt;/a&gt;.Semoga berguna dan bermanfaat saudaraku...&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/908102935618754628-2816917649247815525?l=abufarras.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abufarras.blogspot.com/feeds/2816917649247815525/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abufarras.blogspot.com/2011/11/hasil-kebaikan.html#comment-form' title='32 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/908102935618754628/posts/default/2816917649247815525'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/908102935618754628/posts/default/2816917649247815525'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abufarras.blogspot.com/2011/11/hasil-kebaikan.html' title='Hasil Kebaikan'/><author><name>Abu Farras</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00721574642806691527</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/-U1mwVFK_flo/TiOiUY3w3vI/AAAAAAAAAMg/UA3UrwcXRMY/s220/30.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-n3zzJetrj5Y/ThunBVbjPAI/AAAAAAAAALo/8YrxtY6b2oA/s72-c/15.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>32</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-908102935618754628.post-5941487190737995582</id><published>2011-10-30T10:49:00.001+07:00</published><updated>2011-10-30T10:50:29.806+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Keluarga'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fiqih'/><title type='text'>Siapa Mahram Kita</title><content type='html'>&lt;b&gt;Siapa Mahram Kita&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://abufarras.blogspot.com/2011/10/siapa-mahram-kita.html" target="_blank"&gt;Mahram&lt;/a&gt; ini berasal dari kalangan wanita, yaitu orang-orang yang haram dinikahi oleh seorang lelaki selamanya (tanpa batas). (Di sisi lain lelaki ini) boleh melakukan safar (perjalanan) bersamanya, boleh berboncengan dengannya, boleh melihat wajahnya, tangannya, boleh berjabat tangan dengannya dan seterusnya dari hukum-hukum mahram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Mahram&lt;/b&gt; sendiri terbagi menjadi tiga kelompok, &lt;blockquote&gt;yakni mahram karena nasab (keturunan), mahram karena penyusuan, dan mahram mushaharah (kekeluargaan kerena pernikahan)&lt;/blockquote&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok pertama, yakni &lt;b&gt;mahram karena keturunan&lt;/b&gt;, ada tujuh golongan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Ibu, nenek dan seterusnya ke atas baik dari jalur laki-laki maupun wanita&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Anak perempuan (putri), cucu perempuan dan seterusnya ke bawah baik dari jalur laki-laki maupun wanita&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Saudara perempuan sekandung, seayah atau seibu&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Saudara perempuan bapak (bibi), saudara perempuan kakek (bibi orang tua) dan seterusnya ke atas baik sekandung, seayah atau seibu&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Saudara perempuan ibu (bibi), saudara perempuan nenek (bibi orang tua) dan seterusnya ke atas baik sekandung, seayah atau seibu&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Putri saudara perempuan (keponakan) sekandung, seayah atau seibu, cucu perempuannya dan seterusnya ke bawah baik dari jalur laki-laki maupun wanita&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Putri saudara laki-laki sekandung, seayah atau seibu (keponakan), cucu perempuannya dan seterusnya ke bawah baik dari jalur laki-laki maupun wanita&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-GfQ4aMNv1f8/TWDrs6E6sYI/AAAAAAAAAJo/R_82xPqqnbE/s1600/Mahram-Muhasabah.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="142" src="http://2.bp.blogspot.com/-GfQ4aMNv1f8/TWDrs6E6sYI/AAAAAAAAAJo/R_82xPqqnbE/s200/Mahram-Muhasabah.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Mereka inilah yang dimaksudkan Allah subhanahu wa ta’ala (yang artinya): “Diharamkan atas kamu (mengawini) ibu-ibumu, anak-anakmu yang perempuan, saudara-saudaramu yang perempuan, saudara-saudara bapakmu yang perempuan, saudara-saudara ibumu yang perempuan, anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki, anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan…” &lt;br /&gt;(An-Nisa: 23)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok kedua, juga berjumlah tujuh golongan, sama dengan mahram yang telah disebutkan pada nasab, hanya saja di sini &lt;b&gt;sebabnya adalah penyusuan&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua di antaranya telah disebutkan Allah subhanahu wa ta’ala (yang artinya): “Dan (diharamkan atas kalian) ibu-ibu kalian yang telah menyusukan kalian dan saudara-saudara perempuan kalian dari penyusuan.” &lt;br /&gt;(An-Nisa 23)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat ini menunjukkan bahwa seorang wanita yang menyusui seorang anak menjadi mahram bagi anak susuannya, padahal air susu itu bukan miliknya melainkan milik suami yang telah menggaulinya sehingga memproduksi air susu. Ini menunjukkan secara tanbih bahwa suaminya menjadi mahram bagi anak susuan tersebut . Kemudian penyebutan saudara susuan secara mutlak, berarti termasuk anak kandung dari ibu susu, anak kandung dari ayah susu, serta dua anak yang disusui oleh wanita yang sama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka ayat ini dan hadits yang marfu’ (artinya): “Apa yang haram karena nasab maka itupun haram karena punyusuan.” (Muttafaqun ‘alaihi dari Ibnu ‘Abbas), keduanya menunjukkan tersebarnya hubungan mahram dari pihak ibu dan ayah susu sebagaimana tersebarnya pada kerabat (nasab). Maka ibu dari ibu dan bapak (orang tua) susu misalnya, adalah mahram sebagai nenek karena susuan dan seterusnya ke atas sebagaimana pada nasab. Anak dari orang tua susu adalah mahram sebagai saudara karena susuan, kemudian cucu dari orang tua susu adalah mahram sebagai anak saudara (keponakan) karena susuan, dan seterusnya ke bawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudara dari orang tua susu adalah mahram sebagai bibi karena susuan, saudara ayah/ ibu dari orang tua susu adalah mahram sebagai bibi orang tua susu dan seterusnya ke atas.&lt;br /&gt;Adapun dari pihak anak yang menyusu, maka hubungan mahram itu terbatas pada jalur anak keturunannya saja. Maka seluruh anak keturunan dia, berupa anak, cucu dan seterusnya ke bawah adalah mahram bagi ayah dan ibu susunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya saja, berdasar pendapat yang paling kuat (rajih), yaitu pendapat jumhur dan dipilih oleh Asy-Syaikh Abdurrahman As-Sa’di, Asy-Syaikh Ibnu Utsaimin dan Syaikhuna (Muqbil) rahimahumullahu, bahwa penyusuan yang mengharamkan adalah yang berlangsung pada masa kecil sebelum melewati usia 2 tahun, &lt;br /&gt;berdasarkan firman Allah subhanahu wa ta’ala (yang artinya): “Para ibu hendaklah menyusukan anaknya selama 2 tahun penuh bagi siapa yang hendak menyempurnakan penyusuannya.” &lt;br /&gt;(Al-Baqarah: 233)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Hadits ‘Aisyah radhiallahu ‘anha muttafaqun ‘alaihi bahwa penyusuan yang mengharamkan adalah penyusuan yang berlangsung karena rasa lapar dan hadits Ummu Salamah yang diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dan dishahihkan oleh Al-Albani dalam Al-Irwa (no. hadits 2150) bahwa tidak mengharamkan suatu penyusuan kecuali yang membelah (mengisi) usus dan berlangsung sebelum penyapihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan yang diperhitungkan adalah minimal 5 kali penyusuan. Setiap penyusuan bentuknya adalah: bayi menyusu sampai kenyang (puas) lalu berhenti dan tidak mau lagi untuk disusukan meskipun diselingi dengan tarikan nafas bayi atau dia mencopot puting susu sesaat lalu dihisap kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun kelompok ketiga, jumlahnya 4 golongan, sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Istri bapak (ibu tiri), istri kakek dan seterusnya ke atas berdasarkan surat An-Nisa ayat 23.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Istri anak, istri cucu dan seterusnya ke bawah berdasarkan An-Nisa: 23.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ibu mertua, ibunya dan seterusnya ke atas berdasarkan An-Nisa: 23.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Anak perempuan istri dari suami lain (rabibah) , cucu perempuan istri baik dari keturunan rabibah maupun dari keturunan rabib, dan seterusnya ke bawah berdasarkan An-Nisa: 23.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;Nomor 1, 2 dan 3 hanya menjadi mahram dengan akad yang sah meskipun belum melakukan jima’ (hubungan suami istri). Adapun yang keempat maka dipersyaratkan bersama dengan akad yang sah dan harus terjadi jima’, dan tidak dipersyaratkan rabibah itu harus dalam asuhannya menurut pendapat yang paling rajih yaitu pendapat jumhur dan dipilih oleh Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan mereka tetap sebagai mahram meskipun terjadi perceraian atau ditinggal mati, maka istri bapak misalnya tetap sebagai mahram meskipun dicerai atau ditinggal mati. Dan Rabibah tetap merupakan mahram meskipun ibunya telah meninggal atau diceraikan, dan seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain yang disebutkan di atas, maka bukan mahram. Jadi boleh seseorang misalnya menikahi rabibah bapaknya atau menikahi saudara perempuan dari istri bapaknya dan seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula saudara perempuan istri (ipar) atau bibi istri, baik karena nasab maupun karena penyusuan maka bukan mahram, tidak boleh safar berdua dengannya, berboncengan sepeda motor dengannya, tidak boleh melihat wajahnya, berjabat tangan, dan seterusnya dari hukum-hukum mahram tidak berlaku padanya. Akan tetapi tidak boleh menikahinya selama saudaranya atau keponakannya itu masih sebagai istri hingga dicerai atau meninggal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini berdasarkan firman Allah subhanahu wa ta’ala (yang artinya): “Dan (haram atasmu) mengumpulkan dua wanita bersaudara sebagai istri (secara bersama-sama).” (An-Nisa: 23)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan hadits Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu muttafaqun ‘alihi bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang mengumpulkan seorang wanita dengan bibinya sebagai istri secara bersama-sama. Wallahu a’lam bish-shawab.&lt;br /&gt;(Lihat Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir As-Sa’di, Syarhul Mumti’, 5/168-210) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Ustadz Muhammad Sarbini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Posting Ulang Dari : &lt;a href="http://fsialkaun.wordpress.com/" target="_blank"&gt;fsialkaun.wordpress.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian tadi sahabat sedikit mengenai &lt;a href="http://abufarras.blogspot.com/2011/10/siapa-mahram-kita.html" target="_blank"&gt;siapa mahram kita&lt;/a&gt; .Semoga Berguna dan bermanfaat saudaraku...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/908102935618754628-5941487190737995582?l=abufarras.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abufarras.blogspot.com/feeds/5941487190737995582/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abufarras.blogspot.com/2011/10/siapa-mahram-kita.html#comment-form' title='38 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/908102935618754628/posts/default/5941487190737995582'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/908102935618754628/posts/default/5941487190737995582'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abufarras.blogspot.com/2011/10/siapa-mahram-kita.html' title='Siapa Mahram Kita'/><author><name>Abu Farras</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00721574642806691527</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/-U1mwVFK_flo/TiOiUY3w3vI/AAAAAAAAAMg/UA3UrwcXRMY/s220/30.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-GfQ4aMNv1f8/TWDrs6E6sYI/AAAAAAAAAJo/R_82xPqqnbE/s72-c/Mahram-Muhasabah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>38</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-908102935618754628.post-831432156846645473</id><published>2011-10-24T15:29:00.001+07:00</published><updated>2011-10-24T15:34:56.180+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Keluarga'/><title type='text'>Rumah Tangga Idaman</title><content type='html'>&lt;b&gt;Rumah Tangga Idaman&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah Tangga Sebuah Amanah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kewajiban paling utama, tanggung jawab paling besar, dan amanah paling berat adalah pendidikan terhadap keluarga dan bimbingan untuk rumah tangga, berawal dari diri sendiri kemudian istri, anak-anak , dan kerabatnya. Inilah yang dimaksud firman Alloh:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يَـٰٓأَيُّہَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ قُوٓاْ أَنفُسَكُمۡ وَأَهۡلِيكُمۡ نَارً۬ا وَقُودُهَا ٱلنَّاسُ وَٱلۡحِجَارَةُ عَلَيۡہَا مَلَـٰٓٮِٕكَةٌ غِلَاظٌ۬ شِدَادٌ۬ لَّا يَعۡصُونَ ٱللَّهَ مَآ أَمَرَهُمۡ وَيَفۡعَلُونَ مَا يُؤۡمَرُونَ (﻿٦﻿)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api naar yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa ang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. &lt;br /&gt;(QS. 66:6)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pendidikan keluarga&lt;/b&gt; bukan sekedar kegiatan sambilan, pemikiran sedeharna, atau upaya ala kadarnya. Namun pendidikan keluarga merupakan kebutuhan asasi dan masalah yang sangat urgen serta memiliki konsekuensi jauh ke depan dalam menentukan masa depan rumah tangga. Seorang muslim harus bertanggung jawab atas segala kekurangan dan kesesatan yang terjadi di tengah keluarganya. Dari Ibnu Umar Rodhiyalloohu ‘Anhuma berkata: aku mendengar Rosulullooh Shololloohu ‘alaihi wassallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kamu sekalian adalah pemimpin, dan akan diminta tanggung jawab atas kepimpinannya, seorang imam adalah pemimpin, dan akan diminta tanggung jawab atas kepemimpinannya dan seorang laki-laki adalah pemimpin dan akan diminta tanggung jawab atas atas kepemimpinannya, dan wanita adalah penanggung jawab terhadap rumah suaminya dan akan diminta tanggung jawabnya, serta pembantu penanggung jawab atas harta benda majikannya dan akan diminta tanggung jawabnya”. &lt;br /&gt;(Shohih, diriwayatkan oleh Bukhori dalam Shohih-nya: 893, 2409, 2554, 2558, 2571, 5188, dan 7138. Muslim dalam Shohih-nya: 4701, dan Tirmidzi dalam Sunan-nya: 1705)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-00OZURJrJDA/TqUhg7Tcw_I/AAAAAAAAANU/e91YnztCzWQ/s1600/Rumah+Tangga+Idaman+-+Muhasabah.gif" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://2.bp.blogspot.com/-00OZURJrJDA/TqUhg7Tcw_I/AAAAAAAAANU/e91YnztCzWQ/s200/Rumah+Tangga+Idaman+-+Muhasabah.gif" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Keluarga yang baik merupakan nikmat yang paling agung dan karunia yang paling berharga dan tidak ada yang mampu menghargai dan mengenali nilainya kecuali orang yang telah memiliki keluarga hancur dan rumah tangga berantakan sehingga kehidupan laksana terkurung oleh hawa neraka, dan hari-harinya hampir diwarnai perih dan pilu karena keluarga berantakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bekal Membina Rumah Tangga&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah bahwa berbagai macam problem kehidupan dalam rumah tangga sering timbul akibat kebodohan terutama terhadap ilmu agama. Dan sebagai obatnya adalah belajar, sebagaimana sabda Nabi Shololloohu ‘alaihi wassallam kepada para sahabat Rodhiyalloohu ‘Anhuma:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mengapa mereka tidak bertanya jika tidah tahu? Sesungguhnya obat kebodohan adalah bertanya”. &lt;br /&gt;(Hasan, diriwayatkan Imam Abu Dawud dalam Sunan-nya: 337 dan Ibnu Majah dalam Sunan-nya:572. Dan dihasankan syaikh al-Albani dalam Shohih Sunan Abu Dawud: 337)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedunguan hati dari ilmu dan kebisuan lisan dari berbicara dinyatakan sebagai penyakit. Dan obatnya adalah bertanya kepada ulama, sehingga meraih ilmu yang bermanfaat, sebab ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang terpancar dari lentera Al-Qur’an dan as-Sunnah sesuai dengan pemahaman  para sahabat dan tabi’in , termasuk perkara yang terkait dengan ma’rifat kepada Alloh, hukum halal-haram, zuhud, kebersihan hati dan akhlaq mulia, serta mengatur kehidupan rumah tangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilmu yang bermanfaat berfungsi sebagai pemusnah secara tuntas dua penyakit rohani yang paling berbahaya dan menjadi biang penyakit hati yaitu syubhat dan syahwat. Maka sebagai seorang pendidik, sebelum membina keluarganya, harus membekali dirinya dengan ilmu agama yang cukup. Sehingga dengan bekal ilmu agama yang bermanfaat, semua urusan rumah tangga menjadi mudah dan berdakwah di tengah keluarga menjadi lancar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi bila ilmu telah meresap ke dalam hati maka akan melenyapkan penyakit syubhat dan syahwat, mencabut kedua penyakit itu sampai ke akar-akarnya. Ibaratnya orang yang sedang minum obat, segala macam kuman akan hancur dan musnah, sementara obat yang paling manjur adalah obat yang cepat meresap ke dalam tubuh dan tidak membuat kuman kebal, tetapi untuk memusnahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Akhlaq Seorang Pendidik&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Seorang pembina rumah tangga harus berilmu, berperangai lemah lembut, bersabar dalam mendidik, sehingga akan memberikan kesan yang baik pada keluarga, seperti firman Alloh Subhannahu Ta’ala:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فَبِمَا رَحۡمَةٍ۬ مِّنَ ٱللَّهِ لِنتَ لَهُمۡ‌ۖ وَلَوۡ كُنتَ فَظًّا غَلِيظَ ٱلۡقَلۡبِ لَٱنفَضُّواْ مِنۡ حَوۡلِكَ‌ۖ فَٱعۡفُ عَنۡہُمۡ وَٱسۡتَغۡفِرۡ لَهُمۡ وَشَاوِرۡهُمۡ فِى ٱلۡأَمۡرِ‌ۖ فَإِذَا عَزَمۡتَ فَتَوَكَّلۡ عَلَى ٱللَّهِ‌ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلۡمُتَوَكِّلِينَ (﻿١٥٩﻿)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah-lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. &lt;br /&gt;(QS. Ali Imran [3]: 159)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikhul islam Ibnu taimiyah Rohimahulloh berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hendaknya tidak menyeru kebaikan dan melarang kemungkaran kecuali setelah memiliki tiga bekal: berilmu sebelum menyeru kebaikan dan melarang kemungkaran, berperangai lemah lembut ketika menyeru kebaikan dan melarang kemungkaran, serta bersabar setelah menyeru kebaikan dan melarang kemungkaran.” &lt;br /&gt;(al-Amr bil Ma’ruf wan Nahyu ‘anil Munkar, Ibnu Taimiyah, hal. 57)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hendaknya seorang pendidik paling terdepan dalam memberi contoh karena sangat berat ancaman orang yang tidak konsekuen terhadap ajakannya, sebagaimana sabda Nabi Shololloohu ‘alaihi wassallam:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nanti pada hari kiamat ada seseorang didatangkan lalu dilemparkan ke dalam neraka, maka ususnya keluar. Lalu ia berputar-putar di sekitar penggilingan. Kemudian penghuni neraka mengerumuninya dan bertanya, ‘Hai Fulan, ada apa denganmu? Bukankah kamu yang menyeru kepada kebaikan dan melarang dari kemungkaran?’ Ia menjawab, ‘Ya, aku telah menyeru kepada kebaikan tetapi aku sendiri tidak mengerjakannya dan aku melarang orang dari kemungkaran tetapi aku sendiri mengerjakannya.” &lt;br /&gt;(Shohih, diriwayatkan Imam Bukhori dalam Shohih-nya: 3267, 7098. Dan Imam Muslim dalam shohih-nya: 7408)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits shohih di atas memberi petunjuk bahwa orang yang mengetahui kebaikan dan kemungakaran lalu melanggarnya lebih berat siksaannya daripada orang yang tidak mengetahuinya karena ia seperti orang yang menghina larangan Alloh dan meremehkan syari’at-Nya, sehingga ia termasuk ahli ilmu yang tidak bermanfaat ilmunya.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;Wahai saudaraku, para suami…&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai sang suami, sungguh engkaulah pemegang kendali rumah tangga, ikatan pernikahan dan perjanjian yang berat, karena Alloh berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;….. وَّاَخَذۡنَ مِنۡكُمۡ مِّيۡثَاقًا غَلِيۡظًا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan mereka (isteri-isterimu) telah mengambil dari kamu perjanjian yang kuat. &lt;br /&gt;(QS. 4:21)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda telah memikul tanggung jawab, memegang amanat dan beban rumah tangga. Hubungan penikahan merupakan kemuliaan bagi laki-laki dan perempuan, maka secara fitroh dan naluri masing-masing memiliki tugas hidup agar kehidupan rumah tangga berjalan normal dan lurus seperti firman Alloh:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ٱلرِّجَالُ قَوَّٲمُونَ عَلَى ٱلنِّسَآءِ بِمَا فَضَّلَ ٱللَّهُ بَعۡضَهُمۡ عَلَىٰ بَعۡضٍ۬ وَبِمَآ أَنفَقُواْ مِنۡ أَمۡوَٲلِهِمۡ‌ۚ فَٱلصَّـٰلِحَـٰتُ قَـٰنِتَـٰتٌ حَـٰفِظَـٰتٌ۬ لِّلۡغَيۡبِ بِمَا حَفِظَ ٱللَّهُ‌ۚ وَٱلَّـٰتِى تَخَافُونَ نُشُوزَهُنَّ فَعِظُوهُنَّ وَٱهۡجُرُوهُنَّ فِى ٱلۡمَضَاجِعِ وَٱضۡرِبُوهُنَّ‌ۖ فَإِنۡ أَطَعۡنَڪُمۡ فَلَا تَبۡغُواْ عَلَيۡہِنَّ سَبِيلاً‌ۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلِيًّ۬ا ڪَبِيرً۬ا (﻿٣٤﻿)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka [laki-laki] atas sebahagian yang lain [wanita], dan karena mereka [laki-laki] telah menafkahkan sebagian dari harta  mereka.&lt;br /&gt;(QS. An-Nisa’ [4]: 34)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upayakanlah kendali rumah tangga, terutama isterimu, tetap berada di tanganmu. Jangan bersikap lemah dan tidak berwibawa serta tidak berdaya di hadapan tuntutan dan tekanan isterimu, akhirnya ia menghinamu, memperbudakmu, dan merendahkanmu sehingga kehidupan rumah tanggamu berantakan bagaikan neraka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula, jangan engkau menghinanya dan menzholiminya, serta menganggapnya seperti barang tak berguna, sebab sikap semena-mena terhadap orang yang lemah seperti isterimu menunjukkan kerdilnya sebuah kepribadian. Terimalah kebaikan yang telah diberikan kepadamu dengan senang hati dan bersabarlah atas berbagai kekurangannya, serta jangan mengangan-angankan kesempurnaan darinya karena dia diciptakan oleh Alloh dari tulang rusuk yang bengkok sebagaimana sabda Rosululloh Shololloohu ‘alaihi wassallam:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;((إِنَّ الْمَرْأَةََ خُلِقَتْ مِنْ ضِلَعٍ, لَنْ تَسْتَقِيْمَ لَكَ عَلَى طَرِيْقَةٍ, فَإِنِ اسْتَمْتَعْتَ بِهَا اِسْتَمْتَعْتَ بِهَا وَفِيْهَا عِوَجٌ, وَإِنْ ذَهَبْتَ تُقِيْمُهَا كَسَرْتَهَا وَكَسْرُهَا طَلاَقُهَا))&lt;br /&gt;“Sesungguhnya wanita diciptakan dari tulang rusuk, ia tidak bisa lurus bersamamu di atas satu jalan. Jika kamu menikmatinya maka kamu menikmatinya dalam kondisi bengkok, namun bila anda ingin  meluruskannya, maka boleh jadi patah dan patahnya adalah talak.” &lt;br /&gt;(Shohih, diriwayatkan Imam Muslim dalam Shohih-nya: 3631)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Wahai saudaraku, para isteri…&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap kesalahan yang dilakukan seorang isteri, perasaan mengikuti hawa nafsu, sikap terlalu cemburu, atau was-was hanya merupakan bisikan setan dan bersumber dari lemahnya iman kepada Alloh, sehingga rumah tangga berubah meikan bagnjadi berantakan laksana neraka dan rumah tangga menjadi porak-poranda bagaikan bangunan disambar halilintar; akibatnya, semua pihak menyesali pernikahan tersebut. Atau boleh jadi karena kesalahan isteri menjadi penyebab talak (perceraian), kemudian jiwa menjadi goncang dan ditimpa kegelisahan yang sangat berat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa indahnya bila anda meluruskan hati, ahlak, dan tabiat ketika bergaul dengan suami dan kerabat suami anda. Betapa eloknya bila anda selalu menggunakan akal sehat dan kesabaran dalam setiap menghadapi urusan rumah tangga. Betapa mulianya ketika seorang isteri mampu menjadi pendamping setia bagi suami, dan betapa agung kedudukannya di hati sang suami bahkan ia mampu memikat perasaan suami ketika sang isteri berkata: “Aku mendengar dan mentaati”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga saudariku muslimah mendapa taufiq dan hidayah dengan etika Islam, mau menyempurnakan akal pikiran dengan ilmu dan ma’rifah, dan menyembuhkan hatinya dengan keimanan kepada Alloh, sehingga kehidupan penuh dengan suasana bahagia dan hidup bersama sang suami penuh dengan ketenangan dan ketentraman serta kegembiraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai para isteri, tunaikanlah kewajibanmu terhadap suamimu, niscaya engkau akan mendapat kasih sayang dan cintanya!.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kewajiban Seorang Suami&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kewajiban sebagai seorang suami banyak sekali namun yang terpenting antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.  Kewajiban materi meliputi pemberian nafkah, kebutuhan pakaian, dan kebutuhan pendidikan keluarga serta kebutuhan tempat tinggal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.  Tidak boleh memberatkan isteri dengan mengajukan berbagai tuntutan kebutuhan di luar kemampuannya, dan tidak boleh membuat suasana kacau karena permasalahan sepele, sebagaimana yang telah diwasiatkan Rosululloh Shololloohu ‘alaihi wassallam:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ingatlah dan berwasiatlah kepada wanita dengan kebaikan, karena mereka berada disisimu bagaikan pelayan, dan kalian tidak bisa memiliki lebih dari itu kecuali mereka telah melakukan perbuatan keji yang jelas.”(Shohih, diriwayatkan Tirmidzi dalam Sunan-nya: 1163 dan Ibnu Majah dalam Sunan-nya: 1851)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.  Kewajiban non materi seorang suami meliputi menggembirakan isteri dan bersikap lemah lembut dalam bertutur kata. Sang suami harus bermusyawarah dan mengambil pendapat sang isteri dalam rangka menunaikan kebaikan. Begitu juga, sang suami harus berterima kasih atas jerih payah isterinya, dan tidak boleh mendiamkan di atas tiga hari karena urusan keduniaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.  Hendaknya seorang suami memberi kesempatan bagi isterinya untuk beramal sholih, bersedekah dengan hartanya, memberi hadiah, menyambut tamu dari keluarga dan kerabatnya, serta setiap orang yang mempunyai hak atasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.  Hendaknya mengambil waktu yang cukup untuk tinggal di rumah dan berusaha semaksimal mungkin menghindari keluar rumah tanpa tujuan dan sering berpergian, sering keluar rumah untuk bergadang tanpa manfaat, karena yang demikian itu bisa membawa kehancuran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.  Hendaknya sang suami tidak melarang isterinya berkunjung kepada keluarga dan kerabatnya, asal tidak berlebihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.  Wanita dalah mahluk yang lemah, maka wajib bagi laki-laki memberi perhatian cukup, melarangnya keluar ke pasar dan lainnya seorang diri, dan harus menjauhkannya dari tempat yang ikhtilath (bercampur) dan kholwah (berduaan/menyepi) dengan laki-laki lain. Begitu juga seorang suami harus menjauhkan sasuatu yang merusak aqidah dan akhlaq keluarganya, dan menyingkirkan segala sarana maksiat yang menghancurkan kehormatan, seperti alat musik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8.  Seorang suami harus mengajarkan kepada isterinya ilmu agama dan mendidiknya di atas kebaikan, serta menyiapkan segala kebutuhannya dalam rangka meraih ilmu dan istiqomah dalam beragama sesuai dengan ajaran Alloh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kewajiban Seorang Isteri&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara Kewajiban sebagai Seorang Isteri yang paling utama dan prinsip, antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Mentaati dan mematuhi perintah suami selagi tidak menganjurkan maksiat kepada Alloh, karena tidak ada ketaatan kepada mahluk bila menganjurkan kepada maksiat dan pelanggaran kepada Alloh, seperti sabda Rosululloh Shololloohu ‘alaihi wassallam:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak ada ketaatan bagi orang yang bermaksiat kepada Allah Subahanahu wa Ta’ala”. (Shahih. Diriwayatkan Muslim dalam Shahih-nya: 4840, at-Tirmidzi dalam Sunan-nya: 1707 dan Ibnu Majah dalam Sunan-nya: 2865 dengan lafazh Ibnu Majah serta dishahihkan Syaikh al-Albani.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.  Dalam bidang materi, seorang isteri harus memberikan pelayanan fisik, baik yang berkaitan dengan kebutuhan pribadi suami atau rumah tangganya, sehingga ibadah nafilah (sunnah) menjadi gugur demi menunaikan tugas tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairoh sesungguhnya Rosululloh Shololloohu ‘alaihi wassallam: bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak boleh bagi seorang isteri berpuasa (sunnat) sementara suami ada di rumah kecuali atas izinnya (suami), tidak boleh ia mengizinkan orang lain masuk rumahnya kecuali atas izinnya (suami), dan setiap harta suami yang diinfaqkan sang isteri tanpa seizinnya, maka sang suami mendapatkan pahala separuh baginya.” (Shohih, diriwayatkan Imam Bukhari dalam Shahih-nya: 2066 dan 5360, Imam Muslim dalam Shahih-nya: 2367 dan Abu Dawud dalam Sunan-nya: 1687, 2458).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.  Dalam bidang rohani, seorang isteri harus menjaga perasaan suami dan menciptakan suasana tenang dan kondusif dalam rumah tangga serta membantu meringankan beban dan penderitaan yang menimpa suaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.  Dalam bidang kesejahteraan, seorang isteri harus mengingatkan suami tentang kebaikan, membantu dalam kebajikan dan ketaatan, membantu dalam bidang sosial, menyantuni fakir miskin dan membantu orang-orang yang lemah untuk memenuhi kebutuhan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.  Dalam bidang pendidikan, seorang isteri harus membantu suami dengan jiwa raga dan menerima segala nasehat dan arahannya. Begitu juga dia harus membantunya dalam mendidik dan meluruskan adab anak-anak serta menghindarkan sikap antipati dan masa bodoh terhadap masa depan pendidikan anak-anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Hendaklah seorang isteri tidak mengajukan tuntutan nafkah atau lainnya yang memberatkan suami atau mempersulit suami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.  Tidak berkhianat dalam dirinya, harta benda suami dan rahasia-rahasianya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Balasan Bagi Rumah Tangga yang Berhasil&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiada amal sholih yang dianggap sia-sia oleh agama. Setiap kebaikan sekecil apapun pasti mendapat balasan. Setiap benih kebaikan yang disemai di ladang subur, pada musim panen pasti akan memetik hasilnya, maka suami dan isteri yang telah membina rumah tangga yang baik dan mengerahkan berbagai macam pengorbanan untuk mendidik keluarga. Alloh akan memberi balasan yang besar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cukuplah balasan nikmat baginya berupa sanjungan, pujian, dan pahala yang besar setelah wafatnya, seperti yang telah ditegaskan sebuah hadits dari Abu Hurairoh Rodhiyalloohu ‘anhu ia berkata bahwa Rosululloh Shololloohu ‘alaihi wassallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jika manusia meninggal maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara,: shodaqoh jariah, ilmu yang bermanfaat, dan anak sholih yang mendo’akannya.” &lt;br /&gt;(HR. Bukhori 7/247 no.6514, dan Muslim 3/1016 no.1631)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Balasan yang lebih besar lagi, ia dikumpulkan di surga bersama para kekasih dan kerabatnya dalam satu tempat tinggal di surga, sebagai karunia dan balasan yang baik dari Alloh, seperti firman Allohu ta’ala:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَٱتَّبَعَتۡہُمۡ ذُرِّيَّتُہُم بِإِيمَـٰنٍ أَلۡحَقۡنَا بِہِمۡ ذُرِّيَّتَہُمۡ وَمَآ أَلَتۡنَـٰهُم مِّنۡ عَمَلِهِم مِّن شَىۡءٍ۬‌ۚ كُلُّ ٱمۡرِىِٕۭ بِمَا كَسَبَ رَهِينٌ۬ (﻿٢١﻿)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan orang-orang yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan Kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka.Tiap-tiap manusia terikat dengan apayang dikerjakannya. &lt;br /&gt;(QS. 52:21)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembinaan rumah tangga secara baik, mampu mengangkat martabat, memperbaiki nasib rezeki, mengukir prestasi, memelihara moral generasi, dan menanggulangi dekadensi sehingga membuat hati tenang dan jiwa lapang. Maka pembinaan harus berbasis penumbuhan kesadaran, keimanan, ketaqwaan dan pengendalian diri, serta mampu membentuk suasana damai dan mesra sehingga perasaan kasih sayang tumbuh subur. Allohu musta’an&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh Ust. Abu Ahmad bin Syamsyuddin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diketik ulang oleh Ummu Tsaqiif al-Atsariyyah dari majalah Mawaddah Edisi 1 Tahun ke-1 (1428/2007) untuk &lt;a href="http://jilbab.or.id/" target="_blank"&gt;jilbab.or.id&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian tadi sahabat sedikit mengenai &lt;a href="http://abufarras.blogspot.com/2011/10/rumah-tangga-idaman-rumah-tangga-sebuah.html" target="_blank"&gt;Rumah Tangga Idaman&lt;/a&gt;".Semoga Berguna dan bermanfaat saudaraku...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/908102935618754628-831432156846645473?l=abufarras.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abufarras.blogspot.com/feeds/831432156846645473/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abufarras.blogspot.com/2011/10/rumah-tangga-idaman-rumah-tangga-sebuah.html#comment-form' title='43 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/908102935618754628/posts/default/831432156846645473'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/908102935618754628/posts/default/831432156846645473'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abufarras.blogspot.com/2011/10/rumah-tangga-idaman-rumah-tangga-sebuah.html' title='Rumah Tangga Idaman'/><author><name>Abu Farras</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00721574642806691527</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/-U1mwVFK_flo/TiOiUY3w3vI/AAAAAAAAAMg/UA3UrwcXRMY/s220/30.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-00OZURJrJDA/TqUhg7Tcw_I/AAAAAAAAANU/e91YnztCzWQ/s72-c/Rumah+Tangga+Idaman+-+Muhasabah.gif' height='72' width='72'/><thr:total>43</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-908102935618754628.post-6478296606249614008</id><published>2011-10-18T19:27:00.001+07:00</published><updated>2011-10-18T19:28:15.861+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Permata Hati'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Adab'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Akhlaq'/><title type='text'>Penyebab Anak Nakal dan Cara Mengatasinya</title><content type='html'>&lt;b&gt;Penyebab Anak Nakal dan Cara Mengatasinya&lt;/b&gt;. -- Setelah kemarin memposting mengenai &lt;a href="http://abufarras.blogspot.com/2011/10/kisah-anak-durhaka-kepada-ayahnya.html" target="_blank"&gt;Kisah Anak Durhaka Kepada Ayahnya&lt;/a&gt; maka kita malam hari ini akan belajar bersama mengenai &lt;a href="http://abufarras.blogspot.com/2011/10/penyebab-anak-nakal-dan-cara.html" target="_blank"&gt;Penyebab Anak Nakal dan Cara Mengatasinya&lt;/a&gt; yang disampaikan oleh &lt;a href="http://manisnyaiman.com/" target="_blank"&gt;Ustadz Abdullah bin Taslim, M.A&lt;/a&gt;.Semoga bisa berguna dan bermanfaat saudaraku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Mendidik anak&lt;/b&gt; merupakan perkara yang mulia tapi gampang-gampang susah dilakukan, karena di satu sisi, setiap orang tua tentu menginginkan anaknya tumbuh dengan akhlak dan tingkah laku terpuji, tapi di sisi lain, mayoritas orang tua terlalu dikuasai rasa tidak tega untuk tidak menuruti semua keinginan sang anak, sampai pun dalam hal-hal yang akan merusak pembinaan akhlaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai orang yang beriman kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, kita meyakini bahwa sebaik-baik nasihat untuk kebaikan hidup kita dan keluarga adalah petunjuk yang diturunkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam al-Qur-an dan sabda-sabda nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَتْكُمْ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَشِفَاءٌ لِمَا فِي الصُّدُورِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ. قُلْ بِفَضْلِ اللَّهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَلِكَ فَلْيَفْرَحُوا هُوَ خَيْرٌ مِمَّا يَجْمَعُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wahai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu nasihat dari Rabb-mu (Allah Subhanahu wa Ta’ala), penyembuh bagi penyakit-penyakit dalam dada (hati manusia) dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman. Katakanlah, ‘Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Karunia dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari perhiasan duniawi yang dikumpulkan oleh manusia.’” &lt;br /&gt;(QS. Yunus: 57-58).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal yang berhubungan dengan pendidikan anak, secara khusus Allah Subhanahu wa Ta’ala mengingatkan orang-orang yang beriman akan besarnya fitnah yang ditimbulkan karena kecintaan yang melampaui batas terhadap mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّ مِنْ أَزْوَاجِكُمْ وَأَوْلادِكُمْ عَدُوّاً لَكُمْ فَاحْذَرُوهُمْ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya di antara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka…” &lt;br /&gt;(QS. at-Taghabun: 14).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makna “menjadi musuh bagimu” dalam firman-Nya adalah “melalaikan kamu dari melakuakan amal shalih dan bisa menjerumuskanmu ke dalam perbuatan maksiat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.”[1]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Abdurrahman as-Sa’di rahimahullah berkata, “…Karena jiwa manusia memiliki fitrah untuk cinta kepada istri dan anak-anak, maka (dalam ayat ini) Allah Subhanahu wa Ta’ala memperingatkan hamba-hamba-Nya agar (jangan sampai) kecintaan ini menjadikan mereka menuruti semua keinginan istri dan anak-anak mereka dalam hal-hal yang dilarang dalam syariat. Dan Dia memotivasi hamba-hamba-Nya untuk (selalu) melaksanakan perintah-perintah-Nya dan mendahulukan keridhaan-Nya….”[2]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Fenomena kenakalan anak&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fenomena ini merupakan perkara besar yang cukup memusingkan dan menjadi beban pikiran para orangtua dan pendidik, karena fenomena ini cukup merata dan dikeluhkan oleh mayoritas masyarakat, tidak terkecuali kaum muslimin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, syariat Islam yang sempurna telah mengajarkan segala sesuatu kepada umat Islam, sampai dalam masalah yang sekecil-kecilnya, apalagi masalah besar dan penting seperti pendidikan anak. &lt;br /&gt;Sahabat yang mulia, Salman Al-Farisi radhiallahu ‘anhu pernah ditanya oleh seorang musyrik, “Sungguhkah Nabi kalian (Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam) telah mengajarkan kepada kalian segala sesuatu sampai (masalah) adab buang air besar?” Salman menjawab, “Benar. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang kami menghadap ke kiblat ketika buang air besar atau ketika buang air kecil….”[3]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah Allah Subhanahu wa Ta’ala yang mensyariatkan agama ini Dialah yang menciptakan alam semesta beserta isinya dan Dialah yang maha mengetahui kondisi semua makhluk-Nya serta cara untuk memperbaiki keadaan mereka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أَلا يَعْلَمُ مَنْ خَلَقَ وَهُوَ اللَّطِيفُ الْخَبِيرُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bukankah Allah yang menciptakan (alam  semesta besrta isinya) Maha Mengetahui (keadaan mereka)?, dan Dia Maha Halus lagi Maha Mengetahui (segala sesuatu dengan terperinci).” &lt;br /&gt;(QS. al-Mulk: 14).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, kenyataan pahit yang terjadi adalah, untuk mengatasi fenomena buruk tersebut, mayoritas kaum muslimin justru lebih percaya dan kagum terhadap teori-teori/ metode pendidikan anak yang diajarkan oleh orang-orang barat, yang notabene kafir dan tidak mengenal keagungan Allah Subhanahu wa Ta’ala, sehingga mereka rela mencurahkan waktu, tenaga dan biaya besar untuk mengaplikasikan teori-teori tersebut kepada anak-anak mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka lupa bahwa orang-orang kafir tersebut sendiri tidak mengetahui dan mengusahakan kebaikan untuk diri mereka sendiri, karena mereka sangat jauh berpaling dan lalai dari mengenal kebesaran Allah ‘Azza wa Jalla yang menciptakan mereka, sehingga Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan mereka lupa kepada segala kebaikan dan kemuliaan untuk diri mereka sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَلا تَكُونُوا كَالَّذِينَ نَسُوا اللَّهَ فَأَنْسَاهُمْ أَنْفُسَهُمْ أُولَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa (lalai) kepada Allah, maka Allah menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri, mereka itulah orang-orang yang fasik.” &lt;br /&gt;(QS. al-Hasyr: 19)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyyah rahimahullah berkata, “Renungkanlah ayat (yang mulia) ini, maka kamu akan menemukan suatu makna yang agung dan mulia di dalamnya, yaitu barangsiapa yang lupa kepada Allah, maka Allah akan menjadikan dia lupa kepada dirinya sendiri, sehingga dia tidak mengetahui hakikat dan kebaikan-kebaikan untuk dirinya sendiri. Bahkan, dia melupakan jalan untuk kebaikan dan keberuntungan dirinya di dunia dan akhirat. Dikarena dia telah berpaling dari fitrah yang Allah jadikan bagi dirinya, lalu dia lupa kepada Allah, maka Allah menjadikannya lupa kepada diri dan perilakunya sendiri, juga kepada kesempurnaan, kesucian dan kebahagiaan dirinya di dunia dan akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَلا تُطِعْ مَنْ أَغْفَلْنَا قَلْبَهُ عَنْ ذِكْرِنَا وَاتَّبَعَ هَوَاهُ وَكَانَ أَمْرُهُ فُرُطاً&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan janganlah kamu mengikuti orang yang telah kami lalaikan hatinya dari mengingat Kami, serta menuruti hawa (nafsu)nya, dan keadaannya itu melampaui batas.” &lt;br /&gt;(QS. al-Kahfi: 28).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikarenakan dia lalai dari mengingat Allah, maka keadaan dan hatinya pun melampaui batas (menjadi rusak), sehingga dia tidak memperhatikan sedikit pun kebaikan, kesempurnaan serta kesucian jiwa dan hatinya. Bahkan, (kondisi) hatinya (menjadi) tak menentu dan tidak terarah, keadaannya melampaui batas, kebingungan serta tidak mendapatkan petunjuk ke jalan (yang benar).”[4]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_HyleLDOAnnY/TUoN8iekuLI/AAAAAAAAAHw/C_LzKZx2Atw/s1600/Anak+Nakal-Muhasabah.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_HyleLDOAnnY/TUoN8iekuLI/AAAAAAAAAHw/C_LzKZx2Atw/s1600/Anak+Nakal-Muhasabah.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Maka orang yang keadaannya seperti ini, apakah bisa diharapkan memberikan bimbingan kebaikan untuk orang lain, sedangkan untuk dirinya sendiri saja kebaikan tersebut tidak bisa diusahakannya? Mungkinkah orang yang seperti ini keadaannya akan merumuskan metode pendidikan anak yang baik dan benar dengan pikirannya, padahal pikiran mereka jauh dari petunjuk Allah Subhanahu wa Ta’ala dan memahami kebenaran yang hakiki? Adakah yang mau mengambil pelajaran dari semua ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sebab kenakalan anak menurut syariat Islam&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Termasuk sebab utama yang memicu penyimpangan akhlak pada anak, bahkan pada semua manusia secara umum, adalah godaan setan yang telah bersumpah di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk menyesatkan manusia dari jalan-Nya yang lurus.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;قَالَ فَبِمَا أَغْوَيْتَنِي لأقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيمَ. ثُمَّ لآتِيَنَّهُمْ مِنْ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمَانِهِمْ وَعَنْ شَمَائِلِهِمْ وَلا تَجِدُ أَكْثَرَهُمْ شَاكِرِينَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iblis (setan) berkata, ‘Karena Engkau telah menghukumi saya tersesat, sungguh saya akan menghalangi mereka dari jalan-Mu yang lurus, kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat kepada-Mu).’” &lt;br /&gt;(QS. Al-A’raf: 16-17).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam upayanya untuk menyesatkan manusia dari jalan yang benar, setan berusaha menanamkan benih-benih kesesatan pada diri manusia sejak pertama kali mereka dilahirkan ke dunia ini, untuk memudahkan usahanya selanjutnya setelah manusia itu dewasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah hadits qudsi, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, yang artinya, “Sesungguhnya Aku menciptakan hamba-hamba-Ku semuanya dalam keadaan hanif (suci dan cenderung kepada kebenaran), kemudian setan mendatangi mereka dan memalingkan mereka dari agama mereka (Islam).”[5]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadits shahih lainnya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tangisan seorang bayi ketika (baru) dilahirkan adalah tusukan (godaan untuk menyesatkan) yang berasal dari setan.“[6]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikanlah hadits yang agung ini! Betapa setan berupaya keras untuk menyesatkan manusia sejak mereka dilahirkan ke dunia. Padahal, bayi yang baru lahir tentu belum mengenal nafsu, indahnya dunia, dan godaan-godaan duniawi lainnya, maka bagaimana keadaannya kalau dia telah dewasa dan mengenal semua godaan tersebut?[7]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping sebab utama di atas, &lt;b&gt;ada faktor-faktor lain yang memicu dan mempengaruhi penyimpangan akhlak pada anak, berdasarkan keterangan dari ayat-ayat Al-Quran dan hadits-hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Di antara faktor-faktor tersebut adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pertama, pengaruh didikan buruk kedua orangtua&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Semua bayi (manusia) dilahirkan di atas fithrah (kecenderungan menerima kebenaran Islam dan tauhid), maka kedua orang tuanyalah yang menjadikannya (beragama) Yahudi, Nasrani, atau Majusi.”[8]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits ini menunjukkan bahwa semua manusia yang dilahirkan di dunia memiliki hati yang cenderung kepada Islam dan tauhid, sehingga kalau dibiarkan dan tidak dipengaruhi maka nantinya dia akan menerima kebenaran Islam. Akan tetapi, kedua orang tuanyalah yang memberikan pengaruh buruk, bahkan menanamkan kekafiran dan kesyirikan kepadanya.[9]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syekh Bakr Abu Zaid rahimahullah berkata, “Hadits yang agung ini menjelaskan sejauh mana pengaruh dari kedua orangtua terhadap (pendidikan) anaknya, dan (pengaruh mereka dalam) mengubah anak tersebut dalam penyimpangan dari konseuensi (kesucian) fitrahnya kepada kekafiran dan kefasikan….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Di antara contoh pengaruh buruk tersebut adalah) jika seorang ibu tidak memakai hijab (pakaian yang menutup aurat), tidak menjaga kehormatan dirinya, sering keluar rumah (tanpa ada alasan yang dibenarkan agama), suka berdandan dengan menampakkan (kecantikannya di luar rumah), senang bergaul dengan kaum lelaki yang bukan mahram-nya, dan lain sebagainya, maka ini (secara tidak langsung) merupakan pendidikan (yang berupa) praktik (nyata) bagi anaknya, untuk (mengarahkannya kepada) penyimpangan (akhlak) dan memalingkannya dari pendidikan baik yang membuahkan hasil yang terpuji, berupa (kesadaran untuk) memakai hijab (pakaian yang menutup aurat), menjaga kehormatan dan kesucian diri, serta (memiliki) rasa malu. Inilah yang dinamakan ‘pengajaran pada fitrah (manusia)’.”[10]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kedua, pengaruh lingkungan dan teman bergaul yang buruk&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, yang artinya, “Perumpamaan teman duduk (bergaul) yang baik dan teman duduk (bergaul) yang buruk (adalah) seperti pembawa (penjual) minyak wangi dan peniup al-kiir (tempat menempa besi). Maka, penjual minyak wangi bisa jadi memberimu minyak wangi atau kamu membeli (minyak wangi) darinya, atau (minimal) kamu akan mencium aroma yang harum darinya. Sedangkan peniup al-kiir (tempat menempa besi), bisa jadi (apinya) akan membakar pakaianmu atau (minimal) kamu akan mencium aroma yang tidak sedap darinya.”[11]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits yang mulia ini menunjukkan keutamaan duduk dan bergaul dengan orang-orang yang baik akhlak dan tingkah lakunya, karena adanya pengaruh baik yang ditimbulkan dengan selalu menyertai mereka. Hadits tersebut sekaligus menunjukkan larangan bergaul dengan orang-orang yang buruk akhlaknya dan pelaku maksiat karena pengaruh buruk yang ditimbulkan dengan selalu menyertai mereka.[12]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ketiga, sumber bacaan dan tontonan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada umumnya, anak-anak mempunyai jiwa yang masih polos, sehingga sangat mudah terpengaruh dan mengikuti apa pun yang dilihat dan didengarnya dari sumber bacaan atau berbagai tontonan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi, memang kebiasan meniru dan mengikuti orang lain merupakan salah satu watak bawaan manusia sejak lahir, sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الأرواح جنود مجندة، فما تعارف منها ائتلف وما تناكر اختلف&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ruh-ruh manusia adalah kelompok yang selalu bersama. Maka, yang saling bersesuaian di antara mereka akan saling berdekatan, dan yang tidak bersesuaian akan saling berselisih.”[13]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itulah, metode pendidikan dengan menampilkan contoh figur untuk diteladani adalah termasuk salah satu metode pendidikan yang sangat efektif dan bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syekh Abdurrahman as-Sa’di rahimahullah berkata ketika menafsirkan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَكُلا نَقُصُّ عَلَيْكَ مِنْ أَنْبَاءِ الرُّسُلِ مَا نُثَبِّتُ بِهِ فُؤَادَكَ وَجَاءَكَ فِي هَذِهِ الْحَقُّ وَمَوْعِظَةٌ وَذِكْرَى لِلْمُؤْمِنِينَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan semua kisah para rasul Kami ceritakan kepadamu, ialah kisah-kisah yang dengannya Kami teguhkan hatimu, dan dalam surat ini telah datang kepadamu kebenaran serta pengajaran dan peringatan bagi orang-orang yang beriman.” &lt;br /&gt;(QS. Hud: 120).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau berkata, “Yaitu, supaya hatimu tenang dan teguh (dalam keimanan), dan (supaya kamu) bersabar seperti sabarnya para rasul ‘alaihimus sallam, karena jiwa manusia (cenderung) senang meniru dan mengikuti (orang lain), dan (ini menjadikannya lebih) bersemangat dalam beramal shalih, serta berlomba dalam mengerjakan kebaikan….”[14]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Beberapa contoh cara mendidik anak yang nakal&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syariat Islam yang agung mengajarkan kepada umatnya beberapa cara pendidikan bagi anak yang bisa ditempuh untuk meluruskan penyimpangan akhlaknya. Di antara cara-cara tersebut adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pertama, teguran dan nasihat yang baik&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini termasuk metode pendidikan yang sangat baik dan bermanfaat untuk meluruskan kesalahan anak. Metode ini sering dipraktikkan langsung oleh pendidik terbesar bagi umat ini, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, misalnya ketika beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam melihat seorang anak kecil yang ketika sedang makan menjulurkan tangannya ke berbagai sisi nampan makanan, maka beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Wahai anak kecil, sebutlah nama Allah (sebelum makan), dan makanlah dengan tangan kananmu, serta makanlah (makanan) yang ada di hadapanmu.“[15]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serta dalam hadits yang terkenal, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada anak paman beliau, Abdullah bin ‘Abbas radhiallahu ‘anhuma, “Wahai anak kecil, sesungguhnya aku ingin mengajarkan beberapa kalimat (nasihat) kepadamu: jagalah (batasan-batasan/ syariat) Allah maka Dia akan menjagamu, jagalah (batasan-batasan/ syariat) Allah maka kamu akan mendapati-Nya dihadapanmu.”[16]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kedua, menggantung tongkat atau alat pemukul lainnya di dinding rumah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini bertujuan untuk mendidik anak-anak agar mereka takut melakukan hal-hal yang tercela.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menganjurkan ini dalam sabda beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Gantungkanlah cambuk (alat pemukul) di tempat yang terlihat oleh penghuni rumah, karena itu merupakan pendidikan bagi mereka.”[17]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukanlah maksud hadits ini agar orangtua sering memukul anggota keluarganya, tapi maksudnya adalah sekadar membuat anggota keluarga takut terhadap ancaman tersebut, sehingga mereka meninggalkan perbuatan buruk dan tercela.[18]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ibnul Anbari rahimahullah berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak memaksudkan dengan perintah untuk menggantungkan cambuk (alat pemukul) untuk memukul, karena beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak memerintahkan hal itu kepada seorang pun. Akan tetapi, yang beliau maksud adalah agar hal itu menjadi pendidikan bagi mereka.”[19]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih banyak cara pendidikan bagi anak yang dicontohkan dalam sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu rahimahullah[20] menyebutkan beberapa di antaranya, seperti: menampakkan muka masam untuk menunjukkan ketidaksukaan, mencela atau menegur dengan suara keras, berpaling atau tidak menegur dalam jangka waktu tertentu, memberi hukuman ringan yang tidak melanggar syariat, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bolehkah memukul anak yang nakal untuk mendidiknya?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Perintahkanlah kepada anak-anakmu untuk (melaksanakan) shalat (lima waktu) sewaktu mereka berumur tujuh tahun, pukullah mereka karena (meninggalkan) shalat (lima waktu) jika mereka (telah) berumur sepuluh tahun, serta pisahkanlah tempat tidur mereka.“[21] Hadits ini menunjukkan bolehnya memukul anak untuk mendidik mereka jika mereka melakukan perbuatan yang melanggar syariat, jika anak tersebut telah mencapai usia yang memungkinkannya bisa menerima pukulan dan mengambil pelajaran darinya –dan ini biasanya di usia sepuluh tahun. Dengan syarat, pukulan tersebut tidak terlalu keras dan tidak pada wajah.[22]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah ketika ditanya, “Bolehkah menghukum anak yang melakukan kesalahan dengan memukulnya atau meletakkan sesuatu yang pahit atau pedis di mulutnya, seperti cabai/ lombok?”, beliau menjawab, “Adapun mendidik (menghukum) anak dengan memukulnya, maka ini diperbolehkan (dalam agama Islam) jika anak tersebut telah mencapai usia yang memungkinkannya untuk mengambil pelajaran dari pukulan tersebut, dan ini biasanya di usia sepuluh tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun memberikan sesuatu yang pedis (di mulutnya) maka ini tidak boleh, karena ini bisa jadi mempengaruhinya (mencelakakannya)…. Berbeda dengan pukulan yang dilakukan pada badan maka ini tidak mengapa (dilakukan) jika anak tersebut bisa mengambil pelajaran darinya, dan (tentu saja) pukulan tersebut tidak terlalu keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk anak yang berusia kurang dari sepuluh tahun, hendaknya dilihat (kondisinya), karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam hanya membolehkan untuk memukul anak (berusia) sepuluh tahun karena meninggalkan shalat. Maka, yang berumur kurang dari sepuluh tahun hendaknya dilihat (kondisinya). Terkadang, seorang anak kecil yang belum mencapai usia sepuluh tahun memiliki pemahaman (yang baik), kecerdasan dan tubuh yang besar (kuat) sehingga bisa menerima pukulan, celaan, dan pelajaran darinya (maka anak seperti ini boleh dipukul), dan terkadang ada anak kecil yang tidak seperti itu (maka anak seperti ini tidak boleh dipukul).”[23]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Cara-cara menghukum anak yang tidak dibenarkan dalam Islam[24]&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara cara tersebut adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1. Memukul wajah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini dilarang oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam sabda beliau, yang artinya, “Jika salah seorang dari kalian memukul, maka hendaknya dia menjauhi (memukul) wajah.”[25]&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;2. Memukul yang terlalu keras sehingga berbekas&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini juga dilarang oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits yang shahih.[26]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3. Memukul dalam keadaan sangat marah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini juga dilarang karena dikhawatirkan lepas kontrol sehingga memukul secara berlebihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Mas’ud al-Badri radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, “(Suatu hari) aku memukul budakku (yang masih kecil) dengan cemeti, maka aku mendengar suara (teguran) dari belakangku, ‘Ketahuilah, wahai Abu Mas’ud!’ Akan tetapi, aku tidak mengenali suara tersebut karena kemarahan (yang sangat). Ketika pemilik suara itu mendekat dariku, maka ternyata dia adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan beliau yang berkata, ‘Ketahuilah, wahai Abu Mas’ud! Ketahuilah, wahai Abu Mas’ud!’ Maka aku pun melempar cemeti dari tanganku, kemudian beliau bersabda, ‘Ketahuilah, wahai Abu Mas’ud! Sesungguhnya Allah lebih mampu untuk (menyiksa) kamu daripada kamu terhadap budak ini,’ maka aku pun berkata, ‘Aku tidak akan memukul budak selamanya setelah (hari) ini.‘”[27]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;4. Bersikap terlalu keras dan kasar&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap ini jelas bertentangan dengan sifat lemah lembut yang merupakan sebab datangnya kebaikan, sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Barangsiapa yang terhalang dari (sifat) lemah lembut, maka (sungguh) dia akan terhalang dari (mendapat) kebaikan.”[28]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;5. Menampakkan kemarahan yang sangat&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini juga dilarang karena bertentangan dengan petunjuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Bukanlah orang yang kuat itu (diukur) dengan (kekuatan) bergulat (berkelahi),  tetapi orang yang kuat adalah yang mampu menahan dirinya ketika marah.“[29]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Penutup&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah bimbingan yang mulia dalam syariat Islam tentang cara mengatasi penyimpangan akhlak pada anak, dan tentu saja taufik untuk mencapai keberhasilan dalam amalan mulia ini ada di tangan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Oleh karena itu, banyak berdoa dan memohon kepada-Nya merupakan faktor penentu yang paling utama dalam hal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, kami akhiri tulisan ini dengan memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan nama-nama-Nya yang maha indah dan sifat-sifat-Nya yang maha sempurna, agar dia senantiasa menganugerahkan kepada kita taufik-Nya untuk memahami dan mengamalkan petunjuk-Nya dalam mendidik dan membina keluarga kita, untuk kebaikan hidup kita semua di dunia dan akhirat. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengabulkan doa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[1] Lihat Tafsir Ibnu Katsir: 4/482.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[2] Taisirul Karimir Rahman, hlm. 637.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[3] HSR. Muslim, no. 262&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[4] Kitab Miftahu Daris Sa’adah: 1/86.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[5] HSR. Muslim, no. 2865&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[6] HSR. Muslim, no. 2367&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[7] Lihat kitab Ahkamul Maulud fis Sunnatil Muthahharah, hlm. 23&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[8] HSR. Bukhari no. 1319, dan Muslim no. 2658&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[9] Lihat kitab ‘Aunul Ma’bud: 12/319–320&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[10] Kitab Hirasatul Fadhilah, hlm. 130–131&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[11] HSR. Bukhari no. 5214, dan Muslim no. 2628&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[12] Lihat kitab Syarhu Shahihi Muslim: 16/178 dan Faidhul Qadir: 3/4&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[13] HSR. Bukhari no. 3158, dan Muslim no. 2638&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[14] Kitab Taisirul Karimir Rahman, hlm. 392&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[15] HSR. Bukhari no. 5061, dan Muslim no. 2022&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[16] HR. Tirmidzi no. 2516, Ahmad: 1/293), dan lain-lain; dinyatakan shahih oleh Imam At-Tirmidzi rahimahullah dan Syaikh Al-Albani rahimahullah dalam Shahihul Jami’ish Shagir, no. 7957&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[17] HR. Abdur Razzaq dalam Al-Mushannaf: 9/477 dan Ath-Thabrani rahimahullah dalam Al-Mu’jamul Kabir no. 10671; dinyatakan hasan oleh Al-Haitsami rahimahullah dan Al-Albani rahimahullah dalam Ash-Shahihah, no. 1447&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[18] Lihat kitab Nida`un ilal Murabbiyyina wal Murabbiyyat, hlm. 97&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[19] Dinukil oleh Imam Al-Munawi rahimahullah dalam kitab Faidhul Qadir: 4/325&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[20] Dalam kitab beliau Nida`un ilal Murabbiyyina wal Murabbiyyat, hlm. 95–97&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[21] HR. Abu Daud, no. 495; dinyatakan shahih oleh Syaikh Al-Albani rahimahullah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[22] Lihat kitab Tuhfatul Ahwadzi: 2/370&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[23] Kitab Majmu’atul As`ilah Tahummul Usratal Muslimah, hlm. 149–150&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[24] Lihat kitab Nida`un ilal Murabbiyyina wal Murabbiyyat, hlm. 89–91&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[25] HR. Abu Daud, no. 4493; dinyatakan shahih oleh Syaikh Al-Albani rahimahullah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[26] HSR. Muslim, no. 1218&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[27] HSR. Muslim, no. 1659&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[28] HSR. Muslim, no. 2529&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[29] HSR. Bukhari no. 5763, dan Muslim no. 2609&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kota Kendari, 9 Dzulhijjah 1431 H,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdullah Taslim al-Buthoni&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : &lt;a target="_blank" href="http://www.manisnyaiman.com " &gt;manisnyaiman.com &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian tadi sahabat sedikit mengenai &lt;a href="http://abufarras.blogspot.com/2011/10/penyebab-anak-nakal-dan-cara.html" target="_blank"&gt;penyebab anak nakal dan cara mengatasinya&lt;/a&gt;.Semoga Berguna dan bermanfaat saudaraku...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/908102935618754628-6478296606249614008?l=abufarras.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abufarras.blogspot.com/feeds/6478296606249614008/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abufarras.blogspot.com/2011/10/penyebab-anak-nakal-dan-cara.html#comment-form' title='48 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/908102935618754628/posts/default/6478296606249614008'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/908102935618754628/posts/default/6478296606249614008'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abufarras.blogspot.com/2011/10/penyebab-anak-nakal-dan-cara.html' title='Penyebab Anak Nakal dan Cara Mengatasinya'/><author><name>Abu Farras</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00721574642806691527</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/-U1mwVFK_flo/TiOiUY3w3vI/AAAAAAAAAMg/UA3UrwcXRMY/s220/30.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_HyleLDOAnnY/TUoN8iekuLI/AAAAAAAAAHw/C_LzKZx2Atw/s72-c/Anak+Nakal-Muhasabah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>48</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-908102935618754628.post-8048668981446298598</id><published>2011-10-14T10:59:00.014+07:00</published><updated>2012-01-16T23:44:06.276+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Blogroll Sahabat Muhasabah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Link Exchange'/><title type='text'>Blogroll Sahabat Muhasabah</title><content type='html'>&lt;b&gt;Blogroll Sahabat Muhasabah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat Muhasabah...Abu membuat tempat bloggroll Sahabat Muhasabah berikut di Halaman Ini karena sepertinya sudah lumayan banyak link yang ada di home page.Jadi bila saudaraku tidak menemukan link saudaraku di home page maka Insya Allah akan menemukan link nya di sini bila yang telah bertukar link dengan Muhasabah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut  &lt;a href="http://abufarras.blogspot.com/2011/11/blogroll-sahabat-muhasabah.html" target="_blank"&gt;Sahabat-Sahabat Muhasabah&lt;/a&gt; yang perlu untuk dikunjungi juga saudaraku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="overflow:auto; padding:3px; margin:0px 0px 0px 0px; width:100%; height:200px; background- border:1px solid #ffffff;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://daw-xp.blogspot.com/" target="_blank" title="Belajar SEO Blogspot, Belajar SEO, DAW-XP, Deny, Tips Blog, Triks Blog, Tutorial Blog, Tips SEO, Tutorial Blog,  Tutorial Blog, Belajar SEO Mudah"&gt;Blog SEO DAW-XP&lt;/a&gt;==&lt;a href="http://hariyantowijoyo.blogspot.com" target="top" title="BloGs of Hariyanto" alt="BlogS of Hariyanto"&gt;BlogS of Hariyanto&lt;/a&gt;==&lt;a href="http://amcied-logica.blogspot.com/" target="_blank"&gt;amcied-logica&lt;/a&gt;==&lt;a href="http://acernoval.blogspot.com/" target="_blank"&gt;AcerNoval's Site&lt;/a&gt;==&lt;a href="http://www.antigaptek.com/" target="_blank"&gt;Tutorial Linux Ubuntu | Blog | Seo&lt;/a&gt;==&lt;a target="_blank" href="http://www.shinobi-blog.com/" title="Shinobi Blog | Just for Fun"&gt;&lt;b&gt;Shinobi Blog&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;==&lt;a target="_blank" href="http://uun-halimah.blogspot.com/" title="uun-halimah-budaya"&gt;Budaya&lt;/a&gt;==&lt;a target="_blank" href="http://jogoyitnan-free.blogspot.com/" title="jogoyitnan-free.blogspot.com"&gt;Tempat Berbagi Tips, Trik, Cheat dan Berita&lt;/a&gt;==&lt;a href="http://www.bunggsu.com/" target="_blank" title="Bungsu Com"&gt;Bungsu Com&lt;/a&gt;==&lt;a href="http://annuhsi-ts.blogspot.com/" target="_blank" &gt;T Said Annuhsi&lt;/a&gt;==&lt;a href="http://prapatankertek.blogspot.com/" target="_blank" title="Mencari dan Berbagi dalam Ilmu dan Kebaikan"&gt;PRAPATAN KRETEK&lt;/a&gt;==&lt;a target="_blank" href="http://desacilembu.blogspot.com/" title="Desa Cilembu"&gt;Desa Cilembu&lt;/a&gt;==&lt;a href="http://pelajaransulap.blogspot.com/" target="_blank"&gt;Magic Study&lt;/a&gt;==&lt;a href = "http://rachmadin.com/" target="_blank"  &gt;faisal's blog&lt;/a&gt;==&lt;a href = "http://katils.blogspot.com/" target="_blank"  &gt;KATILs&lt;/a&gt;==&lt;a href="http://blogcunayz.blogspot.com/" target="_blank" title="BLOGCUNAYZ"&gt;BLOGCUNAYZ&lt;/a&gt;==&lt;a href="http://dhiibhiehh.blogspot.com" target="_blank"&gt;dhiibhiehh|photoshop tutorial|free software|award maker|code activation&lt;/a&gt;==&lt;a href="http://ristiancandra.blogspot.com" target="new"&gt;&lt;strong&gt;AkuBukanBangThoyib goBLOG&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;==&lt;a href="http://ki-ageng-ganjur.blogspot.com/" target="_blank"&gt;Ki Ageng Ganjur&lt;/a&gt;==&lt;a href="http://setyawanblog.blogspot.com/" target="_blank"&gt;Berita Terbaru Indonesia=Indonesia 2012&lt;/a&gt;==&lt;a href="http://blog.umy.ac.id/topik" target="_blank"&gt;(PUkTa ) in universitas terbaik- 2&lt;/a&gt;==&lt;a href="http://blogyahyagan.blogspot.com/" target="_blank"&gt;Web Design | SEO Tutorial | Blogging Tutorial | Adsense Tutorial&lt;/a&gt;==&lt;a href="http://sampeweweh.blogspot.com/" target="_blank"&gt;&lt;b&gt;ALL ABOUT KOMPUTER&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;==&lt;a href="http://spenzasumpiuh.blogspot.com/" target="_blank"&gt;Spenza Sumpiuh&lt;/a&gt;==&lt;a href="http://blog.umy.ac.id/agusbangka/" target="_blank"&gt;Agus Bangka&lt;/a&gt;==&lt;a href="http://abyfarhan7.blogspot.com/" target="_blank"&gt;AF Sahabat Artikel&lt;/a&gt;==&lt;a href="http://blog.umy.ac.id/pariwisata/universitas-terbaik/" target="_blank"&gt;pariwisata&lt;/a&gt;==&lt;a href="http://dangstars.blogspot.com/p/link-exchange.html" target="_blank"&gt;Tukeran Link | Backlink | Link Exchange&lt;/a&gt;==&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/908102935618754628-8048668981446298598?l=abufarras.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abufarras.blogspot.com/feeds/8048668981446298598/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abufarras.blogspot.com/2011/11/blogroll-sahabat-muhasabah.html#comment-form' title='17 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/908102935618754628/posts/default/8048668981446298598'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/908102935618754628/posts/default/8048668981446298598'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abufarras.blogspot.com/2011/11/blogroll-sahabat-muhasabah.html' title='Blogroll Sahabat Muhasabah'/><author><name>Abu Farras</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00721574642806691527</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/-U1mwVFK_flo/TiOiUY3w3vI/AAAAAAAAAMg/UA3UrwcXRMY/s220/30.jpg'/></author><thr:total>17</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-908102935618754628.post-2057757260209490161</id><published>2011-10-14T09:36:00.002+07:00</published><updated>2011-10-17T13:46:48.854+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Adab'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah'/><title type='text'>Kisah Anak Durhaka Kepada Ayahnya</title><content type='html'>&lt;b&gt;Kisah Anak Durhaka Kepada Ayahnya&lt;/b&gt;. -- Setelah postingan tentang &lt;a href="http://abufarras.blogspot.com/2011/10/rumah-mempunyai-adab.html" target="_blank"&gt;rumah mempunyai adab&lt;/a&gt; maka untuk hari ini kita akan belajar  tentang bersama mengenai &lt;a href="http://abufarras.blogspot.com/2011/10/kisah-anak-durhaka-kepada-ayahnya.html" target="_blank"&gt;kisah anak durhaka kepada ayahnya&lt;/a&gt; dan semoga kita bisa mengambil ibrah dari kisah ini dan semoga bisa berguna serta bermanfaat sahabat...Sebelumnya sahabat bisa membaca artikel yang ini juga untuk jadi referensi sahabat &lt;a href="http://abufarras.blogspot.com/2011/09/jangan-durhaka-kepada-orang-tua.html" target="_blank"&gt;jangan durhaka kepada orang tua&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kisah anak durhaka kepada ayahnya&lt;/b&gt; ini menggambarkan perihal kerasnya hati seorang anak dan &lt;a href="http://abufarras.blogspot.com/2011/10/kisah-anak-durhaka-kepada-ayahnya.html" target="_blank"&gt;durhakanya ia kepada kedua orang tuanya.&lt;/a&gt; Sungguh, ia pasti akan mendapatkan hukuman di dunia sebelum ia mendapatkan sanksi di akhirat kelak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu ketika, ada seorang anak yang mendesak ayahnya yang hanya berstatus sebagai pedagang ‘ishomi, yakni pedagang yang tidak mewarisi harta benda, namun mencari permodalan sendiri, agar sang ayah mau menikahkannya dengan gadis yang sudah ia kenal dibangku perguruan tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, &lt;b&gt;ayah&lt;/b&gt;nya ternyata tidak setuju jika ia menikahi gadis itu, lantaran ia khawatir bila pernikahannya akan berakhir dengan kegagalan (tidak harmonis), sebab ia telah mengetahui karakter gadis yang hendak diperistri putranya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena begitu keras kepalanya anak itu, akhirnya sang ayah pun menuruti permintaannya. Tak berhenti sampai disitu saja, anaknya juga meminta ayahnya agar mau membelikan rumah untuknya. Mendengar permintaan anaknya itu, lalu sang ayah menyarankan agar putranya membeli rumah yang besar, agar ia dan istrinya bisa menempati lantai atas, sedangkan ayah dan ibunya akan menempati lantai bawah saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuai saran sang ayah, maka dibelilah rumah itu. Mereka semua akhirnya tinggal di rumah baru itu. Tak lama kemudian sang ibu wafat, maka tinggallah sang ayah sendirian, tanpa ada seorang pun yang mengurusinya dan memenuhi kebutuhan hidupnya, padahal usianya telah mencapai tujuh puluh tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://lh6.googleusercontent.com/-mojEEwA5_qE/TYBaHJ7ls3I/AAAAAAAAAKo/rurM0B5VVsA/s1600/durhaka.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="118" src="https://lh6.googleusercontent.com/-mojEEwA5_qE/TYBaHJ7ls3I/AAAAAAAAAKo/rurM0B5VVsA/s200/durhaka.png" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Setiap kali &lt;b&gt;anak yang durhaka&lt;/b&gt; itu lewat bersama istrinya, ia melemparkan sisa-sisa makanan kepada ayahnya, layaknya binatang ternak. Akibat perbuatannya itu, maka tempat kediaman ayahnya menjadi semakin kotor, tanpa ada yang membersihkannya, sehingga ia pun terserang berbagai macam penyakit. Ketika sakitnya semakin parah, sang ayahpun meminta agar anaknya mau membawanya ke dokter, namun anak yang durhaka itu selalu menolak dan menolak. Sedangkan istri anak durhaka itu terus mendorong suaminya agar mengusir ayahnya dari rumah, sehingga ia bisa menguasai itu sepenuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu malam yang dingin, sang anak hendak menemui ayahnya. Ia tak mendengar apapun dari ayahnya selain batuk yang tiada henti. Penyakit demam yang dideritanya seakan terus saja menggerogoti tubuhnya yang kerempeng itu. Sedangkan bau tak sedap senantiasa menyengat dari pakaiannya yang belum diganti lebih dari sebulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://abufarras.blogspot.com/2011/10/kisah-anak-durhaka-kepada-ayahnya.html" target="_blank"&gt;Anak durhaka&lt;/a&gt; itu benar-benar nekad melakukan perbuatan yang sangat tidak beradab! Setelah puas memakinya, mencacinya dan menendangnya, ia membungkus tubuh ayahnya dengan selimut, lalu melemparkannya keluar rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat orang-orang selesai dari melaksanakan sholat subuh, tiba-tiba mereka dikejutkan dengan tergeletaknya sesosok jasad manusia yang terbungkus selimut di dekat bangunan besar. Tubuhnya telah membeku, lantaran udara sangat dingin dan hujan begitu deras. Ketika mereka membuka bungkusan selimut itu, mereka mendapatkan sesosok jasad yang sudah tidak bernyawa lagi, dimana darah keluar dari hidungnya dan membeku di kumis dan mulutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah dilakukan pemeriksaan oleh pihak kepolisian, terungkaplah pelaku pembunuhan laki-laki yang mereka temukan itu. Dan pelakunya yang ternyata anaknya sendiri digiring ke kantor polisi. Sesudah proses pengadilan, ia di vonis dengan hukuman penjara dua puluh tahun, padahal ketika itu istrinya sedang hamil satu bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Anak durhaka&lt;/b&gt; itu pun melewati masa-masa dalam penjara secara sempurna. Sesudah habis masa hukuman yang panjang itu, istrinya ingin membuat kejutan pada suaminya dengan mempertemukan anaknya yang sudah berusia dua puluh tahun, yang tidak pernah dilihatnya selama ini. Di dekat pintu penjara sang istri bersama anaknya menunggu di dalam mobil yang dikendarai oleh anaknya yang sangat rindu ingin bertemu dengan sang ayah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika sang ibu melihat suaminya sedang keluar dari pintu, maka sang ibu pun menyuruh anaknya untuk menghampiri sang ayah dengan mobil. Namun, lantaran begitu gembiranya sang anak yang akan bertemu dengan ayahnya, ia keliru menekan gas, padahal ia hendak menginjak rem, hingga menyebabkan ayahnya tertabrak oleh mobilnya sendiri. Ketika sang anak turun dari mobil,ayahnya sudah tergeletak dengan wajah tertelungkup ke tanah, sedangkan darah mengucur dari hidung dan mengalir ke mulutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemandangan itu persis seperti kematian kakeknya lantaran ulah ayahnya dulu, yang saat ini sedang ia saksikan di bawah roda mobilnya. Menggenaskan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Surat Kabar al-Anba’, edisi 15-7-1995M dan Qoshosh minal Waqi’, Jil.1]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Disalin ulang dari buku “Tangannya Menjadi Lumpuh”, Fathurrohman Muhammad Jamil, Hal.24-28, Penerbit Mumtaza.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber :  &lt;a href="http://alqiyamah.wordpress.com/2010/11/07/dia-telah-membunuh-ayahnya/" target="_blank"&gt;alQiyamah - Moslem Weblog&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian tadi sahabat sedikit mengenai &lt;a href="http://abufarras.blogspot.com/2011/10/kisah-anak-durhaka-kepada-ayahnya.html" target="_blank"&gt;kisah anak durhaka kepada ayahnya&lt;/a&gt;.Semoga kita bisa mengambil ibrah dari kisah ini dan semoga pula bermanfaat sahabat&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/908102935618754628-2057757260209490161?l=abufarras.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abufarras.blogspot.com/feeds/2057757260209490161/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abufarras.blogspot.com/2011/10/kisah-anak-durhaka-kepada-ayahnya.html#comment-form' title='41 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/908102935618754628/posts/default/2057757260209490161'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/908102935618754628/posts/default/2057757260209490161'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abufarras.blogspot.com/2011/10/kisah-anak-durhaka-kepada-ayahnya.html' title='Kisah Anak Durhaka Kepada Ayahnya'/><author><name>Abu Farras</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00721574642806691527</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/-U1mwVFK_flo/TiOiUY3w3vI/AAAAAAAAAMg/UA3UrwcXRMY/s220/30.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='https://lh6.googleusercontent.com/-mojEEwA5_qE/TYBaHJ7ls3I/AAAAAAAAAKo/rurM0B5VVsA/s72-c/durhaka.png' height='72' width='72'/><thr:total>41</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-908102935618754628.post-1580180941695472483</id><published>2011-10-10T09:17:00.001+07:00</published><updated>2011-10-10T09:21:48.031+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Adab'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Keluarga'/><title type='text'>Rumah Mempunyai Adab</title><content type='html'>&lt;b&gt;Rumah Mempunyai Adab&lt;/b&gt; -- Setelah postingan tentang &lt;a href="http://abufarras.blogspot.com/2011/10/rahasia-di-balik-sakit.html" target="_blank"&gt;Rahasia di Balik Sakit&lt;/a&gt; maka untuk hari ini kita akan belajar bersama mengenai &lt;a href="http://abufarras.blogspot.com/2011/10/rumah-mempunyai-adab.html" target="_blank"&gt;rumah mempunyai adab&lt;/a&gt; dan semoga bisa berguna serta bermanfaat sahabat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Rumah&lt;/b&gt; adalah tempat berkumpulnya anggota keluarga ketika melaksanakan sebagian aktivitas. Berkaitan dengan hal ini Rasulullah telah mencontohkan dan memberikan tuntunannya bagaimana seharusnya kita memperlakukan dan beraktifitas dalam rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah menjadikan &lt;a href="http://abufarras.blogspot.com/2011/10/rumah-mempunyai-adab.html" target="_blank"&gt;rumah&lt;/a&gt; sebagai tempat tinggal sebatas kebutuhan, baik untuk menutupi diri dari pandangan orang, menghindarkan diri dari bahaya panas, dingin, hujan dan angin serta menjaga apa yang hidup di dalamnya seperti binatang peliharaan dan lainnya. Dalam berbagai riwayat disebutkan bahwa rumah beliau sangat sederhana namun nyaman, baik dan harum karena keringat atau bau beliau sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkaitan dengan rumah, islam telah memberikan beberapa tuntunan dan &lt;a href="http://abufarras.blogspot.com/2011/10/rumah-mempunyai-adab.html" target="_blank"&gt;adap-adabnya&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Ketahuilah bahwa Rasulullah SAW berada dalam tuntunan yang paling sempurna, jalan beliau adalah jalan yang paling terbaik, pada saat beliau menyadari bahwa dunia adalah tempat untuk berjalan bukan tempat menetap, maka beliau menjadikannya tempat tinggal sebatas kebutuhan, baik untuk menutupi diri dari pandangan orang, menghindarkan diri dari bahaya panas, dingin, hujan dan angin serta menjaga apa yang hidup padanya dari binatang piaraan dan yang lainnya, beliau tidak menghiasi dan membangunnya, rumah beliau bukanlah rumah yang megah sehingga orang lain takut jika dia hancur dan tidak pula menjulang tinggi sehingga menjadi tempat bagi sarang binatang, menjadi sasaran hembusan angin kencang, dan bukanlah ia rumah bawah tanah sehingga menyerupai rumah para diktator-diktator terdahulu* bahkan mungkin mengganggu orang yang tinggal padanya karena minim dan kosongnya oksigen, sinar matahari dan diselimuti kegelapan atau menjadi hunian mahluk-makhluk, rumah Nabi Muhammad SAW adalah rumah sederhana yang baik, harum karena keringat atau bau beliau sendiri.[1]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://lh3.googleusercontent.com/-kmBWw3YtKyA/TWwaKpasYpI/AAAAAAAAAJ8/pG9rrs0Q2AQ/s1600/Adab+Dalam+Rumah-Muhasabah.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://lh3.googleusercontent.com/-kmBWw3YtKyA/TWwaKpasYpI/AAAAAAAAAJ8/pG9rrs0Q2AQ/s1600/Adab+Dalam+Rumah-Muhasabah.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;2. Umar RA berkata di atas mimbar: Wahai sekalian manusia perbaikilah tempat tinggalmu, dan jauhilah binatang yang selalu bersembunyi ini (ular) sebelum dia menjadikan kamu takut…)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Sesungguhnya Allah SWT menjadikan bagi rumah-rumah tersebut kehormatan, firman Allah SWT:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَيَسْأَلُوْنَكَ عَنِ اْلأَهِلَّةِ قُلْ هِيَ مَوَاقِيْتُ ِللنَّاسِ وَاْلحَجِّ وَلَيْسَ الْبِرَّ بِأَنْ تَأْتُوْا اْلبُيُوْتَ مِنْ ظُهُوْرِهَا وَلكِنَّ اْلبِرَّ مَنِ اتَّقَى وَأْتُوْا اْلبُيُوْتَ مِنْ أَبْوَابِهَا وَاتَّقُوْااللهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mereka bertanya kepadamu tentang bulan sabit. Katakanlah: “Waktu bagi manusia dan (bagi ibadat hajji); Dan bukanlah kebajikan memasuki rumah-rumah dari belakangnya, akan tetapi kebajikan itu ialah kebajikan orang-orang bertaqwa. Dan masuklah ke rumah-rumah itu dari pintu-pintunya, dan bertaqwalah kepada Allah agar kamu beruntung”.[2]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Saat keluar dari &lt;b&gt;rumah&lt;/b&gt; dianjurkan membaca:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;بِسْمِ اللهِ تَـوَكَّلْتُ عَلىَ اللهِ وَلاَحَوْلَ وَلاَ قُـوَةَ إِلاَّ بِاللهِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dengan menyebut nama Allah, aku berserah diri kepada Allah dan tiada daya dan upaya kecuali seizin Allah”.[3]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Saat memasuki rumah mengucapkan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;بِسْمِ اللهِ وَلَجْنَا بِسْمِ اللهِ خَرَجْنَا وَعَلىَ رَبِّنَا تَوَكَّلْنَا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dengan menyebut nama Allah kami memasuki rumah, dengan menyebut nama Allah kami keluar dan kepada Allah kami berserah diri”. Kemudian mengucapkan salam kepada keluarganya.[4]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Tidak bermegah-megah &lt;i&gt;dalam membangun rumah&lt;/i&gt;, berdasarkan sabda Nabi Muhammad SAW:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لاَ تَقُوْمُ السَّاعَةُ حَتَّى يَتَطَاوَلَ النَّاسُ فِي الْبُنْيَانِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hari kiamat tidak akan terjadi sampai manusia bermegah-megahan dalam membangun”.[5]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. (Dianjurkan) &lt;b&gt;membangun rumah&lt;/b&gt; yang luas, berdasarkan sabda Nabi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;سَعَادَةُ اْلمَرْءِ اْلمَسْكَنُ الْوَاسِعُ وَالْجَارُ الصَّالِحُ وَالْمَرْكَبُ الْهَنِي&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kebahagian seseorang pada rumah yang  luas, tetangga yang shaleh dan kendaraan yang menyenangkan”.[6]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Aktifitas seorang lelaki di rumahnya, Aisyah radhiallahu anha pernah ditanya tentang: Apakah yang dikerjakan oleh Nabi Muhammad SAW di dalam rumah keluarganya? “Beliau mengerjakan apa yang dikerjakan oleh keluarganya dan jika waktu shalat telah tiba maka beliau keluar (menuju shalat)”.[7] Jawab Aisyah. Beliau juga berkata: “Beliau adalah seorang manusia biasa, mencuci pakaiannya dan memerah susu kambingnya”.[8]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Muhammad SAW bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;مَنْ أَنْـفَقَ نَفَقَـةً عَلىَ أَهْلِهِ وَهُـوَ يَحْتَسِبُهَا كَانَتْ لَهُ صَدَقَةً&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa yang memberikan nafkah bagi keluarganya dan dia mengharapkan pahala dengannya maka hal itu shadaqah baginya”.[9]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau juga bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِنَّكُمْ لَنْ تُنْفِقَ نَفَقَةً  تَبْتَغَِي بِهَا وَجْهَ اللهِ إِلاَّ أُجِّرْتَ بِهَا حَتَّى مَا تَجْعَلُ فِي فَمِ امْرَأَتِكَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhya kalian tidak memberikan nafkah (kepada keluargamu) untuk mengharap pahala dari Allah kecuali engkau pasti diberikan pahala karenanya sampai pada apa yang engkau letakkan pada mulut istrimu”.[10]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Mematikan lampu, berdasarkan sabda Nabi muhammad SAW:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أَغْلِقُـوْا اْلأَبْوَابَ وَأَوْكُوْا السِّقَاءَ وَاكْـفِئُوْا اْلإِنَاءَ  وَخَمِّرُوْا اْلإِنَاءَ  وَأَطْفِـئُوْا الْمِصْبَاحَ إِنَّ الشَّـيْطَانَ لاَ يَفْتَـحُ غَلْقًا وَلاَ يُحِلُّ وِكَاءً وَلاَ يَكْشِفُ إِنَاءً وَإِنَّ الْفُوَيْسِقَةَ تَضْرِم ُعلَىَ النَّاسِِ بَيْتَهُمْ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tutuplah pintu, baringkanlah botol tempat minummu, baliklah bejanamu, padamkanlah lampu, sesungguhnya setan tidak membuka yang tertutup, tidak menempati tempat minum (yang dibaringkan) dan tidak pula membuka bejana (yang dibalik) sesungguhnya bintang kecil yang nakal (tikus) bisa menybebkan kebakaran pada rumah seseorang”.[11]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Tidak membiarkan api menyala di dalam rumah pada waktu akan tidur, suatu malam sebuah rumah penduduk kota Madinah terbakar, lalu Nabi menceritakan tentang kejadian tersebut, maka beliau mengingatkan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِنَّ هذِهِ النَّارَ عَدُوٌّ لَكُمْ فَإِنْ نِمْتُمْ فَأَطْفِئُوْهَا عَنْكُمْ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya api ini adalah musuh bagimu, maka jika kalian tidur padamkanlah api tersebut dari rumahmu”.[12]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Dianjurkan menggantungkan cemeti di rumah, sesungguhnya Nabi memerintahkan untuk menggantungkan cemeti di rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Menutup pintu pada malam hari tiba, sebab Nabi SAW bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;كُفُّوْا صِبْيَانَكُمْ عِنْدَ فَحْمَةِ اْلعِشَاءِ وَإِيَّاكُمْ وَالسَّمْرَ بَعْدَ هِدْأَةِ الرِّجْلِ فَإِنَّكُمْ لاَ تَدْرُوْنَ مَا يَبُثُّ اللهُ مِنْ خَلْقِهِ ؟ فَأَغْلِقُوْا اْلأَبْوَابَ وَأَطْفِئُوْا اْلمِصْبَاحَ وَأَكْفِـئُوْا اْلإِنَاءَ وَأَوْكُوا السِّقَاءَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tahanlah anak-anakmu berkeliaran pada saat kegelapan waktu isya’ dan berjaga-jaga setelah tenangnya gerakan kaki, sesungguhnya kalian tidak mengetahui apa yang dimunculkan oleh Allah dari mahluk ciptaan -Nya, maka tutuplah pintu-pintu, matikanlah lampu-lampu, baliklah bejana-bejanamu dan baringkanlah botol-botol minummu”.[13]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Menahan anak-anak kecil pada waktu isya’, berdasarkan sabda Nabi Muhammad SAW:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;كُفُّوْا صِبْيَانَكُمْ حَتَّى تَذْهَبَ فَحْمَةُ أَوْ فَوْرَةُ الْعِشَاءِ  سَاعَةً تَهُبُّ الشَّيَاطِيْنُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tahanlah anak-anakmu sampai berlalunya malam atau menghilangnya waktu isya’; pada saat setan-setan sedang bergentayangan”.[14]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Imam Bukhari rahimhullah menulis: Babut Tabarruz fil Buyut (Bab membuang hajat di dalam rumah). Ibnu Hajar rahimhullah berkata: Pengarang menulis bab ini untuk memberikan penjelasan bahwa keluarnya wanita untuk membuang hajat di luar rumah tidak berlangsung secara terus menerus, akan tetapi pada masa selanjutnya dibangunlah WC di dalam rumah, akhirnya tidak dibutuhkan kembali keluar rumah untuk membuang hajat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Majid bin Su'ud al-‘Ausyan&lt;br /&gt;[1] Al-Adabu Syar’iyah 3/411.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[2] QS.Al-Baqarah: 189.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[3] HR. Abu Dawud no: 4349, Al-Turmudzi no: 3666.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[4] HR. Abu Dawud no: 1091.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[5] Dishahihkan oleh Albani dalam kitab shahihul adab no: 350.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[6] Dishahihkan oleh Albani dalam kitab Shahihul Adab no: 355.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5 Dishahihkan oleh Albani dalam kitab Shahihul Adab no: 418&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6 Dishahihkan oleh Albani dalam kitab As-Silsilatus Shahihah no: 671.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[9] Dishahihkan oleh Albani dalam kitab Shahihul Adab no: 576&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[10] Dishahihkan oleh Albani dalam kitab Shahihul Adab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[11] Dishahihkan oleh Albani dalam kitab Shahihul Adab no: 927&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[12] Dishahihkan oleh Albani dalam kitab Shahihul Adab no: 931&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[13] Sanadnya shahih dengan syarat Muslim, dan dishahihkan oleh Albani dalam Al-Silsilatus Shahihah no: 3454.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[14] Dishahihkan leh Albani dalam kitab Shahihul Adab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber :  &lt;a href="http://indonesian.iloveallaah.com/adab-di-dalam-rumah/" target="_blank"&gt;indonesian.iloveallaah.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian tadi sahabat sedikit mengenai &lt;a href="http://abufarras.blogspot.com/2011/10/rumah-mempunyai-adab.html" target="_blank"&gt;rumah mempunyai adab&lt;/a&gt; .Semoga bermanfaat sahabat&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/908102935618754628-1580180941695472483?l=abufarras.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abufarras.blogspot.com/feeds/1580180941695472483/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abufarras.blogspot.com/2011/10/rumah-mempunyai-adab.html#comment-form' title='42 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/908102935618754628/posts/default/1580180941695472483'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/908102935618754628/posts/default/1580180941695472483'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abufarras.blogspot.com/2011/10/rumah-mempunyai-adab.html' title='Rumah Mempunyai Adab'/><author><name>Abu Farras</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00721574642806691527</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/-U1mwVFK_flo/TiOiUY3w3vI/AAAAAAAAAMg/UA3UrwcXRMY/s220/30.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='https://lh3.googleusercontent.com/-kmBWw3YtKyA/TWwaKpasYpI/AAAAAAAAAJ8/pG9rrs0Q2AQ/s72-c/Adab+Dalam+Rumah-Muhasabah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>42</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-908102935618754628.post-4165952143802676823</id><published>2011-10-06T06:38:00.001+07:00</published><updated>2011-10-06T06:51:19.995+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Muhasabah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tazkiyatun Nafs'/><title type='text'>Rahasia di Balik Sakit</title><content type='html'>&lt;b&gt;Rahasia di Balik Sakit&lt;/b&gt;.Hidup ini tidak lepas dari cobaan dan ujian, bahkan cobaan dan ujian merupakan sunatullah dalam kehidupan. Manusia akan diuji dalam kehidupannya baik dengan perkara yang tidak disukainya atau bisa pula pada perkara yang menyenangkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah ta’ala berfirman yang artinya, “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan mengujimu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kami-lah kamu dikembalikan.” &lt;br /&gt;(QS. al-Anbiyaa’: 35)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_HyleLDOAnnY/TUoKdh68cGI/AAAAAAAAAHs/TafpBhDerqA/s1600/Rahasia+di+balik+sakit-Muhasabah.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://3.bp.blogspot.com/_HyleLDOAnnY/TUoKdh68cGI/AAAAAAAAAHs/TafpBhDerqA/s200/Rahasia+di+balik+sakit-Muhasabah.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sahabat Ibnu ‘Abbas -yang diberi keluasan ilmu dalam tafsir al-Qur’an- menafsirkan ayat ini: “Kami akan menguji kalian dengan kesulitan dan kesenangan, kesehatan dan penyakit, kekayaan dan kefakiran, halal dan haram, ketaatan dan kemaksiatan, petunjuk dan kesesatan.” &lt;br /&gt;(Tafsir Ibnu Jarir). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari ayat ini, kita tahu bahwa berbagai macam penyakit juga merupakan bagian dari cobaan Allah yang diberikan kepada hamba-Nya. Namun di balik cobaan ini, terdapat berbagai &lt;b&gt;rahasia/hikmah&lt;/b&gt; yang tidak dapat di nalar oleh akal manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: red;"&gt;Sakit menjadi kebaikan bagi seorang muslim jika dia bersabar&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya, “Sungguh menakjubkan perkara seorang mukmin, sesungguhnya semua urusannya merupakan kebaikan, dan hal ini tidak terjadi kecuali bagi orang mukmin. Jika dia mendapat kegembiraan, maka dia bersyukur dan itu merupakan kebaikan baginya, dan jika mendapat kesusahan, maka dia bersabar dan ini merupakan kebaikan baginya. &lt;br /&gt;(HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: red;"&gt;Sakit akan menghapuskan dosa&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah wahai saudaraku, penyakit merupakan sebab pengampunan atas kesalahan-kesalahan yang pernah engkau lakukan dengan hati, pendengaran, penglihatan, lisan dan dengan seluruh anggota tubuhmu. Terkadang penyakit itu juga merupakan hukuman dari dosa yang pernah dilakukan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana firman Allah ta’ala, “Dan apa saja musibah yang menimpamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” &lt;br /&gt;(QS. asy-Syuura: 30). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,”Tidaklah menimpa seorang mukmin rasa sakit yang terus menerus, kepayahan, penyakit, dan juga kesedihan, bahkan sampai kesusahan yang menyusahkannya, melainkan akan dihapuskan dengannya dosa-dosanya. &lt;br /&gt;(HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: red;"&gt;Sakit akan Membawa Keselamatan dari api neraka&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya,” Janganlah kamu mencaci maki penyakit demam, karena sesungguhnya (dengan penyakit itu) Allah akan mengahapuskan dosa-dosa anak Adam sebagaimana tungku api menghilangkan kotoran-kotoran besi. &lt;br /&gt;(HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, tidak boleh bagi seorang mukmin mencaci maki penyakit yang dideritanya, menggerutu, apalagi sampai berburuk sangka pada Allah dengan musibah sakit yang dideritanya. Bergembiralah wahai saudaraku, sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sakit demam itu menjauhkan setiap orang mukmin dari api Neraka.” &lt;br /&gt;(HR. Al Bazzar, shohih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: red;"&gt;Sakit akan mengingatkan hamba atas kelalaiannya&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Wahai saudaraku, sesungguhnya di balik &lt;a href="http://abufarras.blogspot.com/2011/10/rahasia-di-balik-sakit.html" target="_blank"&gt;penyakit dan musibah&lt;/a&gt; akan mengembalikan seorang hamba yang tadinya jauh dari mengingat Allah agar kembali kepada-Nya. Biasanya seseorang yang dalam keadaan sehat wal ‘afiat suka tenggelam dalam perbuatan maksiat dan mengikuti hawa nafsunya, dia sibuk dengan urusan dunia dan melalaikan Rabb-nya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, jika Allah mencobanya dengan suatu &lt;b&gt;&lt;i&gt;penyakit&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; atau musibah, dia baru merasakan kelemahan, kehinaan, dan ketidakmampuan di hadapan Rabb-Nya. Dia menjadi ingat atas kelalaiannya selama ini, sehingga ia kembali pada Allah dengan penyesalan dan kepasrahan diri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah ta’ala berfirman yang artinya, “Dan sesungguhnya Kami telah mengutus (para rasul) kepada umat-umat sebelummu, kemudian Kami siksa mereka dengan (menimpakan) kesengsaraan dan kemelaratan, supaya mereka memohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri. &lt;br /&gt;(QS. al-An’am: 42) yaitu supaya mereka mau tunduk kepada-Ku, memurnikan ibadah kepada-Ku, dan hanya mencintai-Ku, bukan mencintai selain-Ku, dengan cara taat dan pasrah kepada-Ku. (Tafsir Ibnu Jarir)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: red;"&gt;Terdapat hikmah yang banyak di balik berbagai musibah&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Wahai saudaraku, ketahuilah di balik cobaan berupa penyakit dan berbagai kesulitan lainnya, sesungguhnya di balik itu semua terdapat hikmah yang sangat banyak. Maka perhatikanlah saudaraku nasehat Ibnul Qoyyim rahimahullah berikut ini: “Andaikata kita bisa menggali hikmah Allah yang terkandung dalam ciptaan dan urusan-Nya, maka tidak kurang dari ribuan hikmah (yang dapat kita gali, -ed). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun akal kita sangatlah terbatas, pengetahuan kita terlalu sedikit dan ilmu semua makhluk akan sia-sia jika dibandingkan dengan ilmu Allah, sebagaimana sinar lampu yang sia-sia di bawah sinar matahari.” &lt;br /&gt;(Lihat Do’a dan Wirid, Yazid bin Abdul Qodir Jawas)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatlah saudaraku, cobaan dan penyakit merupakan tanda kecintaan Allah kepada hamba-Nya. &lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah ta’ala jika mencintai suatu kaum, maka Dia akan memberi mereka cobaan.” &lt;br /&gt;(HR. Tirmidzi, shohih).&lt;br /&gt; Ya Allah, anugerahkanlah kepada kami keyakinan dan kesabaran yang akan meringankan segala musibah dunia ini. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis: Abu Hasan Putra&lt;br /&gt;Sumber: Buletin At Tauhid edisi III/06 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : &lt;a href="http://buletin.muslim.or.id%20/" target="_blank" title="buletin.muslim.or.id "&gt;Buletin Muslim&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian tadi sahabat sedikit mengenai &lt;a href="http://abufarras.blogspot.com/2011/10/rahasia-di-balik-sakit.html" target="_blank"&gt;Rahasia di Balik Sakit&lt;/a&gt;.Semoga bermanfaat sahabat&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/908102935618754628-4165952143802676823?l=abufarras.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abufarras.blogspot.com/feeds/4165952143802676823/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abufarras.blogspot.com/2011/10/rahasia-di-balik-sakit.html#comment-form' title='41 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/908102935618754628/posts/default/4165952143802676823'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/908102935618754628/posts/default/4165952143802676823'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abufarras.blogspot.com/2011/10/rahasia-di-balik-sakit.html' title='Rahasia di Balik Sakit'/><author><name>Abu Farras</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00721574642806691527</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/-U1mwVFK_flo/TiOiUY3w3vI/AAAAAAAAAMg/UA3UrwcXRMY/s220/30.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_HyleLDOAnnY/TUoKdh68cGI/AAAAAAAAAHs/TafpBhDerqA/s72-c/Rahasia+di+balik+sakit-Muhasabah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>41</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-908102935618754628.post-2441124508750078638</id><published>2011-09-27T20:24:00.001+07:00</published><updated>2011-09-27T20:25:46.054+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Muhasabah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tazkiyatun Nafs'/><title type='text'>Akibat Kemaksiatan</title><content type='html'>&lt;b&gt;Akibat Kemaksiatan&lt;/b&gt;.Melanjutkan postingan yang kemarin mengenai &lt;a href="http://abufarras.blogspot.com/2011/09/tips-membentengi-anak-terhadap-maksiat.html" target="_blank"&gt;Tips Membentengi Anak Terhadap Maksiat&lt;/a&gt;.Maka ini adalah serialnya lanjutannya sahabat.Ini adalah postingan kelanjutan dari yang disebut di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Maksiat&lt;/b&gt; adalah perbuatan dosa dalam bentuk zhalim (aniaya) terhadap diri sendiri. Artinya perbuatan itu sebagian besar akan merugikan diri sendiri. Maksiat seperti jurang yang setiap manusia dapat saja terjatuh di dalamnya. Ditambah lagi daya dorongnya bukan hanya berasal dari diri, tetapi juga dari waswas syetan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis berkata: “Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya” &lt;br /&gt;[QS Al-Hijr (15) : 39]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber maksiat adalah amarah. Hal ini menghasilkan permusuhan yang parahnya bisa berujung pada perbuatan dosa besar yaitu pembunuhan. Telah kita ketahui bersama bahwa dosa besar yang pertama kali dilakukan manusia di bumi adalah pembunuhan (kisah putra nabi adam qabil dan habil). Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam sangat mewanti-wanti tentang amarah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu hurairah ra. menerangkan bahwa ada seseorang lelaki berkata kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, “berilah aku nasihat”, beliau menjawab “jangan marah”, maka diulanginya beberapa kali, kemudian nabi bersabda, “jangan marah.”&lt;br /&gt;[HR Bukhari].&lt;br /&gt;Maka marah bisa dikategorikan sumber maksiat sahabat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibawah ini adalah dampak dan &lt;a href="http://abufarras.blogspot.com/2011/09/akibat-kemaksiatan.html" target="_blank"&gt;akibat kemaksiatan&lt;/a&gt; : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Lemah jasmani dan ruhani, sebagaimana racun masuk ke dalam tubuh dan hati seseorang.&lt;br /&gt;2. Terhalang mendapatkan ilmu. Ilmu adalah cahaya yang dimasukkan Allah ke dalam hati seorang hamba, sedangkan maksiat akan mematikan cahaya tersebut.&lt;br /&gt;3. Terhalang dalam memperoleh rizki dari Allah, karena ia telah bermaksiat dengan Dzat yang memberikan rizki.&lt;br /&gt;4. Hatinya akan selalu murung, tertutup dan gelap, di hadapan Allah maupun manusia.&lt;br /&gt;5. Setiap urusan akan dipersulit oleh Allah, berbeda dengan orang yang bertaqwa.&lt;br /&gt;6. Terhalang dalam melakukan ketaatan.&lt;br /&gt;7. Mengurangi umur dan rizki serta menghilangkan keberkahannya.&lt;br /&gt;8. Satu kemaksiatan akan melahirkan kemaksiatan yang lain.&lt;br /&gt;9. Melemahkan keinginan berbuat baik.&lt;br /&gt;10. Tidak memandang buruk suatu kemaksiatan.&lt;br /&gt;11. Merupakan warisan kaum durhaka terdahulu.&lt;br /&gt;12. Menyebabkan kehinaan seorang hamba.&lt;br /&gt;13. Menganggap remeh perbuatan dosa.&lt;br /&gt;14. Mendapat kutukan/laknat dari makhluk lain (termasuk binatang ternak).&lt;br /&gt;15. Mewariskan kehinaan.&lt;br /&gt;16. Merusak akal.&lt;br /&gt;17. Terhalang mendapatkan do’a dari Nabi dan para Malaikat.&lt;br /&gt;18. Menimbulkan kerusakan di muka bumi (longsor, gempa, dll).&lt;br /&gt;19. Berdampak pada postur fisik manusia.&lt;br /&gt;20. Memadamkan rasa cemburu.&lt;br /&gt;21. Menghilangkan rasa malu.‘Malu adalah induk segala kebaikan.[HR Muslim,37]&lt;br /&gt;22. Melemahkan hati dalam mengagungkan Allah.&lt;br /&gt;23. Hilangnya kewibawaan di hadapan sesama makhluk.&lt;br /&gt;24. Menyebabkan pelakunya dilupakan oleh Allah.&lt;br /&gt;25. Menyebabkan lupa terhadap dirinya sendiri.&lt;br /&gt;26. Mengeluarkan hamba dari sikap ihsan dan dari kebaikan.&lt;br /&gt;27. Melemahkan perjalanan hati menuju Allah.&lt;br /&gt;28. Menghilangkan nikmat.&lt;br /&gt;29. Menimbulkan ketakutan, keterasingan dan sakitnya hati.&lt;br /&gt;30. Membutakan hati dan pandangan hatinya.&lt;br /&gt;31. Mengecilkan jiwa manusia.&lt;br /&gt;32. Pelaku maksiat berada dalam penjara syahwatnya.&lt;br /&gt;33. Menjatuhkan martabat dan kemuliaan manusia.&lt;br /&gt;34. Mendatangkan celaan.&lt;br /&gt;35. Menyebabkan keterputusan hubungan sesama mukmin.&lt;br /&gt;36. Menjadikan rendah pelakunya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kita bisa menjaga diri kita terhadap kemaksiatan.Karena hakekat kemaksiatan itu adalah mencelakan diri kita sendiri sahabat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian tadi sahabat sedikit mengenai &lt;a href="http://abufarras.blogspot.com/2011/09/akibat-kemaksiatan.html" target="_blank"&gt;Akibat Kemaksiatan&lt;/a&gt;.Semoga bermanfaat sahabat&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/908102935618754628-2441124508750078638?l=abufarras.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abufarras.blogspot.com/feeds/2441124508750078638/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abufarras.blogspot.com/2011/09/akibat-kemaksiatan.html#comment-form' title='28 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/908102935618754628/posts/default/2441124508750078638'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/908102935618754628/posts/default/2441124508750078638'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abufarras.blogspot.com/2011/09/akibat-kemaksiatan.html' title='Akibat Kemaksiatan'/><author><name>Abu Farras</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00721574642806691527</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/-U1mwVFK_flo/TiOiUY3w3vI/AAAAAAAAAMg/UA3UrwcXRMY/s220/30.jpg'/></author><thr:total>28</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-908102935618754628.post-2849530316723393401</id><published>2011-09-23T21:43:00.001+07:00</published><updated>2011-09-23T21:46:18.160+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Permata Hati'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Adab'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Keluarga'/><title type='text'>Tips Membentengi Anak Terhadap Maksiat</title><content type='html'>&lt;b&gt;Tips Membentengi Anak Terhadap Maksiat&lt;/b&gt;.Alhamdulillah sahabat malam hari ini kita masih diberikan nikmat sehat sehingga kita masih bisa beraktifitas dalam dunia maya ini dan semoga saja aktifitas kita diniatkan untuk saling bersilaturahmi dan juga berbagi ilmu yang bermanfaat sahabat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meneruskan kemarin setelah memposting mengenai salah satu sahabat Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam yaitu &lt;a href="http://abufarras.blogspot.com/2011/09/khalifah-abu-bakar-as-siddiq.html" target="_blank"&gt;Abu Bakar As-Siddiq&lt;/a&gt; maka malam hari ini &lt;a href="http://abufarras.blogspot.com/" target="_blank"&gt;Muhasabah&lt;/a&gt; akan berbagi mengenai &lt;a href="http://abufarras.blogspot.com/2011/09/tips-membentengi-anak-terhadap-maksiat.html" target="_blank"&gt;Tips Membentengi Anak Terhadap Maksiat&lt;/a&gt;.Artikel ini lebih ditujukan kepada Abu Ummu - Ayah Bunda - Bapak Ibu atau pun calon pengantin dan juga untuk sahabat semua.Selamat menyimak dan semoga bermanfaat &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-8qyQ_JeR_js/TnyZa8ZpOiI/AAAAAAAAANQ/b1NbpgHXJ9U/s1600/Tips+membentengi+anak-Muhasabah.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/-8qyQ_JeR_js/TnyZa8ZpOiI/AAAAAAAAANQ/b1NbpgHXJ9U/s1600/Tips+membentengi+anak-Muhasabah.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sebagai Ayah atau pun Bunda tentu kita tidak menginginkan anak-anak kita, buah cinta kita dengan isteri menjadi salah satu korban  daripada begitu maraknya kemaksiatan sekarang ini.Maka hendaknya kita sebagai orang tua yang diamanahi Allah Subhanahu Wa Ta'ala berupa anak-anak untuk mendidik dan membesarkannya menjadi orang yang berguna bagi agama, nusa dan bangsa.Untuk menjadi penerus dan generasi pejuang Islam di Bumi Allah ini, maka sebagai orang tua kita harus bisa menghindarkan atau pun mencegah anak kita dari perbuatan-perbuatan maksiat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya banyak &lt;b&gt;tips membentengi anak terhadap maksiat&lt;/b&gt; yang bisa dilakukan kita sebagai orang tua.Di antaranya, dengan menghindarkan anak dari sebab-sebab menularnya kemaksiatan itu. Seperti tidak membebaskan pergaulan anak begitu saja, terus berusaha mengawasi pergaulan anak, memilihkan teman-teman yang shalih, memilihkan lingkungan rumah dan masyarakat yang baik, dan usaha-usaha lain yang bersifat preventif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, usaha pencegahan yang paling utama adalah berupa pendidikan keagamaan yang memadai. Karena sesungguhnya faktor utama yang mampu mencegah seseorang &lt;a href="http://abufarras.blogspot.com/2011/09/tips-membentengi-anak-terhadap-maksiat.html" target="_blank"&gt;berbuat maksiat&lt;/a&gt; adalah agamanya. Semakin kuat agama seseorang, niscaya dia akan semakin jauh dari perbuatan &lt;b&gt;maksiat&lt;/b&gt;. Seandainya pun dia berbuat maksiat, maka dengan agamanya dia akan berusaha untuk segera bertaubat sehingga setelahnya dia menjadi lebih baik dari sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan agama kita ini, telah menjadikan tauhid sebagai pondasi utamanya. Tidaklah seorang pun Rasul diutus, kecuali dia pasti menyerukan tauhid. Bahkan tauhid menjadi seruannya yang paling utama dan pertama. Tidak lain karena tauhid inilah yang akan menentukan kebaikan dan keburukan seorang hamba. Semakin sempurna tauhid semakin baiklah dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh sebab itulah Ayah dan Bunda, yang dirahmati Allah, karena agama adalah faktor terbesar yang membentengi seseorang dari maksiat, sedangkan agama ini dilandasi oleh tauhid, maka pengajaran tauhid kepada anak-anak dalam usaha menjauhkan mereka dari maksiat adalah salah satu usaha yang tidak boleh kita sepelekan. Dan kita harus mengajarkan tauhid ini sesempurna mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian tadi sahabat sedikit mengenai &lt;a href="http://abufarras.blogspot.com/2011/09/tips-membentengi-anak-terhadap-maksiat.html" target="_blank"&gt;Tips Membentengi Anak Terhadap Maksiat&lt;/a&gt;.Semoga bermanfaat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/908102935618754628-2849530316723393401?l=abufarras.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abufarras.blogspot.com/feeds/2849530316723393401/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abufarras.blogspot.com/2011/09/tips-membentengi-anak-terhadap-maksiat.html#comment-form' title='42 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/908102935618754628/posts/default/2849530316723393401'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/908102935618754628/posts/default/2849530316723393401'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abufarras.blogspot.com/2011/09/tips-membentengi-anak-terhadap-maksiat.html' title='Tips Membentengi Anak Terhadap Maksiat'/><author><name>Abu Farras</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00721574642806691527</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/-U1mwVFK_flo/TiOiUY3w3vI/AAAAAAAAAMg/UA3UrwcXRMY/s220/30.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-8qyQ_JeR_js/TnyZa8ZpOiI/AAAAAAAAANQ/b1NbpgHXJ9U/s72-c/Tips+membentengi+anak-Muhasabah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>42</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-908102935618754628.post-1574008661714342894</id><published>2011-09-18T14:12:00.002+07:00</published><updated>2011-09-18T14:25:31.176+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sirah Sahabat'/><title type='text'>Khalifah Abu Bakar As Siddiq</title><content type='html'>Bismillah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Khalifah Abu Bakar As Siddiq&lt;/b&gt;.Melanjutkan postingan kemarin yaitu &lt;a href="http://abufarras.blogspot.com/2011/09/utsman-bin-affan-wafat-35-h.html" target="_blank"&gt;Utsman bin ‘Affan&lt;/a&gt; maka sore hari ini kita belajar sedikit mengenai sirah seorang sahabat yaitu &lt;a href="http://abufarras.blogspot.com/2011/09/khalifah-abu-bakar-as-siddiq.html" target="_blank"&gt;Khalifah Abu Bakar As Siddiq&lt;/a&gt;.Semoga bermanfaat sahabat...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah dari Aisyah istri Nabi Muhammad SAW. Namanya yang sebenarnya adalah Abdul Ka'bah (artinya 'hamba Ka'bah'), yang kemudian diubah oleh Rasulullah Saw menjadi Abdullah (artinya 'hamba Allah'). &lt;a href="http://abufarras.blogspot.com/2011/09/khalifah-abu-bakar-as-siddiq.html" target="_blank"&gt;Khalifah Abu Bakar As Siddiq &lt;/a&gt; atau Abdullah bin Abi Quhafah (Usman) bin Amir bin Amru bin Ka’ab bin Sa’ad bin Taim bin Murrah bin Ka’ab bin Lu’ai bin Ghalib bin Fihr al-Quraisy at-Taimi. Bertemu nasabnya dengan Nabi saw kakeknya Murrah bin Ka’ab bin Lu’ai, kakek yang keenam. Dan ibunya, Ummul-Khair, sebenarnya bernama Salma binti Sakhr bin Amir bin Ka’ab bin Sa’ad bin Taim. Nabi Muhammad Saw juga memberinya gelar As Siddiq (artinya 'yang berkata benar'), sehingga ia lebih dikenal dengan nama &lt;b&gt;Abu Bakar as-Siddiq&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://abufarras.blogspot.com/2011/09/khalifah-abu-bakar-as-siddiq.html" target="_blank"&gt;Abu Bakar As Siddiq &lt;/a&gt; tumbuh dan besar di Mekah dan tidak pernah keluar dari Mekah kecuali untuk tujuan dagang dan bisnis. Beliau memiliki harta kekayaan yang sangat banyak dan kepribadian yang sangat menarik, memiliki kebaikan yang sangat banyak, dan sering melakukan perbuatan-perbuatan yang terpuji. Sebagaimana hal ini dikatakan oleh Ibnu Dughunnah, sesungguhnya engkau selalu menyambung tali kasih dan keluarga, bicaramu selalu benar, dan kau menanggung banyak kesulitan, kau bantu orang-orang yang menderita dan kau hormati tamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;An-Nawawi berkata: &lt;b&gt;Abu Bakar As Siddiq&lt;/b&gt; termasuk tokoh Quraisy dimasa Jahiliyah, orang yang selalu dimintai nasehat dan pertimbangannya, sangat dicintai dikalangan mereka, sangat mengetahui kode etik dikalangan mereka. Tatkala, Islam datang Abu Bakar As Siddiq mengedepankan Islam atas yang lain, dan beliau masuk Islam dengan sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zubair bin Bakkar bin Ibnu Asakir meriwayatkan dari Ma’ruf bin Kharbudz dia berkata: Sesungguhnya &lt;b&gt;Abu Bakar As Siddiq&lt;/b&gt; adalah salah satu dari 10 orang Quraisy yang kejayaannya dimasa Jahiliyah bersambung hingga zaman Islam. Abu Bakar As Siddiq mendapat tugas untuk melaksanakan diyat (tebusan atas darah kematian) dan penarikan hutang. Ini terjadi karena orang-orang Quraisy tidak memiliki raja dimana mereka bisa mengembalikan semua perkara itu kepada raja. Pada setiap kabilah dikalangan Quraisy saat itu, ada satu kekuasaan umum yang memiliki kepala suku dan kabilah sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-6GmcNBA9GeY/TnWWnOJnmeI/AAAAAAAAANI/xfDu_eRSwOk/s1600/Khalifah+Abu+Bakar-Muhasabah.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/-6GmcNBA9GeY/TnWWnOJnmeI/AAAAAAAAANI/xfDu_eRSwOk/s1600/Khalifah+Abu+Bakar-Muhasabah.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: magenta;"&gt;Istri-istri dan anak Abu Bakar&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Bakar pernah menikahi Qutailah binti Abdul Uzza bin Abd bin As’ad pada masa jahiliyyah dan dari pernikahan tersebut lahirlah Abdullah dan Asma’.&lt;br /&gt;Beliau juga menikah dengan Ummu Ruman binti Amir bin Uwaimir bin Zuhal bin Dahman dari Kinanah, dari pernikahan tersebut lahirlah Abdurrahman dan ‘Aisyah.&lt;br /&gt;Beliau juga menikah dengan Asma’ binti Umais bin ma’add bin Taim al-Khatts’amiyyah, dan sebelumnya Asma’ diperistri oleh Ja’far bin Abi Thalib. Dari hasil pernikahannya ini lahirlah bin Abu Bakar, dan kelahiran tersebut terjadi pada waktu haji Wada’ di Dzul Hulaifah.&lt;br /&gt;Beliau juga menikah dengan Habibah binti Kharijah bin Zaid bin Zuhair dari Bani al-Haris bin al-Khazraj.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Bakar pernah singgah di rumah Kharijah ketika beliau datang ke Madinah dan kemudian mempersunting putrinya, dan beliau masih terus berdiam dengannya di suatu tempat yang disebut dengan as-Sunuh hingga Rasullullah saw wafat dan beliau kemudian diangkat menjadi khalifah sepeninggal Rasulullah saw. Dari pernikahan tersebut lahirlah Ummu Khultsum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: magenta;"&gt;Orang yang paling bersih di masa Jahilliyah&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Asakir meriwayatkan dengan sanadnya yang shahih dari Aisyah, dia berkata: demi Allah, Abu Bakar As Siddiq tidak pernah melantunkan satu syairpun di masa Jahiliyah dan tidak pula dimasa Islam. Abu Bakar As Siddiq dan Utsman bin Affan tidak pernah minum minuman keras di zaman Jahiliyah.&lt;br /&gt;Ibnu Asakir meriwayatkan dari Abdullah bin Zubair, dia berkata, Abu Bakar As Siddiq sama sekali tidak pernah mengucapkan syair.&lt;br /&gt;Ibnu Asakir meriwayatkan dari Abu Al-Aliyyah Ar-rayahi, dia berkata: Dikatakan kepada Abu Bakar As Siddiq ditengah sekumpulan sahabat Rasulullah: Apakah kamu pernah meminum minuman keras di zaman Jahiliyah? Beliau berkata, ”Saya berlindung kepada Allah dari perbuatan itu!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: magenta;"&gt;Sifat Abu Bakar As Siddiq&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Saad meriwayatkan dari Aisyah bahwa seorang laki-laki berkata kepadanya: Coba sebutkan kepada saya gambaran tentang Abu Bakar As Siddiq! Kata Aisyah: dia adalah laki-laki kulit putih, kurus, tidak terlalu lebar bentuk tubuhnya,sedikit bungkuk, tidak bisa untuk menahan pakaiannya turun dari pinggangnya, tulang-tulang wajahnya menonjol, dan pangkal jemarinya datar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Asakir meriwayatkan dari Aisyah, bahwa &lt;b&gt;Abu Bakar As Siddiq&lt;/b&gt; mewarnai rambutnya dengan 'daun pacar' dan katam (nama jenis tumbuhan). Dia juga meriwayatkan dari Anas, dia berkata, Rasulullah datang ke Madinah, dan tidak ada salah seorang dari para sahabatnya yang beruban kecuali Abu Bakar As Siddiq, maka dia menyemirnya dengan daun pacar dan katam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Bakar As Siddiq dilahirkan di Mekah dari keturunan Bani Tamim ( Attamimi ), suku bangsa Quraisy. Berdasarkan beberapa sejarawan Islam, ia adalah seorang pedagang, hakim dengan kedudukan tinggi, seorang yang terpelajar serta dipercayai sebagai orang yang bisa menafsirkan mimpi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: magenta;"&gt;Era bersama Nabi saw&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana yang juga dialami oleh para pemeluk Islam pada masa awal. Ia juga mengalami penyiksaan yang dilakukan oleh penduduk Mekkah yang mayoritas masih memeluk agama nenek moyang mereka. Namun, penyiksaan terparah dialami oleh mereka yang berasal dari golongan budak. Sementara para pemeluk non budak biasanya masih dilindungi oleh para keluarga dan sahabat mereka, para budak disiksa sekehendak tuannya. Hal ini mendorong Abu Bakar As Siddiq membebaskan para budak tersebut dengan membelinya dari tuannya kemudian memberinya kemerdekaan. Sehingga diriwayatkan bahwa Abu Bakar As Siddiq memiliki 9 toko yang semuanya habis dibuat untuk tegaknya agama islam. Beberapa budak yang ia bebaskan antara lain :&lt;br /&gt;Bilal bin Rabbah&lt;br /&gt;Abu Fakih&lt;br /&gt;Ammar&lt;br /&gt;Abu Fuhaira&lt;br /&gt;Lubainah&lt;br /&gt;An Nahdiah&lt;br /&gt;Ummu Ubays&lt;br /&gt;Zinnira&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika peristiwa Hijrah, saat Nabi Muhammad SAW pindah ke Madinah (622 M), Abu Bakar As Siddiq adalah satu-satunya orang yang menemaninya. Abu Bakar As Siddiq juga terikat dengan Nabi Muhammad secara kekeluargaan. Anak perempuannya, Aisyah menikah dengan Nabi Muhammad beberapa saat setelah Hijrah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: magenta;"&gt;Menjadi Khalifah&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Selama masa sakit Rasulullah SAW saat menjelang ajalnya, dikatakan bahwa Abu Bakar As Siddiq ditunjuk untuk menjadi imam shalat menggantikannya, banyak yang menganggap ini sebagai indikasi bahwa Abu Bakar As Siddiq akan menggantikan posisinya. Segera setelah kematiannya (632), dilakukan musyawarah di kalangan para pemuka kaum Anshar dan Muhajirin di Madinah, yang akhirnya menghasilkan penunjukan Abu Bakar As Siddiq sebagai pemimpin baru umat Islam atau khalifah Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang terjadi saat musyawarah tersebut menjadi sumber perdebatan. Penunjukan Abu Bakar As Siddiq sebagai khalifah adalah subyek yang sangat kontroversial dan menjadi sumber perpecahan pertama dalam Islam, dimana umat Islam terpecah menjadi kaum Sunni dan Syi'ah. Di satu sisi kaum Syi'ah percaya bahwa seharusnya Ali bin Abi Thalib (menantu nabi Muhammad), yang menjadi pemimpin dan dipercayai ini adalah keputusan Rasulullah SAW sendiri sementara kaum sunni berpendapat bahwa Rasulullah SAW menolak untuk menunjuk penggantinya. Kaum sunni berargumen bahwa Rasulullah mengedepankan musyawarah untuk penunjukan pemimpin. Sementara muslim syi'ah berpendapat kalau Rasulullah saw dalam hal-hal terkecil seperti sebelum dan sesudah makan, minum, tidur, dll, tidak pernah meninggalkan umatnya tanpa hidayah dan bimbingan apalagi masalah kepemimpinan umat terahir, dan juga banyak hadits di Sunni maupun Syi'ah tentang siapa khalifah sepeninggal Rasulullah saw, serta jumlah pemimpin islam yang dua belas. Terlepas dari kontroversi dan kebenaran pendapat masing-masing kaum tersebut, Ali bin Abu Thalib sendiri secara formal menyatakan kesetiaannya (berbai'at) kepada Abu Bakar As Siddiq dan dua khalifah setelahnya (&lt;a href="http://abufarras.blogspot.com/2011/02/umar-bin-al-khaththab-wafat-23-h.html" target="_blank"&gt;Umar bin Khattab&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://abufarras.blogspot.com/2011/09/utsman-bin-affan-wafat-35-h.html" target="_blank"&gt;Usman bin Affan&lt;/a&gt;). Kaum sunni menggambarkan pernyataan ini sebagai pernyataan yang antusias dan &lt;a href="http://abufarras.blogspot.com/2011/05/ali-bin-abu-thalib.html" target="_blank"&gt;Ali bin Abu Thalib&lt;/a&gt; menjadi pendukung setia Abu Bakar As Siddiq dan &lt;a href="http://abufarras.blogspot.com/2011/02/umar-bin-al-khaththab-wafat-23-h.html" target="_blank"&gt;Umar bin Khattab&lt;/a&gt;. Sementara kaum syi'ah menggambarkan bahwa Ali bin Abu Thalib melakukan baiat tersebut secara "pro forma," mengingat beliau berbaiat setelah sepeninggal Fatimah istri beliau yang berbulan bulan lamanya dan setelah itu ia menunjukkan protes dengan menutup diri dari kehidupan publik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: magenta;"&gt;Perang Ridda&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Segera setelah menjabat Abu Bakar As Siddiq, beberapa masalah yang mengancam persatuan dan stabilitas komunitas dan negara Islam saat itu muncul. Beberapa suku Arab yang berasal dari Hijaz dan Nejed membangkang kepada khalifah baru dan sistem yang ada. Beberapa diantaranya menolak membayar zakat walaupun tidak menolak agama Islam secara utuh. Beberapa yang lain kembali memeluk agama dan tradisi lamanya yakni penyembahan berhala. Suku-suku tersebut mengklaim bahwa hanya memiliki komitmen dengan Nabi Muhammad SAW dan dengan kematiannya komitmennya tidak berlaku lagi. Berdasarkan hal ini Abu Bakar menyatakan perang terhadap mereka yang dikenal dengan nama perang Ridda. Dalam perang Ridda peperangan terbesar adalah memerangi "Ibnu Habib al-Hanafi" yang lebih dikenal dengan nama Musailamah Al-Kazab (Musailamah si pembohong), yang mengklaim dirinya sebagai nabi baru menggantikan Nabi Muhammad SAW. Musailamah kemudian dikalahkan pada pertempuran Akraba oleh Khalid bin Walid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: magenta;"&gt;Al Quran&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Abu Bakar As Siddiq juga berperan dalam pelestarian teks-teks tertulis Al Quran. Dikatakan bahwa setelah kemenangan yang sangat sulit saat melawan Musailamah dalam perang Ridda, banyak penghafal Al Qur'an yang ikut tewas dalam pertempuran. Abu Bakar As Siddiq lantas meminta &lt;a href="http://abufarras.blogspot.com/2011/02/umar-bin-al-khaththab-wafat-23-h.html" target="_blank"&gt;Umar bin Khattab&lt;/a&gt; untuk mengumpulkan koleksi dari Al Qur'an. Setelah lengkap koleksi ini, yang dikumpulkan dari para penghafal Al-Quran dan tulisan-tulisan yang terdapat pada media tulis seperti tulang, kulit dan lain sebagainya, oleh sebuah tim yang diketuai oleh sahabat Zaid bin Tsabit, kemudian disimpan oleh Hafsah, anak dari &lt;a href="http://abufarras.blogspot.com/2011/02/umar-bin-al-khaththab-wafat-23-h.html" target="_blank"&gt;Umar bin Khattab&lt;/a&gt; dan juga istri dari Nabi Muhammad SAW. Kemudian pada masa pemerintahan &lt;a href="http://abufarras.blogspot.com/2011/09/utsman-bin-affan-wafat-35-h.html" target="_blank"&gt;Usman bin Affan&lt;/a&gt; koleksi ini menjadi dasar penulisan teks al Qur'an hingga yang dikenal hingga saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Abu Bakar As Siddiq&lt;/b&gt; meninggal pada tanggal 23 Agustus 634/ 8 Jumadil Awwal 13 H di Madinah pada usia 63 tahun. Beliau berwasiat agar jenazahnya dimandikan oleh Asma` binti Umais, istri beliau. Kemudian beliau dimakamkan di samping makam Rasulullah. Umar mensholati jenazahnya diantara makam Nabi dan mimbar (ar-Raudhah) . Sedangkan yang turun langsung ke dalam liang lahat adalah putranya yang bernama Abdurrahman (bin Abi Bakar), &lt;a href="http://abufarras.blogspot.com/2011/02/umar-bin-al-khaththab-wafat-23-h.html" target="_blank"&gt;Umar bin Khattab&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://abufarras.blogspot.com/2011/09/utsman-bin-affan-wafat-35-h.html" target="_blank"&gt;Usman bin Affan&lt;/a&gt;, dan Thalhah bin Ubaidillah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Abu_Bakar_Al-Shiddiq" target="_blank"&gt;wikipedia&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/908102935618754628-1574008661714342894?l=abufarras.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abufarras.blogspot.com/feeds/1574008661714342894/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abufarras.blogspot.com/2011/09/khalifah-abu-bakar-as-siddiq.html#comment-form' title='36 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/908102935618754628/posts/default/1574008661714342894'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/908102935618754628/posts/default/1574008661714342894'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abufarras.blogspot.com/2011/09/khalifah-abu-bakar-as-siddiq.html' title='Khalifah Abu Bakar As Siddiq'/><author><name>Abu Farras</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00721574642806691527</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/-U1mwVFK_flo/TiOiUY3w3vI/AAAAAAAAAMg/UA3UrwcXRMY/s220/30.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-6GmcNBA9GeY/TnWWnOJnmeI/AAAAAAAAANI/xfDu_eRSwOk/s72-c/Khalifah+Abu+Bakar-Muhasabah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>36</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-908102935618754628.post-8925325714852925183</id><published>2011-09-10T15:22:00.001+07:00</published><updated>2011-09-10T15:23:36.043+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sirah Sahabat'/><title type='text'>Utsman bin ‘Affan (Wafat 35 H)</title><content type='html'>Bismillah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Utsman bin ‘Affan (Wafat 35 H)&lt;/b&gt;.Melanjutkan postingan mengenai Sirah Sahabat yaitu &lt;a href="http://abufarras.blogspot.com/2011/05/ali-bin-abu-thalib.html" target="_blank"&gt;Ali Bin Abu Thalib&lt;/a&gt; dan juga &lt;a href="http://abufarras.blogspot.com/2011/02/umar-bin-al-khaththab-wafat-23-h.html" target="_blank"&gt;‘Umar bin al-Khaththab (wafat 23 H)&lt;/a&gt; maka petang hari ini kita akan memposting mengenai &lt;a href="http://abufarras.blogspot.com/2011/09/utsman-bin-affan-wafat-35-h.html" target="_blank"&gt;Utsman bin ‘Affan (Wafat 35 H)&lt;/a&gt;.Semoga bermanfaat sahabat semua...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama lengkapnya adalah ‘Utsman bin Affanbin Abi Ash bin Umayah bin Abdi Syams bin Abdi Manaf al Umawy al Qurasy, pada masa Jahiliyah ia dipanggil dengan Abu ‘Amr dan pada masa Islam nama julukannya (kunyah) adalah Abu ‘Abdillah. Dan juga ia digelari dengan sebutan &lt;b&gt;“Dzunnuraini”&lt;/b&gt;, dikarenakan beliau menikahi dua puteri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam yaitu Ruqayah dan Ummu Kaltsum. Ibunya bernama Arwa’ bin Kuraiz bin Rabi’ah bin Habib bin ‘Abdi Syams yang kemudian menganut Islam yang baik dan teguh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_HyleLDOAnnY/TUV3jJpdOHI/AAAAAAAAAHA/b6bOEWZAFlE/s1600/4.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://1.bp.blogspot.com/_HyleLDOAnnY/TUV3jJpdOHI/AAAAAAAAAHA/b6bOEWZAFlE/s200/4.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Keutamaannya&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Muslim telah meriwayatkan dari ‘Aisyah, seraya berkata,” Pada suatu hari Rasulullah sedang duduk dimana paha beliau terbuka, maka Abu Bakar meminta izin kepada beliau untuk menutupinya dan beliau mengizinkannya, lalu paha beliau tetap dalam keadaan semula (terbuka). Kemudian Umar minta izin untuk menutupinya dan beliau mengizinkannnya, lalu paha beliau tetap dalam keadaan semula (terbuka), ketika Utsman meminta izin kepada beliau, amaka beliau melepaskan pakaiannya (untuk menutupi paha terbuka). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika mereka telah pergi, maka aku (Aisyah) bertanya,”Wahai Rasulullah, Abu Bakar dan Umar telah meminta izin kepadamu untuk menutupinya dan engkau mengizinkan keduanya, tetapi engkau tetap berada dalam keadaan semula (membiarkan pahamu terbuka), sedangkan ketika Utsman meminta izin kepadamu, maka engkau melepaskan pakainanmu (dipakai untuk menutupinya). Maka Rasulullah menjawab,” Wahai Aisyah, Bagaimana aku tidak merasa malu dari seseorang yang malaikat saja merasa malu kepadanya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu ‘Asakir dan yang lainnya menjelaskan dalam kitab “Fadhail ash Shahabah” bahwa Ali bin Abi Thalib ditanya tentang Utsman, maka beliau menjawab,” &lt;a href=http://abufarras.blogspot.com/2011/09/utsman-bin-affan-wafat-35-h.html" target="_blank"&gt;Utsman&lt;/a&gt; itu seorang yang memiliki kedudukan yang terhormat yang dipanggil dengan Dzunnuraini, dimana Rasulullah menikahkannya dengan kedua putrinya.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan hidupnya&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan hidupnya yang tidak pernah terlupakan dalam sejarah umat islam adalah beliau membukukan Al-Qura’an dalam satu versi bacaan dan membuat beberapa salinannya yang dikirim kebeberapa negeri negeri Islam. Serta memerintahkan umat Islam agar berpatokan kepadanya dan memusnahkan mushaf yang dianggap bertentangan dengan salinan tersebut. Atas Izin allah Subhanahu wa ta’ala, melalui tindakan beliau ini umat Islam dapat memelihara ke autentikan Al-Qur’an samapai sekarang ini. Semoga Allah membalasnya dengan balasan yang terbaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari oleh Imam Ahmad bin Hanbal dalam kitab Musnadnya dari yunus bahwa ketika al Hasan ditanya tentang orang yang beristirahat pada waktu tengah hari di masjid ?. maka ia menjawab,”Aku melihat &lt;a href="http://abufarras.blogspot.com/2011/09/utsman-bin-affan-wafat-35-h.html" target="_blank"&gt;Utsman bin Affan&lt;/a&gt; beristirahat di masjid, padahal beliau sebagai Khalifah, dan ketika ia berdiri nampak sekali bekas kerikil pada bagian rusuknya, sehingga kami berkata,” Ini amirul mukminin, Ini amirul mukminin..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan oleh Abu Na’im dalam kitabnya “Hulyah al Auliyah” dari Ibnu Sirin bahwa ketika Utsman terbunuh, maka isteri beliau berkata,” Mereka telah tega membunuhnya, padahal mereka telah menghidupkan seluruh malam dengan Al-Quran”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Abi Hatim telah meriwayatkan dari Abdullah bin Umar, seraya ia berkata dengan firman Allah”. “(Apakah kamu hai orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadah di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah: “Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran.” (Qs Az-Zumar:9) yang dimaksud adalah Utsman bin Affan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Wafatnya&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Ia wafat pada tahun 35 H pada pertengahan tasyriq tanggal 12 Dzul Hijjah, dalam usia 80 tahun lebih, dibunuh oleh kaum pemberontak (Khawarij).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diringkas dari Biografi Utsman bin affan dalam kitab Al ‘ilmu wa al Ulama Karya Abu Bakar al Jazairy. Penerbit Daar al Kutub as Salafiyyah. Cairo. ditulis tanggal 5 Rab’ul Awal di Madinah al Nabawiyah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Posting Ulang Dari : &lt;a target="_blank" href="http://ahlulhadist.wordpress.com/2007/10/01/utsman-bin-%E2%80%98affan-wafat-35-h/" title="ahlulhadist.wordpress.com"&gt;ahlulhadist.wordpress.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/908102935618754628-8925325714852925183?l=abufarras.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abufarras.blogspot.com/feeds/8925325714852925183/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abufarras.blogspot.com/2011/09/utsman-bin-affan-wafat-35-h.html#comment-form' title='19 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/908102935618754628/posts/default/8925325714852925183'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/908102935618754628/posts/default/8925325714852925183'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abufarras.blogspot.com/2011/09/utsman-bin-affan-wafat-35-h.html' title='Utsman bin ‘Affan (Wafat 35 H)'/><author><name>Abu Farras</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00721574642806691527</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/-U1mwVFK_flo/TiOiUY3w3vI/AAAAAAAAAMg/UA3UrwcXRMY/s220/30.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_HyleLDOAnnY/TUV3jJpdOHI/AAAAAAAAAHA/b6bOEWZAFlE/s72-c/4.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>19</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-908102935618754628.post-7878305382349214151</id><published>2011-09-05T07:25:00.001+07:00</published><updated>2011-09-05T07:30:34.412+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Akhlaq'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nasehat'/><title type='text'>Jangan Durhaka Kepada Orang Tua</title><content type='html'>Bismillah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melanjutkan postingan kemarin mengenai &lt;a href="http://abufarras.blogspot.com/2011/08/pintu-dari-pintu-pintu-surga.html" target="_blank"&gt;PINTU DARI PINTU-PINTU SURGA.&lt;/a&gt; maka hari ini karena masih dalam nuansa Hari Raya Idul Fitri 1432 H dan Setelah beberapa hari kemarin kita disibukkan dengan bersilaturahmi kepada sanak saudara ada baiknya kita sedikit menyimak mengenai &lt;a href="http://abufarras.blogspot.com/2011/09/jangan-durhaka-kepada-orang-tua.html" target="_blank"&gt;Jangan Durhaka Kepada Orang Tua&lt;/a&gt; karena hal ini sangat penting bagi kita baik itu kedudukan kita sebagai seorang anak atau pun kita sebagai orang tua.Semoga bermanfaat sahabat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita mendapati bahwa orang yang berbakti kepada kedua orangtuanya, dianugerahi Allah anak-anak yang berbakti kepadanya. Adapun orang yang tidak berbakti kepada kedua orangtuanya, akan Allah berikan kepadanya anak-anak yang durhaka kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kisah Nyata&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://lh5.googleusercontent.com/-3SBY_8cIoFo/TXq9l51L-5I/AAAAAAAAAKU/3MUonfQPIMg/s1600/Durhaka-Muhasabah.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="144" src="https://lh5.googleusercontent.com/-3SBY_8cIoFo/TXq9l51L-5I/AAAAAAAAAKU/3MUonfQPIMg/s200/Durhaka-Muhasabah.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Ada sebuah kisah nyata yang dituturkan oleh seorang ibu. Ia berkata,  “…Suatu hari istri anak saya meminta suaminya (anak saya) agar menempatkan saya di ruangan yang terpisah, berada di luar rumah. Tanpa ragu-ragu, anak saya menyetujuinya. Saat musim dingin yang sangat menusuk, saya berusaha masuk ke dalam rumah, tetapi pintu-pintu terkunci rapat. Rasa dingin pun menusuk tubuh saya. Kondisi saya semakin buruk. Lalu, anak saya ingin membawaku ke suatu tempat. Perkiraanku ke rumah sakit. Akan tetapi, ternyata ia mencampakkanku ke panti jompo. Setelah itu, ia tidak pernah lagi menemui saya….” &lt;br /&gt;(Majalah As-Sunnah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembaca mulia, penggalan kisah di atas merupakan masalah yang banyak terjadi di zaman kita. Tidak sedikit anak yang ketika kesuksesan duniawi telah ia raih, melupakan jasa-jasa orang tuanya yang telah bekerja keras membanting tulang untuk menyokong dirinya semenjak ia kecil. Banyak anak tidak ingat bagaimana dulu orang tua rela tidak tidur semalaman untuk menggendongnya, menjaganya, menyusuinya, sampai membersihkan ompolnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, jasa-jasa itu justru dibalas dengan menyerahkan orang tua ke panti jompo. Ini adalah salah satu bentuk &lt;a href="http://abufarras.blogspot.com/2011/09/jangan-durhaka-kepada-orang-tua.html" target="_blank"&gt;kedurhakaan&lt;/a&gt; yang besar karena yang dibutuhkan orang tua kita adalah pelayanan kita justru di saat mereka sudah memasuki usia renta. Yang mereka butuhkan adalah perhatian kita dan kesiapan kita untuk menceboknya, mengeluarkan kotorannya, menemaninya, membantunya berjalan, dan menjaganya di saat tubuh mereka sudah lemah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kedudukan Berbakti Kepada Orang Tua&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam telah mensyariatkan bahwa orang tua memiliki porsi tertinggi untuk diberikan pelayanan oleh seorang anak. Oleh karena itu, membuat kedua orang tua menangis adalah salah satu larangan yang harus dijauhi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abdullah bin Amr radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata, “Ada seseorang yang datang kepada Rasulullah seraya berkata, ‘Saya datang demi berbaiat kepadamu untuk berhijrah, namun saya meninggalkan kedua orang tuaku menangis.’ Maka, Rasulullah bersabda, ‘Kembalilah kepada kedua orang tuamu dan buatlah keduanya tertawa sebagaimana engkau membuat keduanya menangis.’” &lt;br /&gt;(HR. Abu Dawud).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembaca mulia, ibu bapak merupakan sebab lahirnya kita di dunia ini. Oleh karena itu, perhatikanlah bahwa Allah telah menunjukkan besarnya hak orang tua dengan menggandengkan antara perintah untuk berbuat baik kepada keduanya dengan perintah untuk bertauhid kepada-Nya, sebagaimana dalam potongan surat Luqman, ayat 14 berikut ini, yang artinya. “Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang tuamu.” Dengan demikian, melakukan kedurhakaan kepada orang tua merupakan perbuatan keji dan termasuk dosa besar yang diancam dengan siksa neraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Thoisalah rahimahullah, bahwasannya Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu berkata kepadanya,” Apakah engkau takut masuk dalam neraka?”. Aku berkata, “Iya”. Ia berkata, “Dan apakah engkau ingin masuk dalam surga?”. Aku berkata, “Iya” Ia berkata, “Apakah kedua orang tuamu masih hidup?”. Aku berkata, “Ibuku bersamaku”. Ia berkata, “Demi Allah jika engkau lembut tatkala berbicara dengannya dan engkau memberi makan kepadanya maka engkau sungguh akan masuk surga selama engkau menjauhi dosa-dosa besar” &lt;br /&gt;(Tafsir Ath-Thabari).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bakti Kepada Orang Tua adalah Akhlak Salaf&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Generasi awal Islam (salaf), merupakan generasi yang sangat menjunjung tinggi hak-hak orang tua mereka. Tidak bisa dihitung banyaknya kisah yang menggambarkan betapa besar bakti mereka kepada kedua orang tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad bin Sirin rahimahullah berkata, “Harga kurma naik melambung di masa pemerintahan Utsman bin ‘Affan hingga 1000 dirham. Maka, Usamah bin Zaid pun pergi menuju pohon kurma yang ia miliki. Kemudian, ia melubanginya dan mengambil jantung kurma tersebut lalu ia berikan kepada ibunya. Orang-orang lalu berkata kepadanya, “Apa yang menyebabkan engkau melakukan ini padahal engkau tahu bahwa harga pohon kurma sekarang mencapai 1000 dirham?”, Usamah berkata, “Ibuku meminta jantung pohon kurma kepadaku dan tidaklah ia meminta sesuatu kepadaku yang aku mampu kecuali aku penuhi permintaannya.” &lt;br /&gt;(Shifatus shafwah, Ibnul Jauzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Musa bin ‘Uqbah rahimahullah berkata, “Ali bin Al-Husain bin Ali bin Abi Tholib tidak makan bersama ibunya padahal ia adalah orang yang paling berbakti kepada ibunya. Lalu, ditanyakan kepadanya tentang hal itu. Maka, ia menjawab, “Aku takut jika aku makan bersama ibuku lantas matanya memandang pada suatu makanan dan aku tidak tahu pandangannya tersebut, lalu aku memakan makanan yang dipandangnya itu. Maka aku telah durhaka kepadanya.” &lt;br /&gt;(Risalah bir was Shilah, Ibnul Jauzi)&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;Besarnya Dosa &lt;a href="http://abufarras.blogspot.com/2011/09/jangan-durhaka-kepada-orang-tua.html" target="_blank"&gt;Mendurhakai&lt;/a&gt; Orang Tua&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Dari Abdullah bin Amr bin Ash radhiyallahu ‘anhu. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Dosa-dosa besar adalah berbuat syirik kepada Allah, durhaka kepada kedua orang tua, membunuh jiwa serta sumpah palsu.” &lt;br /&gt;(HR. Bukhari). &lt;br /&gt;Perhatikan hadits di atas. Rasulullah menempatkan dosa &lt;a href="http://abufarras.blogspot.com/2011/09/jangan-durhaka-kepada-orang-tua.html" target="_blank"&gt;durhaka&lt;/a&gt; kepada orang tua setelah dosa syirik, dan sebelum dosa membunuh jiwa. Maka, bisa kita bayangkan betapa besar dosa ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Batasan &lt;a href="http://abufarras.blogspot.com/2011/09/jangan-durhaka-kepada-orang-tua.html" target="_blank"&gt;Durhaka&lt;/a&gt; kepada Orang Tua&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah ta’ala berfirman yang artinya, “Dan Rabbmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, janganlah sekali-kali kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: “Wahai Rabbku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku di waktu kecil” &lt;br /&gt;(Q.S. Al-Isra`: 23-24).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari ayat di atas, kita dapat mengambil pelajaran bahwa sekadar ucapan “ah” yang notabene hanya pengingkaran lisan saja sudah termasuk perbuatan durhaka kepada orang tua. Maka, bagaimana dengan yang lebih besar dari itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Taqiyyuddin As-Subki berkata, “Defenisi durhaka adalah menyakiti (mengganggu) kedua orangtua dengan jenis gangguan apa saja, baik tingkatan gangguan tersebut rendah atau tinggi, mereka melarang gangguan itu atau tidak, atau sang anak menyelisihi perintah mereka berdua atau larangan mereka berdua dengan syarat (perintah atau larangan mereka) bukanlah kemaksiatan.” &lt;br /&gt;(Dinukil dari Umdatul Qori)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas (dalam buku Berbakti kepada Kedua Orang Tua) mengurai bentuk-bentuk &lt;a href="http://abufarras.blogspot.com/2011/09/jangan-durhaka-kepada-orang-tua.html" target="_blank"&gt;durhaka&lt;/a&gt; kepada kedua orang tua sebagai berikut:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[1] Menimbulkan gangguan terhadap orang tua baik berupa perkataan (ucapan) ataupun perbuatan yang membuat orang tua sedih dan sakit hati. &lt;br /&gt;[2] Berkata ‘ah’ dan tidak memenuhi panggilan orang tua. &lt;br /&gt;[3] Membentak atau menghardik orang tua. &lt;br /&gt;[4] Bakhil. Tidak mengurusi orang tuanya bahkan lebih mementingkan yang lain dari pada mengurusi orang tuanya padahal orang tuanya sangat membutuhkan. Seandainya memberi nafkah pun, dilakukan dengan penuh perhitungan. &lt;br /&gt;[5] Bermuka masam dan cemberut dihadapan orang tua, merendahkan orang tua, mengatakan bodoh, ‘kolot’ dan lain-lain.&lt;br /&gt;[6] Menyuruh orang tua, misalnya menyapu, mencuci atau menyiapkan makanan. Pekerjaan tersebut sangat tidak pantas bagi orang tua, terutama jika mereka sudah tua atau lemah. Akan tetapi, jika ’si Ibu” melakukan pekerjaan tersebut dengan kemauannya sendiri maka tidak mengapa dan karena itu anak harus berterima kasih. [7] Menyebut kejelekan orang tua di hadapan orang banyak atau mencemarkan nama baik orang tua. &lt;br /&gt;[8] Memasukkan kemungkaran ke dalam rumah misalnya alat musik, mengisap rokok, dll. [9] Mendahulukan taat kepada istri dari pada orang tua. Bahkan ada sebagian orang dengan teganya mengusir ibunya demi menuruti kemauan istrinya. Na’udzubillah. &lt;br /&gt;[10] Malu mengakui orang tuanya. Sebagian orang merasa malu dengan keberadaan orang tua dan tempat tinggalnya ketika status sosialnya meningkat. Tidak diragukan lagi, sikap semacam ini adalah sikap yang amat tercela, bahkan termasuk kedurhakaan yang keji dan nista.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;Berbakti kepada Orang Tua dapat Menghapus Dosa Besar&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari ‘Atha` bin Yasar dari Ibnu Abbas, “Bahwasanya ada seorang laki-laki menemuinya dan berkata, “Aku melamar seorang wanita dan ia menolak untuk menikah denganku. Lalu datang orang lain melamarnya, ia mau menikah dengannya. Maka, aku pun cemburu dan aku bunuh wanita itu. Apakah aku masih bisa bertaubat?” Ibnu Abbas berkata, “Apakah ibumu masih hidup?” Laki-laki itu berkata, “Tidak”. Ibnu Abbas berkata, “Bertaubatlah engkau kepada Allah dan dekatkanlah dirimu kepada Allah sekuat Engkau”. Lalu, pergilah orang itu dan aku pun (Atha` bin Yasar) bertanya kepada Ibnu Abbas mengapa ia menanyakan apakah ibu orang tersebut masih hidup.” Ibnu Abbas berkata, “Aku tidak mengetahui ada suatu amalan yang lebih dekat kepada Allah daripada berbakti kepada ibu” &lt;br /&gt;(HR. Bukhari dalam  Al-Adab Al-Mufrod )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Jika Ayah Mengambil Harta Anak&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disebutkan dalam sebuah hadits bahwasanya ada seorang laki-laki berkata kepada Nabi, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku memiliki harta dan anak, dan ayahku ingin untuk mengambil seluruh hartaku”. Maka Nabi shallallahu ‘alihi wa sallam berkata, “Engkau dan hartamu itu milik ayahmu.” &lt;br /&gt;(HR. Ibnu Majah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, &lt;b&gt;Imam Ahmad &lt;/b&gt;menyatakan bolehnya ayah untuk mengambil harta anaknya sesukanya dalam keadaan butuh ataupun tidak butuh, baik sedikit ataupun banyak dengan tiga syarat: &lt;br /&gt;[1]. Tidak memberikan mudharat bagi sang anak dan tidak mengambil harta yang berkaitan dengan kebutuhan sang anak. &lt;br /&gt;[2]. Tidak mengambil harta anaknya kemudian diberikan kepada anaknya yang lain. [3]. Sang ayah tidak menghambur-hamburkan harta tersebut dan tidak berbuat mubadzir [*Dalam Islam, menunaikan hak orang tua lebih didahulukan daripada menunaikan hak istri]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penutup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah sedikit risalah ringkas yang penulis berharap dapat bermanfaat bagi para pembaca mulia. Sebagai nasehat penutup, penulis nukilkan dengan bahasa bebas perkataan Syaikh Ibnu ‘Utsaimin, “… Allah akan memberi ganjaran kepada anak yang berbakti kepada orang tua di dunia sebelum Allah memberi ganjaran kepadanya di akhirat. Oleh karena itu, kita mendapati –berdasarkan apa yang telah kami dengar dan kami lihat- bahwa orang yang berbakti kepada kedua orangtuanya, dianugerahi Allah anak-anak yang berbakti kepadanya. Adapun orang yang tidak berbakti kepada kedua orangtuanya, akan Allah berikan kepadanya anak-anak yang &lt;a href="http://abufarras.blogspot.com/2011/09/jangan-durhaka-kepada-orang-tua.html" target="_blank"&gt;durhaka&lt;/a&gt; kepadanya.” (Fatwa Ibnu Utsaimin, Al-Washoya Al-‘Asyr). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk pembahasan lebih luas, silakan lihat seri artikel tentang Berbakti kepada Orang Tua di situs www.firanda.com. &lt;br /&gt;[Penulis: Ginanjar Indrajati B.*]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Penulis adalah alumni Ma’had Al-‘Ilmi Yogyakarta, staf pengajar Ma’had Umar bin Khattab, menggeluti dakwah di dunia maya. Beliau sedang menyelesaikan program studi S1 Sastra Arab di UGM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;At Tauhid edisi VII/11&lt;br /&gt;Oleh: Ginanjar Indrajati B.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Posting Ulang Dari : &lt;a href="http://buletin.muslim.or.id/akhlaq/durhaka-kepada-orang-tua" target="_blank"&gt;buletin.muslim.or.id&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/908102935618754628-7878305382349214151?l=abufarras.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abufarras.blogspot.com/feeds/7878305382349214151/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abufarras.blogspot.com/2011/09/jangan-durhaka-kepada-orang-tua.html#comment-form' title='20 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/908102935618754628/posts/default/7878305382349214151'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/908102935618754628/posts/default/7878305382349214151'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abufarras.blogspot.com/2011/09/jangan-durhaka-kepada-orang-tua.html' title='Jangan Durhaka Kepada Orang Tua'/><author><name>Abu Farras</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00721574642806691527</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/-U1mwVFK_flo/TiOiUY3w3vI/AAAAAAAAAMg/UA3UrwcXRMY/s220/30.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='https://lh5.googleusercontent.com/-3SBY_8cIoFo/TXq9l51L-5I/AAAAAAAAAKU/3MUonfQPIMg/s72-c/Durhaka-Muhasabah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>20</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-908102935618754628.post-2233016828093611131</id><published>2011-08-27T09:33:00.002+07:00</published><updated>2011-12-29T14:39:17.648+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Muhasabah'/><title type='text'>PINTU DARI PINTU-PINTU SURGA</title><content type='html'>Bismillah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;PINTU DARI PINTU-PINTU SURGA&lt;/b&gt;.Mendekati akhir Ramadhan dan Insya Allah kita akan menjumpai hari kemenangan pada 1 Syawal 1432 H dan semoga segala aktifitas kehidupan kita dan juga ibadah kita selama Ramadhan ini dicatat Allah sebagai amal kebaikan aamiin.Merupakan tradisi di Indonesia bahwa pada syawal nanti setelah selesai sholat 'Id kita saling bersilaturahmi.Baik itu silaturahmi kepada orang tua kita, saudara-saudara kita dan para tetangga kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selagi kita masih diberikan nikmat Iman, sehat, dan berkumpul serta bersilaturahmi kepada ibu bapak kita, saudara kita, sahabat-sahabat kita, tetangga-tetangga kita maka marilah kita manfaatkan moment Hari Raya Idul Fithri 1 Syawal 1432 H nanti untuk bersilaturahmi sahabat, karena bersilaturahmi kepada ibu bapak, berbakti kepada ibu bapak kita termasuk dalam salah satu &lt;a href="http://abufarras.blogspot.com/2011/08/pintu-dari-pintu-pintu-surga.html" target="_blank"&gt;pintu dari pintu-pintu surga&lt;/a&gt;.Berkenaan dengan itu, maka silakan sahabat menyimaknya...semoga bermanfaat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbicara tentang berbakti kepada kedua orang tua, sulit untuk diungkapkan dengan kata-kata.Kebaikan apapun yang telah kita ucapkan dan yang telah kita lakukan untuk kedua orang tua kita, belumlah sebanding dengan hak mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_HyleLDOAnnY/TT59eTxru_I/AAAAAAAAAGI/SKO_1WYnh-E/s1600/24.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt='pintu-pintu surga,kunci masuk pintu surga, surga-surga Allah'border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_HyleLDOAnnY/TT59eTxru_I/AAAAAAAAAGI/SKO_1WYnh-E/s1600/24.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Siapa di antara kalian yang ingin menjadi lumpuh sepertiku? Aku telah tanyakan pertanyaan ini kepada banyak orang. Aku yakin, Anda tidak ingin menjadi lumpuh sepertiku ini. Kalau aku gatal, aku tidak bisa menggaruk sendiri. Aku tidak bisa menjamah makanan dan minuman di hadapanku. Aku seperti kursi, tapi kursi yang bernyawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan kursi mungkin lebih bermanfaat dariku. Kursi bisa diduduki untuk melepas lelah. Sedangkan aku justru membuat repot dan melelahkan orang lain. Kalau lapar dan haus, aku butuh orang untuk menyuapiku. Aku juga butuh orang untuk membersihkanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari datanglah ke rumahku 25 anak remaja yang tidak memiliki ayah dan ibu. Mereka tinggal di satu asrama. Selesai menjengukku, mereka berpamitan untuk pulang dan keluar meninggalkan rumah. Namun ada satu anak yang masih berada di ujung pintu. Ia berbalik dan menghampiriku sambil menangis meneteskan air mata. Ia mencium tanganku dan mencium kepalaku sambil berkata, “Wahai Ustadz Abdullah, aku ingin menjadi lumpuh sepertimu.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menasehatinya agar jangan berkata  sembarangan dan menjelaskan tidak enaknya menjadi orang yang lumpuh dan agar dia bersyukur dengan nikmat kesehatan yang Allah berikan. Aku penasaran dan ingin tahu apa masalah yang sedang dihadapinya sehingga ia ingin menjadi lumpuh. Aku yakin setiap manusia mempunyai problem dan masalah kehidupan yang berbeda-beda. Meskipun demikian aku pikir tidak ada seorangpun yang memilih untuk menjadi lumpuh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika aku tanyakan alasannya, anak itu menjawab, “Demi Allah, wahai Ustadz Abdullah, hendaklah Anda bersyukur kepada Allah. Sebab, meskipun Anda lumpuh tapi Anda masih memiliki ayah dan ibu. Sedangkan aku dan teman-temanku lainnya semuanya tidak memiliki ayah dan ibu. Kami tidak tahu siapa ayah kami? Kami tidak tahu siapa ibu kami, siapa paman dan bibi kami? Ketika hari raya tiba, hati kami diliputi kesedihan. Ketika manusia berkumpul dengan orang tua mereka, maka kami menangis di asrama.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah Anda bersyukur kepada Allah atas nikmat keberadaan orang tua di tengah-tengah Anda? Aku berpesan agar Anda berbakti kepada orang tuamu, karena ayah dan ibu merupakan &lt;a href="http://abufarras.blogspot.com/2011/08/pintu-dari-pintu-pintu-surga.html" target="_blank"&gt;pintu dari pintu-pintu surga&lt;/a&gt;. Aku mempunyai seorang teman yang bekerja sebagai petugas keamanan di panti jompo. Ia bercerita ada seseorang yang datang dengan membawa ibunya dan meninggalkannya di panti jompo karena sudah tidak sanggup untuk merawatnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu aku dirawat di rumah sakit, ada seorang kakek dirawat terkena stroke dan lumpuh. Ia tidak bisa berjalan maupun berbicara. Keluarganya tidak ada yang menengoknya. Setahun kemudian, ia mulai bisa berjalan dan bisa berbicara. Pihak Rumah Sakit segera menelpon anaknya dan memintanya untuk menjemput ayahnya serta membawanya pulang karena keadaan ayahnya sudah membaik. Si anak mengatakan ia akan segera menjemput ayahnya. Sekian lama ditunggu oleh pihak rumah sakit  ternyata belum juga dijemput meskipun sudah berkali-kali ditelpon. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya pihak rumah sakit mengutus seseorang untuk membawa kakek tersebut ke rumah anaknya yang alamatnya sudah diketahui sebelumnya. Sesampainya di depan rumah anaknya, utusan rumah sakit mengetuk pintu rumah. Tidak lama anak kakek tersebut keluar dan melihat ayahnya datang. Namun apa yang dilakukannya? Ia menegur utusan rumah sakit, “Mengapa Anda datang membawa ayahku sekarang? Bukankah sudah kukatakan aku akan datang ke rumah sakit untuk menjemput ayahku?” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia segera masuk dan keluar membawa senapan untuk berburu, sambil mengarahkan moncong senapan ke kepala utusan rumah sakit dan berkata, “Bawalah lagi ayahku ke rumah sakit, atau kalau tidak peluru ini akan menembus kepalamu!”Akhirnya si kakek terjatuh kaget dan kembali menjadi lumpuh dan tidak bisa berbicara lagi. Setiap ia melihat orang lain ia menangis dan menangis. Sampai sekarang sepertinya ia masih ada di rumah sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda yang artinya,“Maukah aku beritahukan kepada kalian sebesarbesar dosa besar? Menyekutukan Allah, durhaka kepada kedua orang tua, dan saksi palsu.” &lt;br /&gt;Dishahihkan oleh Syaikh Albani dalam Shahih Al Jamius Shaghir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dua hal hukumannya disegerakan yaitu kezalimandan durhaka (kepada orang tua).” &lt;br /&gt;(HR Hakim dan dimuat oleh Syaikh Albani dalam Silsilah Ash Shahihah juz III hal 1940.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana seorang anak akan menemui Allah dalam keadaan durhaka kepada orang tuanya? Wahai saudara-saudaraku, aku berpesan kepada kalian agar berbakti kepada kedua orang tuamu.  Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam pernah menegaskan, bahwa ridha Allah terdapat pada ridha orang tua, dan murka Allah terdapat pada murka orang tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Dinukil dari buku “Saat Hidayah Menyapa” halaman 180-184, Oleh: Fariq Gasim Anuz, Penerbit: Daun Publishing) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Posting Ulang Dari : &lt;a href="http://fariqgasimanuz.wordpress.com/" target="_blank"&gt;Fariq Gasim Anuz&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/908102935618754628-2233016828093611131?l=abufarras.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abufarras.blogspot.com/feeds/2233016828093611131/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abufarras.blogspot.com/2011/08/pintu-dari-pintu-pintu-surga.html#comment-form' title='24 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/908102935618754628/posts/default/2233016828093611131'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/908102935618754628/posts/default/2233016828093611131'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abufarras.blogspot.com/2011/08/pintu-dari-pintu-pintu-surga.html' title='PINTU DARI PINTU-PINTU SURGA'/><author><name>Abu Farras</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00721574642806691527</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/-U1mwVFK_flo/TiOiUY3w3vI/AAAAAAAAAMg/UA3UrwcXRMY/s220/30.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_HyleLDOAnnY/TT59eTxru_I/AAAAAAAAAGI/SKO_1WYnh-E/s72-c/24.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>24</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-908102935618754628.post-8605444075083267265</id><published>2011-08-21T08:36:00.000+07:00</published><updated>2011-08-21T08:36:28.656+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Award'/><title type='text'>Award Pertama Di Penghujung Ramadhan</title><content type='html'>&lt;br /&gt;Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah kita telah menginjak hari ke 21 Ramadhan 1432 H.Tinggal sepertiga terakhir ini kita bisa menikmati 'hadiah' Allah dalam bulan penuh barokah ini dengan melipatgandakan segala amalan kita dibandingkan dengan beramal di bulan selain Ramadhan ini.Di akhir ramadhan ini juga mari kita siapkan diri dan berlomba-lomba untuk mendapatkan Malam Seribu Bulan yang Allah rahasiakan kapan turunnya.Untuk lebih mengetahui tentang Fadhilah dan Keutamaan Malam Seribu Bulan sahabat bisa membaca di postingan sahabat muhasabah di &lt;a href="http://tautanpena.blogspot.com/2011/08/fadhilah-dan-keutamaan-malam-seribu.html" style="color: blue;" target="_blank"&gt;&lt;b&gt;sini&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam akhir ramadhan ini juga alhamdulillah &lt;a href="http://abufarras.blogspot.com/" style="color: blue;" target="_blank"&gt;Muhasabah&lt;/a&gt; mendapatkan award pertama dari sahabat &lt;a href="http://blogmediarobbani.blogspot.com/" style="color: blue;" target="_blank"&gt;&lt;b&gt;Insan Robbani&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;.Jujur saja admin tidak pernah menyangka akan mendapatkan award pertama ini di Bulan penuh Barokah ini.Award ini diberikan dalam rangka salah satu bentuk persahabatan dan sekaligus menjaga ukhuwah Islamiyah.Award ini diberi nama oleh pemiliknya dengan sebutan &lt;a href="http://blogmediarobbani.blogspot.com/2011/08/award-untuk-sahabat.html" style="color: blue;" target="_blank"&gt;Islami Best Blogger Award&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-A7IESig7Njw/TlBd83be3UI/AAAAAAAAANE/bf0CVXcVnyY/s1600/Award+Islami+Muhasabah-Insan+Robbani.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/-A7IESig7Njw/TlBd83be3UI/AAAAAAAAANE/bf0CVXcVnyY/s1600/Award+Islami+Muhasabah-Insan+Robbani.png" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih kepada sahabat &lt;a href="http://blogmediarobbani.blogspot.com/" style="color: blue;" target="_blank"&gt;Insan Robbani&lt;/a&gt; yang telah memilih&lt;span style="color: blue;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;a href="http://abufarras.blogspot.com/" style="color: blue;" target="_blank"&gt;Muhasabah&lt;/a&gt; di antara sekian sahabat-sahabat lainnya.Merupakan suatu kehormatan bagi admin untuk bisa menerima &lt;a href="http://acernoval.blogspot.com/" style="color: blue;" target="_blank"&gt;Award ini&lt;/a&gt; dan semoga tali silaturahmi serta ukhuwah Islami senatiasa terjalin dan terjaga aamiin...aamiin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/908102935618754628-8605444075083267265?l=abufarras.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abufarras.blogspot.com/feeds/8605444075083267265/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abufarras.blogspot.com/2011/08/award-pertama-di-penghujung-ramadhan.html#comment-form' title='13 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/908102935618754628/posts/default/8605444075083267265'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/908102935618754628/posts/default/8605444075083267265'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abufarras.blogspot.com/2011/08/award-pertama-di-penghujung-ramadhan.html' title='Award Pertama Di Penghujung Ramadhan'/><author><name>Abu Farras</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00721574642806691527</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/-U1mwVFK_flo/TiOiUY3w3vI/AAAAAAAAAMg/UA3UrwcXRMY/s220/30.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-A7IESig7Njw/TlBd83be3UI/AAAAAAAAANE/bf0CVXcVnyY/s72-c/Award+Islami+Muhasabah-Insan+Robbani.png' height='72' width='72'/><thr:total>13</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-908102935618754628.post-7822108218008010531</id><published>2011-08-17T18:45:00.000+07:00</published><updated>2011-08-17T18:45:18.116+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Muslimah'/><title type='text'>Penantian</title><content type='html'>Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah angin apa yang membuai hari ini, membuatku begitu berani mencoretkan sesuatu untuk dirimu yang tidak pernah aku kenali. Aku sebenarnya tidak pernah berniat untuk memperkenalkan diriku kepada siapapun. Apalagi mencurahkan sesuatu yang hanya aku khususkan buatmu sebelum tiba masanya.&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_HyleLDOAnnY/TTj7gt9EBqI/AAAAAAAAAFg/VWY0Tvizido/s1600/1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_HyleLDOAnnY/TTj7gt9EBqI/AAAAAAAAAFg/VWY0Tvizido/s1600/1.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Kehadiran seorang lelaki yang menuntut sesuatu yang kujaga rapi selama ini semata-mata buatmu, itulah hati dan cintaku, membuatku tersadar dari lenaku yang panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu telah mendidikku semenjak kecil agar menjaga maruah dan mahkota diriku karena Allah telah menetapkannya untukmu suatu hari nanti. Kata ibu, tanggungjawab ibu bapak terhadap anak perempuan ialah menjaga dan mendidiknya sehingga seorang lelaki mengambil-alih tanggungjawab itu dari mereka. Jadi, kau telah wujud dalam diriku sejak dulu. Sepanjang umurku ini, aku menutup pintu hatiku dari lelaki manapun karena aku tidak mau membelakangimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menghalang diriku dari mengenali lelaki manapun karena aku tidak mau mengenal lelaki lain selainmu, apa lagi memahami mereka. Karena itulah aku sekuat ‘kodrat yang lemah ini’ membatasi pergaulanku dengan bukan mahramku. Aku lebih suka berada di rumah karena rumah itu tempat yang terbaik buat sorang perempuan. Aku sering merasa tidak selamat dari diperhatikan lelaki. Bukanlah aku bersangka buruk terhadap kaummu, tetapi lebih baik aku berwaspada karena contoh banyak di depan mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku palingkan wajahku dari lelaki yang asyik memperhatikan diriku atau coba merayuku. Aku sedaya mungkin melarikan pandanganku dari lelaki ajnabi (asing) karena  Aisyah Rodhiyallohu anha pernah berpesan, “Sebaik-baik wanita ialah yang tidak memandang dan tidak dipandang oleh lelaki.” Aku tidak ingin dipandang cantik oleh lelaki. Biarlah aku hanya cantik di matamu. Apalah gunanya aku menjadi idaman banyak lelaki sedangkan aku hanya bisa menjadi milikmu seorang. Aku tidak merasa bangga menjadi rebutan lelaki bahkan aku merasa terhina diperlakukan sebegitu seolah-olah aku ini barang yang bisa dimiliki sesuka hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku juga tidak mau menjadi penyebab kejatuhan seorang lelaki yang dikecewakan lantaran terlalu mengharapkan sesuatu yang tidak dapat aku berikan. Bagaimana akan kujawab di hadapan ALLAH kelak andai ditanya? Adakah itu sumbanganku kepada manusia selama hidup di muka bumi? Kalau aku tidak ingin kau memandang perempuan lain, aku dululah yang perlu menundukkan pandanganku. Aku harus memperbaiki dan menghias pribadiku karena itulah yang dituntut oleh Allah. Kalau aku ingin lelaki yang baik menjadi suamiku, aku juga perlu menjadi perempuan yang baik. Bukankah Allah telah menjanjikan perempuan yang baik itu untuk lelaki yang baik?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak kunafikan sebagai remaja, aku memiliki perasaan untuk menyayangi dan disayangi. Namun setiap kali perasaan itu datang, setiap kali itulah aku mengingatkan diriku bahwa aku perlu menjaga perasaan itu karena ia semata-mata untukmu. Allah telah memuliakan seorang lelaki yang bakal menjadi suamiku untuk menerima hati dan perasaanku yang suci. Bukan hati yang menjadi labuhan lelaki lain. Engkau berhak mendapat kasih yang tulen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriku yang memang lemah ini telah diuji oleh Allah saat seorang lelaki ingin berkenalan denganku. Aku dengan tegas menolak, berbagai macam dalil aku kemukakan, tetapi dia tetap tidak berputus asa. Aku merasa seolah-olah kehidupanku yang tenang ini telah dirampas dariku. Aku bertanya-tanya adakah aku berada di tebing kebinasaan ? Aku beristigfar memohon ampunan-Nya. Aku juga berdoa agar Pemilik Segala Rasa Cinta melindungi diriku dari kejahatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehadirannya membuatku banyak memikirkan tentang dirimu. Kau kurasakan seolah-olah wujud bersamaku. Di mana saja aku berada, akal sadarku membuat perhitungan denganmu. Aku tahu lelaki yang menggodaku itu bukan dirimu. Malah aku yakin pada gerak hatiku yang mengatakan lelaki itu bukan teman hidupku kelak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bukanlah seorang gadis yang cerewet dalam memilih pasangan hidup. Siapalah diriku untuk memilih permata sedangkan aku hanyalah sebutir pasir yang wujud di mana-mana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi aku juga punya keinginan seperti wanita solehah yang lain, dilamar lelaki yang bakal dinobatkan sebagai ahli syurga, memimpinku ke arah tujuan yang satu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak perlu kau memiliki wajah setampan Nabi Yusuf Alaihisalam, juga harta seluas perbendaharaan Nabi Sulaiman Alaihisalam, atau kekuasaan seluas kerajaan Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam, yang mampu mendebarkan hati juataan gadis untuk membuat aku terpikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andainya kaulah jodohku yang tertulis di Lauh Mahfuz, Allah pasti akan menanamkan rasa kasih dalam hatiku juga hatimu. Itu janji Allah. Akan tetapi, selagi kita tidak diikat dengan ikatan yang sah, selagi itu jangan dimubazirkan perasaan itu karena kita masih tidak mempunyai hak untuk begitu. Juga jangan melampaui batas yang telah Allah tetapkan. Aku takut perbuatan-perbuatan seperti itu akan memberi kesan yang tidak baik dalam kehidupan kita kelak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permintaanku tidak banyak. Cukuplah engkau menyerahkan seluruh dirimu pada mencari ridha Illahi. Aku akan merasa amat bernilai andai dapat menjadi tiang penyangga ataupun sandaran perjuanganmu. Bahkan aku amat bersyukur pada Illahi kiranya akulah yang ditakdirkan meniup semangat juangmu, mengulurkan tanganku untukmu berpaut sewaktu rebah atau tersungkur di medan yang dijanjikan Allah dengan kemenangan atau syahid itu. Akan kukeringkan darah dari lukamu dengan tanganku sendiri. Itu impianku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pasti berendam airmata darah, andainya engkau menyerahkan seluruh cintamu kepadaku. Cukuplah kau mencintai Allah dengan sepenuh hatimu karena dengan mencintai Allah, kau akan mencintaiku karena-Nya. Cinta itu lebih abadi daripada cinta biasa. Moga cinta itu juga yang akan mempertemukan kita kembali di syurga….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wassalam.....  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : &lt;a target="_blank" href="http://abna-aulad.blogspot.com" title="abna-aulad.blogspot.com"&gt;abna-aulad.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/908102935618754628-7822108218008010531?l=abufarras.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abufarras.blogspot.com/feeds/7822108218008010531/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abufarras.blogspot.com/2011/08/penantian.html#comment-form' title='9 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/908102935618754628/posts/default/7822108218008010531'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/908102935618754628/posts/default/7822108218008010531'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abufarras.blogspot.com/2011/08/penantian.html' title='Penantian'/><author><name>Abu Farras</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00721574642806691527</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/-U1mwVFK_flo/TiOiUY3w3vI/AAAAAAAAAMg/UA3UrwcXRMY/s220/30.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_HyleLDOAnnY/TTj7gt9EBqI/AAAAAAAAAFg/VWY0Tvizido/s72-c/1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>9</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-908102935618754628.post-316804291678412139</id><published>2011-08-07T10:38:00.000+07:00</published><updated>2011-08-07T10:38:45.830+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nasehat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ibrah'/><title type='text'>Akhir Kehidupan yang Menghinakan Nabi Palsu Mirza Ghulam Ahmad</title><content type='html'>Al Ustadz Qomar ZA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ajaran Ahmadiyah banyak mendapat penentangan dari para ulama di India. Di antara ulama yang terdepan menentangnya adalah Asy-Syaikh Tsana’ullah Al-Amru Tasri. Karena geram, Ghulam Ahmad akhirnya mengeluarkan pernyataan pada tanggal 15 April 1907 yang ditujukan kepada Asy-Syaikh Tsana’ullah. Di antara bunyinya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-WF-8yqkpLFI/TiqoPIFOgyI/AAAAAAAAAM8/H6Vt1dpE-fM/s1600/Mirza+Ghulam+Ahmad-Muhasabah.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://4.bp.blogspot.com/-WF-8yqkpLFI/TiqoPIFOgyI/AAAAAAAAAM8/H6Vt1dpE-fM/s200/Mirza+Ghulam+Ahmad-Muhasabah.jpg" width="158" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;“…Engkau selalu menyebutku di majalahmu (‘Ahlu Hadits’) ini sebagai orang terlaknat, pendusta, pembohong, perusak… Maka aku banyak tersakiti olehmu… Maka aku berdoa, jika aku memang pendusta dan pembohong sebagaimana engkau sebutkan tentang aku di majalahmu, maka aku akan binasa di masa hidupmu. Karena aku tahu bahwa umur pendusta dan perusak itu tidak akan panjang… Tapi bila aku bukan pendusta dan pembohong bahkan aku mendapat kemuliaan dalam bentuk bercakap dengan Allah, serta aku adalah Al-Masih yang dijanjikan maka aku berdoa agar kamu tidak selamat dari akibat orang-orang pendusta sesuai dengan sunnatullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku umumkan bahwa jika engkau tidak mati semasa aku hidup dengan hukuman Allah yang tidak terjadi kecuali benar-benar dari Allah seperti mati dengan sakit tha’un, atau kolera berarti AKU BUKAN RASUL DARI ALLAH…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku berdoa kepada Allah, wahai penolongku Yang Maha Melihat, Yang Maha Kuasa, Yang Maha Berilmu, Yang mengetahui rahasia qalbu, bila aku ini adalah pendusta dan perusak dalam pandangan-Mu dan aku berdusta atas diri-Mu malam dan siang hari, ya Allah, maka matikan aku di masa hidup Ustadz Tsana`ullah. Bahagiakan jamaahnya dengan kematianku –Amin–.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai Allah, jika aku benar dan Tsana`ullah di atas kesalahan serta berdusta dalam tuduhannya terhadapku, maka matikan dia di masa hidupku dengan penyakit-penyakit yang membinasakan seperti tha’un dan kolera atau penyakit-penyakit selainnya….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, aku berharap dari Ustadz Tsana`ullah untuk menyebarkan pernyataan ini di majalahnya. Kemudian berilah catatan kaki sekehendaknya. Keputusannya sekarang di tangan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis, hamba Allah Ash-Shamad, Ghulam Ahmad, Al-Masih Al-Mau’ud. Semoga Allah memberinya afiat dan bantuan. (Tabligh Risalat juz 10 hal. 120)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang terjadi? Setelah berlalu 13 bulan 10 hari dari waktu itu, justru Ghulam Ahmad yang diserang ajal. Doanya menimpa dirinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Putranya Basyir Ahmad menceritakan: Ibuku mengabarkan kepadaku bahwa Hadrat (Ghulam Ahmad) butuh ke WC langsung setelah makan, lalu tidur sejenak. Setelah itu butuh ke WC lagi. Maka dia pergi ke sana 2 atau 3 kali tanpa memberitahu aku. Kemudian dia bangunkan aku, maka aku melihatnya lemah sekali dan tidak mampu untuk pergi ke ranjangnya. Oleh karenanya, dia duduk di tempat tidurku. Mulailah aku mengusapnya dan memijatnya. Tak lama kemudian, ia butuh ke WC lagi. Tetapi sekarang ia tidak dapat pergi ke WC, karena itu dia buang hajat di sisi tempat tidur dan ia berbaring sejenak setelah buang hajat. Kelemahan sudah mencapai puncaknya, tapi masih saja hendak buang air besar. Diapun buang hajatnya, lalu dia muntah. Setelah muntah, dia terlentang di atas punggungnya, dan kepalanya menimpa kayu dipan, maka berubahlah keadaannya.” (Siratul Mahdi hal. 109 karya Basyir Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mertuanya juga menerangkan: “Malam ketika sakitnya Hadhrat (Ghulam Ahmad), aku tidur di kamarku. Ketika sakitnya semakin parah, mereka membangunkan aku dan aku melihat rasa sakit yang dia derita. Dia katakan kepadaku, ‘Aku terkena kolera.’ Kemudian tidak bicara lagi setelah itu dengan kata yang jelas, sampai mati pada hari berikutnya setelah jam 10 pagi.” (Hayat Nashir Rahim Ghulam Al-Qadiyani hal. 14)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada akhirnya dia mati tanggal 26 Mei 1908.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara Asy-Syaikh Tsana`ullah tetap hidup setelah kematiannya selama hampir 40 tahun. Demikianlah Allah Subhanahu wa Ta’ala singkap tabir kepalsuannya dengan akhir kehidupan yang menghinakan, sebagaimana dia sendiri memohonkannya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini siapa yang sadar dan bertobat setelah tersingkap kedustaannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk yang ingin lebih mengetahui siapa itu Nabi Palsu Mirza Ghulam Ahmad bisa di baca di &lt;a target="_blank" href="http://abufarras.blogspot.com/" title="Postingan Muhasabah"&gt;Muhasabah&lt;/a&gt;   Yang Berjudul  :   &lt;a target="_blank" href="http://abufarras.blogspot.com/2010/12/siapakah-mirza-ghulam-ahmad.html" title="Siapakah Mirza Ghulam Ahmad"&gt;Siapakah Mirza Ghulam Ahmad&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a’lam bish-shawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul Asli: Akhir Kehidupan yang Menghinakan&lt;br /&gt;Sumber: www.asysyariah.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/908102935618754628-316804291678412139?l=abufarras.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abufarras.blogspot.com/feeds/316804291678412139/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abufarras.blogspot.com/2011/08/akhir-kehidupan-yang-menghinakan-nabi.html#comment-form' title='14 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/908102935618754628/posts/default/316804291678412139'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/908102935618754628/posts/default/316804291678412139'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abufarras.blogspot.com/2011/08/akhir-kehidupan-yang-menghinakan-nabi.html' title='Akhir Kehidupan yang Menghinakan Nabi Palsu Mirza Ghulam Ahmad'/><author><name>Abu Farras</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00721574642806691527</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/-U1mwVFK_flo/TiOiUY3w3vI/AAAAAAAAAMg/UA3UrwcXRMY/s220/30.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-WF-8yqkpLFI/TiqoPIFOgyI/AAAAAAAAAM8/H6Vt1dpE-fM/s72-c/Mirza+Ghulam+Ahmad-Muhasabah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>14</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-908102935618754628.post-3651088278830270780</id><published>2011-08-01T05:12:00.000+07:00</published><updated>2011-08-01T05:12:45.946+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Adab'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fiqih'/><title type='text'>Puasa Ramadhan adalah WAJIB</title><content type='html'>Syaikh Shalih Bin Fauzan Al Fauzan&lt;br /&gt;Syaikh Muhammad Bin Shalih Al Utsaimin &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Barangsiapa Berbuat kebajikan dengan Kerelaan Hati, Lebih Baik Baginya&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah mewajibkan kepada kaum muslimin untuk melakukan ibadah puasa Ramadhan, karena puasa memutuskan jiwa dari syahwatnya dan menghalangi dari apa yang biasa dilakukan. Puasa Ramadhan termasuk perkara yang paling sulit, karena itu kewajibannya pun diundur sampai tahun kedua hijriyah, setelah hati kaum muslimin kokoh dalam bertauhid dan dalam mengagungkan syiar-syiar Allah, maka Allah membimbing mereka untuk melakukan puasa dengan bertahap. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada awalnya mereka diberi pilihan untuk berbuka atau puasa, serta diberi semangat untuk puasa, karena puasa masih terasa berat bagi para shahabat Radhiyallahu ‘Anhum. Barangsiapa yang ingin berbuka kemudian membayar fidyah diperbolehkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-Pl0f5UrJuVs/TiqqPzrcb5I/AAAAAAAAANA/oLyIO5ro-kg/s1600/Ramadhan+-+Muhasabah.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="133" src="http://4.bp.blogspot.com/-Pl0f5UrJuVs/TiqqPzrcb5I/AAAAAAAAANA/oLyIO5ro-kg/s200/Ramadhan+-+Muhasabah.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Allah Subahanu Wata’ala berfirman (yang artinya):   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah (yaitu) memberi makan seorang miskin. Barangsiapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itu lebih baik baginya. Dan berpuasa itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui." &lt;br /&gt;(Al Baqoroh 184).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Barangsiapa yang Mendapatkan Bulan Ramadhan, Hendaknya Berpuasa&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian turunlah kelanjutan ayat tersebut yang menghapuskan hukum di atas. Hal ini dikabarkan oleh dua shahabat yang mulia, Abdullah bin Umar dan Salamah bin Akwa Radhiyallahu ‘Anhuma. Keduanya berkata, "kemudian dihapus oleh ayat (yang artinya):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"(Beberapa hari yang ditentukan itu adalah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan permulaan Al Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk-petunjuk itu dan pembeda (antara yang haq dan yang bathil). Karena itu barangsiapa diantara kamu yang hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari-hari yang ditinggalkannya itu pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya, dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepada kamu, supaya kamu bersyukur." &lt;br /&gt;(Al Baqoroh 185) " &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Hadits dari Ibnu Umar, dikeluarkan oleh Bukhari (4/188) dan Hadist dari Salamah dikeluarkan oleh Bukhari (8/181) dan Muslim(1145))&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dari Ibnu Abi Laila, ia berkata, "Sahabat Muhammad Sholallahu ‘Alaihi Wasallam telah menyampaikan kepada kami (yang artinya):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ketika turun kewajiban puasa Ramadhan terasa memberatkan mereka (para shahabat), maka barang siapa tidak mampu diperbolehkan meninggalkan puasa dan memberi makan seorang miskin sebagai keringanan bagi mereka. Kemudian hukum ini dihapus oleh ayat "Berpuasa itu lebih baik bagi kalian", akhirnya mereka disuruh berpuasa."."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Juga diriwayatkan oleh Abu Nuaim dalam Al Mustakhraj sebagaimana dalam Taghliqut Ta’liq(3/185) dari jalan yang ketiga dengan sanad yang hasan juga)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak itu jadilah puasa sebagai salah satu tiang dari tiang-tiang agama dan menjadi salah satu rukun agama berdasarkan sabda Rasulullah Sholallahu ‘Alaihi Wasallam (yang artinya):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Islam dibangun atas 5 perkara: Syahadat an la ilahailallah wa anna Muhammad rasulullah, menegakkan Shalat, menunaikan Zakat naik haji ke Baitul Haram, serta puasa Ramadhan." &lt;br /&gt;(Diriwatkan oleh Bukhari (1/47) dan Muslim (16) dari Ibnu Umar) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dinukil dari kitab "Shifat Shoum an Nabiy Sholallahu ‘Alaihi Wassalam fi Ramadhan"&lt;br /&gt;Judul Indonesia "Sifat Puasa Nabi Sholallahu ‘Alaihi Wassalam"&lt;br /&gt;Penerbit Al Mubarok&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/908102935618754628-3651088278830270780?l=abufarras.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abufarras.blogspot.com/feeds/3651088278830270780/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abufarras.blogspot.com/2011/08/puasa-ramadhan-adalah-wajib.html#comment-form' title='10 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/908102935618754628/posts/default/3651088278830270780'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/908102935618754628/posts/default/3651088278830270780'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abufarras.blogspot.com/2011/08/puasa-ramadhan-adalah-wajib.html' title='Puasa Ramadhan adalah WAJIB'/><author><name>Abu Farras</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00721574642806691527</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/-U1mwVFK_flo/TiOiUY3w3vI/AAAAAAAAAMg/UA3UrwcXRMY/s220/30.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-Pl0f5UrJuVs/TiqqPzrcb5I/AAAAAAAAANA/oLyIO5ro-kg/s72-c/Ramadhan+-+Muhasabah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>10</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-908102935618754628.post-7604249442204708121</id><published>2011-07-22T07:42:00.000+07:00</published><updated>2011-07-22T07:42:21.790+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Keluarga'/><title type='text'>NASEHAT UNTUK SUAMI-ISTERI</title><content type='html'>Segala puji bagi Allah.  Semoga shalawat dan salam dilimpahkan kepada Rasulullah Salallaahu 'Alayhi Wassalam, para keluarga dan para sahabat beliau, serta kepada orang-orang yang mengikuti petunjuk beliau sampai hari pembalasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya Allah telah memberikan ni’mat kepada hamba-hamba-Nya dengan disyari’atkannya perkawinan, karena di dalamnya terdapat kebaikan yang banyak dan dampak yang baik.&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://lh3.googleusercontent.com/-f9rgD5Udj58/TWweP4qDp2I/AAAAAAAAAKE/SNxLCTlQfcw/s1600/1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://lh3.googleusercontent.com/-f9rgD5Udj58/TWweP4qDp2I/AAAAAAAAAKE/SNxLCTlQfcw/s1600/1.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Allah Subhanahu Wa Ta'alaa berfirman:“Dan diantara tanda-tanda kekuasaannya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan dijadikannya di antaramu rasa kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.” &lt;br /&gt;(QS. Ar-rum: 21).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkawinan merupakan batu-bata (bahan bangunan) yang baik untuk membangun keluarga yang shaleh dalam masyarakat.  Islam telah mengatur kehidupan suami-isteri dengan suatu sistem yang indah dari Rabb yang Maha bijaksana dan Maha mengetahui.  Islam telah memberikan penjelasan tentang ukuran-ukuran kehidupan suami-isteri yang bahagia yang menghantarkan kepada kebahagiaan dunia dan akhirat.  Para suami isteri yang muslim –semoga Alah memberi taufiq kepada anda berdua untuk setiap kebaikan- hendaknya mengetahui, bahwa mewujudkan kebahagiaan ini merupakan sesuatu yang mudah bagi yang dimudahkan oleh Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Subhanahu Wa Ta'alaa berfirman : “Dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya.” &lt;br /&gt;(QS. At-thalaq: 4).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka hanya dituntut untuk bertakwa kepada Allah dengan seluruh makna yang terkandung dalam kata takwa tersebut, karena takwa kepada Allah merupakan dasar untuk setiap kebaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Subhanahu Wa Ta'alaa berfirman:“Maka apakah orang-orang yang mendirikan masjidnya di atas dasar takwa kepada Allah dan keridhaan-Nya itu yang baik, ataukah orang-orang yang mendirikan bangunannya di tepi jurang yang runtuh, lalu bangunannya itu jatuh bersama-sama dengan dia ke dalam neraka jahannam? Dan Allah tidak memberikan petunjuk kepada orang-orang yang zhalim.” &lt;br /&gt;(QS. At-Taubah : 109).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para suami-isteri hendaknya menjalankan kewajiban-kewajiban yang seharusnya bagi mereka, dan memperhatikan untuk melakukan pergaulan yang ma’ruf antara keduanya. Pada saat itu akan tercipta kebahagiaan suami isteri dengan pertolongan Allah.  Keduanya akan memetik buahnya yang indah, dan anak-anak akan terdidik bersama dua orang shaleh dan bahagia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian akan tumbuh suatu keluarga yang baik, sebagaimana akan tumbuh suatu masyarakat muslim yang bahagia. Segala puji bagi Allah atas segala nikmat yang telah diberikan kepada kita berupa hukum-hukum syari’at yang tinggi yang menghantarkan kita kepada kebahagiaan dunia dan akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai penutup, saya berikan kepada pasangan suami-isteri suatu hadiah yang diambil dari Kitabullah dan sunnah Rasulullah SalAllaahu 'Alayhi Wassalam.  Semoga hadiah ini –dengan pertolongan Allah dan taufiqNya- akan menjadi cahaya yang menyinari mereka berdua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Subhanahu Wa Ta'alaa berfirman tentang beberapa sifat para hamba-Nya:“Dan orang-orang yang berkata: "Ya Rabb  kami, anugerahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyejuk hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.” &lt;br /&gt;(QS. Al-Furqan: 74).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah r.a  berkata:  Rasulullah Salallaahu 'Alayhi Wassalam bersabda:  “Orang mu’min yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya, dan orang yang paling baik diantara kalian adalah yang paling baik terhadap para isterinya.” &lt;br /&gt;(HR. Turmizi, ia berkata: hadits hasan shahih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Ibnu Umar r.a dari Nabi Salallaahu 'Alayhi Wassalam, beliau bersabda: “Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian bertanggung jawab terhadap yang dipimpinnya. Amir adalah pemimpin, dan orang laki-laki adalah pemimpin keluarganya. Orang perempuan adalah pemimpin rumah dan anak-anak suaminya. Maka setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan diminta pertanggungjawaban terhadap yang dipimpinnya.” &lt;br /&gt;(Muttafaq alaih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya memohon kepada Allah Subhanahu Wa Ta'alaa agar memberi taufiq kepada setiap suami-isteri yang muslim menuju setiap hal yang dicintai dan diridhai-Nya, menjadikan keduanya bahagia di dunia dan akhirat, dan memberikan kepada mereka keturunan yang baik, serta menjadikan keturunan tersebut berbakti dan sedap di pandang oleh kedua orang tua mereka. Sesungguhnya Rabbku Maha dekat, Maha mengabulkan dan Maha mendengarkan do’a.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Posting Ulang Dari :  &lt;a target="_blank" href="http://indonesian.iloveallaah.com/nasehat-untuk-suami-isteri/ " title="indonesian.iloveallaah.com"&gt;indonesian.iloveallaah.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/908102935618754628-7604249442204708121?l=abufarras.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abufarras.blogspot.com/feeds/7604249442204708121/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abufarras.blogspot.com/2011/07/nasehat-untuk-suami-isteri.html#comment-form' title='11 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/908102935618754628/posts/default/7604249442204708121'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/908102935618754628/posts/default/7604249442204708121'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abufarras.blogspot.com/2011/07/nasehat-untuk-suami-isteri.html' title='NASEHAT UNTUK SUAMI-ISTERI'/><author><name>Abu Farras</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00721574642806691527</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/-U1mwVFK_flo/TiOiUY3w3vI/AAAAAAAAAMg/UA3UrwcXRMY/s220/30.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='https://lh3.googleusercontent.com/-f9rgD5Udj58/TWweP4qDp2I/AAAAAAAAAKE/SNxLCTlQfcw/s72-c/1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>11</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-908102935618754628.post-7588705234516472875</id><published>2011-07-13T20:26:00.000+07:00</published><updated>2011-07-13T20:26:26.516+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Muhasabah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nasehat'/><title type='text'>Lezatnya Ibadah Kepada Ar-Rahman</title><content type='html'>Al Ustadzah Ummu Ishaq Zulfa Husein Al Atsariyyah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aktivitas seorang ibu rumah tangga hampir tak pernah berhenti dalam sehari, sejak bangun tidur hingga tidur kembali. Melayani suami, mengasuh anak-anak, mengurus rumah dengan segala kebutuhannya adalah rutinitas yang akrab dengan dirinya. Dengan kesibukan yang ada, tak terasa hari terus bergulir, jam demi jam terlewati, malam pun kembali menjelang dan tak terasa hari pun berganti. Demikian seterusnya…&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_HyleLDOAnnY/TTwg4tSp0cI/AAAAAAAAAF0/4Bcn6BXehiE/s1600/24.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_HyleLDOAnnY/TTwg4tSp0cI/AAAAAAAAAF0/4Bcn6BXehiE/s1600/24.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Namun disayangkan, di tengah aktivitas ini –yang sebenarnya bernilai ibadah bila dilakukan ikhlas karena Allah dan berharap pahala dari-Nya– terkadang didapatkan adanya sikap tidak bersungguh-sungguh dalam melakukan ibadah kepada Allah seperti shalat lima waktu.Sehingga dengan alasan sibuk bersama si kecil, ibadah shalat sering ditunda penunaiannya sampai hampir keluar dari waktunya. &lt;br /&gt;Kalaupun dikerjakan lebih awal, dilakukan dengan penuh ketergesaan, ditambah lagi dengan ‘gangguan’ si kecil. Shalat tak lagi dirasakan kelezatannya, padahal ibadah kepada Ar-Rahman itu memiliki kelezatan bagi orang yang dapat menikmatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kelezatan Ibadah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Termasuk anugerah terbesar yang Allah berikan kepada seorang hamba adalah si hamba dapat merasakan lezatnya ibadah dengan ketenangan jiwa, kebahagiaan hati, kelapangan dada dan ketentraman yang ia peroleh ketika melaksanakan ibadah dan sesudah menunaikan ibadah. Kelezatan ini berbeda-beda tingkatannya pada setiap individu sesuai dengan kuat atau lemahnya iman. Kelezatan ini dapat diperoleh bila ditempuh sebab-sebabnya dan dapat hilang bila hilang pula sebabnya.&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;((وَ جُعِلََ قُرَّةُ عَيْنِي فِي الصَّلاَةِِِ))&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan dijadikan penyejuk mataku di dalam shalat.” &lt;br /&gt;(HR. An-Nasai, dihasankan Asy-Syaikh Muqbil dalam Ash-Shahihul Musnad, 1/82)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau memberikan pernyataan seperti ini karena beliau mendapatkan kelezatan dan kebahagiaan hati ketika mengerjakan shalat. Panjangnya shalat malam beliau merupakan satu bukti tentang kelezatan yang beliau peroleh tatkala bermunajat kepada Rabb-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelang wafat, Mu’adz bin Jabal radhiallahu ‘anhu menangis. Namun ia bukan menangisi ajal yang akan menjemputnya. Dengarkanlah sebab tangisnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِنَّمَا أَبْكِي عَلَى ظَمَأِ الْهَوَاجِرِ وَ قِيَامِ لَيْلِ الشِّتَاءِ وَ مُزَاحَمَةِ الْعُلَمَاءِ بِالرُّكَبِ عِنْدَ خَلْقِ الذِّكْرِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku menangis hanyalah karena aku tidak akan merasakan lagi rasa dahaga (orang yang berpuasa) ketika hari sangat panas, bangun malam untuk melaksanakan shalat di musim yang dingin dan berdekatan dengan orang-orang yang berilmu saat bersimpuh di halaqah dzikir.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sebab-sebab mencapai lezatnya ibadah&lt;br /&gt;Ada beberapa sebab untuk mendapatkan lezatnya beribadah kepada Ar-Rahman, di antaranya:&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1. Bersungguh-sungguh untuk taat kepada Allah hingga jiwa dapat merasakan lezatnya ibadah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Dan tentunya hal ini membutuhkan kesabaran dengan terus memaksa jiwa berjalan di atas ketaatan. Awalnya memang sulit, namun seperti kata seorang penyair Arab:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لَأَسْتَسْهِلَنَّ الصَّعْبَ أَوْ أُدْرِكَ الْمنَى&lt;br /&gt;فَمَا انْقَادَتِ الآمَلُ إِلاَّ لِصَابِر&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sungguh-sungguh aku akan menganggap mudah kesulitan itu hingga diperoleh apa yang kuinginkan dan kuharapkan&lt;br /&gt;Tak kan tunduk harapan itu kecuali kepada orang yang sabar.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2. Meninggalkan banyak makan, minum, berbicara dan memandang tanpa ada keperluan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Sepantasnya seorang muslim tidak berlebihan dalam makanan dan minuman, namun sekadar dapat menegakkan tulangnya, untuk membantunya untuk menunaikan ibadah dan beramal. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(يا بني آدم خذوا زينتكم عند كل مسجد و كلوا واشربوا و لا تسرفوا إنه لا يحب المسرفين)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wahai anak-anak Adam, kenakanlah perhiasan kalian setiap kali menuju ke masjid. Makanlah kalian dan minumlah namun jangan berlebih-lebihan/ melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” &lt;br /&gt;(Al-A’raf: 31)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;((كُلُوا وَ اشْرَبوا وَ الْبَسوا وَ تَصَدَّقُوا فِي غَيْرِ إسَرافٍ وَ لاَ مخيلَةٍ))&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Makan, minum dan berpakaian serta bersedekahlah kalian tanpa berlebih-lebihan dan tanpa takabbur.” &lt;br /&gt;(HR. Al-Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itulah kita dapat melihat, orang yang perutnya penuh dengan makanan maka ia akan malas mengerjakan shalat. Tidaklah ia bangkit menunaikannya kecuali laksana ia digiring dengan terbelenggu. Bila ia masuk di dalam shalat, ia menanti-nanti saat imam mengucapkan assalamu ‘alaikum wa rahmatullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun jangan dipahami bahwa seseorang itu harus mengurangi makan dan minumnya hingga bermudharat bagi tubuhnya, yang akibatnya akan terluput darinya kemaslahatan ukhrawi dan duniawi, sebagaimana perbuatan orang-orang yang tenggelam dalam sikap ghuluw (ekstrim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang muslim juga harus mengontrol ucapan lisannya dan mempersedikit berbicara, sebaliknya ia menyibukkan lisannya dengan berdzikir kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, amar ma’ruf nahi mungkar dan berdakwah mengajak manusia ke jalan yang benar. Dibolehkan seseorang berucap dengan pembicaraan yang mubah selama tidak berlebihan hingga pada akhirnya membuat hati menjadi keras dan kaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun maksud membatasi pandangan adalah membatasinya dari memandang apa yang diharamkan ataupun dimakruhkan, seperti melihat surat kabar dan majalah yang di dalamnya memampang gambar-gambar yang memancing dan mengobarkan syahwat serta membawa kepada kehinaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;( إن السمع و البصر و الفؤاد كل أولئك كان عنه مسئولا)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati semuanya akan ditanya kelak di hadapan Allah.” &lt;br /&gt;(Al-Isra: 36)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3. Memperbaiki makanan, minuman dan penghidupan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang hamba perlu memperhatikan makanan, minuman dan penghidupannya. Janganlah ia masukkan ke dalam perutnya kecuali makanan dan minuman yang halal lagi baik (halalan thayyiban). Demikian pula dari penghidupannya yang lain, karena makanan, minuman dan penghidupan dari hasil yang haram dapat menghalangi seorang hamba dari kebaikan dengan terhalangnya pengabulan doanya oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;((إِنَّ اللهَ طَيِّبٌ لاَ يَقْبَلُ إِلاَّ طَيِّبًا,وَ إِنَّ اللهَ أَمَرَ الْمُؤْمِنِيْنَ بِمَا أَمَرَ بِهِ الْمُرْسَلِيْنَ, فَقَالَ تَعَالَى : (يَا أَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوْا مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَ اعْمَلُوْا صَالِحًا). وَ قَالَ تَعَالَى: (يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ أمَنُوْا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتٍ مَا رَزَقْنَاكُمْ . ثُمَّ ذَكَرَ الرَّجُلَ يُطِيْلُ السَّفَرَ أَشْعَثَ أَغْبَرَ يَمُدُّ يَدَيْهِ إِلَى السَّمَاءِ يَقُوْلُ : يَا رَبُّ يَا رَبُّ وَ مَطْعَمُهُ حَرَامٌ وَ مَشْرَبُهُ حَرَامٌ وَ مَلْبَسُهُ حَرَامٌ وَ غُذِيَ بِالْحَرَامِ فَأَنىَّ يُسْتَجَابُ له))&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Allah itu Maha Baik, Dia tidak menerima kecuali yang baik. Dan sesungguhnya Allah telah memerintahkan kepada kaum mukminin dengan apa yang Dia perintahkan kepada para rasul. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: (Wahai para rasul, makanlah makanan yang baik dan beramal shalihlah). Dan Dia berfirman: (Wahai orang-orang yang beriman, makanlah makanan yang baik dari apa yang Kami rizkikan kepada kalian). Kemudian Rasulullah menceritakan tentang seorang lelaki yang telah menempuh perjalanan yang panjang, dalam keadaan rambutnya kusut masai lagi berdebu. Ia menengadahkan tangannya ke langit seraya menyeru: Wahai Tuhanku, wahai Tuhanku. Sementara makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram dan ia dihidupi dari yang haram, lalu bagaimana mungkin doanya akan dipenuhi.” &lt;br /&gt;(HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;4. Menjauhkan diri dari perbuatan dosa, yang kecil terlebih lagi yang besar.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sufyan Ats-Tsauri rahimahullah pernah berkata: “Aku tercegah untuk melaksanakan shalat malam karena satu dosa yang kuperbuat.”&lt;br /&gt;Ketika Al-Imam Asy-Syafi’i rahimahullah duduk di hadapan Al-Imam Malik rahimahullah guna memperdengarkan bacaannya, Al-Imam Malik kagum dengan kecerdasan, kepandaian dan sempurnanya pemahaman Al-Imam Asy-Syafi’i. Al-Imam Malik pun berkata: “Aku berpendapat bahwa Allah telah meletakkan di hatimu cahaya maka jangan engkau padamkan cahaya itu dengan kegelapan maksiat.”&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;Terhalang dari lezatnya ibadah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Di antara satu tanda yang jelas dari sekian tanda terhalangnya seseorang dari nikmatnya ibadah adalah ia merasa berat untuk melaksanakan ibadah seperti shalat, sehingga kalaupun ia shalat maka ia bangkit dalam keadaan malas seakan-akan ia digiring kepada kematian sementara ia melihat kematian itu di depan matanya. Kita lihat ketika shalat ia seperti ayam yang mematuk-matuk makanannya, begitu cepat selesainya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seandainya orang ini merasakan lezatnya shalat niscaya ia akan bersegera mengerjakannya. Ia akan memperbaiki shalatnya dan seselesainya shalat, ia sibukkan dirinya dengan wirid-wirid dan dzikir-dzikir. Namun memang hati yang terpaut dengan dunia merasa berat dan sulit untuk melakukannya. Kita mohon kepada Allah subhanahu wa ta’ala keselamatan dan ampunan sebagaimana kita berharap taufiq dan hidayah-Nya. Wallahu ta‘ala a‘lam bish-shawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : &lt;a target="_blank" href="http://www.majalahsyariah.com/syariah.php?menu=detil&amp;id_online=183" title="www.majalahsyariah.com"&gt;www.majalahsyariah.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/908102935618754628-7588705234516472875?l=abufarras.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abufarras.blogspot.com/feeds/7588705234516472875/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abufarras.blogspot.com/2011/07/lezatnya-ibadah-kepada-ar-rahman.html#comment-form' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/908102935618754628/posts/default/7588705234516472875'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/908102935618754628/posts/default/7588705234516472875'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abufarras.blogspot.com/2011/07/lezatnya-ibadah-kepada-ar-rahman.html' title='Lezatnya Ibadah Kepada Ar-Rahman'/><author><name>Abu Farras</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00721574642806691527</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/-U1mwVFK_flo/TiOiUY3w3vI/AAAAAAAAAMg/UA3UrwcXRMY/s220/30.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_HyleLDOAnnY/TTwg4tSp0cI/AAAAAAAAAF0/4Bcn6BXehiE/s72-c/24.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-908102935618754628.post-3454156345089802831</id><published>2011-07-08T08:27:00.000+07:00</published><updated>2011-07-08T08:27:11.490+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Muhasabah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tazkiyatun Nafs'/><title type='text'>Tangisan Seorang Mukmin</title><content type='html'>Al-Ustadz Zainul Arifin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Imam Sufyan Ats-Tsauri rahimahullaah berkata:“Barangsiapa yang ilmunya membuat dia menangis, maka dia seorang yang alim.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah ‘Azza wa Jalla berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِنَّ الَّذَينَ أُوتُوا الْعِلْمَ مِنْ قَبْلِهِ إِذَا يُتْلَى عَلَيْهِمْ يَخِرُّونَ لِلأَذْقَانِ سُجَّدًا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya orang-orang yang diberi pengetahuan sebelumnya apabila Al-Qur’an dibacakan kepada mereka, mereka menyungkurkan muka mereka sambil bersujud.” (Al-Israa’: 107)&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_HyleLDOAnnY/TTwSwKNOZWI/AAAAAAAAAFw/hc-EjmnuvZ4/s1600/9.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_HyleLDOAnnY/TTwSwKNOZWI/AAAAAAAAAFw/hc-EjmnuvZ4/s1600/9.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Dan Allah ‘Azza wa Jalla berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِذَا تُتْلَى عَلَيْهِمْ آيَاتُ الرَّحْمَنِ خَرُّوا سُجَّدًا وَبُكِيًّا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apabila dibacakan ayat-ayat Ar-Rahman (Dzat Yang Maha Pemurah) kepada mereka, maka mereka menyungkur dengan sujud dan menangis.” &lt;br /&gt;(Maryam: 58) &lt;br /&gt;(Mawa’izh lil Imam Sufyan Ats-Tsauri, hal. 132-133)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Imam Al-Hasan Al-Bashri rahimahullaah berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Andai seorang menangis pada sekumpulan manusia karena takut kepada Allah, niscaya mereka dirahmati semuanya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak ada satu amalan pun kecuali ada timbangannya yang jelas kecuali menangis karena takut kepada Allah. Allah tidak membatasi sedikit pun nilai dari setiap tetes air matanya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan beliau juga berkata: “Tidaklah seseorang menangis kecuali hatinya menjadi saksi akan kebenaran atau kedustaan dia.” &lt;br /&gt;(Mawa’izh lil Imam Imam Al-Hasan Al-Bashri, hal. 109)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Abdul Karim bin Rasyid rahimahullaah berkata:&lt;br /&gt;Aku pernah berada di majelis Al-Hasan Al-Bashri, kemudian ada yang menangis dengan mengeraskan tangisannya. Maka Al-Hasan berkata: “Sesungguhnya sekarang setan telah membuat orang ini menangis.” &lt;br /&gt;(Mawa’izh lil Imam Imam Al-Hasan Al-Bashri, hal. 152)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Imam Fudhail bin ‘Iyyadh rahimahullaah berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Menangis itu bukanlah dengan tangisan mata (saja). Akan tetapi dengan menangisnya hati. Sungguh, ada seseorang yang terkadang kedua matanya menangis sementara hatinya mengeras. Karena tangisan seorang munafiq adalah dengan kepalanya bukan dengan hatinya.” &lt;br /&gt;(Mawa’izh lil Imam Imam Al-Fudhail bin ‘Iyyadh, hal. 54)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Dinukil dari Majalah Asy Syariah, Vol. I/No. 11/1425H/2004, judul: Tangisan Seorang Mukmin, kategori: Permata Salaf, hal. 1, untuk &lt;a target="_blank" href="http://almuslimah.co.nr/" title="almuslimah.co.nr"&gt;almuslimah.co.nr&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/908102935618754628-3454156345089802831?l=abufarras.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abufarras.blogspot.com/feeds/3454156345089802831/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abufarras.blogspot.com/2011/07/tangisan-seorang-mukmin.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/908102935618754628/posts/default/3454156345089802831'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/908102935618754628/posts/default/3454156345089802831'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abufarras.blogspot.com/2011/07/tangisan-seorang-mukmin.html' title='Tangisan Seorang Mukmin'/><author><name>Abu Farras</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00721574642806691527</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/-U1mwVFK_flo/TiOiUY3w3vI/AAAAAAAAAMg/UA3UrwcXRMY/s220/30.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_HyleLDOAnnY/TTwSwKNOZWI/AAAAAAAAAFw/hc-EjmnuvZ4/s72-c/9.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-908102935618754628.post-1349196634817880421</id><published>2011-07-02T23:53:00.000+07:00</published><updated>2011-07-02T23:53:52.894+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Keluarga'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nasehat'/><title type='text'>Ada Saatnya…</title><content type='html'>Al-Ustadzah Ummu Ishaq Zulfa Husein Al-Atsariyyah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia tidak selamanya bisa menghadirkan hati untuk selalu mengingat akhirat. Dalam hidup berumah tangga, ada saat-saat bagi kita untuk bercanda dengan anak-anak, bermesraan dengan suami, dan kesenangan-kesenangan dunia lainnya. Bagaimana mengelola itu semua sehingga kehidupan kita senantiasa dalam naungan syariat?&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_HyleLDOAnnY/TTwmRI8UpqI/AAAAAAAAAF8/CAoz1BY398Q/s1600/27.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_HyleLDOAnnY/TTwmRI8UpqI/AAAAAAAAAF8/CAoz1BY398Q/s1600/27.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Mungkin pernah terlintas di benak kita bahwa hari-hari bersama suami dan anak-anak kadang dipenuhi dengan kelalaian. Kita disibukkan untuk melayani mereka, mengurusi dan mempersiapkan kebutuhan mereka. Belum lagi menyempatkan diri untuk duduk bermesraan dan bercengkerama dengan suami, ditambah dengan bermain dan bersenda gurau dengan anak-anak. Bersama mereka, kita selalu tertawa dan seakan lupa dengan kehidupan setelah kehidupan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersama mereka, seakan kita merasa kebersamaan ini akan kekal, tidak akan ada perpisahan. Yang ada hanyalah kebahagiaan demi kebahagiaan, kesenangan demi kesenangan. Bersama mereka seakan kita hidup hanya untuk dunia… Bersama mereka kita terbuai, lupa dan lalai…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun saat duduk sendiri dalam keheningan malam, bersimpuh di hadapan Ar-Rahman, ketika orang-orang yang dikasihi sedang terlelap dalam mimpi-mimpi indah mereka, timbul ingatan dan kesadaran bahwa semua itu tidaklah kekal, bahwa ada saat perjumpaan dengan Ar-Rahman. Di sana ada kenikmatan yang menanti dan ada azab yang tak terperikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati menjadi lunak hingga mata pun mudah meneteskan butiran beningnya, terasa tak ingin berpisah dengan perasaan seperti ini. Ingin selalu rasa ini menyertai, ingin selalu tangis ini mengalir membasahi pipi…. Ingin dan ingin selalu ingat dengan akhirat, berpikir tentang akhirat di sepanjang waktu tanpa lupa sedetik pun dan tanpa lalai sekerdip mata pun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula ketika kita duduk di majelis dzikir, majelis ilmu yang haq, mendengar ceramah seorang ustadz tentang dunia dengan kefanaan dan kerendahannya, tentang akhirat dengan kemuliaannya, tentang targhib dan tarhib, tentang kenikmatan surga dan azab neraka… Kembali kita ingat bahwa tawa canda dan kegembiraan kita dalam rumah tangga, bersama suami dan anak-anak, adalah kefanaan. Ada kehidupan setelah kehidupan dunia yang hanya sementara ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pikiran seperti ini bisa saja suatu saat timbul di benak kita, sehingga terkadang membuat kita terusik, didera keresahan dan kebimbangan. Benarkah sikapku? Salahkah perbuatanku?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudariku…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perasaan yang mungkin agak mirip dengan yang pernah engkau rasakan juga pernah dialami para shahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang mulia. Hanzhalah Al-Asadi radhiallahu ‘anhu seorang shahabat yang terhitung dalam jajaran juru tulis Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bertutur:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika, aku berjumpa dengan Abu Bakr Ash-Shiddiq radhiallahu ‘anhu.&lt;br /&gt;“Ada apa denganmu, wahai Hanzhalah?” tanyanya1.&lt;br /&gt;“Hanzhalah ini telah berbuat nifaq,” jawabku.&lt;br /&gt;“Subhanallah, apa yang engkau ucapkan?” tanya Abu Bakr.&lt;br /&gt;“Bila kita berada di sisi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau mengingatkan kita tentang neraka dan surga hingga seakan-akan kita bisa melihatnya dengan mata kepala kita. Namun bila kita keluar meninggalkan majelis Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, istri, anak dan harta kita (sawah ladang ataupun pekerjaan, -pent.) menyibukkan kita2, hingga kita banyak lupa/lalai,” kataku.&lt;br /&gt;“Demi Allah, kami juga menjumpai yang semisal itu3,” Abu Bakr menanggapi perasaan Hanzhalah.&lt;br /&gt;Aku pun pergi bersama Abu Bakar menemui Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam hingga kami dapat masuk ke tempat beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam.&lt;br /&gt;“Hanzhalah ini telah berbuat nifaq, wahai Rasulullah,” kataku.&lt;br /&gt;“Apa yang engkau katakan? Mengapa engkau bicara seperti itu?” tanya beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam.&lt;br /&gt;“Wahai Rasulullah, bila kami berada di sisimu, engkau mengingatkan kami tentang neraka dan surga hingga seakan-akan kami dapat melihatnya dengan mata kepala kami. Namun bila kami keluar meninggalkan majelismu, istri, anak dan harta kami (sawah ladang ataupun pekerjaan, -pent.) melalaikan kami, hingga kami banyak lupa/lalai4,” jawabku.&lt;br /&gt;Mendengar penuturan yang demikian itu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ، إِنْ لَوْ تَدُوْمُوْنَ عَلَى مَا تَكُوْنُوْنَ عِنْدِي وَفِي الذِّكْرِ لَصَافَحَتْكُمُ الْمَلائِكَةُ عَلَى فُرُشِكُمْ وَفِي طُرُقِكُمْ، وَلَكِنْ يَا حَنْظَلَةُ سَاعَةً سَاعَةً. (ثَلاَثَ مَرَّاتٍ)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Demi Zat yang jiwaku berada di tangan-Nya, seandainya kalian tetap berada dalam perasaan sebagaimana yang kalian rasakan ketika berada di sisiku dan selalu ingat demikian, niscaya para malaikat akan menjabat tangan kalian di atas tempat tidur kalian dan di jalan-jalan kalian. Akan tetapi wahai Hanzhalah, ada saatnya begini dan ada saatnya begitu.” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengucapkannya tiga kali. &lt;br /&gt;(HR. Muslim no. 6900, kitab At-Taubah, bab Fadhlu Dawamidz Dzikr wal Fikr fi Umuril Akhirah wal Muraqabah, wa Jawazu Tarki Dzalik fi Ba’dhil Auqat wal Isytighal bid Dunya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam riwayat lain disebutkan sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam di atas dengan lafadz:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يَا حَنْظَلَةُ، سَاعَةً سَاعَةً، وَلَوْ كَانَتْ تَكُوْنُ قُلُوْبُكُمْ كَمَا تَكُوْنُ عِنْدَ الذِّكْرِ، لَصَافَحَتْكُمُ الْمَلائِكَةُ حَتَّى تُسَلِّمَ عَلَيْكُمْ فِي الطُُّرُقِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wahai Hanzhalah, ada saatnya begini, ada saatnya begitu. Seandainya hati-hati kalian senantiasa keadaannya sebagaimana keadaan ketika ingat akan akhirat, niscaya para malaikat akan menjabat tangan kalian, hingga mereka mengucapkan salam kepada kalian di jalan-jalan.” &lt;br /&gt;(HR. Muslim no. 6901)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanzhalah radhiallahu ‘anhu dengan kemuliaan dirinya sebagai salah seorang shahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, tidaklah membuatnya merasa aman dari makar Allah Subhanahu wa Ta‘ala. Bahkan ia merasa khawatir bila ia termasuk orang munafik, karena saat berada di majelis Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam rasa khauf (takut kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan azab-Nya yang pedih) terus menyertainya, dibarengi muraqabah (merasa terus dalam pengawasan Allah Subhanahu wa Ta’ala), berpikir dan menghadapkan diri kepada akhirat. Namun ketika keluar meninggalkan majelis Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, ia disibukkan dengan istri, anak-anak dan penghidupan dunia. Hanzhalah khawatir hal itu merupakan kemunafikan, maka Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pun mengajari Hanzhalah dan para shahabat yang lain bahwa keadaan seperti itu bukanlah kemunafikan. Karena mereka tidaklah dibebani untuk terus menerus harus memikirkan dan menghadapkan diri hanya pada kehidupan akhirat. Ada waktunya begini dan ada waktunya begitu. Ada saatnya memikirkan akhirat dan ada saatnya mengurusi penghidupan di dunia. (Al-Minhaj Syarhu Shahih Muslim, 17/70)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Hanzhalah radhiallahu ‘anhu mengeluhkan perasaan dan keadaan dirinya yang demikian itu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyatakan bila keadaannya sama dengan keadaannya ketika bersama beliau, merasa hatinya itu lunak dan takut kepada Allah. Terus keadaannya demikian di mana pun ia berada, niscaya para malaikat dengan terang-terangan akan menyalaminya di majelisnya, di atas tempat tidurnya dan di jalan-jalannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun yang namanya manusia tidaklah bisa demikian. Ada waktunya ia bisa menghadirkan hatinya untuk mengingat akhirat, dan ada saatnya ia lemah dari ingatan akan akhirat. Ketika waktunya ingat akan akhirat, ia bisa menunaikan hak-hak Rabbnya dan mengatur perkara agamanya. Saat waktunya lemah, ia mengurusi bagian dari kehidupan dunianya ini. Dan tidaklah seseorang dianggap munafik bila demikian keadaannya, karena masing-masingnya merupakan rahmah atas para hamba. &lt;br /&gt;(Tuhfatul Ahwadzi, kitab Shifatul Qiyamah war Raqa`iq wal Wara’, bab ke 59, Syarhu Sunan Ibni Majah, 2/560)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Imam As-Sindi rahimahullahu menjelaskan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam (لَوْ تَدُوْمُوْنَ عَلَى مَا تَكُوْنُوْنَ) : “Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam memperingatkan mereka bahwa biasanya hati itu tidak selamanya dapat dihadirkan untuk selalu ingat akhirat. Namun hal itu tidaklah memudharatkan bagi keberadaan iman di dalam hati, karena kelalaian/saat hati itu lupa tidaklah melazimkan (mengharuskan) hilangnya keimanan.” &lt;br /&gt;(Syarhu Sunan Ibni Majah, 2/559-560)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah ajaran yang diberikan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada umatnya, kepada para suami dan tentunya juga untuk para istri. Kesibukan dalam rumah tangga, bersenda gurau dengan suami dan bermain-main dengan anak-anak hingga kadang membuat lupa dan lalai, bukanlah suatu dosa yang dapat menghilangkan keimanan dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada saatnya memang manusia itu lupa dan lalai karena memang demikian tabiat mereka yang Allah Subhanahu wa Ta’ala ciptakan. Yang dicela hanyalah bila ia terus tenggelam dalam kelalaian, ridha terlena dengan keadaan yang demikian, dan memang enggan untuk bangkit memperbaiki diri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pikirannya hanya dunia dan dunia, tanpa mengingat akhirat. Namun bila terkadang lupa kemudian ingat, ia bersemangat kembali. Demikianlah sifat manusia, manusia bukanlah malaikat yang mereka memang diciptakan semata untuk taat dan selalu beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, selalu mengerjakan dengan sempurna apa yang diperintahkan, tanpa lalai sedikitpun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَمَنْ عِنْدَهُ لاَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِهِ وَلاَ يَسْتَحْسِرُوْنَ. يُسَبِّحُونَ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ لاَ يَفْتُرُوْنَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan malaikat-malaikat yang di sisi-Nya, mereka tiada mempunyai rasa angkuh untuk beribadah kepada-Nya dan tidak pula mereka merasa letih. Mereka selalu bertasbih kepada Allah siang dan malam tiada hentinya-hentinya.” &lt;br /&gt;(Al-Anbiya`: 19-20)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para malaikat itu tidak pernah lelah, tidak pernah bosan dan jenuh karena kuatnya raghbah (harapan) mereka (kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala), sempurnanya mahabbah (cinta) mereka, dan kuatnya tubuh mereka. Mereka tenggelam dalam ibadah dan bertasbih di seluruh waktu mereka. Sehingga tidak ada waktu mereka yang terbuang sia-sia dan tidak ada waktu mereka yang luput dari ketaatan. Tujuan mereka selalu lurus, sebagaimana lurusnya amalan mereka. Dan mereka diberi kemampuan untuk melakukan semua itu, sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لاَ يَعْصُوْنَ اللهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُوْنَ مَا يُؤْمَرُوْنَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mereka tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” &lt;br /&gt;(At-Tahrim: 6) [Al-Mishbahul Munir fi Tahdzib Tafsir Ibni Katsir hal. 862, Taisir Al-Karimir Rahman hal. 520-521]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah sifat-sifat malaikat Allah Subhanahu wa Ta’ala yang mulia. Dan manusia, sekali lagi bukanlah malaikat. Pada diri manusia ada kelalaian dan sifat lupa. Kadang semangat dalam menjalankan ketaatan, kadang pula futur (lemah semangat). Kadang hatinya tersibukkan mengingat kematian dan kampung akhirat, kadang pula ia sibuk mengurus dunianya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah sifat manusia, ada saatnya begini, ada saatnya begitu. Dan orang yang demikian keadaannya tidaklah bisa dicap munafik, sebagaimana Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menolak cap seperti itu ketika diucapkan oleh Hanzhalah radhiallahu ‘anhu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan penjelasan di atas, kita berharap dapat mengambil pelajaran bahwa kita tidaklah dituntut untuk menjadi seorang yang ghuluw (berlebihan melampaui batas). Sehingga karena tak ingin dilalaikan dengan kesibukan rumah tangga, dengan suami dan anak, kita pun memilih hidup membujang agar bisa sepenuhnya beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Atau jika kita sudah berumah tangga, lalu kita terapkan sikap ekstrim; tidak boleh ada canda tawa dengan suami, tak boleh ada gurauan karena dianggap sia-sia, harus diam berzikir. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada berkasih mesra karena membuang waktu dan itu hanyalah perbuatan ahlud dunya, orang-orang yang cinta dunia, sementara kita orientasinya akhirat. Tidak perlu mengajak anak-anak bermain. Rumah tidak perlu terlalu diurusi dan ditata, masak sekedarnya tidak usah enak-enak, tidak perlu ada perawatan tubuh dan kecantikan, tidak perlu repot dengan dandanan dan penampilan di depan suami, tidak mengapa pakai baju yang sudah sobek, semuanya sekedarnya… Toh ini cuma kehidupan dunia, toh semua ini melalaikan dan buang waktu… Benarkah? Tentunya tidak! Bila ada seorang istri yang melakukannya atau berpikir seperti itu, maka benar-benar hal itu bersumber dari kebodohannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kita katakan, urusilah rumah tanggamu dengan baik. Perhatikan suami dan anak-anakmu. Usahakan untuk memberikan yang terbaik dan ternyaman untuk mereka, baik dari sisi pelayanan, penyediaan makanan, penataan rumah dan sebagainya sesuai dengan kemampuan yang ada dengan tiada memberatkan. Kalau dikatakan hal itu melalaikan dari akhirat maka jawabannya hadits Hanzhalah radhiallahu ‘anhu di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tengok pula rumah tangga nabawiyyah yang kerap kami singgung kisahnya dalam rubrik ini. Bagaimana Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berumah tangga dan bagaimana istri-istri beliau, demikian pula istri-istri para shahabat radhiallahu ‘anhum. Merekalah sebaik-baik contoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah, semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala memberi taufik kepada kita semua. Amin!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahul musta’an, wallahu ta’ala a’lam bish-shawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Footnote:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1 Karena saat itu Hanzhalah melewati Abu Bakr dalam keadaan Hanzhalah menangis. (Sebagaimana disebutkan dalam riwayat At-Tirmidzi dalam Sunannya no. 2514)&lt;br /&gt;2 Karena kita harus memperbaiki penghidupan/mata pencaharian kita dan mengurusi mereka. (Al-Minhaj Syarhu Shahih Muslim, 17/70)&lt;br /&gt;Dalam riwayat lain, Hanzhalah radhiallahu ‘anhu berkata mengeluhkan keadaan dirinya: “Kemudian aku pulang ke rumah lalu tertawa ceria bersama anak-anakku dan bermesraan dengan istriku.” (HR. Muslim no. 6901)&lt;br /&gt;3 Dalam riwayat lain, Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiallahu ‘anhu berkata: “Aku juga melakukan seperti apa yang engkau sebutkan.”&lt;br /&gt;4 Seakan-akan kami belum pernah mendengar sesuatu pun darimu. (Tuhfatul Ahwadzi, kitab Shifatul Qiyamah war Raqaiq wal Wara’, bab ke 59)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber :  &lt;a target="_blank" href="http://www.asysyariah.com/print.php?id_online=347 " title="www.asysyariah.com"&gt;www.asysyariah.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/908102935618754628-1349196634817880421?l=abufarras.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abufarras.blogspot.com/feeds/1349196634817880421/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abufarras.blogspot.com/2011/07/ada-saatnya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/908102935618754628/posts/default/1349196634817880421'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/908102935618754628/posts/default/1349196634817880421'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abufarras.blogspot.com/2011/07/ada-saatnya.html' title='Ada Saatnya…'/><author><name>Abu Farras</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00721574642806691527</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/-U1mwVFK_flo/TiOiUY3w3vI/AAAAAAAAAMg/UA3UrwcXRMY/s220/30.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_HyleLDOAnnY/TTwmRI8UpqI/AAAAAAAAAF8/CAoz1BY398Q/s72-c/27.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-908102935618754628.post-1420652398113919593</id><published>2011-06-29T17:19:00.000+07:00</published><updated>2011-06-29T17:19:20.261+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Keluarga'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tazkiyatun Nafs'/><title type='text'>Sebuah Renungan Untuk Para Suami</title><content type='html'>Wahai sang suami .... Apakah membebanimu wahai hamba Allah, untuk tersenyum di hadapan istrimu dikala anda masuk ketemu istri tercinta, agar anda meraih pahala dari Allah?!!  Apakah membebanimu untuk berwajah yang berseri-seri tatkala anda melihat anak dan istrimu?!! Apakah menyulitkanmu wahai hamba Allah, untuk merangkul istrimu, mengecup pipinya serta bercumbu disaat anda menghampiri dirinya?!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah memberatkanmu untuk mengangkat sesuap nasi dan meletakkannya di mulut sang istri, agar anda mendapat pahala?!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah termasuk susuh, kalau anda masuk rumah sambil mengucapkan salam dengan lengkap : Assalamu`alaikum Warahmatullah Wabarakatuh agar anda meraih 30 kebaikan?!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-LDUYg-wJcmU/Tf8hAWh0BjI/AAAAAAAAALg/vi8R7Uri-a4/s1600/10.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-LDUYg-wJcmU/Tf8hAWh0BjI/AAAAAAAAALg/vi8R7Uri-a4/s1600/10.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Apa yang membebanimu, jika anda menuturkan untaian kata-kata yang baik yang disenangi kekasihmu, walaupun agak terpaksa, dan mengandung bohong yang dibolehkan?!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanyalah keadaan istrimu di saat anda masuk rumah!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah memberatkanmu, jika anda menuturkan kepada istrimu di saat masuk rumah : Duhai kekasihku, semenjak Kanda keluar dari sisimu, dari pagi sampai sekarang, serasa bagaikan setahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya, jika anda betul-betul mengharapkan pahala dari Allah walau anda letih dan lelah, anda mendekati sang istri tercinta dan menjimaknya, maka anda mendapatkan pahala dari Allah, karena Rasulullah bersabda :Dan di air mani seseorang kalian ada sedekah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah melelahkanmu wahai hamba Allah, jika anda berdoa dan berkata : Ya. Allah perbaikilah istriku dan berkatilah daku pada dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ucapan baik adalah sedekah.&lt;br /&gt;Wajah yang berseri dan senyum yang manis di hadapan istri adalah sedekah.&lt;br /&gt;Mengucapkan salam mengandung beberapa kebaikan.&lt;br /&gt;Berjabat tangan mengugurkan dosa-dosa.&lt;br /&gt;Berhubungan badan mendapatkan pahala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diambil dari kitab Fiqh pergaulan suami istri oleh Syeikh Mushtofa Al Adawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber  :  &lt;a target="_blank" href="http://www.perpustakaan-islam.com/index.php?option=com_content&amp;view=article&amp;id=205:renungan-buat-sang-suami&amp;catid=42:keluarga" title="www.perpustakaan-islam.com"&gt;www.perpustakaan-islam.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/908102935618754628-1420652398113919593?l=abufarras.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abufarras.blogspot.com/feeds/1420652398113919593/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abufarras.blogspot.com/2011/06/sebuah-renungan-untuk-para-suami.html#comment-form' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/908102935618754628/posts/default/1420652398113919593'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/908102935618754628/posts/default/1420652398113919593'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abufarras.blogspot.com/2011/06/sebuah-renungan-untuk-para-suami.html' title='Sebuah Renungan Untuk Para Suami'/><author><name>Abu Farras</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00721574642806691527</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/-U1mwVFK_flo/TiOiUY3w3vI/AAAAAAAAAMg/UA3UrwcXRMY/s220/30.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-LDUYg-wJcmU/Tf8hAWh0BjI/AAAAAAAAALg/vi8R7Uri-a4/s72-c/10.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-908102935618754628.post-8170880599730433289</id><published>2011-06-23T06:01:00.000+07:00</published><updated>2011-06-23T06:01:49.670+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Muhasabah'/><title type='text'>Jika PNS Korupsi Waktu</title><content type='html'>Syekh Abdul Muhsin bin Nashir Alu ‘Ubaikan mengutip perkataan Syekhul Islam Ibnu Taimiyyah yang mengatakan, “Gaji yang diambilkan dari baitul mal (baca: kas negara) bukan merupakan 'iwadh (kompensasi) maupun ujrah (upah dalam transaksi ijarah alias jual beli jasa), namun statusnya adalah rizq (pemberian) untuk membantu PNS (Pegawai Negeri Sipil) agar bisa taat kepada Allah. Dengan demikian, siapa saja PNS yang bekerja ikhlas karena Allah maka dia akan diberi pahala, sehingga gaji yang dia dapatkan dari kas negara adalah rizq yang bisa membantunya untuk tetap bisa taat. Demikian pula, harta yang didapatkan dari harta wakaf untuk kegiatan-kegiatan kebaikan, harta yang didapatkan karena wasiat, dan harta yang didapatkan dari nazar, seluruhnya tidaklah berstatus sebagai ujrah.” (Al-Fatawa Al-Kubra, juz 4, hlm. 413--414, cetakan Darul Qalam)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu, Syekh Abdul Muhsin Alu Ubaikan mengatakan, “Seorang PNS yang bersikap seenaknya terhadap kewajiban jam kantor atau jam kerja, kemudian dia bertobat, apakah dia memiliki kewajiban untuk mengembalikan sebagian dari gajinya yang sebanding dengan jam kerja yang dia korupsi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-JVrR-CPdFBU/Tf9fj-CNbdI/AAAAAAAAALk/MX5wQhzmkRU/s1600/Usia-Menebar+Kebaikan.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/-JVrR-CPdFBU/Tf9fj-CNbdI/AAAAAAAAALk/MX5wQhzmkRU/s1600/Usia-Menebar+Kebaikan.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Perkataan Syekhul Islam Ibnu Taimiyyah di atas menunjukkan bahwa PNS tersebut tidaklah memiliki kewajiban semacam itu karena status hukum dari gaji PNS adalah rizq, bukan ujrah, bukan pula 'iwadh. Akan tetapi, korupsi waktu yang dia lakukan merupakan dosa besar sehingga dia wajib bertobat kepada Allah dan meningkatkan kesungguhan dan etos kerjanya untuk mengganti waktu kerja yang dia korupsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemahaman dan pendapat saya yang semacam ini telah saya sodorkan kepada guru kami, 'Allamah Abdullah bin Muhammad bin Humaid, mantan Kepala Majelis Al-Qadha’ Al-A’la, Kerajaan Saudi Arabia. Beliau menyetujui pendapat dan pemahaman semacam ini. Di majelis tersebut juga terdapat Syekh 'Allamah Hamud At-Tuwaijiri, dan beliau juga tidak membantah pendapat di atas.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterangan: Penjelasan Syekh Abdul Muhsin Al-Ubaikan di atas bisa di baca di situs beliau &lt;a target="_blank" href="http://al-obeikan.com/page/12-%D9%85%D9%80%D9%80%D9%80%D9%80%D9%80%D9%80%D9%80%D9%80%D9%80%D8%B3%D9%80%D8%A7%D8%A6%D9%84%20%D9%81%D9%82%D9%87%D9%80%D9%80%D9%8A%D8%A9.html" title="al-obeikan.com"&gt;al-obeikan.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a target="_blank" href="http://www.pengusahamuslim.com/baca/artikel/1194/jika-pns-korupsi-waktu" title="www.PengusahaMuslim.com"&gt;www.PengusahaMuslim.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/908102935618754628-8170880599730433289?l=abufarras.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abufarras.blogspot.com/feeds/8170880599730433289/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abufarras.blogspot.com/2011/06/jika-pns-korupsi-waktu.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/908102935618754628/posts/default/8170880599730433289'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/908102935618754628/posts/default/8170880599730433289'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abufarras.blogspot.com/2011/06/jika-pns-korupsi-waktu.html' title='Jika PNS Korupsi Waktu'/><author><name>Abu Farras</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00721574642806691527</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/-U1mwVFK_flo/TiOiUY3w3vI/AAAAAAAAAMg/UA3UrwcXRMY/s220/30.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-JVrR-CPdFBU/Tf9fj-CNbdI/AAAAAAAAALk/MX5wQhzmkRU/s72-c/Usia-Menebar+Kebaikan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-908102935618754628.post-1157954750383035028</id><published>2011-06-16T13:55:00.000+07:00</published><updated>2011-06-16T13:55:21.135+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fiqih'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tazkiyatun Nafs'/><title type='text'>Panduan Shalat Gerhana</title><content type='html'>Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga, para sahabat dan orang-orang yang mengikuti mereka hingga akhir zaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam hari ini, bertepatan dengan pergantian tahun akan terjadi gerhana bulan parsial -yang dapat disaksikan dari seluruh daerah di Indonesia-. Begitu pula 14 hari kemudian akan terjadi gerhana matahari -namun hanya dapat disaksikan dari sebagian daerah.- Berikut info selengkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Info Gerhana Januari 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan perkiraan, akan terjadi gerhana sebanyak dua kali di awal tahun ini yaitu gerhana bulan pada 1 Januari 2010 dan gerhana matahari pada 15 Januari 2010.&lt;br /&gt;Untuk gerhana bulan yang pertama dapat dinikmati oleh seluruh daerah di Indonesia pada 1 Januari 2010 dinihari.&lt;br /&gt;"Di seluruh wilayah Indonesia bisa mengamatinya," ujar peneliti utama astronomi dan astrofisika Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Thomas Djamaludin, ketika dihubungi detikcom, Senin (28/12/2009).&lt;br /&gt;Thomas menjelaskan, gerhana Bulan yang terjadi sekitar satu jam tersebut bisa dinikmati sepanjang di wilayah tersebut masih memasuki waktu malam.&lt;br /&gt;"Mulai pukul 01.53 WIB hingga 02.53 WIB di seluruh wilayah yang waktu itu malam hari bisa mengamati," terang Thomas.&lt;br /&gt;Menurut Thomas, gerhana Bulan tersebut tidak terlalu besar. Bulatan Bulan yang tertutup bayangan Bumi hanya sekitar 7 persen.&lt;br /&gt;Untuk gerhana yang kedua yaitu gerhana matahari terjadi pada 15 Januari 2010. Gerhana tersebut adalah gerhana cincin (annular), namun di Indonesia yang tampak adalah gerhana sebagian (parsial). Akibatnya hanya kawasan tertentu di Indonesia saja yang bisa menyaksikannya.&lt;br /&gt;"Gerhana cincin itu hanya melintas di Afrika bagian selatan, India, Thailand dan China. Di Indonesia, di Sumatera, Kalimantan, Jawa bagian barat dan tengah serta Sulawesi bagian utara," ujarnya.&lt;br /&gt;Gerhana Matahari ini terlihat pada sore hari. "Di Indonesia tergantung wilayahnya, baru ada sekitar pukul 3 - 4 sore. Di Indonesia Tengah sekitar pukul 4 hingga 5 sore," terang Thomas.&lt;br /&gt;Penampakan gerhana Matahari di masing-masing wilayah Indonesia juga berbeda-beda. Di Jawa penampakan hanya mencapai sekitar 10 persen, di Kalimantan sekitar 5-20 persen, di Sulawesi hanya 0-7 persen.&lt;br /&gt;"Sumatera mencapai 10-60 persen, yang paling baik di Aceh sekitar 60 persen," tutupnya. 1 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-owQ2YHYmOn4/TfmnTFEt7NI/AAAAAAAAALc/LiYsa0MacA4/s1600/gerhana+bulan.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-owQ2YHYmOn4/TfmnTFEt7NI/AAAAAAAAALc/LiYsa0MacA4/s1600/gerhana+bulan.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Bagi yang Menyaksikan Gerhana Hendaklah Melaksanakan Shalat Gerhana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika seseorang menyaksikan gerhana, hendaklah ia melaksanakan shalat gerhana sebagaimana tata cara yang nanti akan kami utarakan, insya Allah.&lt;br /&gt;Lalu apa hukum shalat gerhana? Pendapat yang terkuat, bagi siapa saja yang melihat gerhana dengan mata telanjang, maka ia wajib melaksanakan shalat gerhana.&lt;br /&gt;Dalilnya adalah sabda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam,&lt;br /&gt;فَإِذَا رَأَيْتُمُوهُمَا فَافْزَعُوا إِلَى الصَّلاَةِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Jika kalian melihat gerhana tersebut (matahari atau bulan) , maka bersegeralah untuk melaksanakan shalat.”2&lt;br /&gt;Karena dari hadits-hadits yang menceritakan mengenai shalat gerhana mengandung kata perintah (jika kalian melihat gerhana tersebut, shalatlah: kalimat ini mengandung perintah). Padahal menurut kaedah ushul fiqih, hukum asal perintah adalah wajib. Pendapat yang menyatakan wajib inilah yang dipilih oleh Asy Syaukani, Shidiq Hasan Khoon, dan Syaikh Al Albani rahimahumullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan: Jika di suatu daerah tidak nampak gerhana, maka tidak ada keharusan melaksanakan shalat gerhana. Karena shalat gerhana ini diharuskan bagi siapa saja yang melihatnya sebagaimana disebutkan dalam hadits di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu Pelaksanaan Shalat Gerhana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu pelaksanaan shalat gerhana adalah mulai ketika gerhana muncul sampai gerhana tersebut hilang.&lt;br /&gt;Dari Al Mughiroh bin Syu’bah, Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam bersabda,&lt;br /&gt;إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ ، لاَ يَنْكَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلاَ لِحَيَاتِهِ ، فَإِذَا رَأَيْتُمُوهُمَا فَادْعُوا اللَّهَ وَصَلُّوا حَتَّى يَنْجَلِىَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah. Kedua gerhana tersebut tidak terjadi karena kematian atau lahirnya seseorang. Jika kalian melihat keduanya, berdo’alah pada Allah, lalu shalatlah hingga gerhana tersebut hilang (berakhir).”3&lt;br /&gt;Shalat gerhana juga boleh dilakukan pada waktu terlarang untuk shalat. Jadi, jika gerhana muncul setelah Ashar, padahal waktu tersebut adalah waktu terlarang untuk shalat, maka shalat gerhana tetap boleh dilaksanakan. Dalilnya adalah:&lt;br /&gt;فَإِذَا رَأَيْتُمُوهُمَا فَافْزَعُوا إِلَى الصَّلاَةِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Jika kalian melihat kedua gerhana matahari dan bulan, bersegeralah menunaikan shalat.”4 Dalam hadits ini tidak dibatasi waktunya. Kapan saja melihat gerhana termasuk waktu terlarang untuk shalat, maka shalat gerhana tersebut tetap dilaksanakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal-hal yang Dianjurkan Ketika Terjadi Gerhana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama: perbanyaklah dzikir, istighfar, takbir, sedekah dan bentuk ketaatan lainnya.&lt;br /&gt;Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,&lt;br /&gt;إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ ، لاَ يَنْخَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلاَ لِحَيَاتِهِ ، فَإِذَا رَأَيْتُمْ ذَلِكَ فَادْعُوا اللَّهَ وَكَبِّرُوا ، وَصَلُّوا وَتَصَدَّقُوا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah. Gerhana ini tidak terjadi karena kematian seseorang atau lahirnya seseorang. Jika melihat hal tersebut maka berdo’alah kepada Allah, bertakbirlah, kerjakanlah shalat dan bersedekahlah.”5&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua: keluar mengerjakan shalat gerhana secara berjama’ah di masjid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu dalil yang menunjukkan hal ini sebagaimana dalam hadits dari ’Aisyah bahwasanya Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam mengendari kendaraan di pagi hari lalu terjadilah gerhana. Lalu Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam melewati kamar istrinya (yang dekat dengan masjid), lalu beliau berdiri dan menunaikan shalat.6 Dalam riwayat lain dikatakan bahwa Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam mendatangi tempat shalatnya (yaitu masjidnya) yang biasa dia shalat di situ.7&lt;br /&gt;Ibnu Hajar mengatakan, ”Yang sesuai dengan ajaran Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam adalah mengerjakan shalat gerhana di masjid. Seandainya tidak demikian, tentu shalat tersebut lebih tepat dilaksanakan di tanah lapang agar nanti lebih mudah melihat berakhirnya gerhana.”8&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apakah mengerjakan dengan jama’ah merupakan syarat shalat gerhana? Perhatikan penjelasan menarik berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Muhammad bin Sholeh Al Utsaimin mengatakan, ”Shalat gerhana secara jama’ah bukanlah syarat. Jika seseorang berada di rumah, dia juga boleh melaksanakan shalat gerhana di rumah. Dalil dari hal ini adalah sabda Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam,&lt;br /&gt;فَإِذَا رَأَيْتُمْ فَصَلُّوا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Jika kalian melihat gerhana tersebut, maka shalatlah”.9&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadits ini, beliau shallallahu ’alaihi wa sallam tidak mengatakan, ”(Jika kalian melihatnya), shalatlah kalian di masjid.” Oleh karena itu, hal ini menunjukkan bahwa shalat gerhana diperintahkan untuk dikerjakan walaupun seseorang melakukan shalat tersebut sendirian. Namun, tidak diragukan lagi bahwa menunaikan shalat tersebut secara berjama’ah tentu saja lebih utama (afdhol). Bahkan lebih utama jika shalat tersebut dilaksanakan di masjid karena Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam mengerjakan shalat tersebut di masjid dan mengajak para sahabat untuk melaksanakannya di masjid. Ingatlah, dengan banyaknya jama’ah akan lebih menambah kekhusu’an. Dan banyaknya jama’ah juga adalah sebab terijabahnya (terkabulnya) do’a.”10&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga: wanita juga boleh shalat gerhana bersama kaum pria&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Asma` binti Abi Bakr, beliau berkata,&lt;br /&gt;أَتَيْتُ عَائِشَةَ - رضى الله عنها - زَوْجَ النَّبِىِّ - صلى الله عليه وسلم - حِينَ خَسَفَتِ الشَّمْسُ ، فَإِذَا النَّاسُ قِيَامٌ يُصَلُّونَ ، وَإِذَا هِىَ قَائِمَةٌ تُصَلِّى فَقُلْتُ مَا لِلنَّاسِ فَأَشَارَتْ بِيَدِهَا إِلَى السَّمَاءِ ، وَقَالَتْ سُبْحَانَ اللَّهِ . فَقُلْتُ آيَةٌ فَأَشَارَتْ أَىْ نَعَمْ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya mendatangi Aisyah radhiyallahu ‘anha -isteri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam- ketika terjadi gerhana matahari. Saat itu manusia tengah menegakkan shalat. Ketika Aisyah turut berdiri untuk melakukan sholat, saya bertanya: “Kenapa orang-orang ini?” Aisyah mengisyaratkan tangannya ke langit seraya berkata, “Subhanallah (Maha Suci Allah)”. Saya bertanya: “Tanda (gerhana)?” Aisyah lalu memberikan isyarat untuk mengatakan iya.”11&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukhari membawakan hadits ini pada bab:&lt;br /&gt;صَلاَةِ النِّسَاءِ مَعَ الرِّجَالِ فِى الْكُسُوفِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Shalat wanita bersama kaum pria ketika terjadi gerhana matahari.”&lt;br /&gt;Ibnu Hajar mengatakan,&lt;br /&gt;أَشَارَ بِهَذِهِ التَّرْجَمَة إِلَى رَدّ قَوْل مَنْ مَنَعَ ذَلِكَ وَقَالَ : يُصَلِّينَ فُرَادَى&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Judul bab ini adalah sebagai sanggahan untuk orang-orang yang melarang wanita tidak boleh shalat gerhana bersama kaum pria, mereka hanya diperbolehkan shalat sendiri.”12&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulannya, wanita boleh ikut serta melakukan shalat gerhana bersama kaum pria di masjid. Namun, jika ditakutkan keluarnya wanita tersebut akan membawa fitnah (menggoda kaum pria), maka sebaiknya mereka shalat sendiri di rumah.13&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat: menyeru jama’ah dengan panggilan ’ash sholatu jaami’ah’ dan tidak ada adzan maupun iqomah.&lt;br /&gt;Dari ’Aisyah radhiyallahu ’anha, beliau mengatakan,&lt;br /&gt;أنَّ الشَّمس خَسَفَتْ عَلَى عَهْدِ رَسولِ اللهِ صلى الله عليه وسلم، فَبَعَثَ مُنَادياً يُنَادِي: الصلاَةَ جَامِعَة، فَاجتَمَعُوا. وَتَقَدَّمَ فَكَبرَّ وَصلَّى أربَعَ رَكَعَاتٍ في ركعَتَين وَأربعَ سَجَدَاتٍ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aisyah radhiyallahu ‘anha menuturkan bahwa pada zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah terjadi gerhana matahari. Beliau lalu mengutus seseorang untuk memanggil jama’ah dengan: ‘ASH SHALATU JAMI’AH’ (mari kita lakukan shalat berjama’ah). Orang-orang lantas berkumpul. Nabi lalu maju dan bertakbir. Beliau melakukan empat kali ruku’ dan empat kali sujud dalam dua raka’at.”14 Dalam hadits ini tidak diperintahkan untuk mengumandangkan adzan dan iqomah. Jadi, adzan dan iqomah tidak ada dalam shalat gerhana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima: berkhutbah setelah shalat gerhana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disunnahkah setelah shalat gerhana untuk berkhutbah, sebagaimana yang dipilih oleh Imam Asy Syafi’i, Ishaq, dan banyak sahabat15. Hal ini berdasarkan hadits:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عَنْ عَائِشةَ رَضي الله عَنْهَا قَالَتْ: خَسَفَتِ الشمسُ عَلَى عَهدِ رَسُول الله صلى الله عليه وسلم. فَقَامَ فَصَلَّى رَسُولُ الله صلى الله عليه وسلم بالنَّاس فَأطَالَ القِيَام، ثُمَّ رَكَعَ فَأطَالَ الرُّكُوعَ، ثُمَّ قَامَ فَأطَالَ القيَامَ وَهو دُونَ القِيَام الأوَّلِ، ثم رَكَعَ فَأطَالَ الرُّكوعَ وهُوَ دُونَ الرُّكُوعِ الأوَّلِ، ثُم سَجَدَ فَأطَالَ السُّجُودَ، ثم فَعَلَ في الركعَةِ الأخْرَى مِثْل مَا فَعَل في الركْعَةِ الأولى، ثُمَّ انصرَفَ وَقَدْ انجَلتِ الشَّمْسُ، فَخَطبَ الناسَ فَحَمِدَ الله وأثنَى عَليهِ ثم قالَ:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" إن الشَّمس و القَمَر آيتانِ مِنْ آيَاتِ الله لاَ تنْخَسِفَانِ لِمَوتِ أحد. وَلاَ لِحَيَاتِهِ. فَإذَا رَأيتمْ ذلك فَادعُوا الله وَكبروا وَصَلُّوا وَتَصَدَّ قوا".&lt;br /&gt;ثم قال: " يَا أمةَ مُحمَّد " : والله مَا مِنْ أحَد أغَْيَرُ مِنَ الله سُبْحَانَهُ من أن يَزْنَي عَبْدُهُ أوْ تَزني أمَتُهُ. يَا أمةَ مُحَمد، وَالله لو تَعْلمُونَ مَا أعلم لضَحكْتُمْ قَليلاً وَلَبَكَيتم كثِيراً ".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Aisyah, beliau menuturkan bahwa gerhana matahari pernah terjadi pada masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lantas beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bangkit dan mengimami manusia dan beliau memanjangkan berdiri. Kemuadian beliau ruku’ dan memperpanjang ruku’nya. Kemudian beliau berdiri lagi dan memperpanjang berdiri tersebut namun lebih singkat dari berdiri yang sebelumnya. Kemudian beliau ruku’ kembali dan memperpanjang ruku’ tersebut namun lebih singkat dari ruku’ yang sebelumnya. Kemudian beliau sujud dan memperpanjang sujud tersebut. Pada raka’at berikutnya, beliau mengerjakannya seperti raka’at pertama. Lantas beliau beranjak (usai mengerjakan shalat tadi), sedangkan matahari telah nampak.&lt;br /&gt;Setelah itu beliau berkhotbah di hadapan orang banyak, beliau memuji dan menyanjung Allah, kemudian bersabda,&lt;br /&gt;”Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah. Gerhana ini tidak terjadi karena kematian seseorang atau lahirnya seseorang. Jika melihat hal tersebut maka berdo’alah kepada Allah, bertakbirlah, kerjakanlah shalat dan bersedekahlah.”&lt;br /&gt;Nabi selanjutnya bersabda,&lt;br /&gt;”Wahai umat Muhammad, demi Allah, tidak ada seorang pun yang lebih cemburu daripada Allah karena ada seorang hamba baik laki-laki maupun perempuan yang berzina. Wahai Umat Muhammad, demi Allah, jika kalian mengetahui yang aku ketahui, niscaya kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis.”16&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khutbah yang dilakukan adalah sekali sebagaimana shalat ’ied, bukan dua kali khutbah. Inilah pendapat yang benar sebagaimana dipilih oleh Imam Asy Syafi’i.17&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tata Cara Shalat Gerhana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shalat gerhana dilakukan sebanyak dua raka’at dan ini berdasarkan kesepakatan para ulama. Namun, para ulama berselisih mengenai tata caranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang mengatakan bahwa shalat gerhana dilakukan sebagaimana shalat sunnah biasa, dengan dua raka’at dan setiap raka’at ada sekali ruku’, dua kali sujud. Ada juga yang berpendapat bahwa shalat gerhana dilakukan dengan dua raka’at dan setiap raka’at ada dua kali ruku’, dua kali sujud. Pendapat yang terakhir inilah yang lebih kuat sebagaimana yang dipilih oleh mayoritas ulama.18&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini berdasarkan hadits-hadits tegas yang telah kami sebutkan:&lt;br /&gt;“Aisyah radhiyallahu ‘anha menuturkan bahwa pada zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah terjadi gerhana matahari. Beliau lalu mengutus seseorang untuk menyeru ‘ASH SHALATU JAMI’AH’ (mari kita lakukan shalat berjama’ah). Orang-orang lantas berkumpul. Nabi lalu maju dan bertakbir. Beliau melakukan empat kali ruku’ dan empat kali sujud dalam dua raka’at.”19&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aisyah menuturkan bahwa gerhana matahari pernah terjadi pada masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lantas beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bangkit dan mengimami manusia dan beliau memanjangkan berdiri. Kemuadian beliau ruku’ dan memperpanjang ruku’nya. Kemudian beliau berdiri lagi dan memperpanjang berdiri tersebut namun lebih singkat dari berdiri yang sebelumnya. Kemudian beliau ruku’ kembali dan memperpanjang ruku’ tersebut namun lebih singkat dari ruku’ yang sebelumnya. Kemudian beliau sujud dan memperpanjang sujud tersebut. Pada raka’at berikutnya beliau mengerjakannya seperti raka’at pertama. Lantas beliau beranjak (usai mengerjakan shalat tadi), sedangkan matahari telah nampak.”20&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ringkasnya, tata cara shalat gerhana -sama seperti shalat biasa dan bacaannya pun sama-, urutannya sebagai berikut.&lt;br /&gt;[1] Berniat di dalam hati dan tidak dilafadzkan karena melafadzkan niat termasuk perkara yang tidak ada tuntunannya dari Nabi kita shallallahu ’alaihi wa sallam dan beliau shallallahu ’alaihi wa sallam juga tidak pernah mengajarkannya lafadz niat pada shalat tertentu kepada para sahabatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[2] Takbiratul ihram yaitu bertakbir sebagaimana shalat biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[3] Membaca do’a istiftah dan berta’awudz, kemudian membaca surat Al Fatihah dan membaca surat yang panjang (seperti surat Al Baqarah) sambil dijaherkan (dikeraskan suaranya, bukan lirih) sebagaimana terdapat dalam hadits Aisyah:&lt;br /&gt;جَهَرَ النَّبِىُّ - صلى الله عليه وسلم - فِى صَلاَةِ الْخُسُوفِ بِقِرَاءَتِهِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam menjaherkan bacaannya ketika shalat gerhana.” (HR. Bukhari no. 1065 dan Muslim no. 901)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[4] Kemudian ruku’ sambil memanjangkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[5] Kemudian bangkit dari ruku’ (i’tidal) sambil mengucapkan ’SAMI’ALLAHU LIMAN HAMIDAH, RABBANA WA LAKAL HAMD’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[6] Setelah i’tidal ini tidak langsung sujud, namun dilanjutkan dengan membaca surat Al Fatihah dan surat yang panjang. Berdiri yang kedua ini lebih singkat dari yang pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[7] Kemudian ruku’ kembali (ruku’ kedua) yang panjangnya lebih pendek dari ruku’ sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[8] Kemudian bangkit dari ruku’ (i’tidal).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[9] Kemudian sujud yang panjangnya sebagaimana ruku’, lalu duduk di antara dua sujud kemudian sujud kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[10] Kemudian bangkit dari sujud lalu mengerjakan raka’at kedua sebagaimana raka’at pertama hanya saja bacaan dan gerakan-gerakannya lebih singkat dari sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[11] Tasyahud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[12] Salam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[13] Setelah itu imam menyampaikan khutbah kepada para jama’ah yang berisi anjuran untuk berdzikir, berdo’a, beristighfar, sedekah, dan membebaskan budak. 21&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasehat Terakhir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku, takutlah dengan fenomena alami ini. Sikap yang tepat ketika fenomena gerhana ini adalah takut, khawatir akan terjadi hari kiamat. Bukan kebiasaan orang seperti kebiasaan orang sekarang ini yang hanya ingin menyaksikan peristiwa gerhana dengan membuat album kenangan fenomena tersebut, tanpa mau mengindahkan tuntunan dan ajakan Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam ketika itu. Siapa tahu peristiwa ini adalah tanda datangnya bencana atau adzab, atau tanda semakin dekatnya hari kiamat. Lihatlah yang dilakukan oleh Nabi kita shallallahu ’alaihi wa sallam:&lt;br /&gt;عَنْ أَبِى مُوسَى قَالَ خَسَفَتِ الشَّمْسُ فِى زَمَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- فَقَامَ فَزِعًا يَخْشَى أَنْ تَكُونَ السَّاعَةُ حَتَّى أَتَى الْمَسْجِدَ فَقَامَ يُصَلِّى بِأَطْوَلِ قِيَامٍ وَرُكُوعٍ وَسُجُودٍ مَا رَأَيْتُهُ يَفْعَلُهُ فِى صَلاَةٍ قَطُّ ثُمَّ قَالَ « إِنَّ هَذِهِ الآيَاتِ الَّتِى يُرْسِلُ اللَّهُ لاَ تَكُونُ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلاَ لِحَيَاتِهِ وَلَكِنَّ اللَّهَ يُرْسِلُهَا يُخَوِّفُ بِهَا عِبَادَهُ فَإِذَا رَأَيْتُمْ مِنْهَا شَيْئًا فَافْزَعُوا إِلَى ذِكْرِهِ وَدُعَائِهِ وَاسْتِغْفَارِهِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Musa Al Asy’ari radhiyallahu ‘anhu menuturkan, ”Pernah terjadi gerhana matahari pada zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Nabi lantas berdiri takut karena khawatir akan terjadi hari kiamat, sehingga beliau pun mendatangi masjid kemudian beliau mengerjakan shalat dengan berdiri, ruku’ dan sujud yang lama. Aku belum pernah melihat beliau melakukan shalat sedemikian rupa.”&lt;br /&gt;Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam lantas bersabda,”Sesungguhnya ini adalah tanda-tanda kekuasaan Allah yang ditunjukkan-Nya. Gerhana tersebut tidaklah terjadi karena kematian atau hidupnya seseorang. Akan tetapi Allah menjadikan demikian untuk menakuti hamba-hamba-Nya. Jika kalian melihat sebagian dari gerhana tersebut, maka bersegeralah untuk berdzikir, berdo’a dan memohon ampun kepada Allah.”22&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;An Nawawi rahimahullah menjelaskan mengenai maksud kenapa Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam takut, khawatir terjadi hari kiamat. Beliau rahimahullah menjelaskan dengan beberapa alasan, di antaranya:&lt;br /&gt;Gerhana tersebut merupakan tanda yang muncul sebelum tanda-tanda kiamat seperti terbitnya matahari dari barat atau keluarnya Dajjal. Atau mungkin gerhana tersebut merupakan sebagian tanda kiamat. 23&lt;br /&gt;Hendaknya seorang mukmin merasa takut kepada Allah, khawatir akan tertimpa adzab-Nya. Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam saja sangat takut ketika itu, padahal kita semua tahu bersama bahwa beliau shallallahu ’alaihi wa sallam adalah hamba yang paling dicintai Allah. Lalu mengapa kita hanya melewati fenomena semacam ini dengan perasaan biasa saja, mungkin hanya diisi dengan perkara yang tidak bermanfaat dan sia-sia, bahkan mungkin diisi dengan berbuat maksiat. Na’udzu billahi min dzalik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian penjelasan ringkas kami mengenai shalat gerhana . Semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Footnote:&lt;br /&gt;1 Sumber bacaan: detik.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2 HR. Bukhari no. 1047&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3 HR. Bukhari no. 1060 dan Muslim no. 904&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4 HR. Bukhari no. 1047&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5 HR. Bukhari no. 1044&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6 HR. Bukhari no. 1050&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7 Lihat Shohih Fiqh Sunnah, 1/343&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8 Fathul Bari, 4/10&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9 HR. Bukhari no. 1043&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10 Syarhul Mumthi’, 2/430&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11 HR. Bukhari no. 1053&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12 Fathul Bari, 4/6&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13 Lihat Shohih Fiqh Sunnah, 1/345&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14 HR. Muslim no. 901&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15 Lihat Shohih Fiqh Sunnah, 1/435&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16 HR. Bukhari, no. 1044&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17 Lihat Syarhul Mumthi’, 2/433&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18 Lihat Shohih Fiqh Sunnah, 1/435-437&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19 HR. Muslim no. 901&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20 HR. Bukhari, no. 1044&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21 Lihat Zaadul Ma’ad, Ibnul Qayyim, 349-356, Darul Fikr dan Shohih Fiqih Sunnah, 1/438&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22 HR. Muslim no. 912&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;23 Syarh Muslim, 3/322&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal&lt;br /&gt;Artikel  :  &lt;a target="_blank" href="http://www.rumaysho.com/hukum-islam/shalat/2852-panduan-shalat-gerhana-.html" title="Rumaysho.com"&gt;Rumaysho.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Wisma MTI, Pogung Kidul, sekretariat YPIA, 14 Muharram 1431 H&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/908102935618754628-1157954750383035028?l=abufarras.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abufarras.blogspot.com/feeds/1157954750383035028/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abufarras.blogspot.com/2011/06/panduan-shalat-gerhana.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/908102935618754628/posts/default/1157954750383035028'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/908102935618754628/posts/default/1157954750383035028'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abufarras.blogspot.com/2011/06/panduan-shalat-gerhana.html' title='Panduan Shalat Gerhana'/><author><name>Abu Farras</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00721574642806691527</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/-U1mwVFK_flo/TiOiUY3w3vI/AAAAAAAAAMg/UA3UrwcXRMY/s220/30.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-owQ2YHYmOn4/TfmnTFEt7NI/AAAAAAAAALc/LiYsa0MacA4/s72-c/gerhana+bulan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-908102935618754628.post-4933056639923868011</id><published>2011-06-11T05:47:00.000+07:00</published><updated>2011-06-11T05:47:14.416+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Muhasabah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nasehat'/><title type='text'>5 Tips Jitu Berdakwah di Facebook</title><content type='html'>Saat ini facebook adalah situs jejaring sosial yang paling populer di Indonesia. Menurut data yang bersumber dari checkfb.com, Indonesia berada di peringkat ke-7 jumlah pengguna facebook terbanyak di dunia dan kedua di Asia dengan jumlah  11.759.980 pengguna per minggu, 8 November 2009 pukul 05.30 WIB. [1]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, masih sedikit sekali kaum muslimin yang memanfaatkan facebook untuk berdakwah. Pada umumnya, aktivitas pengguna facebook tidak terlalu bermanfaat khususnya untuk kehidupan akhirat, seperti update status, mengomentari status teman, wall to wall, bertukar graffiti, dll.&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://lh5.googleusercontent.com/-wZPcrnyE7OI/TWvHRsjzcAI/AAAAAAAAAJ0/G55mr10L0iQ/s1600/Berdakwah+Dg+Facebook-Muhasabah.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://lh5.googleusercontent.com/-wZPcrnyE7OI/TWvHRsjzcAI/AAAAAAAAAJ0/G55mr10L0iQ/s1600/Berdakwah+Dg+Facebook-Muhasabah.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;“Di antara kebaikan Islam seseorang ialah meninggalkan apa yang tidak bermanfaat baginya.” &lt;br /&gt;(HR. Tirmidzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Ibnu Utsaimin berkata : Manusia semestinya meninggalkan apa yang tidak berguna baginya, baik dalam urusan dunia maupun akhiratnya. Karena hal itu lebih memelihara waktunya, lebih selamat untuk agamanya, dan lebih mudah untuk menutupi kekurangannya. Seandainya ia campur tangan dalam berbagai urusan manusia yang tidak berguna baginya niscaya ia penat. Tetapi jika ia berpaling darinya dan tidak sibuk kecuali pada apa yang berguna baginya, maka itu menjadi ketentraman dan ketenangan baginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sungguh beruntung orang-orang yang beriman, (yaitu) orang yang khusyuk dalam shalatnya dan orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tidak berguna.“ &lt;br /&gt;(QS. Al-Mu’minun 1-3)&lt;br /&gt;Yaitu orang yang berpaling dari setiap yang tidak bermanfaat baginya, dari perkataan yang hina seperti berkata dusta, senda gurau, dan mencela.[2]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, &lt;b&gt;apa saja yang bisa kita lakukan agar aktivitas  facebook kita menjadi lebih bermanfaat ? Baiklah, ada 5 tips sederhana yang bisa kita lakukan,&lt;/b&gt; yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1. Mengupdate status dan membuat signature dengan ayat Al-Qur’an dan Hadits&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Qur’an dan Sunnah adalah pedoman hidup umat islam. Alangkah baiknya jika status yang kita update dan signature yang kita buat berisi dua hal tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda :“Telah aku tinggalkan dua hal untuk kalian, yang kalian tidak akan pernah tersesat setelahnya selama kalian berpegang teguh pada keduanya, yaitu kitabullah dan sunnahku. Dan kalian tidak akan pernah berpisah sampai kalian menemui telagaku (di hari kiamat kelak).” &lt;br /&gt;(Dikeluarkan oleh Imam Malik dan Hakim, dan beliau menshahihkannya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kita memperbarui status atau menyisipkan signature saat mengomentari pesan dinding atau membalas pesan  maka teman yang melihat profil kita pun akan membaca ayat Al-Qur’an atau Hadits yang kita cantumkan. Mungkin tanpa kita sadari, diantara teman-teman yang telah membaca status/signature kita, ada yang mendapat hidayah dari Allah SWT untuk mengamalkan apa yang telah mereka baca dalam kehidupan sehari-hari. Maka kita pun akan menjadi orang-orang yang mendapatkan keberuntungan dan kemuliaan atas apa yang telah kita lakukan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang berbunyi :“Barangsiapa mengajak (manusia) kepada petunjuk, maka baginya pahala seperti pahala orang yang mengikutinya tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun…” &lt;br /&gt;(HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2. Membuat grup&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Apabila kita ingin berdakwah dengan jumlah objek dakwah yang banyak,  membuat grup adalah pilihan yang tepat. Hal ini disebabkan oleh fitur-fitur yang disediakan sangatlah mendukung. Grup seperti apa yang bisa kita buat? Sebagai contoh, kita berdomisili di Jakarta Timur maka kita bisa membuat grup Muslim Jakarta Timur. Di grup ini, kita bisa mengundang semua teman yang kita miliki, tidak terkecuali non muslim (karena ada kemungkinan mereka mendapatkan hidayah islam). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, kita bisa memanfaatkan fitur forum diskusi untuk membuat topik yang berjudul konsultasi syari’ah (bekerjasama dengan ustadz) sehingga para anggota grup dapat berkonsultasi dengan  ustadz yang bersangkutan. Selanjutnya, sebagai seorang admin grup kita juga bisa mengirimkan pesan yang berisi artikel islami,  link download e-book, audio, video, software islami gratis, dll  (Referensi situs download content islam gratis disini) ke seluruh anggota grup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3. Membuat note&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita bisa memanfaatkan note sebagai media dakwah dengan cara menulis artikel lalu membagikannya kepada teman-teman kita.  Namun, apabila kita belum memiliki kemampuan untuk menulis artikel islami sendiri, kita dapat menyalin artikel dari website para ustadz dengan mencantumkan link sumber artikel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;4. Memberi nasihat kepada teman yang sedang berulang tahun&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada umumnya, kalimat yang paling sering diucapkan kepada teman yang sedang berulang tahun adalah “Happy birthday, happy bornday, wish u all the best, dsb”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai seorang muslim hendaknya kita memberi nasihat yang lebih bermanfaat seperti :“Allah tidak akan menunda(kematian) seseorang apabila waktu kematiaanya telah datang. Dan Allah Mahateliti atas apa yang kamu kerjakan.” &lt;br /&gt;(QS. Munafiquun 11)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Yang paling banyak mengingat mati dan paling baik persiapannya untuk menghadapi kematian, mereka itulah orang yang cerdas lagi berakhlak yang baik.” &lt;br /&gt;(HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga mereka akan sadar betapa umurnya semakin berkurang dan pentingnya mengevaluasi perbuatan yang telah dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;5. Memberikan undangan majelis ilmu&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda,“Apabila kalian berjalan melewati taman-taman surga, perbanyaklah berdzikir.” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah yang dimaksud taman-taman surga itu?” Beliau menjawab, “Yaitu halaqah-halaqah dzikir(majelis ilmu).” &lt;br /&gt;(HR. Tirmidzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhanallah, betapa dahsyatnya majelis ilmu. Oleh karena itu, apabila kita memiliki informasi tentang majelis ilmu maka undanglah teman-teman kita untuk hadir di taman-taman surga tersebut dengan memanfaatkan fasilitas aplikasi acara di facebook.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai saudaraku!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kamu menjumpai kekurangan, maka tutuplah celahnya. Mahaagung Dzat yang tidak memiliki aib dan Mahatinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu’alam bishshowab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:&lt;br /&gt;1. www.checkfb.com&lt;br /&gt;2. Tafsir Maraaghi (VI/268), DAR al- KOTOB al-ILMIYAH Beirut &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Posting Ulang Dari :&lt;a target="_blank" href="http://ibnujohar.wordpress.com/2009/11/11/5-tips-jitu-berdakwah-di-facebook/" title="ibnujohar.wordpress.com"&gt;ibnujohar.wordpress.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/908102935618754628-4933056639923868011?l=abufarras.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abufarras.blogspot.com/feeds/4933056639923868011/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abufarras.blogspot.com/2011/06/5-tips-jitu-berdakwah-di-facebook.html#comment-form' title='7 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/908102935618754628/posts/default/4933056639923868011'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/908102935618754628/posts/default/4933056639923868011'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abufarras.blogspot.com/2011/06/5-tips-jitu-berdakwah-di-facebook.html' title='5 Tips Jitu Berdakwah di Facebook'/><author><name>Abu Farras</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00721574642806691527</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/-U1mwVFK_flo/TiOiUY3w3vI/AAAAAAAAAMg/UA3UrwcXRMY/s220/30.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='https://lh5.googleusercontent.com/-wZPcrnyE7OI/TWvHRsjzcAI/AAAAAAAAAJ0/G55mr10L0iQ/s72-c/Berdakwah+Dg+Facebook-Muhasabah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-908102935618754628.post-7105623348384849920</id><published>2011-06-07T06:14:00.000+07:00</published><updated>2011-06-07T06:14:01.569+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Permata Hati'/><title type='text'>Mendidik Bukan Hanya Sekedar Menyekolahkan!</title><content type='html'>Penulis: Ummu Ayyub&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muroja’ah: Ustadz Subhan Khadafi, Lc.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Data sensus penduduk di negeri ini menunjukkan bahwa sebagian besar penduduknya beragama islam. Ini adalah sebuah realita yang seharusnya dengannya kita bisa melihat adanya sebuah generasi yang tangguh, tetapi ternyata tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita lihat keadaan diri dan anak-anak kita. Kenyataannya masih sangat sedikit yang benar-benar serius memperhatikan pendidikan. Sebagian besar acuh dan tidak peduli…&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-qztNGZJSx-s/Te1eMks-QWI/AAAAAAAAALY/-DGO4ETja_E/s1600/20.jpg" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="130" width="98" src="http://4.bp.blogspot.com/-qztNGZJSx-s/Te1eMks-QWI/AAAAAAAAALY/-DGO4ETja_E/s320/20.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Mungkin banyak yang merasa keberatan dengan pernyataan di atas dan menyanggah: “TIDAK! Saya memperhatikan pendidikan anak-anak saya! Saya akan melakukan segalanya demi pendidikan mereka. Seandainya harus menjual tanah, saya akan melakukannya untuk bisa menyekolahkan mereka sampai jadi sarjana! Biarpun saya cuma lulusan SMP, tapi saya ingin anak saya berpendidikan tinggi!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti inilah yang kebanyakan kita pahami tentang kewajiban mendidik anak, yaitu menyekolahkan anak sampai tinggi, atau bagaimana supaya anak menjadi cerdas, pintar, dan tidak gagap teknologi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk bisa menyekolahkan anak sampai sarjana, kita rela menjual tanah atau cari hutangan tapi untuk agama mereka kita tidak peduli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita bisa geger ketika melihat nilai matematika anak kita dapat angka 3, lalu segera keliling cari tempat kursus yang bagus untuknya. Tapi kita tidak peduli (baca: tidak geger) ketika anak kita diajari pelajaran PPKN di sekolah; anak kita diajari bahwa agama di Indonesia ini ada lima dan semua agama itu sama. Semuanya mengajarkan kebaikan, jadi harus saling menghormati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal telah nyata kebenaran bahwa agama yang Allah subhanahu wa ta’ala ridhoi hanyalah islam. Kata “hanyalah” menunjukkan bahwa tidak ada yang lain. Hal ini termasuk hal yang besar bagi seorang muslim yang tidak layak untuk disepelekan karena ini menyangkut aqidah seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebanyakan dari kita, seandainya pun memperhatikan kelakuan anak, berkelakuan baik yang dimaksud tolok ukurnya adalah masyarakat. Jadi ketika melihat putri kesayangan jalan-jalan ke mall dengan pakaian ‘pas-pasan’ bersama teman laki-lakinya, ini -menurut pengertian di sini- masih termasuk dalam kriteria ‘berkelakuan baik dan tidak nakal’ karena masyarakat menganggap wajar bagi seorang ABG. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau ketika putra kesayangan membeli majalah untuk melihat horoscope (ramalan bintang), ini juga masih masuk dalam kriteria ‘berkelakuan baik dan tidak nakal’ karena masyarakat juga menganggap ini adalah hal yang lumrah. Padahal jika dilihat dari tolok ukur yang benar, keduanya bertentangan dengan syariat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Wahai para pendidik!&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap mendidik yang seperti ini secara tidak langsung seperti kita mengatakan pada anak kita: “Wahai anakku! Kejarlah duniamu! Lupakan akhiratmu!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal tentang kehidupan dunia Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Seandainya dunia sebanding dengan satu sayap sayap lalat di sisi Allah, niscaya Dia tidak akan memberikan seteguk air pun bagi seorang kafir.” &lt;br /&gt;(HR. At-Tirmidzi, dia berkata, “Hadits hasan shahih”)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan Allah membenci orang yang pandai dalam urusan dunia tapi bodoh dalam urusan akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda yang artinya:“Sesungguhnya Allah membenci setiap orang yang pandai dalam urusan dunia namun bodoh dalam urusan akhiratnya.” &lt;br /&gt;(Shahih Jami’ Ash Shaghir)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah subhanahu wa ta’ala berfirman yang artinya:“Mereka hanya mengetahui yang lahir (saja) dari kehidupan dunia, sedang mereka tentang (kehidupan) akhirat adalah lalai.” &lt;br /&gt;(QS. Ar Rum:7)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat di atas merupakan peringatan keras bagi orang yang hanya mementingkan urusan dunia sedangkan urusan akhiratnya dilupakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun para ulama menafsirkan ayat tersebut sebagai berikut,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Katsir rahimahullah berkata: “Umumnya manusia tidak memiliki ilmu melainkan ilmu duniawi. Memang mereka maju dalam bidang usaha, akan tetapi hati mereka tertutup, tidak bisa mempelajari ilmu dienul islam untuk kebahagiaan akhirat mereka.” &lt;br /&gt;(Tafsir Ibnu Katsir 3/428)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di rahimahullah berkata: “Pikiran mereka hanya terpusat kepada urusan dunia sehingga lupa urusan akhiratnya. Mereka tidak berharap masuk surga dan tidak takut neraka. Inilah tanda kehancuran mereka, bahkan dengan otaknya mereka bingung dan gila. Usaha mereka memang menakjubkan seperti membuat atom, listrik, angkutan darat, laut dan udara. Sungguh menakjubkan pikiran mereka, seolah-olah tidak ada manusia yang mampu menandinginya, sehingga orang lain menurut pandangan mereka adalah hina. Akan tetapi ingatlah! Mereka itu orang yang paling bodoh dalam urusan akhirat dan tidak tahu bahwa kepandaiannya akan merusak dirinya. Yang tahu kehancuran mereka adalah insan yang beriman dan berilmu. Mereka itu bingung karena menyesatkan dirinya sendiri. Itulah hukuman Allah bagi orang yang melalaikan urusan akhiratnya, akan dilalaikan oleh Allah ‘azza wa jalla dan tergolong orang fasik. Andaikan mereka mau berpikir bahwa semua itu adalah pemberian Allah ‘azza wa jalla dan kenikmatan itu disertai dengan iman, tentu hidup mereka bahagia. Akan tetapi lantaran dasarnya yang salah, mengingkari karunia Allah, tidaklah kemajuan urusan dunia mereka melainkan untuk merusak dirinya sendiri.” &lt;br /&gt;(Taisir Karimir Rahman 4/75)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia oh… dunia!&lt;br /&gt;Membuat lalai para pengejarnya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikanlah dalam hadis ini bagaimana Allah subhanahu wa ta’ala mengancam dengan kehinaan jika umat islam sibuk dalam urusan dunia dan lalai dari urusan akhirat!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan oleh ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bahwa beliau bersabda yang artinya:“Apabila kalian berjual beli dengan sistem ‘inah (satu barang dengan dua harga-termasuk salah satu jenis riba) dan kalian sibuk dengan urusan peternakan serta urusan pertanian dan kalian meninggalkan jihad, niscaya Allah akan timpakan kerendahan kepada kalian yang tidak akan dicabut dari kalian sebelum kalian kembali kepada agama kalian.” &lt;br /&gt;(Riwayat Abu Daud (3462) dan riwayat ini shahih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Wahai pendidik!&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengangkat umat ini dari kehinaan Allah telah memberi solusi, yaitu dengan kembali pada dien yang lurus. Kondisi kaum muslimin saat ini masih jauh dari nilai-nilai islam. Kita bisa melihat saat adzan dzuhur dikumandangkan, masjid-masjid sepi dari para jamaah padahal pada waktu yang bersamaan pasar-pasar dan jalan-jalan ramai dipenuhi oleh kaum muslimin. Kita juga bisa melihat orang-orang yang berusaha untuk berpegang teguh pada sunnah dianggap aneh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti misalnya celana cingkrang (di atas mata kaki), jenggot, jilbab syar’i, tidak mau berjabat tangan dengan lawan jenis, menjauh dari ibadah-ibadah yang tidak ada contohnya dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan masih banyak lagi. Ini adalah keadaan yang menyedihkan karena syariat islam dipandang asing oleh pemeluknya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita belajar dari doa Nabi Ibrohim ‘alaihissalam. Ketika beliau berdoa tentang anak dan keturunannya, pandangannya jauh kedepan. Tidak sekedar pada kenikmatan-kenikmatan dunia. Tetapi yang beliau harapkan adalah agar Allah menjadikan mereka sebagai umat yang tunduk patuh pada-Nya, mengutus rasul pada mereka sehingga tidak tersesat dalam kegelapan, menjauhkan mereka dari dosa terbesar yang membinasakan (syirik).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah wahai para pendidik!&lt;br /&gt;Tujuan kita adalah tujuan yang mulia!&lt;br /&gt;Mengajak generasi meniti jalan yang lurus untuk meraih kebahagiaan dunia dan akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan kita bukan sekedar berapa nilai matematika anak kita, bagaimana kemampuan bahasa inggrisnya, dapat rangking berapa, bisa masuk universitas mana, bisa kerja dimana, bisa belikan kita mobil berapa, atau bisa jadi pejabat tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak sependek itu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak sekedar anak kita bisa menyelesaikan ujian akhir semester dengan sukses dan melupakan yang lain padahal ada ujian yang menanti yang jauh lebih besar ketika kita ditanya siapa Robbmu, apa agamamu, dan siapa nabimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka seharusnya kita segera mempersiapkan diri.&lt;br /&gt;Mendidik diri-diri kita dan keluarga untuk kembali pada dien ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menempuh jalan yang lurus meski jalan itu terasa asing karena sedikitnya pengikut.&lt;br /&gt;Kembali pada al Quran dan as Sunnah dengan pemahaman salafush sholih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terangkatnya kemuliaan umat ini adalah dengan kembali pada dien yang lurus. Bukan dengan harta atau kekuasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seandainya mulia itu dengan kekuasaan, tentu Fira’un termasuk ke dalam orang-orang yang mulia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seandainya mulia itu dengan harta, tentu Qorun lebih mulia dari kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita jadi sadar bahwa ternyata memang masih sedikit yang benar-benar memperhatikan pendidikan generasi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duhai pendidik sejati! Kemana harus dicari?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a’lam &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : &lt;a target="_blank" href="http://muslimah.or.id/akhlak-dan-nasehat/mendidik-bukan-hanya-sekedar-menyekolahkan.html" title="Muslimah.or.id"&gt;Muslimah.or.id&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/908102935618754628-7105623348384849920?l=abufarras.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abufarras.blogspot.com/feeds/7105623348384849920/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abufarras.blogspot.com/2011/06/mendidik-bukan-hanya-sekedar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/908102935618754628/posts/default/7105623348384849920'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/908102935618754628/posts/default/7105623348384849920'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abufarras.blogspot.com/2011/06/mendidik-bukan-hanya-sekedar.html' title='Mendidik Bukan Hanya Sekedar Menyekolahkan!'/><author><name>Abu Farras</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00721574642806691527</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/-U1mwVFK_flo/TiOiUY3w3vI/AAAAAAAAAMg/UA3UrwcXRMY/s220/30.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-qztNGZJSx-s/Te1eMks-QWI/AAAAAAAAALY/-DGO4ETja_E/s72-c/20.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-908102935618754628.post-3923815374282772437</id><published>2011-06-04T16:40:00.002+07:00</published><updated>2011-06-07T06:33:45.368+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sirah'/><title type='text'>Imam al-Bukhary Rahimahullah</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-CM371zcGOM4/TVxUyYX8KpI/AAAAAAAAAJI/jVY1C0LBIw4/s1600/Imam+Bukhari-Muhasabah.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-CM371zcGOM4/TVxUyYX8KpI/AAAAAAAAAJI/jVY1C0LBIw4/s1600/Imam+Bukhari-Muhasabah.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Muhammad Ibnu Abi Hatim berkata, “Saya terilham/menghafal hadits ketika masih dalam asuhan belajar.” Lalu saya bertanya, “Umur berapakah anda pada waktu itu?” Beliau menjawab, “Sepuluh tahun atau kurang.” &lt;br /&gt;(Riwayat al-Farbari dari Muhammad Ibnu Abi Hatim, seorang juru tulis al-Imam al-Bukhari).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Suatu ketika al-Imam al-Bukhari tiba di Baghdad. Kehadiran beliau didengar oleh para ahlul hadits negeri itu. Maka, berkumpullah mereka untuk menguji kehebatan hafalan beliau tentang hadits. &lt;span class="fullpost"&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syahdan para ulama tersebut sengaja mengumpulkan seratus buah hadits. Susunan, urutan dan letak matan serta sanad seratus hadits tersebut sengaja dibolak-balik. Matan dari sebuah sanad diletakkan untuk sanad lain, sementara suatu sanad dari sebuah matan diletakkan untuk matan lain dan begitulah seterusnya. Seratus buah hadits itu dibagikan kepada sepuluh orang tim penguji, hingga masing-masing mendapat bagian sepuluh buah hadits.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka tibalah ketetapan hari yang telah disepakati. Berbondong-bondonglah para ulama dan tim penguji itu, serta para ulama dari Khurasan dan negeri-negeri lain serta penduduk Baghdad menuju tempat yang telah ditentukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika suasana majlis telah menjadi tenang, salah seorang dari kesepuluh tim penguji mulai memberikan ujiannya. Beliau membacakan sebuah hadits yang telah dibolak-balik matan dan sanadnya kepada al-Imam al-Bukhari. Ketika ditanyakan kepada beliau, al Imam al-Bukhari menjawab, “Saya tidak kenal hadits itu.” Demikian seterusnya satu persatu dari kesepuluh hadits penguji pertama itu dibacakan, dan al-Imam al-Bukhari selalu menjawab, “Saya tidak kenal hadits itu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa ulama yang hadir saling berpandangan seraya bergumam, “Orang ini berarti faham.” Akan tetapi ada di kalangan mereka yang tidak mengerti, hingga menyimpulkan bahwa al-Imam al-Bukhari terbatas pengetahuannya dan lemah hafalannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang kedua maju. Beliau juga melontarkan sebuah hadits yang telah dibolak-balik sanad dan matannya, yang kemudian dijawab pula, “Saya tidak kenal hadits itu”. Begitulah, orang kedua ini pun membacakan sepuluh hadits yang menjadi bagiannya, dan seluruhnya dijawab beliau, “Saya tidak kenal hadist itu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah selanjutnya orang ketiga, keempat, kelima hingga sampai orang kesepuluh, semuanya membawakan masing-masing sepuluh hadits yang telah dibolak-balik matan dan sanadnya. Dan al-Imam al-Bukhari memberikan jawaban tidak lebih daripada kata-kata, “Saya tidak kenal hadits itu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah semuanya selesai menguji, beliau kemudian menghadap orang pertama seraya berkata, “Hadits yang pertama anda katakan begini, padahal yang benar adalah begini, lalu hadits anda yang kedua anda katakan begini padahal yang benar seperti ini. Begitulah seterusnya hingga hadits kesepuluh disebutkan oleh beliau kesalahan letak sanad serta matannya, dan kemudian dibetulkannya kesalahan itu hingga semua sanad dan matannya menjadi benar kedudukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula seterusnya yang dilakukan oleh al-Bukhari kepada para penguji berikutnya hingga sampai kepada penguji kesepuluh. Maka, orang-orang pun lantas mengakui serta menyatakan kehebatan hafalan serta kelebihan beliau. Al-Hafizh Ibnu Hajar al-‘Asqalani mengatakan, “Yang hebat bukanlah kemampuan al-Bukhari dalam mengembalikan kedudukan hadits-hadits yang salah, sebab beliau memang hafal, tetapi yang hebat justru hafalnya beliau terhadap kesalahan yang dilakukan oleh para penguji tersebut secara berurutan satu persatu hanya dengan sekali mendengar.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Siapakah al-Imam al-Bukhari&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau adalah Abu Abdillah, bernama Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin al-Mughirah bin Bardizbah al-Ja’fi. Kakek moyang Bardizbah (begitulah cara pengucapannya menurut Ibnu Hajar al-‘Asqalani) adalah orang asli Persia. Bardizbah, menurut penduduk Bukhara berarti petani. Sedangkan kakek buyutnya, al-Mughirah bin Bardizbah, masuk Islaam di tangan al-Yaman al-Ja’fi ketika beliau datang di Bukhara. Selanjutnya nama al-Mughirah dinisbatkan (disandarkan) kepada al-Ja’fi sebagai tanda wala’ kepadanya, yakni dalam rangka mempraktekkan pendapat yang mengatakan, bahwa seseorang yang masuk Islam, maka wala’nya kepada orang yang mengislamkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun mengenai kakeknya, Ibrahim bin al-Mughirah, Ibnu Hajar al-‘Asqalani mengatakan, “Kami tidak mengetahui (menemukan) sedikit pun tentang kabar beritanya.” Sedangkan tentang ayahnya, Ismail bin Ibrahim, Ibnu Hibban telah menuliskan tarjamah (biografi)-nya dalam kitabnya ats-Tsiqat (orang-orang yang tsiqah/terpercaya) dan beliau mengatakan, “Ismail bin Ibrahim, ayahnya al-Bukhari, mengambil riwayat (hadits) dari Hammad bin Zaid dan Malik. Dan riwayat Ismail diambil oleh ulama-ulama Irak.” Al-Hafizh Ibnu Hajar al-‘Asqalani juga telah menyebutkan riwayat hidup ismail ini di dalam Tahdzibut Tahdzib. Ismail bin Ibrahim wafat ketika Muhammad (al-Bukhari) masih kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kelahiran Dan Wafatnya&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilahirkan di Bukhara, sesudah shalat Jum’at pada tanggal 13 Syawal 194 H. Beliau dibesarkan dalam suasana rumah tangga yang ilmiah, tenang, suci dan bersih dari barang-barang haram. Ayahnya, Ismail bin Ibrahim, ketika wafat seperti yang diceritakan oleh Muhammad bin Abi Hatim, juru tulis al-Bukhari, bahwa aku pernah mendengar Muhammad bin Kharasy mengatakan, “Aku mendengar bahwa Ahid Hafs berkata, “Aku masuk menjenguk Ismail, bapaknya Abu Abdillah (al-Bukhari) ketika beliau menjelang wafat, beliau berkata, “Aku tidak mengenal dari hartaku barang satu dirham pun yang haram dan tidak pula satu dirham pun yang syubhat.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Bukhari wafat di Khartank sebuah desa di negeri Samarkhand, malam Sabtu sesudah shalat Isya’, bertepatan dengan malam Iedul fitri, tahun 256 H dan dikuburkan pada hari Iedul Fitri sesudah shalat Zhuhur. Beliau wafat dalam usia 62 tahun kurang 13 hari dengan meninggalkan ilmu yang bermanfaat bagi seluruh kaum muslimin, sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Katsir dalam al-Bidayah wan Nihayah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pertumbuhan Dan Perkembangannya&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika ayahnya wafat, beliau masih kecil, sehingga beliau besar dan dibesarkan dalam asuhan ibunya. Beliau mencari ilmu ketika masih kecil dan pernah menceritakan tentang dirinya seperti disebutkan oleh al-Farbari dari Muhammad bin Abi Hatim. Muhammad bin Abi Hatim berkata, “Aku pernah mendengar al-Bukhari mengatakan, “Aku diilhami untuk menghafal hadits ketika masih dalam asuhan mencari ilmu.” Lalu aku bertanya, “Berapa umur anda pada waktu itu?” Beliau menjawab, “Sepuluh tahun atau kurang… dan seterusnya hingga perkataan beliau, “Ketika aku menginjak umur enam belas tahun, aku telah hafal kitab-kitab karya Ibnul Mubarak dan Wakil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan aku pun tahu pernyataan mereka tentang Ash-hab (Ahlu) ra’yu”. Beliau berkata lagi, “Kemudian aku berangkat haji bersama ibuku dan saudaraku, setelah menginjak usia delapan belas tahun, aku telah menyusun kitab tentang sahabat dan tabi’in. Kemudian menyusun kitab tarikh di Madinah di samping kuburan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika malam terang bulan.” Beliau melanjutkan perkataannya, “Dan setiap kali ada nama dalam at-Tarikh tersebut, pasti aku mempunyai kisah tersendiri tentangnya, tetapi aku tidak menyukai jika kitabku terlalu panjang.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semenjak kecil beliau sibuk menggali ilmu dan mendengarkan hadits dari berbagai negeri, seperti di negerinya sendiri. Dan beliau telah beberapa kali mengunjungi Baghdad, hingga penduduk di sana mengakui kelebihannya dan penguasaannya terhadap ilmu riwayah dan dirayah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah, singkatnya beliau telah mengunjungi berbagai kota di Irak dalam rangka mencari ilmu hadits dari tokoh-tokoh negeri tersebut, misalnya Bashrah, Balkh, Kufah dan lain-lain. Beliau telah mendengarkan dan menggali hadits dari sejumlah banyak tokoh pembawa hadits. Diriwayatkan oleh Muhammad bin Abi Hatim, bahwasanya beliau berkata, “Aku tidak pernah menulis melainkan dari orang-orang yang mengatakan bahwa al-Iman adalah ucapan dan tindakan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Jumlah Hadits Yang Dihafal&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad bin Hamdawaih mengatakan, “Aku mendengar al-Bukhari berkata, bahwa aku hafal seratus ribu hadits shahih dan dua ratus ribu hadits tidak shahih.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kitab-Kitab Yang Disusun&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang paling pokok adalah kitab al-Jamiush shahih (Shahihul Bukhari) yaitu kitab hadits tershahih diantara kitab hadits lainnya. Selain itu beliau menyusun juga ktiab al-Adabul Mufrad, Raf’ul Yadain fish Shalah, al-Qira’ah khalfal Iman, Birrul Walidain, at-Tarikh ash-Shagir, Khalqu Af’aalil ‘Ibaad, adl-Dlu’afa (hadits-hadits lemah), al-Jaami’ al-Kabir, al-Musnad al-Kabir, at-Tafsir al-Kabir, Kitabul Asyribah, Kitabul Hibab, Asaami ash-Shahabah (Nama-nama para shahabat) dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Contoh Kekaguman Orang Terhadap Al-Bukhari&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Al-Imam al-Bukhari rahimahullah, merupakan barometer bagi guru-gurunya dan manusia yang tahu dan hidup pada zamannya maupun sesudahnya. al-Imam al-Hafizh adz-Dzahabi dan al-Hafizh Ibnu Hajar al-‘Asqalani telah menyebutkan secara khusus tentang pujian dan jasa-jasa beliau dalam kitabnya masing-masing. Adz-Dzahabi dalam Tadzkiratul huffaazh dan Ibnu Hajar dalam Tahdzibut Tahdzib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini beberapa contoh pujian dan kekaguman mereka. Muhammad bin Abi Hatim mengatakan, bahwa aku mendengar Yahya bin Ja’far al-Baikundi berkata, “Seandainya aku mampu menambahkan umur Muhammad bin Ismail (al-Bukhari) dengan umurku, niscaya aku lakukan sebab kematianku hanyalah kematian seorang sedangkan kematiannya berarti lenyapnya ilmu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raja’ bin Raja’ mengatakan, “Dia, yakni al-Bukhari, merupakan satu ayat di antara ayat-ayat Allah yang berjalan di atas permukaan bumi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Abdullah al-Hakim dalam Tarikh Naisabur berkata, “Dia adalah Imam Ahlul hadits, tidak ada seorang pun di antara Ahlul Naql yang mengingkarinya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Shahihul Jami’ Atau Shahih Bukhari&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seluruh hadits yang termuat di dalamnya adalah hadits-hadits shahih yang telah tetap dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Bahkan semua Mu’allaqaat dalam Shahih al-Bukhari dinyatakan shahih oleh para ulama Ahlul hadits. Adapun contoh pernyataan ulama tentang Shahih al-Bukhari seperti dikatakan al-Hafizh Ibnu Katsir dalam al-Bidaayah wan Nihaayah, “Para ulama telah bersepakat menerimanya (yakni Shahihul Bukhari) dan menerima keshahihan apa-apa yang ada di dalamnya, demikian pula seluruh ahlul Islam.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi Shahih al-Bukhari adalah kitab tershahih setelah al-Qur’an sebagaimana disebutkan dan disepakati oleh para ulama, di antaranya oleh as-Subakti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Terusirnya Imam Al-Bukhari Dari Bukhara&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Ghonjar mengatakan dalam kitab Tarikhnya, “Aku mendengar Ahmad bin Muhammad bin Umar berkata, “Aku mendengar Bakar bin Munir mengatakan, “Amir Khalid bin Ahmad Adz-Dzuhail, amir penguasa Bukhara, mengirim utusan kepada Muhammad bin Ismail, yang isinya, “Bawalah padaku kitab Jaami’ush Shahih dan at-Tarikh supaya aku bisa mendengar dari kamu.” Maka, berkatalah al-Bukhari kepada utusan tersebut, “Katakanlah kepadanya bahwa sesungguhnya aku tidak akan merendahkan ilmu dan aku tidak akan membawa ilmuku itu ke hadapan pintu para sultan. Apabila dia butuh (jika ilmu itu dikehendaki), maka hendaknya dia datang kepadaku di masjidku atau di rumahku. Kalau hal ini tidak menyenangkan wahai sultan, maka laranglah aku untuk mengadakan majlis ilmu, supaya pada hari kiamat aku punya alasan di hadapan Allah bahwa aku tidak menyembunyikan ilmu.” Ghonjar mengatakan, “Inilah yang menyebabkan terjadinya krisis di antara keduanya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Hakim berkata, “Aku mendengar Muhammad bin al-‘Abbas adh-Dhobby mengatakan, “Aku mendengar Abu Bakar bin Abu Amr berkata, “Perginya Abu Abdillah al-Bukhari dari negeri Bukhara disebabkan Khalid bin Ahmad Khalifah bin Thahir meminta beliau untuk hadir di rumahnya supaya membacakan kitab at-Tarikh dan al-Jaami’ush Shahih kepada anak-anaknya, tapi beliau menolak. Beliau katakan, “Aku tidak mempunyai waktu jika hanya orang-orang khusus yang mendengarkannya (mendengarkan ilmuku, pen). Maka Khalid bin Ahmad meminta tolong kepada Harits bin Abi al-Warqa` dan lainnya dari penduduk Bukhara untuk bicara mempermasalahkan madzhabnya. Akhirnya Khalid bin Ahmad mengusir beliau dari Bukhara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah sekelumit tentang Imam Bukhari, beliau juga pernah difitnah sebagai orang yang mengatakan, bahwa bacaanku terhadap al-Qur’an adalah makhluk. Padahal beliau tidak mengatakan demikian dan bahkan secara tegas beliau membantah bahwa orang yang membawa berita tersebut adalah pendusta. Beliau bahkan mengatakan, “Bahwa al-Qur’an adalah kalamullah bukan makhluk, sedangkan perbuatan-perbuatan hamba adalah makhluk.” &lt;br /&gt;(lihat Hadyu as-Sari Muqadimah Fathul Bari bagian akhir halaman 490-491).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a’lam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikutip dari MyQuran..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : &lt;a target="_blank" href="http://aliph.wordpress.com " title="aliph.wordpress.com s"&gt;aliph.wordpress.com &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/908102935618754628-3923815374282772437?l=abufarras.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abufarras.blogspot.com/feeds/3923815374282772437/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abufarras.blogspot.com/2011/06/imam-al-bukhary-rahimahullah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/908102935618754628/posts/default/3923815374282772437'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/908102935618754628/posts/default/3923815374282772437'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abufarras.blogspot.com/2011/06/imam-al-bukhary-rahimahullah.html' title='Imam al-Bukhary Rahimahullah'/><author><name>Abu Farras</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00721574642806691527</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/-U1mwVFK_flo/TiOiUY3w3vI/AAAAAAAAAMg/UA3UrwcXRMY/s220/30.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-CM371zcGOM4/TVxUyYX8KpI/AAAAAAAAAJI/jVY1C0LBIw4/s72-c/Imam+Bukhari-Muhasabah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-908102935618754628.post-6688064561417018028</id><published>2011-06-01T08:56:00.000+07:00</published><updated>2011-06-11T17:25:20.162+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ibrah'/><title type='text'>Begitu Sederhana, Hafalannya Luar Biasa</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Syaikh Ibnu Baz adalah seorang yang sangat tidak perhatian dengan  dunia sebagaimana yang bisa kita ketahui dari keadaan beliau. Terlebih  jika kita tahu bahwa beliau itu tidak memiliki rumah!!!.&lt;span id="more-397"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dr Zahrani pernah berupaya untuk meminta izin kepada beliau untuk  membeli rumah yang biasa beliau tempati jika berada di Mekah karena  rumah tersebut biasanya cuma disewa. Komentar beliau,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;blockquote&gt;“Palingkan pandanganmu dari topik ini. Sibukkan dirimu untuk mengurusi kepentingan kaum muslimin”.&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Suatu ketika Raja Faishal berkunjung ke kota Madinah dan Syeikh Ibnu Baz ketika itu adalah&lt;strong&gt; rektor Universitas Islam Madinah&lt;/strong&gt;. Ketika itu raja Faishal berkunjung ke rumah Syeikh Ibnu Baz. Saat itu raja Faishal berkata kepada beliau,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;blockquote&gt;“Kami akan bangunkan rumah yang layak untukmu”.&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menanggapi hal tersebut, beliau hanya diam dan tidak berkomentar.  Akhirnya rumah pun dibangun. Ketika panitia pembangunan mau membuat  surat kepemilikan rumah atas nama Syeikh Ibnu Baz beliau berkata,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;blockquote&gt;“Jangan. Buatlah surat kepemilikan rumah tersebut atas  nama rektor Universitas Islam Madinah sehingga jika ada rektor baru  penggantiku maka inilah rumah kediamannya”.&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Syeikh Ibnu Baz itu memiliki daya ingat yang luar biasa. Jika kita  bertemu dan mengucapkan salam kepada beliau dan kita pernah mengucapkan  salam kepada beliau beberapa tahun sebelumnya maka beliau pasti masih  mengenal kita.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_HyleLDOAnnY/TQgfznaX4RI/AAAAAAAAACs/tHoBk32m8rg/s1600/30.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_HyleLDOAnnY/TQgfznaX4RI/AAAAAAAAACs/tHoBk32m8rg/s1600/30.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bahkan ada orang yang bercerita bahwa dia bertemu dan mengucapkan  salam kepada Syeikh Ibnu Baz setelah lima belas tahun ternyata Syeikh  Ibnu Baz masih ingat dengan namanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Akan tetapi yang lebih mengherankan adalah kemampuan beliau untuk  menghafal jilid dan halaman buku. Bahkan beliau bisa mengoreksi beberapa  buku dengan bermodalkan hafalan beliau.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Syeikh Syinqithi, penulis &lt;em&gt;Adhwa-ul Bayan&lt;/em&gt;, itu tergolong guru  Syeikh Ibnu Baz. Beliau adalah seorang pakar dalam ilmu syar’i dengan  kekuatan hafalan yang tidak tertandingi. Syeih Ibnu Baz sering  menghadiri ceramah-ceramah yang disampaikan oleh Syiekh Syinqithi.  Beliau kagum dengan cepatnya Syeikh Syinqithi dalam penyampaiannya.  Dalam salah satu kaset Syeikh Ibnu Baz mengungkapkan kekagumannya dengan  mengatakan, “&lt;em&gt;Maa syaallah. Maa syaallah&lt;/em&gt;”.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Satu hari Syeikh Syinqithi sejak usai shalat Shubuh sampai watu dhuha  mencari-cari sebuah hadits yang dinyatakan oleh Ibnu Katsir ada dalam  sunan Abu Daud. Beliau bolak-balik kitab sunan Abu Daud namun beliau  tidak kunjung mendapatkannya. Syeikh Syinqithi berkata,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;blockquote&gt;“Aku tidak menyalahkan Ibnu Katsir namun aku belum  mendapatkannya. Ketika aku sedang asyik mencari tiba-tiba ada orang yang  mengetuk pintu. Aku lantas berdiri dan membuka pintu”.&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ternyata Syeikh Ibnu Baz yang datang bertamu. Ketika Ibnu Baz masih  di depan pintu dan belum masuk ke dalam rumah, Syeikh Syinqithi berkata,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;blockquote&gt;“Ya Syekh Abdul Aziz, Ibnu Katsir menyebutkan bahwa  hadits yang bunyinya demikian dan demikian itu ada di Sunan Abu Daud.  Sejak usai shalat Shubuh kucari-cari hadits tersebut namun tidak  kudapatkan. Di manakah hadits tersebut?”.&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Syeikh Ibnu Baz berkata,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;blockquote&gt;“Ada…ada di kitab ini halaman sekian”.&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Syeikh Syinqithi,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;blockquote&gt;“Sekarang silahkan masuk ya Syeikh”.&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Syeikh Ibnu Baz memiliki daya ingat yang luar biasa. Ini disebabkan  tentunya karunia Allah kemudian beliau adalah seorang yang tidak pernah  lepas dari berdzikir. Lisan beliau selalu basah untuk berdzikir  mengingat Allah. Beliau senantiasa berdzikir. Ini adalah sebuah realita  yang bisa disaksikan oleh orang yang bertemu dengan beliau meski  sejenak.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Syeih Ibnu Baz mulai mengisi kajian dan menyebaran ilmu sejak belia.  Dalam sebuah wawancara yang dilakukan oleh sebuah majalah yang bernama  al Majallah dengan Ibnu Baz terdapat dialog sebagai berikut.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Al Majallah, “Sungguh engkau adalah seorang hakim akan tetapi engkau  mendapatkan popularitas yang luas berbagai dengan para hakim yang lain.  Apa rahasianya?”&lt;br /&gt;Jawaban beliau,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;blockquote&gt;“Kami bertugas sebagai hakim. Setelah jam kerja berakhir  kami mengisi berbagai kajian. Kami adakan berbagai kajian keislaman dan  kami terus mengajar dan mengisi pengajian sehingga Allah jadian kami  manusia yang bermanfaat bagi banyak orang”.&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beliau memang memiliki pandangan khas tentang tugas seorang hakim  peradilan syariah. Beliau berpandangan bahwa seorang hakim tidak cukup  dengan menjalankan tugasnya di pengadilan. Beliau mencela para hakim  yang bersikap semacam itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beliau pernah mengatakan,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;blockquote&gt;“Jika seorang hakim hanya mencukupkan diri memutuskan  sengketa tentang onta, keledai, sapi dan kambing atau semisalnya maka  tidak ada kebaikan pada dirinya. Bahkan tugas hakim yang paling penting  adalah &lt;em&gt;amar makruf nahi munkar&lt;/em&gt;, berdakwah, memperbaiki  lingkungan sekitarnya, mewujudkan kemaslahatan kaum muslimin dan  menghubungkan orang-orang yang memerlukan untuk dihubungkan”.&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika Ibnu Baz menjadi hakim di daerah Dalm, beliau memiliki kursi  terbuat dari tanah di tengah-tengah pasar. Di situlah beliau memutuskan  berbagai sengketa yang terjadi di antara kaum muslimin.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;Sumber Penulisan : &lt;a target="_blank" href="http://ustadzaris.com/begitu-sederhana-hafalannya-luar-biasa" title="ustadzaris.com"&gt;ustadzaris.com&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/908102935618754628-6688064561417018028?l=abufarras.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abufarras.blogspot.com/feeds/6688064561417018028/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abufarras.blogspot.com/2010/12/begitu-sederhana-hafalannya-luar-biasa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/908102935618754628/posts/default/6688064561417018028'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/908102935618754628/posts/default/6688064561417018028'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abufarras.blogspot.com/2010/12/begitu-sederhana-hafalannya-luar-biasa.html' title='Begitu Sederhana, Hafalannya Luar Biasa'/><author><name>Abu Farras</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00721574642806691527</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/-U1mwVFK_flo/TiOiUY3w3vI/AAAAAAAAAMg/UA3UrwcXRMY/s220/30.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_HyleLDOAnnY/TQgfznaX4RI/AAAAAAAAACs/tHoBk32m8rg/s72-c/30.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-908102935618754628.post-6338968009187868153</id><published>2011-05-31T05:49:00.001+07:00</published><updated>2011-06-07T06:22:06.678+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Keluarga'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ibrah'/><title type='text'>Ayah..Engkau Lebih Berharga Dari Uang Itu..</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://lh5.googleusercontent.com/-_5Y8-Ez-wcY/TYBVfIeMXiI/AAAAAAAAAKg/5wZ8M0HFO1k/s1600/Ayah-Muhasabah.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://lh5.googleusercontent.com/-_5Y8-Ez-wcY/TYBVfIeMXiI/AAAAAAAAAKg/5wZ8M0HFO1k/s1600/Ayah-Muhasabah.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Syaikh Mamduh Farhan al Buhairi Hafizhahullah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu da’i berkata, “Ada seorang laki-laki memiliki hutang, dan pada suatu hari datanglah kepadanya pemilik hutang, kemudian mengetuk pintunya. Selanjutnya salah seorang putranya membukakan pintu untuknya. Dengan tiba-tiba, orang itu mendorong masuk tanpa salam dan penghormatan, lalu memegang kerah baju pemilik rumah seraya berkata kepadanya, “Bertakwalah kepada Allah, bayar hutang-hutangmu, sungguh aku telah bersabar lebih dari seharusnya, kesabaranku sekarang telah habis, sekarang kamu lihat apa yang kulakukan terhadapmu hai laki-laki?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat itulah sang anak ikut campur, sementara air mata mengalir dari kedua matanya saat dia melihat ayahandanya ada pada kondisi terhina seperti itu. Dia berkata,”Berapa hutang yang harus di bayar ayahku?’&lt;span class="fullpost"&gt; Dia menjawab,”Tujuh puluh ribu real.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata sang anak,”Lepaskan ayahku, tenanglah, bergembiralah, semua akan beres.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu masuklah sang anak kekamarnya, dimana dia telah mengumpulkan sejumlah uang yang bernilai 27 ribu Real dari gajinya untuk hari pernikahan yang tengah ditunggunya. Akan tetapi dia lebih mementingkan ayahanda dan hutangnya daripada membiarkan uang itu di lemari pakaiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang anak masuk ke ruangan lantas berkata kepada pemilik hutang, “Ini pembayaran dari hutang ayahku, nilainya 27 ribu Real, nanti akan datang rizki, dan akan kami lunasi sisanya segera dalam waktu dekat Insya Allah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di saat itulah, sang ayah menangis dan meminta kepada lelaki itu untuk mengembalikan uang itu kepada putranya, karena ia membutuhkannya, dan dia tidak punya dosa dalam hal ini. Sang anak memaksa agar lelaki itu mengambil uangnya. Lalu melepas kepergian lelaki itu di pintu sambil meminta darinya agar tidak menagih ayahnya, dan hendaknya dia meminta sisa hutang itu kepadanya secara pribadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian sang anak mendatangi ayahnya, mencium keningnya seraya berkata, “Ayah, kedudukan ayah lebih besar dari uang itu, segala sesuatu akan diganti jika Allah azza wa jalla memangjangkan usia kita, dan menganugerahi kita dengan kesehatan dan ‘afiyah. Saya tidak tahan melihat kejadian tadi, seandainya saya memiliki segala tanggungan yang wajib ayah bayar, pastilah saya akan membayarkan kepadanya, dan saya tidak mau melihat ada air mata yang jatuh dari kedua mata ayah di atas jenggot ayah yang suci ini.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas sang ayah pun memeluk putranya, sembari sesegukan karena tangisan haru, menciumnya seraya berkata, “Mudah-mudahan Allah meridhai dan memberikan taufiq kepadamu wahai anakku, serta merealisasikan segala cita-citamu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari berikutnya, saat sang anak sedang asyik melaksanakan tugas pekerjaannya, salah seorang sahabatnya yang sudah lama tidak dilihatnya datang menziarahinya. Setelah mengucapkan salam dan bertanya tentang keadaannya, sahabat tadi bertanya, “Akhi (saudaraku), kemarin, salah seorang manajer perusahaan memintaku untuk mencarikan seorang laki-laki muslim, terpercaya lagi memiliki akhlak mulia yang juga memiliki kemampuan menjalankan usaha. Aku tidak menemukan seorang pun yang kukenal dengan kriteria-kriteria itu kecuali kamu. Maka apa pendapatmu jika kita pergi bersama untuk menemuinya sore ini?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka berbinar-binarlah wajah sang anak dengan kebahagiaan, seraya berkata, “Mudah-mudahan ini adalah do’a ayah, Allah azza wa jalla telah mengabulkannya.” Maka dia pun banyak memuji Allah azza wa jalla.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada waktu pertemuan di sore harinya, tidaklah manajer tersebut melihat kecuali dia merasa tenang dan sangat percaya kepadanya, dan berkata, “Inilah laki-laki yang tengah kucari.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu dia bertanya kepada sang anak, “Berapa gajimu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menjawab, “Mendekati 5 ribu Real.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia berkata, “Pergi besok pagi, sampaikan surat pengunduran dirimu, gajimu 15 ribu Real, bonus 10% dari laba, dua kali gaji sebagai tempat dan mobil, dan enam bulan gaji akan di bayarkan untuk memperbaiki keadaanmu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidaklah pemuda itu mendengarnya, hingga dia menangis sambil berkata, “Bergembiralah wahai ayahku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manajer pun bertanya kepadanya tentang sebab tangisannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka pemuda itu pun menceritakan apa yang telah terjadi dua hari sebelumnya. Maka manajer itu pun memerintahkan untuk melunasi hutang-hutang ayahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah hasil dari labanya pada tahun pertama, tidak kurang dari setengah milyar Real&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbakti kepada kedua orang tua adalah bagian dari ketaatan terbesar, dan bentuk taqarrub kepada Allah azza wa jalla yang teragung. Dengan berbakti kepada keduanya rahmat-rahmat akan diturunkan, segala kesukaran akan disingkapkan. Dan Allah azza wa jalla telah mengaitkan antara berbakti kepada kedua orang tua dengan tauhid, Allah azza wa jalla berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang dari keduanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’ dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.” &lt;br /&gt;[QS. Al Israa’. 23]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam shahihahin, dari hadits Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu dia berkata, “Aku pernah bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, “Amal mana yang paling dicintai oleh Allah?” Maka beliau menjawab, “Shalat pada waktunya.” Kukatakan lagi, “Kemudian apa?” Beliau menjawab, “Berbakti kepada kedua orang tua.” Kukatakan, “Kemudian apa?” Beliau menjawab, “Kemudian jihad di jalan Allah.” &lt;br /&gt;[HR.al Bukhari &amp; Muslim]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Umar radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Akan datang atas kalian Uwais bin ‘Amir bersama dengan penduduk Yaman dari Murad kemudian dari Qorn. Dulu dia kena penyakit sopak, kemudian sembuh darinya kecuali selebar koin uang dirham. Dia punya seorang ibu yang dulu dia berbakti kepadanya. Seandainya dia bersumpah atas nama Allah, pastilah akan dipenuhiNya. Maka jika kamu mampu dia beristighfar untukmu, maka lakukanlah.” &lt;br /&gt;[HR. Muslim]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini pula Hiwah bin Syuraih, dia adalah salah seorang Imam kaum muslimin dan ulama yang terkenal. Dia duduk pada halaqohnya mengajar manusia. Berbagai thalib (penuntut ilmu) datang kepadanya dari segenap tempat untuk mendengar darinya. Maka suatu ketika ibunya berkata kepadanya, saat dia berada di tengah-tengah muridnya, “Berdirilah wahai Hiwah, beri makan ayam.” Maka dia pun berdiri dan meninggalkan kajian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah wahai saudaraku yang tercinta, bahwasanya termasuk pintu-pintu sorga adalah Babul Walid (Pintu berbakti kepada orang tua). Maka janganlah kehilangan pintu tersebut, bersungguh-sungguhlah dalam menaati kedua orang tuamu. Demi Allah, baktimu terhadap keduanya termasuk diantara sebab-sebab kebahagiaanmu di dunia akhirat. Aku memohon kepada Allah azza wa jalla agar memberikan taufik kepadaku dan seluruh kaum muslimin untuk berbakti kepada kedua orang tua dan berbuat baik kepada keduanya. Wallahu a`lam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Kiriman dari Dr.Taufiq Ibn Muhammad Ibrahim, Madinah al-Munawwarah.Jazahullahu ‘anna khairan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Diketik ulang dari Majalah Qiblati Edisi 3, Tahun V, 12-1430/12-2009, Hal.92-95&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : &lt;a target="_blank" href="http://alqiyamah.wordpress.com" title="http://alqiyamah.wordpress.com"&gt;http://alqiyamah.wordpress.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/908102935618754628-6338968009187868153?l=abufarras.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abufarras.blogspot.com/feeds/6338968009187868153/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abufarras.blogspot.com/2011/05/ayahengkau-lebih-berharga-dari-uang-itu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/908102935618754628/posts/default/6338968009187868153'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/908102935618754628/posts/default/6338968009187868153'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abufarras.blogspot.com/2011/05/ayahengkau-lebih-berharga-dari-uang-itu.html' title='Ayah..Engkau Lebih Berharga Dari Uang Itu..'/><author><name>Abu Farras</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00721574642806691527</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/-U1mwVFK_flo/TiOiUY3w3vI/AAAAAAAAAMg/UA3UrwcXRMY/s220/30.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='https://lh5.googleusercontent.com/-_5Y8-Ez-wcY/TYBVfIeMXiI/AAAAAAAAAKg/5wZ8M0HFO1k/s72-c/Ayah-Muhasabah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-908102935618754628.post-1712625502979550741</id><published>2011-05-27T16:38:00.000+07:00</published><updated>2011-06-12T10:17:34.150+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nasehat'/><title type='text'>BAHAGIA Dengan Berbuat Baik</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bismillah... &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berbuat baik kepada orang lain ternyata memiliki nilai lebih besar dalam menyumbang kebahagiaan seseorang.Jauh lebih tinggi daripada sekedar banyak harta, benyak pujian, dan jabatan yang tinggi.Inilah hasil riset peneliti dari Universitas Rochester, Amerika Serikat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_HyleLDOAnnY/TPS8soeLpEI/AAAAAAAAABI/apauYKmWWlk/s1600/40.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_HyleLDOAnnY/TPS8soeLpEI/AAAAAAAAABI/apauYKmWWlk/s1600/40.jpg" /&gt;&amp;nbsp;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mereka telah meneliti 147 orang alumni dari dua perguruan tinggi.Para mantan mahasiswa itu dinilai segi kepuasan hidup mereka, harga diri, perasaan khawatir, tanda-tanda adanya perasaan tertekan (stres) pada raga, serta pengalaman kejiwaan yang baik dan buruk.Penelitian dilakukan dua kali, yakni tahun pertama dan kedua&amp;nbsp; setelah kelulusan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Para peneliti mengelompokkan pertanyaan menjadi dua bagian.&lt;b&gt;Pertama&lt;/b&gt;, yang berhubungan dengan &lt;i&gt;persahabatan yang erat dan langgeng, serta sikap menolong memperbaiki hidup orang lain&lt;/i&gt;.Bagian ini disebut dengan &lt;b&gt;aspirasi intrinsik&lt;/b&gt;, atau cita-cita yang bersumber dari dalam diri.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pengelompokan &lt;b&gt;kedua&lt;/b&gt; berkaitan dengan &lt;i&gt;keinginan menjadi seorang yang kaya dan mendapatkan pujian.&lt;/i&gt;Bagian terakhir ini digolongkan ke dalam &lt;b&gt;aspirasi ekstrinsik&lt;/b&gt;, yakni cita-cita yang bersumber dari luar.Para peserta diminta menilai kedua jenis cita-cita tersebut.Mereka juga melaporkan sejauh mana mereka telah meraih tujuan itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hasil penelitian menunjukkan bahwa cita-cita intrinsik lebih membuat orang bahagia daripada ekstrinsik. Dengan mencapai tujuan intrinsik, mereka telah memenuhi kebutuhan dasar kejiwaan.Artinya, menjadi sukses dan kaya, di satu sisi, ternyata tak banyak membawa kebahagiaan dan tidak memberikan kepuasan hati.Bahkan, usaha menggapai "kenikmatan dunia" ini dapat menimbulkan rasa malu, marah, gelisah, sampai gangguan raga seperti sakit kepala, sakit perut, dan kehilangan tenaga.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pencapaian tujuan hidup intrinsik berdampak lebih baik bagi kesehatan jiwa.Sedangkan pencapaian cita-cita ekstrinsik merupakan pertanda terjangkiti penyakit kejiwaan atau adanya ketidakbahagiaan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cita-cita intrinsik yang berupa hubungan antar manusia, serta dimilikinya keahlian dan keterampilan melalui perjuangan berat, memiliki manfaat yang terasa langgeng.Sebaliknya, cita-cita ekstrinsik berupa menumpuk harta dan pujian, dirasakan cepat memudar dan segera terlupakan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Orang-orang yang memiliki tujuan hidup intrinsik, yakni yang menaruh perhatian pada berkembangnya pribadi, eratnya hubungan antar manusia, keterlibatan dalam kegiatan masyarakat, dan kesehatan raga, lebih merasakan adanya kesejahteraan, prasangka baik terhadap diri mereka sendiri, pertalian yang lebih erat dengan sesama, dan lebih sedikit memiliki tanda-tanda stres pada tubuh mereka.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dunia dan isinya bukanlah sesuatu yang kekal.Manusia hendaklah lebih mengutamakan amal baik.Karena, inilah yang telah terbukti secara ilmiah dapat memberikan kebahagiaan dalam hidup, sebagaimana pula diperintahkan Sang Khalik.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman : "&lt;i&gt;Dan berilah perumpamaan kepada mereka (manusia), kehidupan dunia adalah sebagai air hujan yang Kami turunkan dari langit, maka menjadi subur karenanya tumbuh-tumbuhan di muka bumi, kemudian tumbuh-tumbuhan itu menjadi kering yang diterbangkan oleh angin.Dan adalah Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Rabbmu serta lebih baik untuk menjadi harapan.&lt;/i&gt;"&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;( &lt;b&gt;QS. Al-Kahfi (18) : 45 - 46&lt;/b&gt; ).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Wallahu a'lam&lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/908102935618754628-1712625502979550741?l=abufarras.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abufarras.blogspot.com/feeds/1712625502979550741/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abufarras.blogspot.com/2010/11/bahagia-dengan-berbuat-baik.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/908102935618754628/posts/default/1712625502979550741'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/908102935618754628/posts/default/1712625502979550741'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abufarras.blogspot.com/2010/11/bahagia-dengan-berbuat-baik.html' title='BAHAGIA Dengan Berbuat Baik'/><author><name>Abu Farras</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00721574642806691527</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/-U1mwVFK_flo/TiOiUY3w3vI/AAAAAAAAAMg/UA3UrwcXRMY/s220/30.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_HyleLDOAnnY/TPS8soeLpEI/AAAAAAAAABI/apauYKmWWlk/s72-c/40.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-908102935618754628.post-4313714909833764737</id><published>2011-05-23T00:09:00.001+07:00</published><updated>2011-06-07T06:24:44.297+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nasehat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tazkiyatun Nafs'/><title type='text'>Ya Allah… Inikah Neraka-Mu???</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-PRE6_29kGlY/TWDjESsEeEI/AAAAAAAAAJk/JJ24SfPy7O4/s1600/Inikah+Neraka-Muhasabah.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/-PRE6_29kGlY/TWDjESsEeEI/AAAAAAAAAJk/JJ24SfPy7O4/s1600/Inikah+Neraka-Muhasabah.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Allah Subhannaahu wa Ta’ala telah berfirman,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api Neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(QS. 66:6)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan di dalam ayat yang lain disebutkan,“peliharalah dirimu dari Neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang yang kafir.” &lt;/div&gt;(QS. 2:24)&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua ayat di atas memperingat-kan kita agar menjaga diri dari api Neraka dengan cara menempuh jalan yang lurus. Karena jika di akhirat nanti seseorang dimasukkan ke Nereka, ‘na’udzu billah min dzalik’, maka tidak ada lagi jalan keselamatan dan tidak akan diterima segala macam tebusan. Suatu hari yang tiada berguna lagi harta benda dan anak cucu, kecuali orang yang menghadap Allah dengan membawa hati yang salim, selamat dari kemusyrikan, bid’ah dan aneka macam perbuatan dosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sedikit Gambaran tentang Neraka&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia adalah penjara yang penuh dengan siksaan yang pedih, jurang amat dalam yang di dalamnya berkobar api yang menyala dan bergejolak. Panasnya   tujuh puluh kali lipat dibandingkan panas api yang ada di dunia saat ini, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Shallallaahu Alaihi wa Sallam bersabda,” Api yang biasa kalian nyalakan adalah satu bagian dari tujuh puluh bagian dari api Jahannam.” &lt;br /&gt;(HR . Al-Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hawa paling panas yang ada di dunia ini tak lain adalah sedikit hembusan dari Neraka Jahannam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabda Nabi Shallallaahu Alaihi wa Sallam,“Tunggulah hingga agak dingin untuk shalat (Zhuhur), karena panas yang ber-lebihan adalah sebagian dari hembusan Jahannam.” (HR. Al-Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata Ka’ab al-Akhbar, “Demi Dzat yang jiwa Ka’ab ada ditangan-Nya, andaikan engkau ada di ujung timur dan Neraka ada di ujung barat, kemudian Neraka itu di singkap, maka otak kalian akan ke luar meleleh dari kedua lobang hidung, karena panasnya yang dahsyat. Wahai manusia, apakah kalian merasa tentram dengan ini? Ataukah kalian akan mampu bersabar terhadapnya? Wahai manusia, berbuat taat kepada Allah lebih ringan bagi kalian dari pada menanggung siksa seperti ini, maka taatlah kalian semua kepada-Nya! &lt;br /&gt;(At-Tadzkirah fi ahwalil mauta wa umur al akhirah 2/145).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang luasnya Neraka, Rasulullah Shallallaahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Tahukah kalian apa ini? Kami semua menjawab, “Allah dan Rasul-Nya yang mengetahui”. Beliau bersabda, “Ini adalah batu, jika dilem-parkan ke dalam Neraka semenjak tujuh puluh tahun, maka ia masih melayang di Neraka  sampai saat ini (belum menyentuh dasarnya, pent).”&lt;br /&gt;(HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Api Neraka meyiksa manusia sesuai dengan tingkat dosa yang diperbuat. Sabda Nabi Shallallaahu Alaihi wa Sallam, “Sebagian orang ada yang dilalap api Neraka hingga kedua mata kakinya, sebagian lagi ada yang hingga kedua lututnya, sebagian lagi ada yang dilalap hingga pinggangnya dan ada juga yang disiksa hingga tengkuk lehernya.” (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallaahu Alaihi wa Sallam juga telah bersabda, “Pada Hari Kiamat didatangkan penghuni neraka yakni seorang yang ketika di dunia mendapatkan kenikmat-an paling besar, kemudian ia dicelupkan ke dalam Neraka sekali celupan lalu ditanya, “Wahai anak Adam adakah engkau masih melihat karunia yang tersisa? Apakah kini engkau merasakan sedikit kenikmatan? Maka ia menjawab, “Demi Allah tidak sama sekali wahai Rabb.” &lt;br /&gt;(HR Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Di antara Penghuni Neraka&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;- &lt;b&gt;Orang-orang musyrik, termasuk Yahudi, Nashrani, Majusi,mulhidin (pembangkang) dan secara umum semua orang yang menyekutukan   Allah atau melakukan syirik akbar. &lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah Subhannaahu wa Ta’ala , artinya,“Sesungguhnya telah kafirlah orang-  orang yang berkata,”Sesungguhnya Allah ialah Al-Masih putra Maryam”, padahal Al-Masih (sendiri) berkata, “Hai Bani Israil, sembahlah Allah Rabbku dan Rabbmu”. Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan)    Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya Surga dan tempatnya ialah Neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolong pun.” &lt;br /&gt;(QS. 5:72)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik dan Dia me-ngampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.” &lt;br /&gt;(QS. 4:48)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan ahlul ma’shiyah (pelaku maksiat) dari orang muslim, maka dia di bawah kehendak Allah, jika menghendaki, maka Dia akan mengampuni dan jika menghendaki, maka Dia akan menyiksa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-  Nabi Shallallaahu Alaihi wa Sallam bersabda tentang penghuni Neraka,“Maukah kalian aku beritahu penduduk neraka?  (Yaitu) Setiap orang yang besar kepala, angkuh lagi sombong.” &lt;br /&gt;(HR. Al-Bukhari-Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Beliau juga memberitahukan bahwa wanita yang bertabarruj (mengumbar aurat dan kecantikannya) termasuk penghuni Neraka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabda beliau Shallallaahu Alaihi wa Sallam,“Ada dua golongan penghuni Neraka yang belum pernah aku lihat; Yaitu kaum yang membawa cambuk seperti ekor sapi, mereka memukuli orang-orang dengannya. Dan wanita-wanita yang memakai baju tapi telanjang, berjalan dengan menggoyang-goyangkan pundak-nya dan berlenggak-lenggok.Kepala mereka seperti punuk unta yang condong. Mereka tidak akan masuk surga bahkan tidak akan mendapat wanginya, pada-hal sungguh wangi Surga itu tercium dari jarak perjalanan sekian dan sekian.” &lt;br /&gt;(HR . Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;b&gt;Meninggalkan shalat&lt;/b&gt;, merupakan penyebab terjerumusnya seseorang masuk Neraka. Allah berfirman,“Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (Neraka) Mereka menja-wab, “Kami dahulu tidak termasuk    orang-orang yang mengerjakan shalat, dan kami tidak (pula) memberi makan orang miskin dan adalah kami membica-rakan yang bathil, bersama dengan    orang-orang yang membicarakannya dan adalah kami mendustakan hari pembalasan” &lt;br /&gt;(QS. 74: 42 – 46)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallaahu Alaihi wa Sallam  juga bersabda,“Perjanjian antara kita dengan mereka (orang kafir) adalah shalat, maka barang siapa meninggalkannya ia telah kafir.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah telah menyebutkan sejumlah dosa secara global yang merupakan penyebab dari masuknya seseorang ke dalam Neraka, yaitu: Menyekutukan Allah Ta’ala; Mendustakan para rasul; hasad (dengki); Dusta; Khianat; Berbuat aniaya, kekejian; Ingkar janji; Memutuskan silaturrahmi; Pengecut dalam berjihad; Bakhil; Munafik; Berputus asa dari rahmat Allah; Merasa aman dari makar Allah; Berkeluh kesah terhadap musibah; Angkuh; Sombong atas nikmat yang diterima; Meninggalkan hal-hal yang wajib; Melanggar hudud (batasan dari Allah); Menerjang keharaman-Nya, takut kepada makhluk  bukan kepada Allah; Beramal karena riya’ dan sum’ah; Menyelishi Al-Qur’an dan as-Sunnah baik dalam perbuatan atau pun keyakinan; Taat kepada manusia dalam rangka maksiat kepada Allah; Fanatik terhadap kebatilan; Mengolok-olok ayat-ayat Allah, menentang kebenaran; Menyembunyikan sesuatu yang seharusnya disampaikan baik ilmu maupun kesaksian; Sihir; Durhaka kepada kedua orang tua; Membunuh jiwa yang diharamkan    Allah kecuali secara haq; Memakan harta anak yatim; Riba; Lari dari medan pertempuran; Menuduh berzina wanita baik-baik dan terjaga kehormatannya; Melakukan zina atau liwath; Ghibah dan namimah dan 
